Allah berkehendak dalam pekerjaanku

Allah berkehendak dalam pekerjaan adalah masalah kesadaran dan keihlasan serta kemauan untuk menerima pekarjaan adalah amanah dari Allah. Pekerjaan yang kita lakukan adalah kehendak Allah dalam diri kita, Jadi saya bekerja adalah melaksanakan perintah Allah. Tugas kekhalifahan yang Allah sematkan kepada kita salah satunya adalah pekerjaan yang sekarang ini sedang kita jalani. Terlepas dari  jenis apapun pekerjaan yang pasti tugas dari Allah adalah tugas yang memberi manfaat dan kemakmuran di alam semesta, bukan kerusakan. Tidak ada tugas dari Allah atau amanah dari Allah untuk mencuri atau melakukan kerusakan, itu bukan amanah tapi khianat.

Diamkan diri kita sejenak untuk meresapi ini, menyadari ini sebelum kita beraktivitas pagi atau sebelum kita melakukan tugas pekerjaan kita. Peresapan kesadaran bahwa pekerjaan ku adalah perintah Allah akan memberikan warna tersendiri dalam setiap langkah penyelesaian tugas pekerjaan tersebut. Warna yang dipenubi dengan keringanan tanpa beban. Disamping itu ada warna yang signifikan yaitu warna yang tidak ada kemelekatan ego ketika menjalankan suatu tugas.

Jika kita bekerja tanpa ego tanpa ada target tanpa ada ekspetasi ini dan itu tanpa ada harus begini dan begitu , namun bekerja dengan ilham ilham yang mengalir dalam setiap saat ke dalam pikiran dan perasaan serta gerak perilaku.

ini adalah aplikasi riil dari spiritualitas dalam berislam yaitu menjadi khalifah tanpa ego, atau yang kita kenal dengan sibghoh.

sibghoh

Cara Hutang Lunas dengan Islamic Mindfulness

Islamic mindfulness atau mindfulness islam, memberikan penekanan bahwa hutang adalah kewajiban yang harus disegerakan untuk dibayar, terlepas dari kita mampu bayar atau merasa tidak mampu untuk membayar. Hutang menurut islamic mindfulness adalah amanah dari Allah yang harus di selesaikan, tidak boleh di tawar, tidak boleh di tolak apalagi diingkari dengan sengaja melupakan atau sengaja untuk “ngemplang”.

Jika kita punya hutang maka kita harus betul betul mindfull dengan hutang yang sedang ada pada kita. Mindfull dengan hutang ini termasuk juga mindfull dengan akibat akibatnya seperti pikiran kacau, emosi tertekan, dan lainnya semuanya harus benar benar kita sadari. Kalau misalnya hutang kita menyebabkan kita tidak bisa tidur maka kita harus sadar bahwa kita tidak dapat tidur, dan akibat ini harus kita atasi dengan mindfull yaitu dengan tidak menolak, melawan, atau pun marah dengan ketidakbisaan tidur akibat memikirkan hutang. Hutang itu adalah amanah yang harus di sadari itu saja, bukan di fikir tapi di sadari, kalau ada fikiran tentang hutang maka sadari saja pikiran kita sedang memikirkan hutang.

Jika amanah di pegang diterima dan disadari maka akan ada tanda tanda yang akan datang yang memberikan petunjuk kita untuk melakukan yang mengarahkan kita untuk membayar hutang. Disini menjadi beginer’s mind https://youtu.be/xc39fWrekYo, dan kepekaan akan tanda ini akan mengarahkan kita secara progresif agar hutang kita segera selesai. Dalam hal ini kadang caranya tidak mengikuti cara yang tidak sesuai dengan seperti biasanya… tapi coba ikuti saja dan anda akan membuktikan bahwa Allah benar benar memberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka sangka karena kita menjalnakan takwa yaitu menyegerakan untuk membayar hutang

Islamic mindfulness : 9 sikap mindfulness dan 3 sikap di islamic mindfulness

jon Kabat Zinn adalah tokoh mindfulness yang membawa ajaran Budha menjadi ajaran yang scientific dan dapat di praktekan oleh siapapun yang pasti, kabat zinn ini tidak ada unsur Tuhan dalam teori mindfulness nya. Tentunya hal ini tidak sesuai dengan kita umat beragama karena tadi, dalam teori mindfulness nya kabat zinn itu minus Tuhan.  Namun meski minus tuhan adopsi ajaran Budha ini dibahasakan Jon Kabat dengan cukup bagus, Beliau membuat 9 ajaran yang ada di maindfulness agar dapat di praktekan dalam keseharian.  untuk detilnya silahkan lihat youtube beliau yang mengajarkan secara scientific 9 ajaran tadi.  https://youtu.be/2n7FOBFMvXg 

Dalam islamic mindfulness ada 3 sikap yang saya kira merupakan perasan dari 9 sikap jon kabat zinn ini. sikap yang pertama adalah menerima takdir Allah, sikap yang kedua adalah bersyukur kepada Allah, dan ketiga adalah percaya dengan pertolongan Allah. 3 pilar dalam islamic mindfulness ini sangat berbeda kita lihat karena sudah memasukkan  Allah sebagai objek mindfullness utama (kata objek ini mungkin kurang tepat ya).

nah itulah singkat cerita dari perbedaan mindfulness sekuler dan islamic mindfulness. semoga awal pembahasan mindfulness ini memberikan manfaat.