Antara Pahala dan Allah

Alam pikiran bawah sadar umat islam, banyak yang menyamakan bahwa kalau beramal mengharap pahala itu sudah pasti karena Allah. Atau kalau shalatnya karena pahala itu sudah pasti karena Allah, setujukah anda dengan hal yang demikian ? ternyata pikiran bawah sadar ini sangat salah , menurut saya. Di dalam beramal kita harus benar benar sadar bahwa amal kita ini karena Allah bukan karena yang lain.

Makna ihlas dalam setiap perbuatan adalah karena Allah bukan karena Pahala, bapak ibu pun setuju kan. Namun untuk mencapai perbuatan yang hanya karena Allah dan bukan karena pahala bukanlah hal yang mudah . meski setuju sekali dengan pernyataan saya di atas, belum tentu mau menjalankan. sebab konsep karena pahala sama dengan karena Allah itu sudah menancap ke alam pikiran sehingga susah untuk di hilangkan.

Memahami Quran metode waskito ketemu an najm ayat 51-54

sejenak terhenyak dengan ayat yang Allah tunjukkan kepada saya , saat sore ini selepas magrib Allah menunjukkan surat an najm ayat 51-54. Merinding kalau mengulang isi ayat ini, ya Allah. entah kenapa ayat ini mengarahkan saya kepada keadaan Corona yang saat ini sedang melanda. Terutama melanda kepada salah satu negara yang sangat kuat, negara yang sangat hebat negara yang menguasai dunia. Setiap hari kematian melanda lebih dari 1000 perhari, dan anehnya mereka tetap dengan sikapnya menyalahkan negara lain, membikin permusuhan dengan negara lain alih alih mengurusi rakyatnya yang setiap hari meninggal tidak kira banyaknya. rakyatnya sebagian menunjukkan seolah mereka menentang Tuhan, menentang sunatullah yang sudah ditetapkan oleh Allah, dengan mandi bersama orang banyak tanpa pelindung diri, bahkan pimpinannya dengan gaya tidak akan tertular, tidak memakai masker seolah ayo lawan Tuhan yang menciptakan korona dengan berperilaku yang melawan sunatullahNya.

saya terus amati ayat an najm 51-54 kadang tak tega untuk terus mencermati, karena aliran pemahaman selalu mengarah kepada suatu negara yang katanya super power dan tidak terkalahkan dengan apapun. tapi saat ini sedang dalam proses pembinasaan … (astaghfirullah….)

dan saat ini Allah tunjukkan kehendakNya, bahwa …. seperti yang Allah sebutkan di surat an najm 51-54.

di surat an najm ayat paling akhir yaitu ayat 62 , saya berbahagia Allah memberikan suatu solusi untuk kita umat manusia dalam menghadapi masalah dunia saat ini, yaitu dengan bersujud denga menyembahnya. Makna bersujud berarti kita harus merendahkan diri di hadapan Allah, tidak congkak, tidak jumawa, tidak sombong dan menyembahnya artinya kita menghamba kepada Allah patuh dengan segala aturan yang sudah Allah tetapkan kepada kita.

dari memahami al quran dengan metode waskito ini, pada ayat terakhir surat an najm untuk dapat terhindar dari azab Allah berupa korona dan penghancuran suatu kaum suatu negara atau bangsa , maka kita harus cepat cepat bersujud merendahkan diri di hadapan Allah. kita perbanyak membaca tasbih kita grounding di hadapan Allah. dan kita patuhi segala perintah Allah dengan sikap menghamba. Semoga peringatan Allah dalam al qomar ini dapat kita jalankan sekarang juga agar umat manusia terselamatkan dari kemurkaan Allah.

awali dengan basmalah dan lanjutkan dengan Allahu Akbar (bismilahi Allahu akbar)

dalam menjalankan amanah Allah entah itu mudah atau sulit, berat atau ringan, mengucapkan dan menyadari mantra bismilahi Allahu Akbar sangat di anjurkan. Nah apa pengaruhnya dan apa manfaatnya ?. Pengaruhnya adalah akan membawa sikap yakin bahwa Allah memberikan kemampuan untuk bisa  menjalankan, dan manfaatnya dapat mendatangkan kekuatan diluar kemampuan untuk bisa menyelesaikan amanah.

mulai sekarang kita tidak gentar lagi dengan amanah diluar nalar karena ada solusinya. Tidak lagi takut dengan amanah diluar kemampuan kita. Karena dengan mencgucapkan dan menyadari rapal atau mantra ini solusi akan datang.

tentunya setelah rapal dan mantra di sadari maknya selanjutnya adalah menjalankan apa apa yang bisa dilakukan, artinya harus take actioan, atau harus berbuat dan melakukan sesuatu.