Bahagia itu ….

hidup bahagia adalah bagaimana kita bertakwa kepada Allah. takwa itu ada dua hal yang dilakukan yaitu beriman dan beramal kebajikan. takwa ada menjalankan perintah Allah. dengan takwa itu berbagai kemudahan hidup akan di dapatkan.

Amanah yang terintegrasi dengan shalat

Allah mewajibkan shalat agar shalat ini dapat membawa kita kepada keadaan amanah yang benar. Amanah jika tidak di dasari dengan sikap jiwa yang benar maka akan menjadi berat dan jika tak tertangani bisa menjadi masalah. Kalau sudah menjadi masalah akan dapat merusak jiwa.

jadi kita perlu cara untuk dapat memperkuat amanah agar terus menerus terjaga pada stamina yang mencukup untuk menjalankan amanah tersebut. Salah satu caranya adalah dengan shalat wajb yang kita lakukan. Shalat wajib ini dapat memberikan pendidikan kepada jiwa agar siap dan siaga selalu dalam menjalankan amanah Allah.

integrasi shalat dan amanah akan saya sampaikan di acara halaqoh gresik apda 7 maret ini. selamat mengikuti

BPJS jaminan kesehatan yang tidak match dengan gaya hidup tidak sehat

Pemerintah terlalu berani memberikan layanan kesehatan berupa jaminan kesehatan melalui programnya BPJS. BPJS ada yang membayar tiap bulan ada yang gratis. Kabar terakhir pemerintah tekor karena banyak orang sakit yang datang kerumah sakit. Rugi berapa T mungkin saya pun tak pasti. Ruginya pemerintah ini dalam hal ini tentu saja membiayai pengobatan banyak orang yang jatuh sakit. Ada satu hal yang ternyata menyababkan banyak orang sakit yaitu karena gaya hidup yang tidak sehat. Tahu sendiri kalau di indonesia apa saja bisa jadi makanan, usus jadi makanan, kikil jadi makanan dan jenis makanan lain yang tidak sehat. Inipun merebak ke jajanan anak anak di sekolah yang mengandung berbagai bahan makanan yang tidak sehat. Gaya hidup yang tidak sehat lagi masalah sampah, sampah ini aneh juga seharusnya dibakar dengan api yang besar sehingga menimbulkan asap , eh tidak sampah di pindah pindah dari suatu tempat ke tempat lain yang akhirnya di timbun juga tidak di apa apakan.

Kualitas makanan yang rendah, warung warung makan yang tidak terkontrol merupakan sumber penyakit, dan ada warung makan di solo ini  yang letaknya di pinggir jalan raya dekat  lampu merah tapi larisnya minta ampun, bisa anda bayangkan bagaimana kotornya makanannya kena debu dan lain sebagainya. Kalau kita melihat di pasar pasar banyak sekali makanan makanan yang seharusnya sudah tidak memenui kriteria “sehat” masih saja di jual.

kesadaran akan kesehatan masih sangat rendah, karena kurangnya edukasi. Seharusnya pemerintah juga getol memberikan edukasi hidup sehat jika mau menjamin kesehatan. Tapi lagi lagi yang konon katanya uang tersebut sering raib di jalan. Edukasi ini penting bagi masyarakat sebab kadang pemahaman kolosal tentang satu perilaku sehat akan membawa pangaruh yang kolosal juga. sehingga iklan yang terus menerus di berikan , iklan kesehatan maksudnya akan mempengaruhi perilaku sehat. Jujur saja iklan anjuran merokok dengan iklan berperilaku sehat getol iklan anjuran untuk merokok.

Kalau pemerintah tidak melakukan gerakan gaya hidup sehat maka BPJS akan terus merugi dan pelayanannya akan semakin buruk, karena kekurangan dana dan hanya skup kecil saja yang bisa dilayani BPJS. namun juga yang diuntungkan adalah rumah sakit dan klinik kesehatan sebab orang sekarang dikit dikit ke rumah sakit atau klinik pratama untuk sekedar memeriksakan batuk atau pilek.

Dengan adanya edukasi juga akan meningkatkan tingkat amanah dari masyarakat tentang pentingnya hidup sehat dan gaya hidup sehat. Mendidik masyarakat untuk amanah dengan tubuhnya ini penting, jadi kesehatan adalah tanggung jawab dirinya dengan Allah bukan dengan pemerintah. Jika kesadaran akan amanah tubuh yang sehat ini meningkat maka jumlah yang sakit akan banyak berkurang. Dan pemerintah bisa memberikan layanan kesehatan dengan BPJS lebih baik lagi.

Amanah bukan pencapaian target selesai tapi menjalankan perintah Allah

Amanah dinamikanya sungguh menarik karena kadang secara tidak sadar kita terjebak kepada pencapaian target harus selesai ini dan itu , harus selesai pada waktu ini dan itu. Jebakan batman ini membuat apa yang akan kita lakukan menjadi buntu dan seolah berhenti dan berat untuk melangkah, ya … padahal pekerjaan jelas ada dan memang harus kita kerjakan. Semakin kita memaksakan pada keadaan ini maka pikiran seolah tidak mau bergerak seperti tegang dan tidak dapat bekerja. Tubuhpun terasa loyo dan tidak bergairah. Masalah ini akan muncul ternyata karena hawa nafsu kita untuk selalu ingin menyelesaikan dan tergesa gesa, tidak ada rasa enjoy tidak ada rasa nyaman dalam menjalankan.

Menjalankan amanah tidak sekedar selesai atau cepat, menjalankan amanah adalah menjalankan perintah Allah. Jadi yang penting disini adalah proses bukan hasilnya. Jika kita fokus pada proses maka tugas yang kita jalankan akan terasa ringan, tidak stress dan enjoy. Tapi kalau kita fokus pada hasil maka akan menjadi tegang dan cepat lelah, capek dan kadang merasa buntu. Jadi kita harus membebaskan diri kita dari keinginan untuk selesai. Kita kerjakan saja apa apa yang perlu dan harus dikerjakan sekarang, dan yang paling penting adalah mengikuti perintah Allah dalam menjalankan tugas tersebut. Yang perlu sekali di latih sekarang adalah bagaimana kita dapat mengikuti apa apa yang Allah perintahkan dalam setiap langkah kita menyelesaikan amanah.

Secara teknis ketika kita menghadapi kebuntuan karena hal diatas langkah pertama adalah melepaskan diri dari amanah tersebut sejenak, kemudian sambungkan jiwa kita ke Allah dan masuk ke dzikir nafas 4. Dzikir nafas 4 ini akan membebaskan kita dari tekanan apapun. Kita bisa bergerak bebas dan ringan, nah suasana inilah yang kita bawa untuk melakukan atau menjalankan amanah yang sedang kita jalankan. simpel bukan. selamat mencoba

Apakah rejeki itu dari usaha

kita meminta kepada Allah untuk memohon rejeki, lalu rejeki itu apakah dari usaha kita ? tentu tidak sama sekali Allah tidak tergantung dari usaha yang kita lakukan. Rejeki itu akan terus mengalir tanpa sebab usaha kita. Kalau kita khawatir bagaimana masa tua nanti , kemudian kita membuat berbagai usaha usaha yang bisa memberikan manfaat di masa tua apakah rejeki Allah nantinya karena itu, tentu tidak. Ketika kita hidup maka rejeki itu akan terus ada bukan karena usaha. Maka sebenarnya hidup tidak perlu usaha. anda cari di al quran pun tidak akan ditemukan perintah untuk berusaha mendapatkan rejeki.

konsep rejeki di al quran sangat jelas bahwa rejaki adalah pemberian, pemberian yang terus menerus. Yang kita lakukan hanyalah beriman dan bertakwa itu saja. Mungkin kita terbersit untuk membuat bekal usaha di hari tua, tapi kalau itu diniatkan untuk mendatangkan rejeki maka jelas salah, sebab apakah di hari tua Allah tidak akan memberikan rejeki? kemudian apakah iya bekal usaha di hari tua itu dapat memberikan rejeki kepada kita? Pertanyaan ini harus kita jawab sehingga kita tidak ragu lagi dalam menghadapi masa tua. Nah kemudian apa salah kalau kita membuat usaha untuk bekal di hari tua? lha tidak ada yang menyalahkan …he he , . yang penting adalah mindset bahwa usaha itu bukan pemberi rejeki, kita rubah mindset kalau usaha itu harus ada amanah dan perintah Allah. Apa kalau jelas amanah dan perintahnya maka jalankan , kalau tidak ada ya tidak perlu dijalankan. MIsalnya sebelum pensiun bukan kos-kosan atau persewaan rumah, nah adakah nilai amanah disitu? adakah orang yang terbantukan dengan persewaan kos kosan kita? kalau memang iya segera eksekusi untuk pembangunannya.

Mulai sekarang harus kita rubah mindset rejeki ini bahwa rejeki bukan dari usaha kita tapi rejeki adalah dari Allah. kemudian agar Allah banyak memberika rejeki yang kita lakukan ada dua yaitu beriman dan bertakwa. nah kalau prinsip nya sederhana seperti ini maka hidup akan terasa ringan dan membahagiakan

Jangan terbetik untuk meninggalkan Allah

Allah maha mendengar Allah maha tahu, terbetik dalam hati sekecil apapun akan dapat di ketahui oleh Allah SWT. Dan Allah maha merespon dengan apa yang kita betikan dalam hati. Betikan dalam hati yang kurang kita sadari akan dapat membuat Allah mewujudkan betikan hati tersebut. Banyak yang ingin ke Allah mendekat ke Allah dan muncul dalam betikan hati, dan Allah meresponnya dengan memberikan jalan kemudahan untuk mendekat. Demikian pula jika terbetik untuk meninggalkan Allah maka Allah akan menjauhkannya dari pada Allah SWT naudzubillah.

Dimanapun anda berada sebisa mungkin untuk selalu bersama dengan jamaah dzikir yang selalu mengingatkan untuk selalu sadar Allah. Jamaah jamaah dzikir di sekitar anda akan ada banyak teruslah untuk bersama sama mereka karena majelisnya selalu membuat untuk mendekat kepada Allah. Komunitas itu penting sebab kita tidak akan bisa berjalan sendiri, kalau kita bisa menganggap bahwa dengan berjalan ke ALlah sendiri itu bisa itu namanya sombong yang akhirnya tidak akan kuat dan mudah dibelokkan oleh bisikan syetan. Dengan bergabung di majelis dzikir berarti kita merendahkan diri untuk dengan yang lain, saling mengisi dan saling berbagi di kelompok dzikir dapat memberikan suatu energi saling mengisi.

jaga hati kita untuk tidak terbetik dalam hati meninggalkan Allah sekali Allah mengiyakan maka tidak mudah untuk kembali lagi, memerlukan waktu untuk dapat kembali seperti semula. Mungkin masih menjalankan shalat dan ibadah yang lain tapi ada sesuatu yang kurang dan ini dapat berlangsung lama, ya tergantung Allah untuk mendekatkan lagi atau membiarkannya. Mendekat ke Allah ini unik, dinamika nya kadang tidak kita kira. Mungkin kita mengira bahwa saat ini mendekat kemudian meninggalkan lagi terus kita berpikir ah nanti mendekat lagi akan mudah, ternyata tidak seperti demikian, tentu saja Allah tidak mau di permainkan, justru kita lah yang akan di permainkan Allah SWT naudzubillah.

 

Dan jika mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu

Beriman dan Bertakwa adalah dua buah kata yang sering bersandingan. Dan dua kata ini pasti di dahului dengan beriman setelah itu bertakwa. Beriman mengandung maksud bahwa kita harus sadar Allah. INIlah ajaran islam yang tinggi selalu menekankan pada kesadaran (mindfulness). Kesadaran akan Allah ini merupakan basic atau dasar dalam beragama, dari kesadaran ini maka akan muncul suatu perbuatan yang mengikuti kesadaran tersebut yaitu bertakwa. Secara teknis ketakwaan adalah menjalankan amanah Allah. Jadi beriman dan bertakwa adalah sadar Allah kemudian menjalankan amanah Allah.

Beriman kepada Allah dapat kita gembleng atau latih melalui dzikir nafas dan patrap. Dua metode ini sudah lama digunakan para wali wali bahkan secara implisit diajarkan Rasulullah. Misalnya kalimat hadis tentang jangan kau sia sia kan nafasmu itu artinya bahwa kita harus menggunakan setiap nafas kita untuk berdzikir itu artinya kita harus selalu berdzikir kepada Allah, kemudian ajaran dzikir nafas ini juga turun temurun dari para wali dan orang sholeh. Karena caranya yang praktis dan cepat maka ajaran dzikir nafas dapat bertahan hingga sekarang. Kemudian patrap, patrap misalnya digunakan oleh kanjeng sunan Gunung Djati ketika mengajarkan tentaranya untuk berperang, jadi patrap sebagai landasan untuk berperang melawan belanda pada waktu itu. Penggemblengan keimanan melalui dzikir nafas terbukti efektif.

Sedangkan ketakwaan adalah menjalankan amanah Allah SWT. Ketakawaan ini sangat luas meliputi seluruh aspek kehidupan kita. Dari mulai ibadah sampai kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bekerja. Ketakwaan tidak hanya masalah ibadah sembahyang saja atau sedekah atau sebatas ritual di mushalla masjid tapi takwa termasuk dalam profesional dalam bekerja, tanggungjawab dalam bekerja, kreatif dalam bekerja, dan dapat dipercaya oleh orang lain. Karena pada wilayah takwa ini adalah wilayah perbuatan dimana kita harus take action melalukan sesuatu berdasarkan amanah yang kita emban. Perlu diingat bahwa dasar dari bertakwa adalah keimanan, jadi menjalankan amanah Allah harus berdasarkan sadar Allah. Menjalankan amanah berdasar sadar Allah akan menuntun kita kepada tindakan tindakan yang benar, tidak asal melakukan. Misalnya bayar hutang dulu atau pergi umrah? kalau kita lihat dari sisi nafsu pasti umrah dulu tapi kalau kita sadar Allah kemudian mendasarkan pada amanah maka hutang lebih d dahulukan dari pada umrah. Meski kita sudah sadar Allah maka kewaspadaan kita harus tetap kuat pada menjalankan amanah Allah.

Output dari keimanan dan ketakwaan ini adalah penghargaan yang besar dari Allah SWT. Penghargaan dari Allah yang besar ini dapat berupa keberuntungan hidup, kebahagiaan hidup, pahala surga dan sebagainya. Bahkan derajat atau maqom seorang hamba ditentukan oleh seberapa takwa dia, artinya seberapa banyak dia menjalankan amanah dari Allah, seberapa tanggungjawab dia menjalankan amanah Allah. Jadi maqom itu bukan ditentukan oleh gelar atau ilmu tapi lebih ditentukan oleh seberapa banyak ia menjalankan amanah dari Allah SWT. Semakin tinggi amanah yang ia emban maka semakin tinggi derajat di sisi Allah. Jadi dalam hal ini yang kita kejar adalah seberapa banyak kita telah berbuat dalam amanah ini. Mencuci piring nampak sederhana namun jika ini di dasarkan amanah maka ini menjadi hal yang sangat besar disisi Allah SWT.

Masing masing kita memiliki start yang sama, Allah memberikan start yang sama untuk mendapatkan derajat yang tinggi disisi Allah SWT. Ternyata bahwa kedudukan yang tinggi itu tidak berdasarkan keturunan, tidak berdasarkan ilmu, tidak berdasarkan jabatan , tidak berdasarkan ustad atau bukan, kyai atau bukan, ulama atau bukan, tapi berdasarkan seberapa banyak kita menjalankan amanah Allah, seberapa manfaat hidup kita untuk diri kita dan orang lain, terutama untuk keluarga dan sahabat terdekat, seberapa bermanfaat kita di tempat kerja kita seberapa manfaat hidup kita di masyarakat.

terinspirasi oleh Al Baqoroh 103

TATACARA DZIKIR NAFAS

TATACARA DZIKIR NAFAS

A.Duduk timpuh dgn rileks minimal 15-30 menit setiap hari
B. Baca bismilah – syahadat-sholawat
C. Berdoa :
اللهم أعني على ذكرك وشكرك، وحسن عبادتك
Allohumma a’inni ‘ala dzikrika wasyukrika wa husni ‘ibadatik
ya alloh ajari saya utk bisa berdzikir, bersyukur dan beribadah dg baik kpd Mu

Level-1
RILEKS MENYADARI JASAD
# Rasakan nafas yang masuk (terhirup)
# Rasakan nafas yg keluar(terhembus)
( jangan mengatur nafas, biarkan nafas masuk – keluar dengan bebas/ nafas alami )

Dzikir Nafas level 2
MENYADARI ALLOH
Setelah merasakan tenang dengan mengikuti nafas (level 1),
Silahkan untuk melanjutkan ke level 2 yaitu :
A. Iringi nafas yang masuk dengan melafalkan dzikir Huu… (baca dalam hati)
B.Iringi nafas yang keluar dengan melafalkan dzikir Alloh…(baca dalam hati)

Dzikir Nafas level 3
BERKOMUNIKASI DENGAN ALLOH
Saat baca huu…
Arahkan jiwa kita mendekat ke alloh
Saat baca alloh…
Arahkan jiwa kita pasrah ke alloh

#Dzikir Nafas Level 4
FANA
A. Saat baca Huu… kesadaran kita dibawa yang ada hanya alloh
B. Saat baca Alloh… kesadaran kita dibawa kekuatan hanya milik alloh

 

“Amanah” kata biasa yang berdampak luar biasa

Amanah sering kita mendengar. Kata amanah ini nampak biasa saja jika dimaknai sekedar kata kata say hello atau sekadar good luck… Kata amanah bagi kita yang belajar sadar Allah harus mengkaitkan kata  amanah ini dengan perintah Allah. Kenapa kata yang biasa menjadi luar biasa, karena kata ini di kaitkan dengan Allah, dikaitkan ini adalah perintah Allah. Dan kalau sudah terkait dengan kalimat Allah maka seluruh hal yang pernah kita simpan di memori berkaitan dengan Allah terutama sifat dan perbuatan Allah maka akan memberikan dampak psikologis yang dalam.

Keterkaitan amanah dengan kalimat Allah ini akan mengaktivasi seluruh alam pikiran baik itu pikiran sadar bawah sadar ataupun atas sadar. Umat islam ini setiap hari membaca dan memuji Allah dan mengimani Allah, baik itu melalui shalat, pengajian atau mengkaji sendiri melalui al quran, bahkan melalui dzikir dzikir yang jumlahnya fantastis. Aktivitas ini akan sangat mudah tersulut atau running ketika kita gunakan kata “saya menjalankan perintah Allah” atau disingkat dengan amanah. Awalnya kerja tidak semangat karena orientasinya uang, kita tahu bahwa uang kontra produktif dengan pengajian pengajian di banyak tempat bahwa uang itu sumber masalah, uang adalah dunia yang harus kita tinggalkan dan seterusnya, Namun di dalam amanah ini kita justru bekerjanya sangat getol , workaholic tapi bukan karena mencari uang tapi karena menjalankan perintah Allah. Uang memang tidak di cari tapi kerja bisa 26jam perhari, bukan mencari dunia tapi semata mata menjalankan perintah Allah. KIta bisa bayangkan jika umat islam menggunakan prnsip amanah ini dalam bekerjanya dalam aktivitas sehari harinya , pasti islam akan berubah. Umat islam sudah tidak tertarik lagi dengan namanya uang, dia mengatur uang untuk menjalankan amanah berikutnya atau saat ini yang sedang di jalankan. sikap duniawinya hilang berganti dengan sifat ukhrawi yang dikejar dunia, karena amanah dalam setiap langkah perbuatannya.

Sikap amanah ini harus menjadi karakter utama umat islam, dengan hanya karakter amanah ini maka akhlak mulia yang lain akan tumbuh. Jadi bagi yang pening dengan ilmu tasawuf atau pening dengan ilmu tazkiyatun nafs yang materi nya bikin blenger dibahas sampai mati tidak akan habis, maka saran saya pakai saja konsep amanah ini. JIka kita take action dalam amanah ini maka jiwa raga kita akan sehat. PIkiran menjadi logis, tidak mistis. Dan tuntunan Allah akan sangat nampak jadi kalau masih ada yang bertanya bagaimana membedakan nafsu dan perintah Allah karena dirinya belum amanah dalam kehidupan ini. Kalau kita amanah pasti akan sangat nampak bahwa Allah memerintahkan ini dan itu, dan itu sangat berbeda dengan hawa nafsu.

Amanah meski kata sederhana , namun jika dikaitkan dengan Allah maka akan banyak membuka rahasia rahasia kehidupan yang sebelumnya belum pernah kita dapatkan. Misalnya jika anda pedagang yang sebelumnya mencari keuntungan dalam perdagangan sekarang memberikan pelayanan kepada pelanggan, konsep ini akan dapat membuka rahasia marketing yang dapat melejitkan perdagangan anda. JIka anda orang tua awalnya mendidik anak itu karena anak adalah investasi hari tua atau investasi akhirat, sekarang di rubah bahwa anak adalah amanah, maka anda akan dibukakan rahasia rahasia bagaimana mengatasi masalah dengan anak dan rahasia mendidik anak sehingga anak anda menjadi anak yang melejit segala kemampuan yang terpendam dalam dirinya. dan masih banyak rahasia kehidupan jika kita menjalankan segala sesuatunya karena amanah Allah.

Setiap nafas ada amanahnya, perintahnya Dzikir

Nafas bukan gratisan, nafas ada amanah di dalamnya. Dan perintahnya adalah berdzikir dalam setiap hembusan nafas. Nafas masuk dan nafas keluar ada amanahnya. Dzikir nafas merupakan cara yang paling mudah untuk menjalankan amanah nafas ini yaitu dengan menyebuat Dia Allah atau Huu Allah. Jadi kenapa dzikir nafas memiliki daya yang kadang tidak terduga dampaknya jika kita niatkan untuk menjalankan amanah nafas ini, sebab Jika kita menjalankan amanah berarti kita mengikuti perintah Allah jika kita mengikuti perintah Allah maka kita tergolong menjadi orang yang bertakwa jika kita bertakwa maka pertolongan Allah akan kita dapatkan. Pertolongan ini lah yang membuat hidup kita semakin bahagia.

Nafas memang luar biasa karena di dalam nafas ini lah awal kita hidup dan akhir kita hidup. Hembusan terakhirpun kita harus tetap amanah yaitu menyebutnya Allah. Dan jaminan jika kita tetap amanah sampai akhir hayat maka jaminannya adalah surga, subhanallah.

jadi dzikir nafas sendiri ini merupakan bentuk dari kita menjalankan amanah Allah. Dari sini kita faham bahwa ajaran dzikir nafas adalah amanah juga. Amanah ada di dzikir nafas, yang nantinya dari nafas ini kita akan menjalankan amanah amanah yang lebih besar lagi dan skala yang lebih luas lagi. Menjaga diri untuk terus amanah dapat di lakukan dengan selalu menjaga nafas agar selalu dalam keadaan sadar akan amanah Allah.

Anda perlu membuktikan apa yang saya tulis ini, bahwa dengan sadar amanah dalam setiap nafas maka tubuh akan terasa reaksi positifnya, dan itu adalah bentuk pertolongan Allah yang paling nyata. Sadari setiap nafasnya dan sebutlah asma Allah dengan sebutan Dia Allah atau Huu Allah.