Sadar Diri untuk terus menjalankan amanah Allah

kesadaran diri menjadi point penting ketika menjalankan amanah dalam keseharian. Sadar diri bahwa apa yang kita lakukan adalah amanah Allah SWT. Keadaran ini akan menuntun kita untuk dapat menyelesaikan masalah dengan cepat yatu dengan tuntunan Allah SWT. Ini bukan jual kecap atau jual bahasa tinggi tinggi tapi ini adalah kenyataan bahwa ketika kita sadar apa yang kita lakukan adalah amanah dari Allah maka kita akan dituntun Allah SWT. Hal yang sederhana yang kita lakukan harus juga dilakukan dengan sadar diri bahwa ini adalah perintah dari Allah SWT.

Dengan sadar diri model ini, hidup kita akan nampak sederhana meski amanah banyak dan tidak sederhana. Sebab kita hanya terfokus pada kesadaran sekarang dan disini (here dan now). semakin hidup sederhana dengan menyadari saat ini dan disini maka kita akan lebih hidup bahagia, energi berlipat dan selalu aktif untuk menyelesaikan pekerjaan pekerjaan yang sekarang.

hidup harus enjoy dengan terus mengalir bergerak menjalankan amanah Allah. selamat menjalankan amanah Allah

Jika Uang di depan mata

kadang rejeki tanpa kita duga sudah ada depan mata, tinggal kita raih dan dapat. Eiit nanti dulu, meski uang sudah ada didepn mata kita harus tahu amanah apa yang harus kita jalankan terkait dengan uang yang sudah di depan mata kita. Misalnya ada proyek dan kita mengajukan proposal 80 persen akan di terima? lalu apa yang akan kita lakukan? pertama kali kita harus memformulasikan amanah apa yang bisa kita jalankan. Ok … kita bisa mengatakan bahwa proyek yang ada didepan mata adalah amanah, jangan uangnya. Jadi proyek yang sudah ada uangnya ini adalah amanahnya, ingat fokus kepada proyeknya bukan uangnya. Formulasi ini penting agar apa yang akan kita kerjakan terarah.

Uang di depan mata … banyak yang terlena, tertipu dan kadang terhipnotis. Tidak sadar bahwa kita harus melakukan sesuatu karena amanah bukan karena uang.

Allah jadikan apa untuk kita

Kita harus memahami Allah jadikan apa kita untuk saat ini, ingat saat ini. kalau kita faham untuk apa kita diciptakan untuk saat ini maka identikan diri kita dengan apa yang Allah kehendaki pada diri kita. Jangan sampai apa yang kita berseberangan dengan Allah SWT. Mengidentikan diri dengan apa yang Allah kehendaki pada diri kita akan memudahkan hidup kita karena Allah akan menolong dan memudahkan.

Mengidentikan diri dengan kehendak Allah inilah yang sering menjadi wujud, bagi orang yang tidak percaya Allah maka dianggapnya bahwa apa yang kita bayangkan dan apa yang kita pikirkan akana terwujud. Ya watak orang kafir akan mengingkari apa yang sebenarnya Allah berikan. Ketika anda mengidentikan diri dengan apa yang Allah kehendaki pada diri kita maka seolah kita membayangkan padahal kita tidak membayangkan karena kita hanya berusaha untuk menyamakan apa yang Allah kehendaki.  Misalnya kita di kehendaki menjadi seorang pedagang yang dagangannya laris, maka ketika kita mendidentikan diri maka kita akan terbayangkan bagaimana Allah memberkan rejeki kepada kita melalui larisnya dagangan kita dan benar dagangan kit menjadi laris manis. Tapi sekali lagi ini tidak  bisa dibuat-buat jadi jangan berusaha membayang-bayangkan bahwa dagangan kita laris. Kita cukup  siap saja bahwa ita dikehendaki Allah untuk melayani para pelanggan yang banyak.

Mengidentikan diri ini agak pelik dan sulit bagaimana yang belum memahami, tapi dengan latihan sadar Allah dan mempelajari amanah Allah serta mempraktekan dalam kehidupan sehari hari maka akan faham dengan sendirinya.