Salah satu penyebab pengamal DN banyak ujian dari Allah

Dulu pernah saya bahas pokok permasalahan jamaah sadar Allah mendapatkan ujian dari Allah yaitu karena kurang amanah, atau bahkan tidak amanah. Sekarang saya sebutkan satu lagi kenapa Allah masih menurunkan ujian kepada jamaah sadar Allah, yaitu karena tidak menggunakan tingkat kesadaran Allahnya ketika menjalankan amanah Allah. Misalnya ketika seorang jamaah sudah berada pada keadaan fana kemudian dia tidak mempraktekan kesadaran fana nya dalam kehidupannya maka Allah akan memberikan ujian nya hanya untuk menunjukkan bahwa “hambanya hanya pintar di mulut tapi tidak menjalankan”.

perlakuan Allah ini nampak menakutkan tapi sebenarnya inilah kasih sayangnya Allah kepada hambanya yang sadar Allah. Agar kesadarannya teraplikasikan dalam kehidupan dan manfaatnya akan kembali kepada hamba tersebut.

dakwah cari uang, dengan dakwah karena Allah lebih jos mana?

Anda pernah mendengar kitab teles, yaitu suatu kitab yang datangnya dari Allah bukan dari belajar buku atau yang lainnya. orang orang yang berdakwah karena Allah biasnaya menggunakan kitab teles ini. Isinya kitab teles yang pasti tidak ada daftar isi, tidak ada referensi karena datangnya langsung dari Allah. Dakwah yang berdasarkan kitab teles ini tidak mungkin untuk mencari uang, karena isinya seringkali tidak sesuai dengan keinginan masyarakat banyak. Misalnya kalau masyarakat banyak ingin surga dan pahala maka kitab teles justru ibadah tidak untuk mencari surga dan pahala tapi menuju kepada Allah. Misalnya lagi kalau shalat bukan takut dosa bila tidak menjalankan tapi sayang untuk dilewatkan. KItab teles mengajarkan shalat untuk khusyu tapi orang pada umumnya shalat untuk cari pahala dan surga.

Dakwah yang tujuannya cari uang tidak akan bisa menembus kitab teles dan tidak akan paham. Kitab teles bertentangan dengan cari uang, hanya pendakwah yang benar benar ihlas tidak karena uang bisa kuat dalam menyampaikan hal ini.

Dakwah cari uang itu sangat lemah, sebab motivasinya uang dan uang, dia hanya tenar sementara saja dan tidak akan lama akan ditenggelamkan Allah seperti menteri susi menenggelamkan kapal asing tanpa ijin. Ketika ketenaran dan uang menjadi motivasi dalam berdakwah maka Allah akan campakkan dan tidak akan digunakan lagi ketika itu terjadi maka tidak akan ada kesempatan kedua sekali tenggelam akan tenggelam. naudzubillah .

Uang bisa menjadi alasan untuk membangun tempat belajar atau untuk keperluan anak santri, ketika itu dikemas dalam kerangka dakwah mencari uang maka tidak akan menembus kitab teles. dakwah itu santai saja, kalau memang Allah berikan tempat untuk belajar ya alhamdulillah tidak pun alhamdulillah. Karena bagi Allah yang penting adalah kita sanggup untuk menyampaikan satu tanda dari Allah (tanda=ayat).

ayat bukan hanya ayat al quran tapi ayat adalah tanda yang diberikan Allah kepada kita dan kita sampaikan tanda tersebu kepada orang lain. tanda itu juga merupakan bagian dari kitab teles.

jadi kesimpulannya lebih jos dakwah karena Allah dari pada dakwah karena uang.

catatan tambahan, kalau dakwah karena Allah maka bisa menembus keuslitan kesulitan dengan mudah bisa menembus gelapnya malam, tapi kalau karena uang, dan memang tidak ada uang, maka dakwah itu akan berhenti.

Ketika Amanah Itu Berbenturan Satu Sama lain

Pernahkah anda mengalami amanah yang berbenturan satu sama lain, menjalankan amanah yang satu berbenturan dengan amanah yang lainnya. Seolah menjalankan amanah ini adalah salah karena tidak di setujui amanah yang lain, atau amanah bertentangan. Saya kira kita perlu bertahan dalam semua amanah sebagai wujud kita sanggup menjalankan semua amanah itu, namun jika sudah mencapai titik puncak ketidak sanggupan karena amanah itu terus berbenturan maka mengadulah kepada Allah, dan biarkan Allah bertindak atas amanah yang Allah berikan. semua harus direlakan dan tidak boleh dipegang kuat kuat, semua harus di relakan dan biarkan Allah menentukan keputusannya.

Sambutlah Amanah yang Diberikan Allah dengan Suka Cita

Amanah Allah adalah untuk kita, sehingga pemberian amanah Allah harus kita sambut dengan suka cita. Penyambutan amanah dengan suka cita ini akan menimbulkan gairah dalam menjalankan amanah tersebut. Amanah yang diberikan Allah kepada kita adalah untuk meningkatkan derajat kita di sisi Allah dan di depan manusia. Contohlah misalnya kita diberi amanah sekolah SD kemudian SMP dan selanjutnya SMA setiap amanah tersebut akan membawa peningkatan derajat kita disisi Allah dan di depan manusia. Ketika kita masuk SD kita harus sambut dengan bahagia, kemudian masu SMP kita sambut dengan bahagia juga. Orang yang diberikan amanah Allah dengan sekolah harusnya bahagia karena diberi kesempatan oleh Allah untuk bersekekolah, banding kan dengan orang yang tidak diberi amanah, atau tidak diberikan kesempatan untuk bersekolah.

Sambutlah amanah Allah apapun itu amanah yang Allah berikan. kita bahagia menerima Amanh maka Allahpun Redha dengan kebahgiaan kita dan amanah amanah yang kita emban akan dimudahkan Allah. Dimudahkan untuk menyelesaikan.

 

Hidup kita sudah 100% dibeli Allah

Dalam salah satu ayat disebutkan Allah membeli orang orang mukmin baik dirinya ……. dari ayat ini berarti hidup kita aktivitas kita sudah dibeli Allah. Artinya dibeli berarti bahwa seluruh aktivitas kita harus di atas dasarkan perintah Allah. Seperti seorang tentara yang hidupnya sudah dibeli negara, artinya¬† bahwa jika negara memerlukan tentara tersebut maka tidak ada penolakan tapi isinya siap dan siap. Jadi kita ini sudah dibeli Allah artinya apapun perintah Allah kita hanya bisa siap dan siap untuk menjalankan amanah hidup.

 

dakwahkan Sadar Allah setelah itu baru Dzikir Nafas

setiap orang membutuhkan sadar Allah tapi tidak setiap orang cocok dengan dzikir nafas. Dzikir nafas adalah metode tapi kalau sadar Allah adalah keharusan. Misalnya begini makan siang adalah sadar Allah sedangkan soto adalah dzikir nafas. jadi banyak jalan untuk menuju sadar Allah salah satunya dengan dzikir nafas.

Kalau kita kesulitan berdakwah dzikir nafas maka rubahlah dengan sadar Allah baik itu ke keluarga, tetangga atau sahabat kawan dan lainnya. Mereka kan lebih bisa diajak untuk sadar Allah dari pada dzikir nafas. Sama halnya dengan kalau mau bisa baca al quran maka bisa dengan metode iqro, semua orang perlu untuk bisa baca al quran tapi untuk metode bisa apa saja.

ok selamat berdakwah

Penghafal Al Quran perlu Jaminan Hidup

Sekarang ini sekolah tahfidz, sekolah yang memberikan materi pelajaran menghafal al quran berkembang pesat dan tumbuh dimana mana. Ketertarikan orang tua agar anak hafal cukup pesat sehingga sekolah tahfidz terutama yang berupa pondok pesantren dibanjiri peserta didik. Rata rata sekolah menghafal di capai kurang lebih 3 sampai 4 tahun. Tentunya setelah hafal mereka harus menjaga hafalan. Kesibukan seorang penghafal adalah menjaga hafalannya. Menjaga hafalan sama beratnya dengan menghafal, proses menyimpan dan proses merecall kembali hafalan adalah sama sama berat.

Seorang santri ketika menghafal tidak banyak masalah kehidupan yang dia alami, namun ketika sudah dewasa ketika harus menjaga hafalan dan bidang kerjanya bukan di hafalan mislanya menjadi ustadz di salah satu sekolah menghafal maka akan sangat berat, disatu sisi dia harus fokus menjaga menghafal di sisi lain dia harus bertarung di kehidupan nyata, menjadi pedagang, menjadi pegawai atau yang lainnya.

Jadi masalah berat akan muncul pada seorang penghafal ketika dia sudah mulai memasuki dunia kerja, memasuki dunia berkeluarga memikirkan anak dan istri, dan berbagai masalah hidup lainnya. Secara perbandingan, orang yang tidak menghafal saja kadang cukup berat untuk menghadapi masalah hidup bagaimana dengan yang menjaga hafalannya.

untuk itu kehidupan ekonomi seorang penghafal harusnya mendapat jaminan dari umat atau pemerintah atau instansi islam lainnya. Sebab kalau mereka menjaga hafalan dan juga mencari nafkah harian itu akan sangat berat, utamanya bagi penghafal yang tidak memiliki skill khusus atau keahlian khusus atau dapat warisan usaha dari orang tuanya. Penghafal yang hidupnya pas pasan ini yang perliu mendapat santunan agar dia tetap bisa fokus pada hafalannya.

Sekian juta anak islam saat ini yang sekarnag sedang menghafal al quran dimana mereka memiliki kecerdasan yang tinggi, berarti ini adalah potensi umat islam kedepan. Kalau ini tidak di jaga potensi ini maka umat islam akan kehilangan momen penting. Para penghafal ini harusnya dapat di dudukkan seabgai seorang ahli di bidangnya, untuk itu jaminan sekolah sekolah yang mendidik mereka menjadi seorang ilmuwan, peneliti atau pekerjaan yang tetap menggunakan kemampuan memori otak akan sangat mereka perlukan.

Kalau para penghafal ini tidak dipikirkan masa depannya, maka potensi umat islam akan kehilangan momen besarnya, para penghafal tidak akan mampu bertarung di medan kerja kalau mereka harus bekerja berat atau bekerja yang tidak menggunakan kemampuan otaknya, tapi lebih ke fisik. atau pekerjaan yang terlalu memeras otak seperti pengacara, hakim atau sejenisnya, karena hafalan akan kacau dengan pekerjaannya yang memerlukan pemikiran yang berat secara emosional. pekerjaan yang melibatkan beban emosional ini dapat mengganggu kerja otak. Para penghafal ini sangat cocok sekali dengan pekerjaan seperti guru, dokter atau kesehatan, Pelayanan sosial. Untuk dagang dan bisnis saja yang sifatnya bisnis yang memerlukan spekulasi tinggi juga akan sangat mengganggu hafalannya.

untuk itu kenapa bahwa menghafal adalah fardhu kifayah, artinya tidak semua harus menghafal sampai 30 juz, sebab banyak pekerjaan yang tidak akan dapat tertangani oleh para penghafal. Dan untuk para penghafal perlu kita santuni pelru kita perhatikan kehidupan perekonomiannya sehingga para penghafal tersebut dapat terus menjaga hafalannya. Perhatian dari pemerintah misalnya bagi penghfal 30 juz akan di sertifikasi dan mendapat santunan sebesar 5 juta setiap bulannya.

Kalau Sudah Amanah ya Santai Santai Saja

Amanah itu adalah perintah Allah, kalau sudah menjalankan ya santai santai saja. tidak bisa santai itu kalau belum menjalankan amanah. Para aulia kekasih Allah, beliau merasa tidak takut dan khawatir karena sudah menjalankan amanah, berarti para kekasih Allah itu santai santai saja. Orang yang santai santai saja pasti tidak ada rasa takut dan khawatir.

Kalau kita mau sampai pada tingkat wali atau kekasih Allah maka syaratnya harus santai santai saja, untuk bisa 3S atau santai santai saja harus sudah menjalankan amanah Allah.

jaminan besar jika kita sudah menjadi kekasihnya Allah, misalnya jaminan dunia dan akhirat, kedua jaminan keselamatan dan kemenangan sebab siapapun yang memusuhi kekasih Allah maka Allah sendiri yang akan menghadapi orang yang memusuhi tersebut. Kalau bahasa kita orang yang sudah menjalankan amanah orang nya “malati” yaitu orang yang bisa membuat orang lain kualat jika kurang ajar terhadapnya.

Jaminan masalah selesai dan rejeki yang tidak di sangka sangka. adanya jaminan ini adalah jaminan yang banyak di cari orang. Dan jaminan ini mudah di dapat syaratnya hanya 2 jalankan amanah dan santai santai saja.

Tanda Dari Allah untuk melakukan sesuatu

Allah memerintahkan kita melalui tanda, rasulullah pernah ditanya sahabat, pekerjaan apa yang sesuai untuk saya ya Rasulullah, Rasulullah menjawab, apa yang dimudahkan Allah bagimu. Itu artinya bahwa Allah memberikan tanda kepada kita tentang pekerjaan apa yang sesuai untuk kita. jadi tanda itu berupa kemudahan. Dan itu berlaku untuk banyak hal, sesuatu yang diberikan Allah berupa kemudahan berarti disitu ada tanda Allah bagi kita untuk melakukan sesuatu, atau bisa jadi begini kita diberikan motivasi yang tinggi untuk suatu hal dan diberikan keajegan untuk melakukan sesuatu sehingga suatu itu dapat kita lakukan.

Perang dengan kekuatan spiritual maksimal

Perang dengan menggunakan kekuatan spiritual secara maksimal. Kekuatan maksimal ini terletak pada dimana capaian keadaan spiritual yang kita dapat, atau keadaan kesadaran terakhir yang kita dapat dalam berspiritual. Dari sini kita akan sadar bahwa dalam berspiritual kita akan melakukan dengan spiritualitas kita bukannya kita tidak melakukan apa apa tapi berharap adanya keberhasilan. Apa yang dicontohkan para Nabi bahwa pertolongan Allah akan turun itu setelah Para Nabi menjalankan perintah Allah.