mulailah dari yang sederhana

ini adalah bentuk penerapan dari zero mind, atau no mind atau fana. semua baik sekarang atau nanti kita mulai dari Nol. berpikir nol lebih mudah dan lebih sederhana namun akan menghasilkan hasil karya yang luar biasa. sangat beda ketika kita mulai dari “tidak nol” dengan kebisaan, dengan kepandaian dengan egoisme… pasti anda tidak akan kreatif, pikiran berhenti karena terblok oleh “ketidaknolan tadi”. jika anda tidaik percaya mulailah sesuatu dari nol artinya dari yang anda bisa lakukan, perlu berpikir bahwa anda pandai cerdas rangking 1 atau label lainnya. mulailah dari ketidakbisaan … kemudian hasilkan dari apa yang anda mampu sedikit demi sedikit anda akan terkejut karena anda akan menghasilkan sesuatu yang di luar perkiraan anda sebelumnya.

selamat mencoba

lebih halus lagi menjadi yang tiada

Sejak awal saya belajar ke Allah…. guru saya selalu menekankan hal hal yang sederhana “kalau mau belajar ke Allah ya ke Allah saja jangan kemana mana”. ternyata pesan ini selalu update… setiap saya ke Allah maka pesan tersebut semakin lama semakin nyata dan tidak pernah usang…. cuma semakin halus dan semakin halus.

maksud semakin halus adalah pemahaman semakin dalam dan semakin aplikatif dalam kehidupan.

kehalusan dalam pesan “ke Allah saja” ini mengarah kepada sesuatu yang tiada yang tidak hanya pada batas pemahaman saja namun dalam pelaksanaan dalam khidupan. Nantinya jika kita belajar ke Allah maka Allah juga akan mengajarkan secara riil secara langsung bagaimana kita bisa benar benar bisa menerapkannya dalam hehidupan.

ajang pendidikan Allah ada di sekitar kita, ada di keluarga kita ada di pekerjaan kita dan ada dimana tempat kita berada. TUjuan Allah mendidik ini adalah agar pemahaman kita lebih halus dan lebih halus lagi. artinya juga agar selalu meningkat derajat kita disisiNya.

tugas kita tidak lah untuk mencapai kehalusan itu tapi tugas kita hanya ada dua yaitu ke Allah dan berserah kepada Allah. selanjutnya terserah Allah mau berbuat apa dengan kita.

Masalah halal haram yang penting tidak ragu

ramai masalah BPJS tentang halal haram, masalah bunga bank koperasi, atau bahkan masalah klasik ber KB keluarga berencana…. masih banyak terjadi pro dan kontra… oh ya masalah tahunan tentang penetapan 1 syawal…. antara haram puasa dan wajib  puasa….. masalahnya sebenarnya bukan masalah fiqh atau masalah syariat karena masing masing dari yang menghalalkan maupun yang mengharamkan sama sama memiliki dalil. masalah yang pokok sebenarnya ada pada keyakinan mana yang akan kita gunakan yang halal atau yang haram ….. ketika MUI misalnya jadi mengharamkan BPJS (misalnya) maka anda yakin yang halal atau yakin yang haram? ya karena kalau anda memilih halal tentunya harus memiliki Kyai atau Ustad yang memiliki pandangan halal terhadap BPJS… sama saja dengan 1 syawal apakah anda akan terus berpuasa (wajib) ataukah anda berlebaran (tidak wajib puasa).

maka yang penting anda tidak ragu anda tidak harus yakin pilih salah satu yang dilarang sebenarnya ragu anda….. rasulullah mengajarkan tinggalkan ragu . pilih salah satu….

melupakan kesuksesan

perjalanan kesuksesan seseorang kadang dilupakan oleh orang itu sendiri. Hal ini akan menyebabkan dirinya tidak berkembang lagi sepesat perkembangan di awal dia berjuang. kemakmuran yang sekarang sudah dirasakan melupakan dirinya bagaimana perjuangan dia ketika masih belum apa apa, dan melupakan apa yang seharusnya dia lakukan sebelum ini.

kalau seseorang sudah merasa dirinya sukses maka dia tidak akan lagi mengalami perkembangan, akan stagnan dan bahkan menurun.

maka jadilah kita orang biasa lagi seperti dulu ketika tidak memiliki apa apa maka kita akan mudah dalam berkembang, kreativitas akan muncul.

meski sudah banyak fasilitas yang ada sekarang ini tetaplah dalam keadaan semula … sehingga kita bisa menjadikan fasilitas kesuksesan sekarang ini untuk bahan kreativtias kedepan.

nampaknya tulisan saya ini mengarahh kepada cinta dunia yang tidak akan ada habisnya … saya kira ya.. juga selama kita hidup kita harus dan wajib cinta dunia. Cinta dunia dalam pengertian saya adalah mencintai apa apa yang sudah diciptakan Allah untuk kita. Allah menciptakan dunia maka kita harus cinta dunia. kalau posisinya seperti ini kan berarti kita cinta kita kepada allah lebih tinggi dari pada cinta kepada dunia.

….
baiklah mari kita menjadi orang biasa saja …. dengan tetap terus berkarya dan berkarya jangan merasa sukses jangan merasa kita sudah berhasil terus saja menjadi orang biasa yang merindukan bulan…….

fenomena ketenaran seorang ustad

Di indonesia atau mungkin juga di negara lain, ada siklus muncul hilang … dari ustad ustad… kita lihat saja misalnya ketenaran ustad 5A yang muncul hampir bersamaan. tapi aneh juga beliau beliau menurun ketenarannya seiring berjalannya waktu.

tapi ada juga pengajara agama penyampai agama misalnya Gus Mus, Habib Lutfi, MH ainun Najib dan beberapa lainnya memiliki kestabilan dalam hal ketenarannya.

kira kira apa yang membedakan beliau beliau ini, atau mungkin ini adalah ulah Media yang bisa membuat tenar dan bisa membuat tidak tenar.

kalau kita melihat Kelompok Ustad yang saya kelompokkan dalam kelompok ustad 5A ini pemikiran, metode dakwah, serta keilmuannya sangat luar biasa… kita lihat bahwa beliau beliau ini adalah golongan dai muda yang bisa menggerakkan umat untuk berbuat dan berubah ke arah yang positif. Merubah lebih tenang, merubah menjadi ahli sedekah, merubah menjadi lebih beriman, merubah shalat menjadi lebih khusyu….

ini satu keanehan saya rasa dimana berjalannya waktu sepertinya beliau beliau ini (ustad 5A) ini berkurang drastis dalam berdakwah. Seolah umat sudah sangat terbiasa dengan apa yang beliau sampaikan, sehingga nilai perubahannya pun tidak terasa lagi. Bahkan maaf ada salah satunya yang berubah haluan ke basic yaitu fokus penghafalan (padahal sebelumnya beliau fokusnya pada pengamalan al quran).

Memang menjadi dai tidak harus terkenal menjadi dai adalah ihlas… namun sanjungan dan penghargaan berlebihan membuat seseorang tidak mau kehilangan “segala sesuatu yang berkaitan dengannya” sehingga lebih fokus bagaimana mempertahankan ketenarannya dari pada menyampaikan apa yang di ilhamkan Allah pada diri beliau.

saya menulis ini tidak untuk mengkritisi (karena saya tidak menyebut nama) tapi mari kita ambil pejaran bersama dari fenomena ini.

fenomena gus dur waktu itu yang di hujat sana sini karena pendapatnya yang keluar dari mainstream kalangan islam pada umumnya kenapa tetap eksis…. bahkan setelah meninggalnya beliau syair beliau yang berjudul syiir tanpa waton tetap berkumandang di masjid masjid (meski terbatas masjid NU)… tapi saya mencermati isinya sangat luar biasa… yang mungkin beberapa orang menjadikan kupingnya panas… karena sinndiran Gus Dur sangat telak.

baik sebagai pelajaran dari tulisan ini saya belajar untuk lebih fokus kepada apa yang diiilhamkan Allah pada saya yang akan saya sampaikan. saya tidak fokus kepada brand saya dzikir nafas saja, kalau Allah memberikan ilham quran ya yang saya sampaikan tentang quran, kalau ilham tentang shalat khusyu ya saya menyampaikan tentang shalat khusyu… saya belajar untuk memposisikan diri sebagai sahabat saja yang sama sama belajar… (jadi lihat apa yang saya sampaikan jangan orangnya… kalau orangnya pasti anda suatu saat akan kecewa , karena saya juga belajar yang kadang gagal ….. semoga Allah menuntun saya).

saya mendapati ternyata menjadi zero atau menjadi fana itu termasuk tidak boleh bercita cita menjadi seorang Dai menjadi ustad kyai menjadi guru atau menjadi yang lainnya. cukup menjadi hamba saja yang fana (UMMI). saya belajar ke arah sini. kalau pun saya menulis ini tujuan utama saya untuk saya sendiri … jika ada yang membaca ya silahkan. Ingat saya memposisikan diri sebagai sahabat… maka kalau salah ya jangan di olok olok tapi beritahu saya apa yang benar dengan cara yang baik sehingga saya bisa menerima.

he he maaf kalau tulisannya jadi ngelantur… maaf…. baik sekian dulu …. selamat beraktivitas salam

dzikir anda masuk bawah sadar atau atas sadar ?

Jika anda berdzikir dan dzikir anda masuk bawah sadar maka berarti dzikir anda menggerakkan alam ghoib yang bukan Allah, tapi jika dzikir anda masuk atas sadar maka dzikir anda masuk dalam alam ketauhidan yaitu alam ilahiah.

Kalau dzikir anda mengarah kepada kekayaan, kejayaan, kesaktian maka dzikir anda masuk dalam alam bawah sadar, tapi jika dzikir anda mengarah kepada jiwa yang muthmainah maka dzikir anda sudah benar karena masuk dalam alam atas sadar.

sekarang evaluasi kita masing masing apakah dzikir kita mengarah kepada ketenangan jiwa (muthaminah) atau dzikir kita masih mengarah kepada kesuksesan dunia, kesaktian, perempuan, penyelesaian masalah atau hal lainnya. jika ya maka segera tinggalkan dzikir yang demikian. karena dzikir yang dimikian tidak akan membawa manfaat apapun ketika di akhirat.

dan tentunya berhati hatilah jika ada yang mengajarkan anda berdzikir dengan iming iming duniawi karena anda nanti akan terikat dengan hal tersebut dan sulit untuk menemukan lagi jalan ketauhidan yang lurus. Ke Allah ini dikatakan gampang ya gampang karena tujuannya cuma satu “Allah” dikatakan susah juga susah karena faktor distraktor nya juga tidak sedikit.

baik jadi yang penting adalah kita meluruskan niat untuk tidak meniatkan apapun dalam hidup kita kecuali hanya kepada Allah terutama dalam hal dzikir ini. Meski banyak fadhilah dzikir ini jangan terus kemudian dafhilah dzikir ini menjadi tujuan…. terima saja fadhilah dzikirnya dan tujuan kita tetap ke Allah.

 

Patrap Tongkat (Pangkat) Sunan Kalijaga

Pangkat atau patrap tongkat adalah kelanjutan dari patrap diam, dimana saya membagi patrap sebelumnya menjadi 3 yaitu patrap gerak, patrap gerak rasa, dan patrap diam. Patrap Tongkat (pangkat) seperti kita lihat dalam sejarah Sunan Kali Jaga dimana beliau menjaga tongkat Sunan Bonang beberapa waktu dengan posisi diam. Demikian pula dengan patrap tongkat ini kita belajar diam dengan tongkat di depan.

Fungsi tongkat sebenarnya hanya sebagai stimulan saja agar pergerakan jiwa ini bisa meluncur ke Allah dengan lebih cepat dan terarah  lurus keatas. Tongkat bukan wasilah, bukan perantara, bukan jimat dan lainnya, tapi tongkat adalah metode untuk menstimulasi jiwa kita agar lurus ke Allah dan lebih cepat miraj ke Allah SWT.

Bagi anda yang tertarik untuk belajar PANGKAT ini tentunya harus melewati pembelajaran dari mulai patrap gerak kemudian patrap gerak rasa dan patrap diam, baru setelah itu baru belajar patrap tongkat.

keuntungan belajar patrap tongkat ini, ketika sudah terbiasa dengan menggunakan patrap tongkat maka cukup anda pegang tongkat itu maka jiwa anda langsung bisa lurus ke Allah.

ingat pointnya adalah ke Allah, bukan tongkatnya.

saya dapat ilmu ini dari ust Abu Sangkan dan dari Bp. Haji Slamet Utomo. kemudian saya pelajari sendiri secara mandiri dan ternyata ini juga yang dilakukan oleh para Nabi yaitu menggunakan tongkat (bukan teken) bahkan dalam cerita sunan kalijaga pun menggunakan sarana tongkat untuk meditasi beliau (silatun)

patrap tongkat sunan kalijaga

oh ya … satu hal yang menari adalah tongkat ini kalau sering kita gunakan sebagai sarana ke Allah maka seperti sajadah yang sering kita gunakan untuk shalat, atau tasbih yang sering kita gunakan untuk dzikir maka tongkat ini akan memiliki daya yaitu daya ke Allah, sehingga jika dipegang oleh orang lain yang sensitif jiwa nya , secara otomatis bisa terbawa ke Allah dengan cepat. berarti bisa kita wariskan tongkat ini ke anak cucu kita… maka carilah tongkat dari kayu yang tahan rayap, tahan lama dan memiliki kekerasan yang tinggi.

baik bagi yang ingin belajar silahkan datang ke padepokan patrap di solo. …..