BELAJAR BERSAMA KEMBALI KEPADA ALLAH

Melalui Blog ini saya mengajak kepada saudara semua untuk bersama sama belajar kembali kepada Allah. Asal kita dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Saya akan mengajak Saudara untuk kembali kepada Allah dengan cara yang soft, enjoy, dan relaks cukup anda ikuti tulisan tulisan saya insya Allah kita akan dipahamkan bersama sama tentang hidup dan kehidupan.

SOLO THE SPIRIT OF ISLAM, Islam for All

Tempat belajar spiritual untuk mencapai bahagia dunia akhirat

Bahagia dunia bahagia akhirat

disini tempatnya
  • Pelatihan bahagia dengan sholat 2 hari
  • Galery
  • Buku Tamu
  • Guru Spiritual
RSS

Jika ilmu fiqh sudah anda kuasai dan telah anda jalankan ..

Tidak ada setelah itu, kecuali anda harus menguasai ilmu ke Allah, tanpa itu amal fiqh anda akan sia sia.

Klik buku untuk download

  • Ebook Solo Spirit Islam jilid 1 Tahun 2007 Ebook Solo Spirit Islam jilid 1 Tahun 2007
  • Ebook Solo Spirit Islam Jilid 2 Tahun 2008 Ebook Solo Spirit Islam Jilid 2 Tahun 2008
  • kursus dua hari sholat khusyu

Ust abu Sangkan

  • Kegiatan Sholat Center
  • Konsep Little Madinah
  • Konsep Patrap

on line FB

Setiyo Purwanto

Buat Lencana Anda

translate this article

Tulisan Terakhir

  • peran orang tua dalam pendidikan “islam”
  • Menyambut tahun baru imlek : sebuah refleksi subjektif
  • Yang sering membuat sholat “lupa”
  • menjadikan sholat dhuha sebagai pemicu semangat
  • Antara menulis dan patrap
  • metode dzikir terbaru : anchor dengan nafas
  • Menghadapi masalah yang tak mampu di selesaikan
  • punya mobil tidak membuat miskin
  • Non Islampun menyukai sifat Tuhan Kita : Allah SWT
  • khusus bagi yang sudah mantab rukuknya: pelajaran nekat Rukuk

Asal Pengunjung

Jan24

peran orang tua dalam pendidikan “islam”

by Setiyo on January 24th, 2012 at 5:31 am
Posted In: pendidikan

Islam artinya berserah diri kepada Allah. Islam bukanlah sholat, dan islam bukanlah doa doa, serta islam bukanlah hal hal yang bersifat Fiqh, karena semua itu adalah tata cara untuk berserah kepada Allah. Maka peran utama dalam pendidikan anak sebelum baligh adalah mengajarkan anak untuk berserah kepada Allah. Mengajak anak memohon kepada Allah sesuai dengan bahasa Anak dan keinginan anak. Misalnya habis sholat anak kita minta untuk memohon kepada Allah apa apa yang diinginkannya saat ini. Anak nanti akan meminta sesuatu yang mereka inginkan, biasanya mereka meminta sesuatu yang nyata dan riil. Biarkan anak meminta sesuka keinginannya seperti minta mobil-mobilan, minta boneka. Kalau anak minta selamat dunia akhirat untuk usia 4 tahunan menurut saya malah kurang sesuai karena konsep selamat dunia malah kurang sesuai karena belum ada pemahaman tentang selamat dunia akhirat itu seperti apa.

pendidikan islam menekankan pada aspek kebergantungan kepada Allah secara mutlak. Pengajaran di fokuskan kepada sisi spiritual bukan kepada tataran fisik (fiqh). Fiqh diajarkan ketika anak menjelang baligh kalaupun diajarkan jauh sebelum baligh maka ajarkan dengan riang gembira, misalnya dengan menyanyikan doa tidur, menyanyikan doa makan , melantunkan doa doa sholat dengan nada yang gembira.

Mengajarkan anak untuk minta kepada ALlah pun juga tidak perlu anak disuruh serius. Biarkan anak meminta kepada Allah dengan sifat sifat kekanak-kanakkannya, justru dengan rasa akrab dengan Allah inilah mencerminkan anak sangat yakin dengan Allah. mengajarkan anak dengan berdoa akan menyebabkan anak akan belajar bagaimana bergantung kepada Allah yang nanti jika dia besar tidak lagi meminta kepada yang lain kecuali kepada Allah. kemampuan anak tidak bergantung selain kepada Allah akan memberikan kekuatan tersendiri ketika anak sudah mulai berpisah dengan orang tua, misalnya ketika anak menginjak remaja atau dewasa. kebanyakan anak akan ketika remaja masih saja bergantung kepada orang tua atau tidak bergantung kepada orang tua tapi kalau memiliki masalah tidak pernah menyampaikan nya kepada orang tua, dua dua nya sama bahayanya. Tapi jika anak bergantung kepada Allah maka kemanapun dia berada dan kapanpun dia ada, anak akan selalu merasa tenang karena ada Allah yang bantu.

Kekuatan spiritual inilah yang akan menjadikan anak kita sukses dunia akhirat.

kalau yang ditekankan dalam pendidikan islam itu fiqh dan fiqh maka dia akan menjadi orang ahli ibadah yang tidak percaya dan bergantung kepada Allah. Masalah yang dihadapi diselesaikan dengan akal logikanya yang katanya sesusai dengan syariah, padahal kadang masalah membutuhkan pencerahan spiritual. kita mendidik anak dalam ranah spiritual dan fiqh. karena di dalam fiqh inilah semua aktivitas “berserah kepada Allah” di latih, diperkuat dan di perdalam intensitasnya.

maka mari saya mengajak, kita didik anak kita sejak awal. Kita ajak mereka selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap aktivitasnya. tidak perlu canggung atau malu kepada diri sendiri atau kepada anak. warisan yang paling utama yang kita berikan kepada Anak adalah mengenalkan Allah. 

└ Tags: galigh, melatih spiritual anak, pendidikan islam, pendidikan spiritual
3 Comments
Jan23

Menyambut tahun baru imlek : sebuah refleksi subjektif

by Setiyo on January 23rd, 2012 at 12:20 pm
Posted In: akhlak, komunitas, motivasi, Uncategorized

Tahun baru imlek saat ini di rayakan oleh orang china di seluruh dunia, termasuk di Negara Indonesia dan lebih khusus di solo. Berbagai symbol symbol digunakan dari mulai benda benda hingga sampai perilaku seperti tidak boleh menyapu lantai, yang konon “dewa rejeki akan ikut tersingkir”.

Symbol symbol yang digunakan tersebut tidak terlepas dari 3 hal :

  1. Keberuntungan
  2. Rejeki dan
  3. Berkah

3 hal ini lah yang menurut saya menjadi fokus ritual imlek. Dan sisi positif dari perayaan imlek adalah semakin kuatnya afirmasi untuk menyambut rejeki setahun kedepan. 3 hal tersebut juga bermuara kepada “materi” yaitu “uang”, sehingga efek fokus bahwa semua ritual di fokuskan kepada perolehan “uang” maka afirmasi yang dilakukan akan semakin kuat. Semakin kuat afirmasi tentunya akan semakin memberikan daya untuk mendatangkan rejeki dan uang.

Ternyata, afirmasi “rejeki” dalam perayaan imlek ini cukup mempengaruhi sikap dan perilaku orang china atau kalau di solo disebut dengan etnis tionghoa, dalam hal berdagang orang-orang china lebih memiliki etos kerja yang kuat dibandingkan dengan etnis jawa atau lainnya. Sikap wirausaha atau entrepreunership yang dimiliki etnis china lebih kuat, tentunya hal ini tidak terlepas dari afirmasi doa yang setiap hari di lakukan , tidak hanya pada saat imlek saja. Dan kita lihat hampir 90% etnis china berhasil dalam berdagang dan memiliki tingkat ekonomi yang lebih tinggi dengan etnis yang lain.

Afirmasi-afirmasi “rejeki” tersebut, juga membawa dampak negative yang sebaiknya perlu diatasi dengan konsep kebijaksanaan china yang lain. Jika terlalu fokus terhadap rejeki maka ketidakseimbangan hidup akan terjadi. Orang yang terlalu fokus pada satu hal maka dia akan meninggalkan dan mengabaikan kepentingan lainnya, dan tidak akan peka dengan yang lainnya. Untuk itu perlu menyeimbangkan dengan konsep lainnya seperti konsep yin yang, atau lainnya.

Kondisi berkelimpahan rejeki ini jika tidak hati hati juga akan menimbulkan perilaku dan sikap sombong, dan cenderung untuk “berpenampilan beda”. Perilaku ini tentunya akan menimbulkan “kecemburuan akumulatif” bagi etnis lainnya, yang nantinya dapat di sulut dengan mudah oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Kita masih ingat kejadian kerusuhan nasional yang terjadi sekitar bulan mei 1998, yang berawal dari solo. Kerusuhan nasional itu tidak terjadi begitu saja, tapi sudah di dahului oleh kebencian akumulatif yang sering diperbincangkan seperti “kerja dengan orang china itu tenaga kita diperah sampai habis”, “dasar china pelitnya minta ampun”, “rumah-rumah china yang tertutup, mau nemui orangnya, yang menyambut malah anjingnya” nah …. Umpatan, gerutuan yang terjadi sebelumnya membuat sentiment akumulatif dari etnis lain. Sikap etnis china pada waktu itu juga kurang “ngeh” sehingga cenderung mengabaikan. Sehingga ketika mei 98′ di sulut dengan aksi penjarahan dan pembakaran, tidak ada pembelaan terhadap etnis china bahkan ada yang ikutan menjarah.

Kita semua tentunya tidak menginginkan peristiwa mei 98 terulang kembali. Perbaikan sikap sangat diharapkan kita  bersama agar ada keseimbangan dalam bermasyarakat yang multietnis ini.  Perubahan itu tentunya berangkat dari afirmasi di dalam ritual kepercayaan yang dilakukan, saya sebagai orang luar “etnis china” (saya jawa tulen, lahir di solo dan menetap di solo), jarang bahkan tidak pernah mendengar ritual china yang fokus kepada “berbagi, solidarity, dan hal hal sejenis”. sekali lagi ini pandangan subjektif saya , maaf jika ini kurang sesuai atau malah tidak sesuai sama sekali. saya harapkan jika ada pembaca dari etnis tionghoa bisa memberikan pencerahan terhadap saya tentang pandangan saya ini.

———————

saya sebagai muslim sebenarnya malu, saya dan umat islam lainnya, dididik Allah SWT untuk selalu mengafirmasi rejeki, keberuntungan dan keberkahan. Hal ini kami lakukan pada saat sholat yaitu pada saat duduk iftirasy. kita selalu memohon rizki. Namun, kesungguhan kami dalam memohon rejeki kurang, dan tidak begitu percaya kepada Allah, sehingga akibatnya tingkat perekonomian orang islam dan orang china pun jauh berbeda.

Saya banyak mengambil pelajaran dari apa yang dilakukan oleh etnis tionghoa , bagaimana mereka berdoa, bagaimana doa mereka sampai menimbulkan semangat mencari rizki, bagaimana doa mereka bisa benar benar mendatangkan rizki. Kepercayaan orang china terhadap para dewa sungguh kuat dan sangat percaya dengan kemampuan ghoib yang dimiliki para dewa tersebut.

SUNGGUH SAYA MELIHAT KESUNGGUHAN ORANG CHINA DALAM HIDUP, DAN INI PERLU KITA CONTOH.

└ Tags: afirmasi, dewa keberuntungan, entreupreunership, etnis solo, etnis tionghoa, imlek, kerusuhan mei, pecinan solo, perayaan imlek, rejeki, solo, tahun baru china, tionghoa, wirausaha, yin yang
1 Comment
Jan22

Yang sering membuat sholat “lupa”

by Setiyo on January 22nd, 2012 at 2:36 pm
Posted In: Uncategorized

di dalam sholat jika seseorang tidak sadar akan Allah maka pasti dia akan lupa. sebab dia melakukan sholat tidak tahu maksudnya untuk apa sujud dan rukuk. maka pikirannya melayang entah kemana. Jika kita sadar bahwa Allah tempat kita menghadap sholat dan selalu “ON” selama sholat maka kita tidak akan lupa , sudah berapa rekaat, sudah baca apa belum, lho tahiyat yang dibaca malah fatihah…. maka untuk mengatasi “lupa” ini syarat wajibnya adalah menyadari Allah dalam segala bentuk gerak dan bacaan sholat. Setiap bacaan dan gerak solat dimaknai dan betul betul dijadikan komunikasi dengan Allah. Seorang yang sadar berarti dia menjaga dirinya terutama pikirannya untuk tidak kemana mana kecuali kepada ALlah. Kalau di dalam sholat dengan Allah saja lupa maka pasti sholatnya juga akan sering lupa.

menjaga kesadaran ke Allah memerlukan perhatian dan kesengajaan secara terus menerus. sekali kita lengah maka yang akan terjadi adalah kelupaan. karena daya tarik pikiran akan sangat kuat. dimana pikiran ini akan  mengikuti isi dari pada pikiran bawah sadar. Sekali lagi untuk membebaskan diri dari lupa sadar lah kepada Allah dan gunakan setiap bacaan dan gerakan sholat sebagai pengikat.

3 Comments
Jan21

menjadikan sholat dhuha sebagai pemicu semangat

by Setiyo on January 21st, 2012 at 8:06 am
Posted In: Uncategorized

sholat dhuha diperintahkan karena memiliki beberapa fadhilah diantaranya yaitu memudahkan rejeki, membuahkan ilmu. nah sekarang bagaimana kita dapat menggunakan sholat dhuha sebagai cara untuk dapat mempermudah kita mendapatkan rejeki dan ilmu. Sholat dhuha dilakukan pada waktu pagi hari di saat kita mau memulai semua aktivitas : 1. mencari rejeki dan 2. mencari ilmu. Melakukan sholat dhuha tidak sekedar melakukan seperti sholat sholat lainnya, di dalam menjalankan sholat dhuha diperlukan suatu niat yangkhusus terkait dengan fadhilah sholat dhuha itu sendiri. Niat itu harus di tanamkan dalam pikiran kita dan dalam jiwa kita. niat itu adalah “menyambut rejeki dan ilmu yang sudah disediakan Allah dan dibentangkan Allah selama sehari ini”. Dengan niat menyambut ini kita lakukan sholat dua rekaat dan kemudian kita lakukan sholat seperti biasa.

sholat dhuha yang demikian, mengandung maksud kita menyiapkan diri kita untuk menerima rejeki dan ilmu yang diberikan Allah, sebab jika kita tidak siap maka rejeki dan ilmu itu juga tidak akan kita terima meski hal tersebut sudah ada di depan mata.

Ingat isitilah menyambut rejeki mengandung maksud bahwa kita bergerak menggapai, bergerak meraih bukan diam menunggu. Berarti dengan sholat dhuha ini kita mencharge diri kita dengan charger unlimited yaitu Allah , sehingga semangat bekerjanya bukan karena dunia tapi karena Allah

 Comment 
Jan20

Antara menulis dan patrap

by Setiyo on January 20th, 2012 at 6:37 am
Posted In: patrap

seorang penulis dibutuhkan kekuatan untuk mendapatkan pencerahan. Pencerahan itu sebenarnya ada dalam keseharian kita namun kita kurang peka atau kurang membuka diri terhadap pencerahan tersebut. Jadi untuk menjadi penulis terlebih penulis di dalam blog, yang paling penting adalah bagaimana berlatih untuk membuka diri agar pencerahan yang datang sewaktu waktu dapat kita tangkap maksudnya dan segera kita tuliskan. pencerahan inilah yang menjadi “ilmu” yang sebenar benar ilmu, karena ilmu  yang berdasar pencarahan ini akan memberikan inspirasi juga bagi orang lain, bahkan dapat menjadi inspirasi bagi “ilmuwan akademisi” yang hanya bisa menulis kalau ada jurnal penelitian atau buku teks yang sarat dengan “ilmu jadul”.

Patrap memberikan suatu pengalaman tertentu untuk dapat melatih seseorang menjadi lebih peka. Kepekaan yang diberikan dalam patrap adalah kepekaan yang sesuai dengan bidang atau kebiasaan yang dilakukan seseorang tersebut. Misalnya seorang novelis atau penulis cerita ketika dia berlatih patrap maka akan muncul dalam dirinya suatu kepekaan terhadap pembuatan cerita cerita baru. pembuatan cerita cerita baru inti akan menarik, karena biasanya inspirasi yang di muncul berisi tentang kedalaman rasa terhadap suatu fenomena.

kalau digambarkan, antara fenomena dan patrap serta pencerahan adalah, jika patrap adalah perjalanan menuju kedalaman rasa , di dalam kedalaman rasa ini akan muncul pengalaman yang mencerahkan sedangkan fenomena di alam “luar diri” seperti masalah sosial, lingkungan sekitar dan lainnya dapat menjadikan pemantik atau pemicu munculnya suatu ide gagasan yang mencerahkan.

untuk itu perlu seorang penulis diperlukan sebuah laku ritual entah meditasi, relaksasi, atau patrap, atau sholat , atau dzikir dan lainnya. diharapkan dengan ritual ini kepekaan akan terasah sehingga pencerahan mudah ditangkap. satu hal lagi ketika mendapatkan pencerahan maka segera tulis karena daya yang turun , tidak datang dua kali, segera catat meski hanya singkat singkat, yang penting disimpan.

selamat belajar patrap dan menulis, jika anda yang masih asing dengan patrap silahkan search di blog  atau di google “tanyakan ke beliau” tentang patrap nanti akan ada banyak sekali uraian tentang patrap. sekian . salam

 

└ Tags: ide, insiaght, inspiratif, menulis, patrap, pencerahan
 Comment 
  • Page 1 of 319
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • »
  • Last »

KURSUS MENGGAPAI BAHAGIA DENGAN SOLAT (2 hari)

Jika berminat untuk mengadakan pelatihan dapat mengisi di page/halaman Pelatihan bahagia dengan sholat 2 hari (sebelah kiri atas lajur ini)

Agenda

3 Januari 2012
universitas Muhammdiyah Purwokerto "PSIKOTERAPI ISLAM"

7-8 Januari 2012
Universitas Islam Indonesia Jogjakarta "SENI MEMIMPIN DIRI DENGAN SHOLAT KHUSYU"





Klik yang warna KUNING saja

January 2012
M T W T F S S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

googling

Daftar Tulisan tiap Bulan

  • January 2012 (13)
  • December 2011 (22)
  • November 2011 (14)
  • October 2011 (15)
  • September 2011 (23)
  • August 2011 (28)
  • July 2011 (31)
  • June 2011 (30)
  • May 2011 (33)
  • April 2011 (40)
  • March 2011 (39)
  • February 2011 (42)
  • January 2011 (40)
  • December 2010 (37)
  • November 2010 (40)
  • October 2010 (25)
  • September 2010 (37)
  • August 2010 (65)
  • July 2010 (44)
  • June 2010 (38)
  • May 2010 (27)
  • April 2010 (28)
  • March 2010 (31)
  • February 2010 (33)
  • January 2010 (48)
  • December 2009 (42)
  • November 2009 (46)
  • October 2009 (27)
  • September 2009 (38)
  • August 2009 (34)
  • July 2009 (28)
  • June 2009 (22)
  • May 2009 (26)
  • April 2009 (15)
  • March 2009 (26)
  • February 2009 (26)
  • January 2009 (27)
  • December 2008 (29)
  • November 2008 (22)
  • October 2008 (20)
  • September 2008 (25)
  • August 2008 (25)
  • July 2008 (28)
  • June 2008 (33)
  • May 2008 (24)
  • April 2008 (19)
  • March 2008 (18)
  • February 2008 (12)
  • January 2008 (15)
  • December 2007 (17)
  • November 2007 (26)
  • October 2007 (17)
  • September 2007 (32)
  • August 2007 (32)
  • July 2007 (11)
  • June 2007 (8)

Baca Pemberitahuan via Email

tulisan tulisan saya singkat, padat dan berisi (insya Allah) , jadi sangat efektif dan efisien jika anda berlangganan melalui email. Untuk berlangganan cukup mudah klik link dibawah ini dan ikuti instruksi selanjutnya.
Subscribe to SOLO THE SPIRIT OF ISLAM by Email

Komentar Sahabat

  • didit on peran orang tua dalam pendidikan “islam”
  • Setiyo on Cara Cepat Bayar Hutang
  • abu hamzah on Cara Cepat Bayar Hutang
  • sancang ungu on Hati hati mempelajari ilmu hakikat makrifat
  • berdiri diatas semua golongan on MTA NU Muhammadiyah LDII PKS hizbuttahrir Ahmadiyah dll dll…

on facebook

http://www.facebook.com/
setiyopurwanto74

©2007-2012 setiyopurwanto | Powered by WordPress with Easel | Subscribe: RSS | Back to Top ↑