Rasulullah itu benar, kita disuruhnya ke Allah. Kehendak Allah itulah fakta yang harus kita ikuti. Yang ghoib itu harus kita tinggalkan. kemarin sampai hari ini ada yang bertanya tentang yang ghoib.  Ada yang bertanya tentang perjanjiannya dengan thuyul atau pesugian, karena dia takut atas perjanjiannya yang telah ia buat. ya saya jawab nggak usah takut , tinggalkan saja jin nya, thuyulnya. dengan syarat taubat kepada Allah dan mohon perlindungan kepada Allah atas kejahatan Jin dan makhluk ghoib lainnya. Kemudian saya minta untuk lurus ke Allah dengan cara berdzikir nafas. Ada lagi yang ingin ketemu rasulullah secara jaga atau tidak mimpi, ya kalau ketemu alhamdulillah tpai jangan menjadi tujuan. Patuhi saja apa yang diajarkan Rasulullah ekpada kita. Jalankan sunah sunah nya, itu labih baik dan benar karena tujuannya jelas. coba kalau tujuann hidup dia untuk bisa ketemu Rasulullah…. ya kalau ketemu. Rasulullah tidak pernah mengajarkan kita untuk bertemu dengan beliau. Dan bertemu dengan beliau bukanlah ukuran untuk masuk surga, karena Rasulullah sendiri yang mengajarkan demikian. Yang terbaik umat ku adalah yang bertakwa.

nah adalagi yang mendasarkan keputusan pada mimpi. ah k… kalau saya pada alasan fakta saja, kalau mimpinya seusai fakta ya kita ikuti kalau mimpiny tidak diikuti fakta ya kita by pass. Jurus ke 10 ini mengajarkan kepada kita untuk mem by pass yang ghoib ghoib yang tidak mendasarkan pada fakta yang ada. Gila memang, ya memang Gila. ada lagi yang bertanya tentang perjalanan dia melalui Dzkir Nafas melihat cahaya… saya sampaikan bahwa dalam berdzikir nafas melihat caya itu biasamaka abaikan saja. kalau selama berdzikir nafas ketemu ini dan itu ya abaikan saja. Ini cara gila bukan cara akal. kalau cara akal pasti meladeni yang ghoib ghoib misalnya ketemu A , kemudian mengajakalog..eh anehnya minta wejangan ….. kenapa masih ragu dengan al quran dengan 30 juz wejangan .

Dzikir nafas ini tidak ada baiat tidak mementingkan silsilah yang dipentingkan adalah ishlas ke Allah, maka jika ada apa apa setelah menjalankannya maka abaikan. Karena awalnya ke Allah ya endingnya ke Allah.