Articles from August 2007

CD Panduan Halaqoh

Bp Ibu Jamaah Sholat Khusyu, Alhamdulillah senin kemarin hasil Shoot halaqoh sudah di cd kan, cd ini memang masih dalam tahap revisi kami sangat membutuhkan saran dan masukkan dari Bp Ibu sehingga CD pedoman halaqoh dapat lebih sempurna. terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Sutarjo terutama kepada Mas Andi yang telah mendokumentasikan dan men cd kan nya.

harapan kami dengan adanya CD panduan mengisi halaqoh dapat menjadi referensi bagi para Dai sholat khusyu dalam membina halaqoh halaqoh di tempat masing masing.

CD panduan halaqoh sholat khusyucd-pelatihan-halaqoh.jpg

Belajar Makrifat apa menjalani ma'rifat ??? (3)

untuk apa belajar lama-lama tentang ilmu hakikat makrifat kalau semua tinggal dijalani. mengenal Allah tidak diperlukan kenal seperti kenalnya para aulia atau para nabi… ya kenalnya semampu kita kenal dengan Allah. yang sedikit yang sederhana kita kenal dengan Allah itulah yang kita gunakan kita pake kita jalani. contoh kalau kita mau ke pasar atau ke suatu tempat yang mungkin agak jauh… kita hanya punya sepeda motor untuk menjangkaunya.. ya sudah tinggal tancap gas saja pergi berjalan ,.. kenapa kita harus nunggu punya mobil ya kelamaan wong punya kita cuma motor, lain dengan yang sudah mobil … namun belum tentu juga .. bahwa yang punya mobil dipakai untuk berjalan menuju ke Allah.. bisajadi kan dia berilmu makrifat tinggi tapi tidak dipakai untuk hidup keseharian. allahpun tidak melihat ilmu kita atau alat yang kita pakai kok, tapi Allah melihat kesungguhan kita dalam menuju kepada Nya.

Belajar makrifat dengan sholat (2)

baik saya lanjutkan kajian tentang makrifat ini, sholat dengan ihsan artinya sholat dengan menyadari bahwa Allah ADA. keADAan Allah ini harus terus dijaga selama sholat. dari sinilah pemahaman pemahaman hakikat makrifat akan terus bertambah dan bertambah. belajar tidak lagi dengan ustad namun belajar dengan Allah inilah makna Berguru Kepada Allah. artinya Allah sendirilah yang akan mengajarkan kedalaman hakikat makrifat.

wah Bp Ibu maaf terpaksa saya putus lagi karena saya harus segera ke PTPN Radio untuk siaran Hotline… insya Allah sepulang siaran saya lanjut lagi.

Belajar Makrifat… learning by doing with sholat

Sholat dapat digunakan untuk mengenal Allah secara langsung, artinya belajar makrifat harus langsung praktek. Jika belajar mengenal Allah diteorikan maka yang ada adalah bingung dan tidak paham paham. karena Allah sendiri lah yang akan memperkenalkan dirinya kepada kita. kesalahan orang belajar makrifat adalah banyak membaca buku dan banyak mendengarkan teori dari orang yang pinter berteori. sehingga tidak paham dan tidak paham.. karena metode nya saja sudah salah.

dengan sholat kita langsung diajak untuk berhadapan dengan Allah… mau nggak mau bisa nggak bisa kita harus yakin di dalam sholat bahwa kita bertemu dan berjumpa Allah, tidak ada lagi penghalang, tidak adalagi mursyid, tidak adalagi guru spiritual yang ada di depan kita adalah Allah.

Maka ketika sholat kita akan lebih  mudah dalam bermakrifat kepada allah. Allah akan memperkenalkan dirinya jika hamba meyakini  bahwa Allah Dia ada. mungkin pertama kita mengadakan Allah dengan terus berlatih menyadari bahwa Allah itu ada namun lama lama nanti hati kita akan dituntun untuk selalu bersama Allah, lama lama kita akan paham bahwa Allah ada dan semakin jelas.. (asma ul husna ..Adz Dzahir).

Lewat sholat ini lah kita betul betul learning by doing yaitu mempelajari makrifat dengan langsung mengenal Allah.

sementara juga, masih ada dari kita yang belajar makrifat melalui organisasi tarekat entah naqsabandiya, sadzaliyah atau yang lainnya.. namun tarekat tarekat ini masih ada hijab yaitu guru mursyid itu sendiri dimana kita harus melalui guru sebelum kita betul betul ke Allah (coba bandingkan bila kita sholat yang langusng ke Allah). mungkin cara ini juga memiliki dasar juga yaitu bahwa guru mursyid tersebut akan membawa kita kepada pemahaman spiritual seperti apa yang di alami oleh guru mursyid tersebut. namun kelemahan dari metode ini adalah bahwa kita tidak bisa melampui sang guru mursyid. untuk menghindari ini beberapa ahli tarekat menyarankan untuk lepas sendiri ketika sudah memasuki alam ketuhanan. jadi seperti satelit yang dudah dibawa meluncur pesawat induknya untuk lepas sendiri… jika demikian maka tidak ada lagi hijab dalam bertemu kepada Allah.

sholat, ketika Allahu Akbar maka kebesaran yang mutlak hanya Allah .. demikian .. (wah sebenarnya idenya masih ngalir ini tapi karena harus njemput anak.. sekian dulu insya Allah akan kami lanjutkan ..)

Dua unsur pada manusia dan potensinya

Manusia terdiri dari dua unsur yaitu unsur tanah dan ruh. Mula-mula Allah ta’ala menciptakan Adam dari tanah dan kemudiain ditiupkan ruhNya, sehingga manusia Adam itu menjadi hidup, mampu mengingat, berfikir, berkehendak, merasa mencintai, dan kemampuan-kemampuan lainnya. Hal ini ijelaskan dalam Surat As-Sajadah 32:9

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya Ruh (ciptaan) Nya dan dia menjadikakn kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, (tetapi) kamu sedikit bersyukur.

Kejadian di atas mengisyaratkan bahwa Ruh dan jiwa merupakan dimensi yang berlainan, sekalipun keduanya tak terpisahkan selama manusia masih hidup. Kemampuan psikis atau kejiwaan manusia dapat berkembang setelah ditiupkan Ruh kedalam jasad, sehingga manusia dapat mendengar, merasa dan berfikir.

Keberadaan ruh ini, meskipun bukan dalam kontek agama, dinyatakan Viktor Frankl seorang tokoh psikologi humanis bahwa antara dimensi ruh dan dimensi jiwa tidaklah sama, dimensi ruhani inilah kita dapat dikatakan manusia.

Dijelaskan oleh Ali Shariati (dalam, Bastaman 1995) Ruh yang ditiupkan Tuhan kepada Adam adalah the spirit of God (Ruh Illahi). Unsur tanah dan Ruh seakan-akan kutub-kutub yang berlawanan tanah adalah unsur yang bersifat fisik, statis, mati dan letaknya rendah. Sedangkan Ruh Illahi sifatnya metafisis (gaib) dinamis dan menghidupkan dan letaknya luhur (tinggi). Unsur tanah melambangkan dimensi jasmani, sedangkan Ruh ilahi adalah unsur ruhani manusia. Keduanya berbeda tapi tak terpisahkan ketika manusia hidup.

Dua hal tersebut menunjukkan bahwa manusia memiliki dua kemungkinan yakni manusia yang dapat meraih derajat yang tinggi dan juga dapat mejerumuskan diri pada derajat yang serendah-rendahnya. Dengan kata lain manusia di satu pihak manusia dapat secara sadar mampu mengarahkan dirinya secara sadar menuju derajat ruhani yang luhur, tetapi lain pihak dapat mengumbar dorongan-dorongan jasmani yang serba rendah.

Disinilah letaknya kehendak bebas, manusia diberi kebebasan untuk memilih mendenkatkan diri ke kutub ruh Illahi atau ke arah kutub tanah, dan kebebasan atau freedom of will ini merupakan karateristik menusia yang tidak ditemukan pada makhluk lain, serta merupakan anugerah Tuhan yang khusus diberikan kepada manusia. Inilah keunggulan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya, ia memiliki kebeasan untuk menentukan jalan hidup yang ditempuhnya, lepas dari baik buruknya jalan hidup itu. Bahkan dalam beragama pun manusia diberi kebebasan apakah ia akan mengikuti jalan yang benar atau tidak (Surat Al-Baqoroh:256).

Dalam kajian psikologi humanistik freedom of will ini tidak dapat dilepaskan dengan tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil. Dengan demikian rasa tanggung jawab merupakan hal yang senantiasa dituntut dari manusia serta merupakanjuga salah satu karateristik eksistensi manusia. Dalam hal ini setiap orang harus bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnyadan memikul akibat perbuatannya itu, dalam istilah jawa disebut dengan ngunduh wohing pakarti

Ternyata pengajian isro miroj…

kalau tahu pengajian umum pasti saya tolak…. saya menyadari kalau saya ini bukan ustadz, kalau pengajian umum kan wilayahnya para ustadz..

islamic law of attractive (jadilah orang kaya raya)

Siapa yang tidak pingin kaya… siapa yang tidak pingin hidupnya kecukupan… ini mungkin bertentangan dengan kaidah kesufian … yang cenderung menghindari kehidupan kemewahan… ya ini bukan untuk calon sufi yang nggak pingin kaya tapi ini untuk calon sufi  yang menghendaki kekayaan.

banyak cara agar bisa kaya ternyata, kita amati auliya sekarang kaya kaya.. kita ambil contoh saja Habib Anis (alm) bisa membangun ruko dan tempat pengajian yang begitu megah.. Habib Lutfi yang punya gedung shalawat dan rumah yang megah pula.. Pak Abu sangkan.. Ustad kita yang satu ini juga termasuk golongan orang kaya… kalau kita lihat cara beliau beliau memperoleh harta kekayaan tidak dengan bekerja keras… beliau beliau kalau saya saksikan cuma dirumah atau pergi tujuannya tidak bekerja cari uang namun berdakwah, kalau di rumah ya cuma nerima tamu + jagongan …

Apa Ndak pingin seperti beliau beliau itu… kerjaan sedikit duit banyak… tidak ada ceritanya kan.. seorang aulia menerima zakat… pasti dia memberi zakat pasti dia banyak sedekah.. ini satu hal yang harus kita contoh kalau kita pingin kaya yaitu merasa diri tercukupi segala sesuatunya oleh Allah. keyakinan yang kuat tentang ini secara ghoib akan membawa kekayaan yang benar benar kaya luar biasa. kekayaan harta harus di awali dari kekayaan batin terlebih dahulu sehingga keayaan itu nantinya bisa langgeng. ini juga merupakan prinsip pengembangan potensi bawah sadar yaitu membina bawah sadar untuk yakin bahwa hidupnya tercukup maka nantinya bahwa sadar akan memproses kecukupan tersebut (ini kalau kita melihat dari sisi bawah sadar) . pengaruh dari merasa ketercukupan adalah tidak adanya kekhawatiran tentang rejeki yang diberikan Allah kepada kita. dan wujud dari kesadaran yang kuat ini adalah dalam hal sedekah tidak merasa berat.

kemudian kalau pingin kaya harus diniatkan, berniatlah untuk kaya, niat untuk kaya adalah ibadah… jadi  NIATKAN UNTUK KAYA KARENA IHLAS LILLAHITAALA. apakah ada dalil untuk kaya…. ada!, bagaimana mungkin kit bisa bersedekah kalau tidak kaya, bagaimana mungkin kita bisa berzakat kalau tidak kaya… maka niatkan dan niatkan.

setelah berniat kaya percayakan kepada Allah bahwa niat kita sudah diproses oleh Allah, Allah yang maha kaya, allah yang paling kaya dan allah yang pemurah + Allah yang maha pemberi sudah menjalankan prosesnya agar kita kaya. jika keyakinan ini masih setengah setengah … cobalah untuk renungkan dan tanamkan kuat kuat dalam pikiran kita… secara berulang ulang, terus dan terus.. sehingga tertanam dan membentuk dalam sistema bawah sadar  kita.

kemudian tinggal ikuti prosesnya.. jika ada pekerjaan ya kita kerjakan sebaik mungkin, jika dapat order kerjakan sebaik mungkin.. ini namanya mengikuti proses. tidak bisa pingin kaya tapi tidak mau mengikuti proses yang diberikan oleh allah. orang malas adalah orang yang tidak mau mengikuti proses.

ketika mengikuti proses jangan berpikir apa yang akan saya dapatkan.. ihlaskan pekerjaan itu untuk menjalankan prosesnya allah, jadi bekerja yang ihlas karena Allah. jadi bekerja adalah ibadah.

demikian silahkan mencoba, jadilah orang kaya sehingga lebih bermanfaat bagi orang lain. jangan mau jadi orang yang miskin.. ingat tangan diatas lebih mulya dari pada tangan dibawah…

Apa yang harus kita lakukan ketika sedih

sedih adalah bentuk negatif dari emosi, keadaan ini tidak kita buat-buat, sedih itu muncul begitu saja. kenapa kita bisa sedih.. sedih bukan keinginan kita.. kalau ditanya mau ndak sedih? pasti jawabannya tidak mau.. tapi kenapa kita bisa sedih. sekali lagi sedih adalah pemberian dari Allah kepada hati kita … jadi sedih tidak dapat di rekayasa.. kan nggak ada sedih.. disedih sedih kan, pasti dia muncul begitu saja..

nah apa yang harus kita lakukan ketika kita menerima sedih tersebut. terlebih dahulu tanyakan pada hati kita mengapa kita menerima sedih ini… apa yang telah kita perbuat sehingga mucul sedih.. apakah kita tidak terima dengan apa yang terjadi pada diri kita… apa kita tidak menerima sesuai dengan apa yang kita harapkan atau yang lainya. jika sudah ketemu cobalah untuk menyadari kesalahan kita tadi kemudian lagi mintalah ampun kepada Allah… atas kesalahan kesalahan yang telah kita lakukan. kemudian lagi terimalah ampunan Allah setelah kita memohon ampunkepada nya.

Jangan sembarangan ke Makam para auliya

kalau pikiran sudah kemasukan paham ke makam Bidah… Syirik dan lain sebagainya.. maka jangan sekali kali ke makam aulia… itu sama saja menghina.. yang punya makam.. lho kok gitu.. ya ngapain kita kesana… wong pikiran kita nolak bahkan menganggap bahwa itu dosa..

ada beberapa persyaratan seseorang pergi ke makam aulia, dan persyaratan ini tidak setiap orang bisa memenuhinya (bagi yang pingin belajar silahkan ikuti forum malam jumatan). makam aulia ibarat sebuah tempat yang memiliki aura yang berbeda dengan tempat lainnya.. ini sama saja dengan aura masjid kuno dengan masjid yang baru dibangun mesti akan sangat berlainan suasananya. demikian pula jika di makam . makam biasa dengan makam aulia akan memiliki aura yang sangat berbeda. (pada pamahaman ini saja bila mental nggak siap kita akan menganggap bahwa itu tidak mungkin).

pada prinsipnya bahwa aura itu nanti akan memiliki dampak pada diri kita karena berdekatan atau memasuki wilayah tersebut. biasanya bila kita sudah positif thinking aura positif itu akan berdampak pada kejiwaan dan berpengaruh positif pula, namun jika kita sudah bernegatif thinking maka dampaknya bisa menjadi negatif… contohnya ada seseorang teman yang ke kyai tawang tapi mentalnya nggak siap ya.. dia akan merasa ndak nyaman dan pinginnya keluar dari wilayah itu. sebaliknya ada juga laporan dari seorang teman yang memiliki positif thinking terhadap makamnya kyai Tawang maka dia merasa cepet nyambungnya ke Allah.. merasa lebih dekat dengan Allah dst dan dst.

jadi kesimpulannya tidak perlulah kita ke makam jika kita masih belum siap mental dan ndak paham untuk apa ke makam dan bagaimana seharusnya kita di  makam. karena bukannya bertambah keimanan kita kepada Allah malah malah bisa rusak tauhid kita kepada Allah. semoga Allah menjaga hati dan pikiran kita untuk selalu mentauhidkan Allah amin

Perkenalan Sholat khusyu di Mertuanya Mas Murwat Wisanka

Enak juga ngisi di Rumah Mertuanya Mas Murwat… tempat nya cukup representatif untuk presentasi sholat khusyu. pesertanya juga cukup antusias jadi nambah semangat dalam menyampaikan. fasilitas nya juga cukup . bahkan lebih dari cukup… antar jemput…makan sate…di wedangi jahe (ora kalah karo wedangane Mbah Wir) … snack… Ustadz nya juga akrab Ust Suroto… ustadz tapi tawadlu gitu..

Pak RT juga minta menanyakan kapan pelatihan lagi.. ya PakRT insya ALlah Tanggal 5 September…mudah mudahan Allah mengijinkan dan saya juga berjanji Pak untuk tidak telat lagi.