Articles from November 2007

hirarki belajar patrap

anda tidak bisa melompati dalam belajar … siapa yang menyampaikan kepada anda itulah guru anda… seorang Abu sangkan adalah guru saya maka saya tidak bisa main loncat langsung belajar ke Pak Haji … ini etika berguru… pasti jika kita melompati ini akan terjadi ketidak baikan.

beberapa waktu yang lalu ust Abu sempat melarang kita untuk datang ke PAk haji, bukannya apa apa karena pasti akan bingung dan benar…. ilmunya belum sampai sudah datang sendiri tanpa ijin beliau akhirnya.. bingung…. salah siapa? ya si murid itu sendiri.

kadang murid saking bernafsunya ingin cepat makrifat maka loncat pembimbing… ya … bukannya pemahaman malah kebingungan…

seperti halnya seorang penjual yang kulakaan kepada juragan.. maka pembeli tidak bisa langsung beli kepada juragan tadi.. tidak bisa karena kemampuan beli nya paling eceran sedangkan di juragan tidak mengenal eceran… maka untuk bisa beli eceran harus ke distributor.. atau bakul…

jadi kuasi dulu ilmu bakulnya… kalau sudah bisa minta ijin kepada bakul tersebut untuk bisa kulakan sendiri. ini adalah hormat kita karena tidak bisa tidak ilmu pertama kali adalah dari bakul …. maka taklim mutakalim atau adab bergurunya harus dipakai …. kalau tidak kata orang pesantren ilmunya tidak berkah.

mental pengemis

tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah

lebih baik memberi dari pada menerima

orang yang minta berarti tidak dapat memanfaatkan uang, malah sebaliknya dia di manfaatkan oleh uang, nilai uang lebih tinggi dari pada harga diri..

sebelum seseorang menghendaki kekayaan harta maka syarat utama adalah kaya jiwa terlebih dahulu, sebelum kaya maka pikiran harus kaya terlebih dahulu.

mental pengemis akan membuat selalu miskin, mental peminta akan membentuk kemisikinan secara nyata.

merasa cukup dengan pemberian allah itu wajib hukumnya, namun untuk minta tambah rejeki itu sangat di anjurkan. kabanyakan umat islam terjebak pada bersyukur kemudian tidak meminta lebih pada allah. sehingga allahpun tidak menambah rejeki kita karena kita sudah merasa cukup. paling allah akan menambah nikmat dari harta yang kita peroleh dan tidak akan menambah nominal harta kita. maka jadilah selalu kekurangan di mata allah dan selalu merasa cukup di depan manusia. inilah mental kaya…. kaya di depan manusia miskin di depan allah.

hakikat manusia

sangat terasa ketika kita menendorkan tubuh… hingga tubuh kendor sekendor kendornya… membiarkan tubuh menjadi alam materi dan membiarkannya untuk ditarik daya grafitasi bumi. kemudian perlahan lahan hati mulai mengarah ke allah… ya allah ya allah …. terus melangkah taqorub kepada allah. seiring dengan kendornya tubuh kemudian mendekatnya hati kita kepada allah maka lambat laun pun kita akan merasa keterpisahan dengan raga.. bahwa raga bukan kita dan kita adalah kita… inilah praktik who am I, menyadari hingga sesadar sadarnya bahwa manusia adalah manusia bukan fisik… hakikat manusia adalah hakikat yang sadar ….