Articles from April 2008

Allah di depan …tuntun saya ya allah

apapun tergantung dari bagaimana kesadaran kita, sadar atau tidak allah lah yang mengatur. tinggal kita sadarkan diri kita bahwa kita diatur allah maka .. kita pun akan bebas untuk meminta tuntunan yang baik. jika kita sadar maka kitapun akan dituntun ke hal yang tidak baik. baik atau tidak baik dari kita adalah allah yang menuntun, nah allah memberi fasilitas jika kita minta dituntun yang baik maka kita akan jadi baik. jadi kalau ingin sebagai orang baik kita harus meminta allah agar dibaikkan. jika kita dibaikkan maka kita akan jadi baik.

libatkan allah dalam setiap pekerjaan kita, setiap langkah kita, setiap berpikir kita dan setiap perasaan kita. wejangan pak haji ketika saya berangkat umrah…berbudaya dengan allah… artinya segala sesuatu melibatkan allah. mau ke masjid misalnya kita pamitan dulu kepada allah.

maka setiap langkah diawali dengan bismillah artinya kita melibtkan kasih sayang allah dalam setiap perilaku kita.

mereka berdesakan untuk mencium hajar aswad

ketika memanyaksikan hajar aswad diperebutkan sedemikian rupa, lebih dari memperebutkan makanan di tengah kelaparan. mereka berdesakan dan saling sikut sana sikut sini seolah olah itulah puncak kesuksesan menjalankan umrah ataupun hajji. sebuah perjuangan yang membutuhkan kekuatan fisik dan tentunya mental, jelas mental karena melihat pertama kali perjuangan jika mental kurang berani pasti langsung mengundurkan diri. mereka memperebutkan seolah tidak kenal  siapa samping kanan dan siapa samping kirinya yang penting diriku bisa kesana diriku bisa mencium dan harus bisa.. itulah kira kira bisikan hatinya sehingga menguatka hatinya untuk terus berjuang dan berjuang.

ketika aku thawaf akupun tidak menghiraukan perjuangan mereka, biarkan mereka berjuang sesuai versinya, aku berjuang sesuai versiku untuk selalu nyambung ke allah dan berusaha sekuat mungkin untuk memfanakan diri dengan thawaf. beberapa kali dalam tiap kesempatan thawaf mendekat hajar aswad akupun berniat untuk mencium dan aku berusaha untuk mendekat aku pasrah terserah allah apakah akan mengijinkan aku untuk mencium hajar aswad atau tidak tapi niat tetap aku pasang terus, kira kira hampir satu hasta aku pun terdesak keluar dan akupun rela sambil mengikuti dorongan dari kanan kiri sambil aku memberi isyarat mencium hajar aswad (cium jauh) dan …bismillahi allahu akbar….akupun melanjutkan thawaf untuk putaran berikutnya sambil terus berjuang selalu nyambung ke allah dan saadar bahwa aku dipanggil allah sehingga akupun rela diriku kuhadapkan allah….dan kakbah yang aku putari sebagai simbol arah ku menghadap. putaran demi putaran tetap aku niatkan untuk mencium hajar aswad sebagai itiba’ku kepada rasul.. namun aukupun didesak keluar lebih jauh dan akupun rela dan rela sambil memberi isyarat mencium seperti putaran yang sebelumnya saya lakukan.

selesai thawafpun aku minggir dan enjalankan shoat dua rekaat… akupun duduk di depan kakbah sambil meyaksikan saudara muslim dari berbagai negara sedang menjalankan thawaf.

masih terpikir olehku… tentang hajar aswad… ya allah …(batinku…) apakah seandainya rasulullah masih ada saat ini dan mengikuti thawaf apakah beliau juga ikut dalam desak2an untuk memperebutkan bisa mencium hajar aswad…(batinku…aku yakin jika rasulullah masih ada pasti akan mempersilahkan yang lain untuk bisa mencium dan pasti beliau rela mundur….) aku pun berpikir ulang … jika semua orang yang thawaf berkeras diri untuk bisa mencium dengan dalih rasulullah dulu juga demikian pasti akan terjadi …….alhamdulillah syukur alhamdulillah lebih banyak yang thawaf bisa memahami hakikat dari mencium hajar aswad ..cukup dengan niat yang disimbolkan dengan mencium jarak jauh… itupun sudahh cukup…alhamdulillah inilah jawaban…inti dari ajaran islam adalah hakikat…untuk bisa makrifat. fiqh hanya sarana dan beberapa hanya simbol untuk kita bisa masuk kedalam hakikat yang lebih dalam.

rasulullah sebagai uswatun hasanah

mencontoh rasul  tidak sekdar fisiknya namun lebih dalam dari itu yaitu niat, keinginan, kehendak, motivasi, atau unsur2 psikologis yang lain. konsep uswatun hasanah tidak hanya sekedar contoh materi namun lebih jauh dari itu  yaitu non materi. maka mengikuti jejak  rasulullah tanpa memamhami hakikat mengapa rasulullah berperilaku sama juga bohong, karena jika hanya sekedar fisiknya maka kita akan kesulitan membedakan mana yang budaya dan mana yang itu mencerminkan wahyu. sebagai contoh ketika rasulullah melarang jubah yang dipakai jangan menutupui mata kaki maka yang kita lihat adalah hakikatnya yaitu kita tidak diperbolehkan sombng karena pada saat itu jubah yang menutupi mata kaki berarti berlebih2an maka dilarang karena dapat menimbulka kesombongan. nah sekarang apakaah jika kita pakai ceelana kemudian menutup mata kaki masih dianggap sombong??? tentunya tidak, malah sebaliknya yang celananya diatas mata kakii lah yang sombong sebab akan menganggap dirinya yang lebiih baik dari yang lain, ….

intinya adalah contoh rasul adalah luar dalam. tidak separo paro.lebih jauh dari itu bahwa mencontoh rasulullah tidak sekedar modelling tai sudah identifikasi, sehingga benar benar jiwa rasulullah bernarbenar meresap mempengaruhi pikiran, perasaan, segenap jiwa, ruh dan lainnya. seingga benar benar kitalah cerminan jiwa rasulullah…. aminn

shalawat : Ke Allah dulu baru ke Rasul

teknik shalawat seharusnya nyambung ke allah dulu baru minta disampaikan ke rasulullah. persis ketika kita mendoakan anak kita, sambung dulu ke allah yaitu minta ke allah kemudian sambung ke anak.

konsep shalawat yang sering gunakan mungkin melupakan allahnya, langusung ke rasulullah, padahal dalam bacaaan shalawat pasti didahului oleh kata kata allahumma….artinya sambung ke allah dulu.

sambung ke allah ini sangat penting karena nantinya syafaat yang akan diberikan ke kita juga dari allah bukan dari rasulullah, memang syafaat berkat karena kitashalawat tapi yang memberikan tetap allah.

kesambungan kepada rasulullah ini sangat penting sekali karena daya atau energi ketuhanan rasulullah adalah sempurna sehingga bila kita selalu sambung maka kita kita juga akan menuju kepada kesempurnaan. inilah yang sering disebut sebagai nur muhammad.

nafas shalawat

keluar masuknya nafas dapat kita gunakan untuk bershalawat. seperti halnya kita menggunakan tasbih, kita gunakan nafas kita sebagai perantara untuk bershalawat. nah ini jarang dipakai yang sering kan dzikir

Sa'i sebuah outbound trainning

ibadah haji adalah bentuk outbond atau pelatihan di alam, dalam ibadah haji ini ritual dilakuan di tempat tempat dan cara cara yang ada mana filosofinya. makna filosofi inilah yang nantinya akan di debriefingkan setelah pelaksanaan ritualsehingga setiap ibadah yang dilakukan dan tersimpan dalam memori bukan hanya sisi ritualnya saja namun juga sisi hakikatnya.

sai merupakan kewajiban yang harus dilakukan dalam haji setelah thawaf. makna dari kegiatan itu adalah kita dimotivasi untuk seperti siti hajar. dimana siti hajar berlari lari dari shofa ke marwa bolak balik hingga 7 kali untuk mencarikan air buat ismail. makna filosofinya berarti bahwa kita dimotivasi untuk mencari makan untuk anak kita,artinya juga kita dimotivasi untuk cari uang atau kekayaan untuk anak istri dan oranng lain yang membutuhkan.

jadi orang pulang umrah atau haji mestinya akan menimbulkan motivasi untuk bekerja motivasi untuk mencari uang.

alhamdulillah

madinahberkat doa Bapk Ibiu dan rekan semua kami serombongan umrah telah tiba lagi di indonesia minggu 14 april jam 3 sore. banyak sekali hal hal baru yang saya dapatkan di ibadah umrah ini. pengalaman pengalaman dan pelajaran di sana sebagian sudah saya catat di HP saya, insya allah akan saya kemas lagi dalam bahasa yang tidak menyesatkan… karena beberapa pengalaman akan sangat bertentangan dengan kajian kajian umrah dan haji yang selama ini kita kenal. ada sisi sisi spiritual yang belum terjamah (sudah tapi belum terekspos) yang itu saya alami dan saya dapatkan ketika di sana. mudah mudahan dengan tulisan tulisan yang nantinya muncul dapat merubah paradigma umrah dan haji.

umrah bukanlah wisata …. antara wisata dan ibadah tidak bisa dicampur aduk, wisata ya wisata ibadah ya ibadah… jika niatnya wisata yang di dapat adalah wisata … (jadi hati hati dengan biro haji atau umrah yang ada embel embel “wisata umrah, wisata haji” ) jika memang benar benar mau beribadah jangan mengikuti yang bernuansa wisata…..(cuma sekedar menegaskan saja bahwa umrah bukan wisata, dan wisata bukan umrah) maaf yang punya biro wisata haji atau wisata umrah…..bukan bermaksud menyinggung tapi memang demikian seharusnya.

ya itu awal tulisan saja……… dari niat saja sudah menentukan kualitas haji dan umrah kita…

pamit umroh

pembaca dan rekan semua…. besuk jumat 4 april saya pamit ke tanah suci untuk menjalankan ibadah umrah. maaf lahir batin……jika memungkinkan akan saya update…tapi jika tidak saya akan catat untuk nantinya saya upload di blog saya.

shilatun, shalawatun, shilaturahmi

kesambungan kepada allah (silatun) kesambungan kepada rasulullah (shalawatun) dan kesambungan kepada sesama manusia (silaturahmi). termaktub dalam duduk tahiyat : attahiyatul mubarosholawat thoyibah… kepada allah, asalamualaika ayyuhanabiyyu…. kepada rasul., assalamu alaina…..kepada sesama.

kesambungan ini terjalin dalam ikatan ruhaniah ..