Articles from September 2009

Shalat cara paling praktis untuk makrifat

lebih pasnya adalah sholat untuk meningkatkan tingkat makrifat kita. ya sholat adalah perjumpaan langsung antara hamba dengan khaliknya , secara langsung tidak menggunakan tedeng aling aling (tanpa penghalang) namanya langsung ya pengjarannya langsung termasuk juga masalah makrifat, allah akan memperkenalkan dirinya , Allah akan menjelaskan dirinya kepada kita, ALlah akan memberikan penjelasan langsung dalam sholat kita

makrifat tapi maksiyat

sangat mungkin sekali ini terjadi, maka islam bersyahadat itu ada dua yang pertama adalah ke Allah dan yang kedua adalah ke rasulullah. kalau ke Allah saja maka yang terjadi adalah makrifat tapi maksiyat… mengenal Allah tapi tidak mematuhi perintah sama saja dengan kenal tapi membangkang.. (sama dengan syetan kan) nah …. syahadat yang kedua artinya kita mematuhi perintah dan sunah Rasulullah.. sebagai cara untuk mencapai keriddloannya (tidak hanya makrifatnya saja).

patrap dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

saya bereksperimen mancer (patrap, dzikir) ke Allah lewat shalawat ternyata daya nya sangat besar dan sangat cepat sekali membawa kepada alam kesadaran yang lebih tinggi.
carannya:
1. sambungkan hati kita kepada Allah
2. sambungkan hati kita kepada Rasulullah
3. doakan rasulullah dalam shalawat yang kita baca
4. arahkan diri kita ke Allah bersama doa kepada Allah untuk rasulullah.
5. tunggu saja sambil kita bersalawat…
kenapa mancernya tambah kuat dengan bershalawat karena rasulullah memiliki daya ke Tuhanan yang sangat kuat.. jika kita sambungkan hati kita kepada Rasululah maka secara otomatis kita akan terbawa oleh daya yang kuat tadi.

hidup memerlukan syariat

disiplin, tanggung jawab, keteraturan adalah sebagian kecil dari syariat. hidup jika tanpa syariat akan semrawut… semua mengandalkan otak kanan … maka yang terjadi adalah ketidakpastian dan serba tidak jelas. syariat dalam agama pun demikian dia menjaga kita agar tetap berada di jalur yang benar. orang bermakrifat tanpa syariat berbahaya karena akan banyak sekali lobang lobang syetan memasuki alam pikiran kita. kita sendiri tidak sulit memisahkan mana ilham dan mana yang dari syetan .. jika kita tidak bersyariat. bersyariat adalah sebagai pemilah antara ilham dan bisikan syetan. jangan dikira orang dekat dengan Tuhan tidak tersesat… bisa saja dekat dengan Tuhan Allah tapi tidak di ridloi Allah.. seperti syetan yang dekat dengan Allah tapi membangkang… makrifat tapi maksiyat….
syariat adalah pegangan kita untuk menuju kepada Allah… cara paling praktis untuk bermakrifat dalah dengan sholat.

sudah mati tapi masih hidup

inilah pelajaran sholat, orang diajarkan untuk mematikan dirinya selama dia masih hidup, pernyataan ini mungkin masih membingungkan bagi pembaca yang belum memahami tentang siapa diri saya , maka saya sarankan untuk membaca artikel saya tentang who am I di blog ini. suasana mati itu terasa dan yang hidup pun kita tahu… ini bukan rekayasa atapun filosofi tapi ini adalah kenyataan (das sein kalau bahasa jerman nya) kenyataan yang dirasakan kalaupun di paido (tidak di percaya) ya itu terserah tapi pengalaman adalah kenyataan dan kenyataan tidak dapat dipermasalahkan ataupun ditanyakan kebenarnnya karena memang sudah nyata kebenarannya.
sudah mati tapi masih hidup
hidup tapi sudah mati

kesiapan mental spiritual dalam berhaji

tidak perlu mempersiapkan secara khusus yang terpenting adalah niat kuat dan ihlas ke Allah. jangan melihat kebelakang, misalnya seberapa besar dosa kita, seberapa besar dholim kita kepada orang lain dan lain sebagainya.. jika hal itu masih mengganggu istighfar sudah cukup, kenapa demikian agar nanti dalam pelaksanaan haji ataupun sebelum berhaji pikiran kita tidak terganggu dengan reka reka pikiran dosa sehingga malah memperburuk kualitas haji.
kunci kesiapan mental adalah ihlas. titik….

masalah pemakaman jasad teroris di solo

sedih juga melihat jasad sesama muslim tidak diterima oleh warga masyarakat yang nota bene muslim juga. kalau masalah seseorang berbuat dosa apa ya mereka yang melarang penguburan itu juga tidak pernah berbuat dosa… ya biarlah Allah yang akan mengadili…..
sedikit penejelasan tentang hakikat kematian, sehingga kita lebih bijaksana dalam mensikapinya, ketika seseorang mati maka jasad ruh dan jiwa sudah berpisah… 2 unsur manusia yang tidak pernah berbuat dosa 1 jasad dan 2 Ruh… yang berbuat dosa adalah Jiwa atau nafs. seharusnya mereka warga solo yang menolak penguburan tersebut yang ditolak bukan jasadnya tapi Nafs nya. jasad hanya dipakai alat oleh nafs untuk berbuat terorisme … maka sikap warga yang menolak penguburan itu seharusnya menerima jasad dan mendoakan nafs nya.
hukum di dunia sudah di jalani oleh mereka yaitu di tembak mati sekarang saatnya kita mendoakannya…. semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan Allah semesta Alam.

terhijab oleh syariat, sholatnya orang syirik

sekarang ini banyak umat islam yang terhijab oleh agamanya sendiri, tujuan agama ini di adakan adalah agar menusia bisa bersilatun berkomunikasi dan kembali kepada Allah.. tapi kebanyakan mereka terjebak pada agama itu sendiri sehingga tujuan akhir yaitu kembali kepada Allah tidak tercapai.
banyak sekali kita terhalangi oleh yang bukan Allah, misalnya kita sholat bukan karena menjalankan perintah Allah namun karena perintah agama (ingat agama bukan Allah), kita puasa untuk mencari pahala dan dan takut dosa bukan takut kepada Allah.
Allah sudah banyak tertutupi oleh hal hal yang bersifat agama … pikiran kita selalu mengatakan bahwa kalau kita menjalankan syariat berarti menjalankan perintah Allah … lain .. sangat lain.. bahwa syariat bukanlah Allah dan ALlah bukanlah syariat.. disinilah kita sering disesatkan oleh syetan. hati hatilah dengan pikiran karena salah sedikit saja kita berpikir maka kita akan tersesat, seperti diatas sedikit saja kita berbelok arah bukan Allah maka selamanya akan tersesat.
contoh konkrit .. banyak orang yang sholat tidak khusyu kenapa karena sholat mencari syurga, karena sholatnya takut neraka, karena sholatnya mencari ketenangan… dan lain sebagainya… sholat yang begini ini tidak mungkin mendapat khusyu.. karena sholatnya tidak ihlas.. sholat nya tidak karena Allah.. lebih keras lagi, kita menyembah berhala (sesuatu yang bukan Allah) … berat rasanya saya mengatakan… SHOLATNYA ORANG YANG SYIRIK…

inilah dasar kekhusyuan dalam sholat yang harus kita tanamkan bahwa sholat kita adalah lillah.. bukan karena surga, bukan neraka, bukan pahala dan yang lainnya.
kesadaran tauhid yang lurus inilah yang harus kita jaga .. ingat virus paling mematikan adalah virus kesyirikan… menyerangnya sangat halus sekali… virus ini sering menggunakan istilah istilah agama yang berupa surga, neraka, syariat dan lain sebagainya untuk merusak sistem keimanan kita… maka mari mulai saat ini kita jaga betul keimanan kita dengan menghapus berhala berhala agama untuk lurus ke Allah….

kita menjalankan syariat Nabi SAW bukan karena Nabi, bukan karena Agama, bukan karena syariat, bukan karena surga dan neraka tapi karena Allah. ingat juga, semua tergantung niat kita jika kita niat bukan karena Allah maka kita akan terhenti yang bukan Allah, jika kita berniat karena Allah maka ibadah kita akan sampai ke Allah.

berkarya lagi….

lebaran telah usai… ada semangat baru untuk kembali bekerja seperti hari biasa. ya .. bertugas sebagai wakilnya Allah. bekerja dengan otak kiri dengan percepatannya otak kanan. menyambut rejeki Allah yang terbentang, berkarya untuk kemanfaatan sesama.

sujud obat segala penyakit

posisi sujud mengandung pengobatan, secara umum logikanya begini, penyakit pasti membawa ketidak nyamanan tubuh, nah ketidak nyamanan ini adalah suatu keadaan dimaan tubuh kita tidak diridloi Allah maka dalam sujud kita rela dan ihlas termasuk yang sakit kita relakan sehingga daerah yang sakit bisa lebih relaks semakin kita pasrah dalam sujud tubuh kita semakin relaks terutama bagian yang sakit lebih kita pasrahkan. pada saat tubuh relaks sebenarnya tubuh memulai proses penyembuhan. dan disinilah makna sujud obat segala macam penyakit