Articles from September 2009

hidup memerlukan syariat

disiplin, tanggung jawab, keteraturan adalah sebagian kecil dari syariat. hidup jika tanpa syariat akan semrawut… semua mengandalkan otak kanan … maka yang terjadi adalah ketidakpastian dan serba tidak jelas. syariat dalam agama pun demikian dia menjaga kita agar tetap berada di jalur yang benar. orang bermakrifat tanpa syariat berbahaya karena akan banyak sekali lobang lobang syetan memasuki alam pikiran kita. kita sendiri tidak sulit memisahkan mana ilham dan mana yang dari syetan .. jika kita tidak bersyariat. bersyariat adalah sebagai pemilah antara ilham dan bisikan syetan. jangan dikira orang dekat dengan Tuhan tidak tersesat… bisa saja dekat dengan Tuhan Allah tapi tidak di ridloi Allah.. seperti syetan yang dekat dengan Allah tapi membangkang… makrifat tapi maksiyat….
syariat adalah pegangan kita untuk menuju kepada Allah… cara paling praktis untuk bermakrifat dalah dengan sholat.

sudah mati tapi masih hidup

inilah pelajaran sholat, orang diajarkan untuk mematikan dirinya selama dia masih hidup, pernyataan ini mungkin masih membingungkan bagi pembaca yang belum memahami tentang siapa diri saya , maka saya sarankan untuk membaca artikel saya tentang who am I di blog ini. suasana mati itu terasa dan yang hidup pun kita tahu… ini bukan rekayasa atapun filosofi tapi ini adalah kenyataan (das sein kalau bahasa jerman nya) kenyataan yang dirasakan kalaupun di paido (tidak di percaya) ya itu terserah tapi pengalaman adalah kenyataan dan kenyataan tidak dapat dipermasalahkan ataupun ditanyakan kebenarnnya karena memang sudah nyata kebenarannya.
sudah mati tapi masih hidup
hidup tapi sudah mati

kesiapan mental spiritual dalam berhaji

tidak perlu mempersiapkan secara khusus yang terpenting adalah niat kuat dan ihlas ke Allah. jangan melihat kebelakang, misalnya seberapa besar dosa kita, seberapa besar dholim kita kepada orang lain dan lain sebagainya.. jika hal itu masih mengganggu istighfar sudah cukup, kenapa demikian agar nanti dalam pelaksanaan haji ataupun sebelum berhaji pikiran kita tidak terganggu dengan reka reka pikiran dosa sehingga malah memperburuk kualitas haji.
kunci kesiapan mental adalah ihlas. titik….