Articles from November 2009

makna syariat

Dalam makna syariat, umat Islam sering terjebak dalam pengertian sempit sehingga tak jarang kehilangan substansinya. Dan akibatnya, mereka hanya melakukan ibadah seremonial dan tidak mendapatkan sesuatu yang berharga yakni pembuka jalan menuju “kebenaran syariat”. Sikap terhadap shalat misalnya, betapa banyak nilai penghayatan dan kekhusyu’an yang terabaikan. Shalat bukan lagi sebagai kebutuhan dialog dan memohon petunjuk tetapi telah berubah sebagai kewajiban yang harus dipenuhi dengan berbagai macam larangan dan ancaman yang mengerikan. Sehingga terasa sekali muncul ketidaknyamanan dalam setiap melakukan syariat Islam. Hal ini tidak ubahnya seperti tawanan perang yang harus memenuhi kewajiban membayar upeti seraya terbayang betapa kejamnya sang penguasa.

Yoni dan Lingga simbol Tuhan dan Seksualitas (2)

pada jaman primitif ketika animisme dan dinamisme menjadi kepercayaan masyarkat waktu itu simbol penciptaan manusia yang berupa yoni dan lingga di sembah dan dipuja. yoni merupakan alat kemaluan laki laki dan lingga adalah alat kelamin perempuan. dua simbol terssebut sangat disakralkan, sangat dihormati, maka dua simbol itupun menjadi tempat pemujaan.
islam turun membawa perubahan keyakinan tersebut dengan meluruskan menjadi Tuhan Allah… yang menciptakan. namun kehormatan alat kemaluan sangat dijunjung tinggi oleh islam, kehormatan kemaluan menjadi hal yang paling utama dalam islam. bahkan kehormatan seseorang sangat tergantung dari bagaimana dia menjaga kehormatan kemaluannya. kisah sayyidina Ali bagaimana beliau menjaga kemaluannya hingga beliau tidak melihat sampai beberapa tahun.
islam sangat kuat dalam hal ini, salah satunya adalah perbuatan zina yang mendapatkan dosa besar bila seseorang melakukan. namun jika orang melakukan hub seksual dengan pasangan yang sah, yang diridloi Alah maka menapatkan kedudukan yang sangat mulia disisinya.
alat kemaluan dapat kita gunakan untuk berbuat dosa dan dapat pula kita gunakan untuk berbuat kebaikan. tinggal kita bagaimana mempergunakannya salah satu fasilitas dari Allah ini.

artikel sebelumnya 

sisi spiritual dalam berhubungan sex : dzikir dan tumakninah

sisi spiritual dalam berhubungan sex : dzikir dan tumakninah

alladziina yadzkurunallaha qiyamaw waqu’uudaw wa’ala junuubihim..

(Qs: al imran 191 ).

Yaitu : orang – orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring

ayat quran diatas menyebutkan bahwa dalam keadaan apapun kita dianjurkan untuk selalu berdzikir, tidak terkecuali ketika seseorang melakukan hubungan seksual dengan pasangannya yang sah. sex dapat digunakan sebagai salah satu model patrap, yaitu patrap sex, dimana ketika seseorang berhubungan sex hatinya tersambung ke Allah, jiwanya terbang ke Allah, dan pikirannya ke Allah. sex adalah energi sehingga kekuatan energi ini dapat kita gunakan sebagai sarana untuk melejitkan mancer kita, atau dapat melejitkan kekuatan ke ALlahnya. terlebih ketika orgasme, kekuatan orgasme sangat baik digunakan untuk mendorong jiwa kita lebih cepat ke Allah.
meningkatkan spiritualitas dengan berhubungan sex ini sudah sangat umum digunakan oleh para rohaniawan di biara biara, kyai kyai dengan memperistri lebih dari 1, para yogi, meditator, para spiritualis, dan sejenisnya. mereka menggunakan teknik berhubungan seks untuk meningkatkan voltase spiritualnya.
patrap sex ini jika dilakukan dengan benar dapat memperlama dan dapat lebih memuaskan pasangan, keadaan berdzikir ke allah menyebabkan konsentrasi saat berhubungan tidak di alat reproduksi sehingga kekuatannya menyebar ke seluruh tubuh, hal ini tentunya dapat memperlama proses ejakulasi. maka konsep patrap sex ini adalah dzikrullah…..
konsep yang kedua adalah tumakninah, tumakninah adalah kekuatan pengendalian diri, dalam seks termasuk kemampuan mengendalikan ejakulasi. berhubungan sex dengan relaks, sabar dan ihlas adalah kunci utama memperlama senggama. hal ini yang sering ditinggalkan oleh hampir semua pasangan yang terlalu terburu buru untuk menikmati dan akhirnya , proses senggama berjalan terlalu cepat dan akhirnya tidak memuaskan pasangan, biasanya pihak istri.
maka konsep patrap seks ada dua yaitu dzikir yaitu mengalihkan semua sensasi pikiran, emosi dan jiwa termasuk juga Ruh ke ALlah, dan membiarkan tubuh untuk melakukan seks sesuai fitrahnya. kemudian yang kedua adalah dengan tumakninah, relaks dan santai. sehingga degup jantung, aliran darah, dan proses ejakulasi dapat dikendalikan dengan sempurna.
sehingga dengan tumakninah dan dzikir ketika berhubungan seks dapat memuaskan pasangan , dan jika pasangan puas tentunya rumah tangga akan sakinah mawadah wa rahmah