Articles from April 2010

RINDU DI SINGGASANA TUHAN (2)

Tuhan Menyusun Inti Tanah

Butir-butir sulalah berupa zat inti bumi mulai bergerak menyusun karbonium, oksigenium, hidrogenium, natrium, dengan diselimuti kekuatan “KUN”, membentuk menjadi nuthfah, kemudian ‘alaqah, kemudian menjadi mudghah, kemudian ‘idhaman yang dibungkus daging sehingga menjadi makhluk baru dengan wajah rupawan bernama “manusia”. Dengan penuh perhatian dan kasih sayang yang tinggi, tampak wajah Tuhan seolah lebih serius perhatiannya terhadap makhluk yang baru diciptakan ini. Para malaikat masih dalam syak wasangka atas ciptaan yang sekedar berupa tanah. Apa gerangan yang membuat Tuhan lebih serius dan bangga. Bukankah ia lebih rendah dari dirinya yang tercipta dari cahaya? Pikirannya selalu menggayuti imannya yang sudah mantap. Ah … tapi ia berusaha menepisnya, untuk tetap percaya atas af’al Tuhan. Pandangannya menatap ke wujud tanah yang lemah yang sudah berbentuk, lalu ia melihat sebuah kilatan cahaya menyusup dengan cepat kedalam tubuh manusia ini. Sebuah cahaya yang tidak pernah ia saksikan sebelumnya. Sebuah cahaya yang tidak bisa digambarkan oleh sesuatu. Cahaya diatas cahaya, melampaui cahaya yang membentuk dirinya. Hampir menyamai cahaya Tuhan yang pernah ia saksikan setiap saat. Hampir saja ia menyembahnya karena kemiripannya dengan Tuhan. TIDAK … ia bukan Tuhan! Malaikat menyangsikan pikirannya sendiri. “Lalu cahaya apa ?”, pikirnya.

Tuhan mengetahui gerak pikiran malaikat yang terpana menatap kilatan cahaya. Lalu Ia berkata: “Itulah Roh yang Ku tiupkan yang hampir mirip dengan-Ku, tetapi Ia bukan Aku. Ia hanyalah pantulan Cahaya-Ku, yang karenanya Ia mempunyai sifat seperti Aku. Tetapi ia bukan sama dengan Aku. Karena Cahaya-Ku-lah, Ia mempunyai kehendak bebas seperti Aku, Ia menjadi penguasan seperti Aku. Ia bisa marah dan mempunyai kasih sayang seperti Aku, Ia mempunyai sifat-sifat seperti dalam Asma-Ku. Sehingga ia ku beri gelar RUH-KU. Karena ia Kuberi kemampuan menjadi wakil-Ku,menjadi utusan-Ku, menjadi wali-Ku dan menjadi Duta Istimewa atas nama-KU. Ia Kuberi kebebasan berkuasa di muka bumi, sebagian Kerajaan-Ku yang sangat luas. Untuk itu, hormatlah kalian dengan bersujud di kakinya”.

Maka seluruh malaikat bersujud tanpa menghiraukan pikirannya yang masih belum memahami hakikatnya. “Inilah sebagian Rahasia-Ku yang tidak bisa kusampaikan kepadamu. Inilah urusan pribadiku yang paling rahasia. Engkau tak akan mampu memasuki wilayah dimensi Ruh bagian dari rahasia-Ku. Beradalah dalam dimensimu yang telah ku tetapkan untuk patuh seperti alam ciptaan-Ku yang lain. Engkau tidak akan mampu menerima amanat dimensi ruh-Tiupan-Ku sehingga engkau akan menjadi penentang-Ku yang paling utama”.

Diantara mereka masih ada yang berdiri tegak tanpa memperdulikan perintah Tuhan untuk bersujud. Ia adalah iblis, makhluk yang paling cerdas dan pandai, serta paling setia kepada Tuhan. Akan tetapi, untuk urusan bersujud kepada makhluk yang terbuat dari tanah, menurutnya Tuhan pasti melakukan suatu kekeliruan. Ditunjukkan ketidak setujuannya dengan tetap berdiri. Harapannya agar Tuhan menegurnya dan ia akan memprotes atas perlakuan ini.

Wajah Tuhan menampakkan kemarahannya kepada iblis, lalu menegurnya dengan lantang : “Hai Iblis ! Mengapa engkau berani menantang perintah-Ku”. Iblis tertunduk dalam dan sorot matanya terfokus pada ujung kakinya menandakan kekecewaan yang dalam, dan iblis menjawab : “Wahai Tuhanku, selama ini kami selalu menuruti perintah-Mu. Bukan kami hendak menentang-Mu sebagai Penguasa langit dan Bumi. Akan tetapi tidak sepantasnya Engkau memerintahkan kami bersujud kepada manusia yang terbuat dari tanah, sedangkan kami Engkau ciptakan dari Api”.

Sang Penguasa Jagat Raya tetap dalam pendirian-Nya. Alasan iblis tidak bisa diterima untuk tidak mengikuti perintah-nya. Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi diri-Nya. Tidak ada kesalahan bagi sang Penguasa atas rencana-Nya. Iblis terlanjur mengambil sikap dan menuruti kehendak hatinya yang membara sehingga Tuhan demi kekuasaan-Nya mengutuk sikap iblis tanpa ampunan. Sebab iblis tetap merasa tidak bersalah. Dan Iblis semakin sakit hatinya, karena Tuhan tidak menghiraukan alasannya.

Sebagai Hakim Yang Maha Agung, keputusan Tuhan telah ditetapkan. Iblis diberi kesempatan untuk mengungkapkan keinginannya yang terakhir dihadapan Hakim Yang Maha Agung. Ternyata iblis tetap dalam pendiriannya untuk tidak memohon ampun. Akan tetapi justru memohon dipanjangkan usianya sampai hari dibangkitkan. Dan dibebaskan melakukan apa saja untuk mampu menggoda seluruh manusia, kecuali mereka yang berlindung kepada Tuhan. Dan Tuhan mengabulkan permintaan Iblis.

Abu Sangkan
nantikan lanjutannya …

RINDU DI SINGGASANA TUHAN

Berlangsung di Singgasana Tuhan
Disuatu keadaan sebelum diciptakan segala sesuatu, tidak ada bentangan langit yang luas berhias mentari dan trilyunan planet. Akibatnya tidak ada ruang, tidak ada atas, tidak ada bawah, tidak ada utara, tidak ada selatan, tidak ada barat, tidak ada timur, tidak ada sebutan waktu kemarin dan akan datang. Yang ada, keadaan “NOL” tetapi “ADA”. Keadaan “Tak ada perbandingan”. Hanya bisa disebut keadaan “sekarang” dan “disini”, yaitu keadaan ABADI.

Inilah keadaan sesungguhnya yang berlangsung sampai sekarang, walaupun bumi berputar dan matahari memancarkan sinarnya. Waktu dan arah hanyalah sebuah kejadian oleh sebab akibat. Adanya siang dan malam hanyalah sebuah tipuan sinar matahari yang terhalang oleh punggung bumi. Adanya waktu akan datang dan masa lalu, hanyalah akibat perputaran bumi. Maka pantaslah iblis dan malaikat bisa bertahan hidup abadi disini, karena waktu hanyalah bersifat relatif. Dan Tuhan bersemayam disini abadi tanpa batas, yang disebut awal dan akhir. Dan Tuhan pernah berkata kepada Sang Utusan: “Wahai hamba-Ku, jangan engkau berusaha mencari Aku, karena Aku sudah ADA dekat denganmu, dibalik putaran materi proton dan netron yang menyusun tubuhmu. Aku-lah yang disebut KOSONG, Tan kena kinaya apa, yang disebut ‘laisa kamistlihi syaiun’,tidak bisa dipersepsikan dengan segala apa yang ada, Aku-lah hakikat ADA yang dengan berkata KUN ! maka, FAYAKUN dan Jadilah segala sesuatu”.

wejangan zero mind

Kekuatan sabda-Nya terucap “KUN” ! Maka ledakan besarpun terjadi, “big bang” ! Getaran sabda-Nya menghasilkan energy yang sangat dahsyat sampai berekspansi memenuhi ruang yang tak terbatas. Putaran energy bergerak dengan sangat cepat membentuk gumpalan-gumpalan berupa asap yang semakin memadat. Hanya dengan hitungan waktu enam masa, terciptalah tujuh petala langit dan benda-benda dari hasil ikatan energy yang sangat padat. Didalamnya ada bumi yang akan dijadikan tempat kekuasaan khalifah Tuhan.

Para malaikat dipanggil menghadap-Nya disinggasana keabadian,.ditempat tergantungnya Lauhul Mahfudz tanpa huruf. Tampak terpampang rencana Tuhan untuk menciptakan “khalifah” di bumi. Dan malaikat telah membaca catatan pada lauh itu, “Wahai Tuhanku mengapa Engkau hendak merencanakan yang telah gagal memberikan amanah kepada manusia yang selalu membuat pertumpahan darah?”. “Bukankah cukup kami saja yang selalu menuruti kehendak-Mu dan selalu memuja-Mu ?”, protes Malaikat.

Tuhan menampilkan keagungan-Nya tanpa penjelasan rencana-Nya tersebut, dan Ia berkata : “Aku lebih tahu dari apa yang kalian tidak ketahui”, Mendengar jawaban Tuhan, para malaikat dengan perasaan bersalah tanpa pikir lagi langsung menelungkup dihadapan Tuhan. Dan memohon ampun atas kelancangannya.

Tuhan merahasiakan kepada malaikat rencana ini, yang sempat mengguncangkan keimanannya kepada Tuhan. Ia telah menganggap Tuhan melakukan percobaan tanpa perencanaan yang baik sehingga manusia masa lalu telah mengingkari amanat kekhalifahannya. Pikirannya masih ragu atas rencana yang akan dilakukan Tuhan.

Abu Sangkan

jebakan "ego kosong" dalam berspiritual

keangkuhan dalam berspiritual jika seseorang sudah mencapai keadaan zero…yaitu suatu keadaan dimana ego mengalami kekosongan, yang sebenarnya bukan kosong hanya berada pada wilayah “ego kosong”. keadaan ini memang menjadi tujuan para spiritulis yang tidak mendasarkan pada syariat islam, biasanya para meditator, penganut kepercayaan, dan para spiritulis mencari keadaan ini sebagai akhir mereka melakukan aktivitas spiritual.

jika keadaan “ego kosong” tidak segera disusul dengan tunduk patuh kepada Allah maka akan menjadi kesombongan berspiritual… yang akhirnya akan menghijab dan menutup pintu spiritual yang lebih tinggi lagi. keadaan ego kosong ini banyak terjadi pada peserta pelatihan patrap yang tidak menjalankan sholat secara benar dan hanya mengandalkan patrap sebagai sarana menuju ke Allah paling cepat, sebenrnya tidak cara sholat lah yang paling cepat untuk menuju ke Allah.

bagi yang sudah mencapai keadaan ego kosong ini jangan berhenti dan teruslah berjalan menuju ke Allah dengan tunduk patuh dan berserah kepada Allah, hanya dengan ketundukan dan penyerahan diri inilah ilmu Allah akan mengalir, ilham Allah akan kita terima…

semoga kita dijadikan seorang spiritualis yang berserah kepada Allah… tidak sombong dengan wilayah zero yang sudah kita rasakan.  amin

zero mind bukan tujuan dalam berspiritual

spiritual islam mengajarkan kita untuk berserah diri kepada Allah bukan untuk menuju zero mind, sebab ada pertanyaan mendasar jika kita tujuan akhir kita adalah zeromind…. yaitu “kalau sudah mencapai Zero Mind terus ngapain” kalau kita sudah mencapai kondisi zero terus kita mau apa? sebanrnya di wilayah zero ego kita berubah menjadi ego “kosong” bukannya hilang sama sekali…. ego kosong inilah yang dipercaya orang orang spiritualis bahwa dia telah mencapai titik tertinggi dalam berspiritual, padahal bukan, justru di wilayah ego “kosong” inilah kesombongan baru yang lebih besar, yang lebih angkuh dan lebih berbahaya (dari sisi akidah) muncul.

islam tidak mengajarkan untuk mencapai “ego kosong” ini, islam mengajarkan untuk berserah diri kepada Allah…. berserah hingga terbuka kedalaman ruhaniah kita dan berserah itu tidak berhenti karena memang berserah tidak ada titik berhentinya. jangan berhenti karena jika berhenti pada wilayah “ego kosong” maka kita sebenarnya sedang terhijab oleh kekosongan tadi….

ternyata marah bisa diatasi dengan bersyukur

saya marah dengan salah satu orang tua wisudawan yang kurang berakhlak dalam menyampaikan sambutan “orang tua wali mahasiswa” … kemarahan saya memuncak dan sayapun meninggalkan ruangan … ehhh dia masih saja berkata yang kurang sopan dan berakhlak dan melenceng dari seharusnya… akhirnya saya beri kode beliau untuk turun karena selain omongannya tidak pantas di depan publik juga waktu jumatan yang semakin dekat….

marah itu sangat terasa dalam hati…. dan saya harus keluar dari emosi. saya pun mencoba untuk “hanya” berterimakasih kepada Allah….dan sungguh di luar dugaan saya emosi bisa reda dan bisa anda bayangkan betapa leganya hati dan jiwa saya setelah saya dengan tulus berterimakaih kepada Allah.

bagaimana tentang wali mahasiswa tadi? saya limpahkan dia kepada Allah, biar Allah yang urus….. saya pun tambah plong dan tambah berterimakasih kepada Allah…..

sungguh syukur obat marah…, buktikan.

jangan mau diilhamkan jahat

Allah selalu mengilhamkan kepada kita yaitu ilham jahat dan ilham baik, jika mendapatkan ilham tidak baik (jahat) cepat cepat taubat dan tolaklah ilham jahat tadi dengan mengatakan “ya Allah jangan ilhamkan jahat pada diriku…” jadi setengan kita melawan.. tapi melawannya dengan memohon kepada Allah… dengan maksud agar ilham jahat tersebut menjadi ilham baik (taqwa).

apapun masalahnya SYUKUR solusinya

hidup yg hanya berkisar 60an tahun ini jika tidak tahu kuncinya akan terombang ambing oleh keadaan…. apalagi kita yang tiap hari berkutat pada masalah masalah… masalah atau problem tidak perlu kita risaukan karena dia berada di wilayah luar dari diri kita, nah orang kadang tidak memisahkan mana dunia dalam (fakta internal) dan mana kenyataan luar (fakta eksternal) sehingga yang terjadi adalah kekacauan…. seharusnya pisah ! antara luar dalam , permasalahan menjadi tidak bermasalah jika secara internal kita persepsikan positif, menerima, sabar, ihlas… nah untuk mencapai itu semua kadang juga orang tidak lewat jalan pintas … harus belajar sabarlah, harus belajar ihlas lah harus belajar menerima lah…. padahal ada cara yang paling praktis untuk mencapi itu semua yaitu dengan SYUKUR KEPADA ALLAH. syukur ini nanti akan menyelesaikan masalah kita.

rasulullah praktisi "the law of attraction" sejak lahir

sejak rasulullah lahir kemudian di susukan oleh seorang badui rasulullah sudah banyak mendatangkan rejeki bagi orang badui tersebut. air susunya saja tiba tiba melimpah, rejekinya menjadi lancar sehingga mengasuh rasul Muhammad ketika kecil menjadi berkah luar biasa …. rasul ketika bayi pun sudah menjadi gaya tarik yang luar biasa, ketika masih mudah dengan usia yang sangat belia Rasul sudah di dengarkan pendapatnya oleh kaum quraisy karena oleh kakeknya abdul mutholib Rasul begitu di banggakan dan diajak rapat besar kaum quraisy…. pancaran gaya tarik dan daya tarik inilah yang akhirnya beliau yang masih muda sudah mendapatkan gelar AL AMIN sebuah gelar yang luar biasa “dapat dipercaya”.

umat islam seharusnya demikian memiliki gaya tarik yang dapat memberikan manfaat kepada yang lain. bayangkan betapa hebatnya rasul…. baru lahir saja sudah memberikan manfaat bagi pengasuhnya. subhanallah….

memuji Allah di wilayah zero

wilayah zero… bukan wilayah yang mudah untuk dijangkau, tapi juga tidak mungkin untuk tidak di jangkau. wilayah ini dapat di jangkau melalui teknik berpikir yang benar, bagaimana teknik tersebut, jika kita sudah mampu mengarahkan pikiran kita kepada “sesuatu yang tidak bisa dipikir” maka kita sudah memasuki wilayah zero. misalnya kita mengarahkan diri kita kepada Allah yang maha luas…. berarti kita memasukinya dengan “maha” yang tidak bisa dibatasi oleh keluasan berpikir kita, jadi melampoi jauh bahkan tak terbatas dari pikiran kita yang pada akhirnya kita tidak bisa berpikir lagi karena luasnya melampaoi berpikir kita.
nah di wilayah inilah kita memuji Allah … sehinga kita benar benar memuji Allah. yaa rahman maka kita memuji Allah yang maha penyayang…. tentunya sayang Nya Allah tidak seperti apa yang kita pikirkan, jika masih kita pikirkan berarti kita membatasi kasih sayanNya ALlah, padahal disitu ada kata “Maha” yang bermakna “tidak bisa dibatasi pikiran”.
memuji Allah di wilayah ini akan membawa suasana yang kuat dalam kejiwaan kita. keyakinan yang terbentuk akan sayangNya Allah (dalam contoh tadi) akan membentuk kepribadian yang sangat kuat tertanam, karena alam pikirain yang terbentuk adalah UNLIMITED… sehingga kekuatannya yang dihasilkannya pun UNLIMITED..

KAMPANYE SEDEKAH

shalat center solo, mengkampanyekan sedekah seribu rupiah perhari dengan membagi bagikan kaos gratis bagi siapa saja yang berniat untuk bersedekah seribu rupiah perhari, sedekah seribu rupiah tersebut dapat diberikan kepada siapapun mis, pengemis, pengamen, atau yang lainnya, point penting dari sedekah ini adalah nilai istiqomahnya yaitu seribu rupiah perhari (tidak boleh di rapel misalnya 1 bulan bersedakah 30 ribu)
kampanye sedekah ini juga memberikan kesempatan bagi dermawan untuk ikut memberikan kaos yang kami sediakan, dengan sedekah 350 ribu dermawan akan mendapatkan 10 kaos dan satu kaos gratis, kaos tersebut bertuliskan motivasi bersedekah. kaos ini akan kami kirimkan ke tempat Bapak Ibu Dermawan setelah mentransfer uang ke

no rek : 1360012751 (bank syariah mandiri cabang 136 kantor kas Assalam)

An : Siti Zulaekah

baik untuk lebih jelasnya bisa telp panitia di SC solo yaitu mas Darsono : 085642100110

KAOS SEDEKAH
kaos sedekah untuk kampanye