Articles from April 2010

zero mind bukan tujuan dalam berspiritual

spiritual islam mengajarkan kita untuk berserah diri kepada Allah bukan untuk menuju zero mind, sebab ada pertanyaan mendasar jika kita tujuan akhir kita adalah zeromind…. yaitu “kalau sudah mencapai Zero Mind terus ngapain” kalau kita sudah mencapai kondisi zero terus kita mau apa? sebanrnya di wilayah zero ego kita berubah menjadi ego “kosong” bukannya hilang sama sekali…. ego kosong inilah yang dipercaya orang orang spiritualis bahwa dia telah mencapai titik tertinggi dalam berspiritual, padahal bukan, justru di wilayah ego “kosong” inilah kesombongan baru yang lebih besar, yang lebih angkuh dan lebih berbahaya (dari sisi akidah) muncul.

islam tidak mengajarkan untuk mencapai “ego kosong” ini, islam mengajarkan untuk berserah diri kepada Allah…. berserah hingga terbuka kedalaman ruhaniah kita dan berserah itu tidak berhenti karena memang berserah tidak ada titik berhentinya. jangan berhenti karena jika berhenti pada wilayah “ego kosong” maka kita sebenarnya sedang terhijab oleh kekosongan tadi….

ternyata marah bisa diatasi dengan bersyukur

saya marah dengan salah satu orang tua wisudawan yang kurang berakhlak dalam menyampaikan sambutan “orang tua wali mahasiswa” … kemarahan saya memuncak dan sayapun meninggalkan ruangan … ehhh dia masih saja berkata yang kurang sopan dan berakhlak dan melenceng dari seharusnya… akhirnya saya beri kode beliau untuk turun karena selain omongannya tidak pantas di depan publik juga waktu jumatan yang semakin dekat….

marah itu sangat terasa dalam hati…. dan saya harus keluar dari emosi. saya pun mencoba untuk “hanya” berterimakasih kepada Allah….dan sungguh di luar dugaan saya emosi bisa reda dan bisa anda bayangkan betapa leganya hati dan jiwa saya setelah saya dengan tulus berterimakaih kepada Allah.

bagaimana tentang wali mahasiswa tadi? saya limpahkan dia kepada Allah, biar Allah yang urus….. saya pun tambah plong dan tambah berterimakasih kepada Allah…..

sungguh syukur obat marah…, buktikan.

jangan mau diilhamkan jahat

Allah selalu mengilhamkan kepada kita yaitu ilham jahat dan ilham baik, jika mendapatkan ilham tidak baik (jahat) cepat cepat taubat dan tolaklah ilham jahat tadi dengan mengatakan “ya Allah jangan ilhamkan jahat pada diriku…” jadi setengan kita melawan.. tapi melawannya dengan memohon kepada Allah… dengan maksud agar ilham jahat tersebut menjadi ilham baik (taqwa).