Articles from May 2010

otak rasional yang membelenggu keajaiban

misalnya kesembuhan dari sakit, sebenarnya Allah tidak menghendaki sakit kita berkelanjutan namun karena terhalang oleh pikiran kita sehingga kehendak Allah untuk menyembuhkan menjadi ter BLOK oleh pikiran kita sehingga Allah mengabulkan apa yang kita pikirkan yaitu sakit yang berkepanjangan. otak rasional kita selalu menghalangi keajaiban yang diberikan Allah kepada kita, karena Allah terkadang memberikan kesembuhan kita secara ajaib….
otak rasional yang menghambat .. misalnya dengan menunggu nunggu keajaiban dari Allah , jelas ini adalah perbuatan otak yang selalu menghambat sebab “menunggu” menandakan bahwa kita tidak percaya kepada Allah. menunggu berarti kita menghalangi apa yang akan diperbuat oleh Allah, dan hasil dari menunggu keajaiban adalah pikiran negatif bahwa Allah tidak mengabulkan apa yang kita inginkan.
keajaiban berada di atas otak rasional jadi jangan pernah dipikirkan, jangan pernah otak merasionalkan keajaiban karena hal ini akan kontra produktif dengan miracle yang akan diturunkan Allah.
marilah kita mengenolkan segala ke bisa an kita … terutama gunakan cara ini ketika kita mengalami kebuntuan masalah. masalah yang buntuk sebenarnya adalah keterbatasan dari otak rasional kita karena jelas otak rasional tidak bisa memikurkannya… itulah keterbatasan otak kita…. maka mari kita loncat kepada sebuat kesadaran tak terbatas, kkesadaran luas.. kesadaran tak terpikirkan…… yaitu mengarahkan diri kepada Allah yang tidak bisa dipikirkan.. berserahlah diri kepada Allah dengan kesadaran ini maka Allah akan menyelesaikan masalah kita tanpa kita duga sekali lagi tanpa kita sangka…. subhanallah….masya Allah

jangan putus asa karena masih ada keajaiban

hidup ini penuh keajaiban, kata salah jamaah sholat khusyu di halaqoh fatimah pak anwar pada pertemuan senin lalu, bahwa setiap detik terjadi keajaiban, kelahiran seorang bayi dari perut ibunya adalah keajaiban. kenapa kita ini kadang mencemaskan hiidup ? inilah bisikan syetan, sebab selama masih ada Allah…….. kita tidak perlu cemas dan khawatir karena Allah lah sang maha ajaib Dialah yang memberikan keajaiban yang setiap saat terjadi.

keajaiban adalah kehendak Allah yang  biasanya keajaiban ini kita persepsikan sesuatu yang anehm tidak lazim terjadi dan menguntungkan untuk kita, misalnya kita mengalami suatu masalah dan masalah itu seperti tidak ada solusinya maka ketika kita mednapatkan solusi “tak disangka” maka itu dikatakan keajaiban.

putus asa dapat menutup solusi ajaib, jadi apapun masalahnya sebaiknya jangan berputus asa karena akan menutup solusi ajaib yang diberikan Allah. tetaplah bersyukur karena syukur adalah doa yang paling mustajab  yang akan membuka pintu ajaib dimana syukur ini menghilangkan ke putus asaan.

siti hajar pun menggunakan ilmu nekad

ketika siti hajar berpegangan suami (nabi ibrahim) maka keyakinan itu ada pada suaminya …. tapi ketika suami meninggalkan siti hajar sendiri di padang pasir nan tandus…. tidak bisa lagi dia mengandalkan nabi ibrahim… maka turunlah malaikat.. untuk mengingatkan siti hajar agar bergantung kepada Allah… maka disaat itu juga siti hajar menggantungkan diri kepada Allah …
apa kenekadan siti hajar? kenekadan iyalah lari ke shafa dan marwah bolak balik berulang 7 kali…. (logikanya 1 kali sj selesai) nah prinsipnya Siti Hajar saat itu adalah Allah pasti membantu, Allah pasti memberikan jalan keluar… pokoknya Allah ..pokoknya Allah…. dan ulangan yg ketujuh … nabi ismail atas ijin Allah di bawah kakinya mengeluarkan air…. subhanallah… ajaib, miracle, ghoib…. laa ilaha ilallah…..

syarat nekad….

untuk menambah akselerasi hidup orang harus berani nekad, kenekadan kenekadan banyak dicontohkan oleh orang orang besar … sukarno nekad memproklmirkan indonesia dengan segala keterbatasannya… bendera merah putih saja pada waktu itu dijahit sendiri oleh istri Sukarno. para wali yang tiba di jawa pun demikian … beliau beliau dengan “nekad” hijrah dari hadramaut, dari india, dari china untuk berdakwah ke jawa…. luar biasa.. kenekadan beliau. dengan kenekadan beliau beliau inilah akselerasi hidup beliau beliau mencuat dengan cepat. hidup mereka menjadi sangat mulia, hidup mereka menjadi tinggi di sisi Allah. Nekad memang membawa berkah yang luar biasa. hidup manusia jika tidak nekad maka tidak akan mengalami percepatan atau akselerasi.
namun nekad para auliya tadi tidak sekedar nekad, beliau beliau memiliki sandaran dan keyakinan yang kuat, yaitu keyakinan kepada Allah, sandaran kepada Allah. kekuatan inilah yang membuat beliau berani mengarungi samudera…
mari kita sekarang gali hidup ini apa apa yang membuat hidup kita lebih baik… ternyata kenekatan kitalah yang membuat perubahan dasar dalam perjalanan hidup.
syarat nekad yang paling utama adalah karena keyakinan kita kepada ALlah bahwa Allah mengabulkan apa yang kita nekad kan. misalnya kita hendak mengambil studi S3 atau PhD, maka mohonlah kepada Allah…. jika Allah mengabulkan pasti hati kita diberikan keyakinan yang kuat untuk bisa menjalani studi tersebut. nah jika sudah yakin nekadlah dengan berbuat apa apa yang bisa diperbuat untuk menuju ke arah S3 tersebut. halangan pasti ada karena itulah pembuktian awal dari sebuah keyakinan tadi.
demikian sebaliknya jika kita hendak menginginkan sesuatu namun tidak yakin dengan sesuatu tersebut maka janganlah nekad… karena satu tanda Allah tidak ridlo adalah tidak adanya keyakinan dalam diri kita bahwa Allah tidak membantu…
jika nekad menjadi bagian manis dalam hidup kita maka hidup kita akan berubah drastis (revolusi) bukan evolusi.

Materi Pelatihan membayar Hutang

berikut saya tuliskan beberapa materi yang akan saya sampaikan dalam pelatihan membayar hutang pada tanggal 24 juni 2010 yang bertempat di Padepokan patrap.
1. Problematika hutang : memahami dinamika psikologis hutang, stress yang ditimbulkannya dan beberapa solusi ringan terkait dengan stress hutang
2. Dampak hutang : membahas dampak berhutang baik dari sisi positifnya maupun negatifnya
3. brainstorming tentang mengatasi masalah hutang dari masing masing peserta sehingga bisa menjadi model bagi peserta lainnya tentunya dibahas kelebihan dan kekurangannya
4. solusi spiritual untuk membayar hutang : merupakan solusi alternatif bagaimana mengatasi hutang dengan berspiritual
5. solusi spiiritual (2) mengenal diri sejati
6. solusi spiritual (3) mengenal Allah, perbuatan Allah dan sifat Allah dalam kehidupan terutama dalam hal “hutang”
7. laku spiritual dengan metode “siti hajar” untuk memunculkan miracle atau pemecahan “tak disangka”
8 praktek
9 evaluasi

Pelatihan membayar hutang

Miracle adalah suatu kejadian yang di luar nalar, untuk mendapatkan ini tentunya ada kondisi dan prasyarat tertentu yang harus dipenuhi. Hutang yang menumpuk membuat seolah olah tidak ada jalan keluar lagi dan sepertinya tidak akan selesai, orang kadang berpikir ”sampai kapan hutang ini berakhir”. Pemikiran ini sangat logis karena bagaimana mungkin bisa membayar hutang dengan ; gaji 2juta untuk bayar hutang 1,5 juta yg 5 ratus habis untuk biaya hidup. Seperti kalimat pertama bahwa miracle (keajaiban) dapat kita tempuh asal kita memiliki beberapa syarat dan ketentuan. Solusi saya untuk memecahkan masalah ini adalah dengan berspiritual yang saya beri nama dengan ”Solusi Spiritual Siti Hajar”. Yang pada intinya bahwa seorang Siti Hajar ditengah gurun dapat memunculkan miracle karena keteguhannya kepada sang pencipta dan sang berkehendak.

Pelatihan ini saya peruntukkan bagi mereka yang memiliki hutang yang sudah dalam keadaan terjepit, terlilit dan tak mampu dilunasi dengan akal rasional. (bagi yang tidak berhutang atau hutangnya masih bisa teratasi tidak kami perkenankan untuk mengikutinya)

Pelatihan ini gratis.

Tempat pelaksanaan di padepokan patrap di Rt 2 Rw 1 gumpang kartasuran Solo.

Hari pelaksanaan : kamis 24 juni 2010 dari Jam 08.00 hingga Dluhur

Pendaftaran dapat menghubungi sekretariat shalat center solo atau menghubungi saudara Irwan 0271 9183108

Dalam pelatihan ini kami tidak dapat menanggung apakah setelah mengikuti pelatihan hutang terlunaskan, kami hanya memberikan sikap sikap spiritual yang dapat membukakan pintu pintu rizki dan pintu pintu terselesaikannya masalah hutang yang sedang dihadapi.

Pembebasan diri dari guru spiritual

berspiritual mengandung makna bahwa kita membebaskan diri dari ikatan apapun, yang namanya laku spiritual adalah laku dimensi spiritual kita untuk tidak bergantung kepada yang lain selain Allah. pembebasan diri ini menjadi syarat mutlak untuk menuju kepada “laa ilaha ilallah”. dimensi spiritual tidak boleh terikat sehingga bisa menghambat perjalanan ruhaniah kita. pelepasan ini bak burung merpati yang terbang bebas… tidak tergantung lagi kepada majikannya. dalam berspiritual jika tergantung selain Allah maka akan menjadi hijab atau penghalang, termasuk dalam hal ini adalah guru spiritual.
guru spiritual memang diperlukan terutama untuk mengisi kawruh karena kawruh juga memegang peranan penting … nah namun setelah kawruh cukup maka selayaknya mulai murid meninggalkan ssecara spiritual guru nya untuk terbebas menuju ke Allah.
di beberapa laku spiritual seperti kaum tarekat ada ketakutan bahwa jika kita menuju ke Allah secara mandiri maka syetan yang akan membimbing…. alasan ini sebenarnya tidak tepat. bagaimana mungkin kita dengan ihlas menuju ke Allah kemudian Allah membiarkan syetan mengajari kita…. atau Allah menyesatkan kita. keteguhan dan keihlasan ke Allah lah yang akan menjaga kita untuk berspiritual.
beberapa murid yang belajar spiritual saya amati masih sangat tergantung dengan guru spiritual… pada sang guru spiritual tadi sudah menegaskan bahwa guru sejati adalah Allah maka BERGURULAH KEPADA ALLAH, jangan berguru kepada siapapun termasuk saya (guru spiritual tadi). namun ilmu ini atau ajaran ini sangatlah sulit dijalankan. kebanyakan, tetap saja sang murid bergantung kepada sosok guru spiritual….
pelajaran melepas guru spiritual ini bukan masalah etis atau tidak etis, bermoral atau tidak bermoral, tapi ini adalah ketegasan seorang salik yang berjalan menuju ke Allah…..
kalaupun guru itu tetap mengajarkan ya itu tanggung jawab beliau dan kitapun tetap hormat kepada beliau namun secara spiritual kita harus terbebas dari itu semua.
untuk bisa terbebas seorang murid harus benar benar mandiri …. karena murid harusnya tahu… kalaupun tidak sekarang nantipun sang guru akan meninggalkan kita.. jadi sejak sekarang seharusnya sudah harus belajar kepada Allah, gurunya Allah, …
terus bagaimana peranan guru spiritual dalam hal ini, jelas masih sangat penting, orang yang berspiritual baik guru maupun murid energinya akan selalu bersinergi. energi akan mengalir dari guru ke murid melalui jalinan kasih sayang dari guru dan penghormatan yang dalam dari sang murid… dengan sikap seprti ini ilmu akan barokah dan akan mengalir meski murid dan guru tidak bertatap muka secara langsung… (kalau bertatap muka tentunya daya yang bersinergi akan semakin besar).
pelepasan diri dari guru spiritual ini memang memerlukan syarat dan ketentuan… biasanya guru paham betul dalam hal ini kapan harus meninggalkan murid (menyapih) muridnya agar murid bisa mandiri ke Allah… (inilah guru spiritual yang mumpuni, tidak egois) atau secara tidak disadari guru, Allah mengatur kejadian kejadian interaksi guru-murid sehingga si murid bisa sadar bahwa Allah lah yang patut menjadi Guru bukan guru spiritual.
dalam proses penyapihan (pelepasan) guru ini biasanya murid mengalami goncangan emosional dan spiritual yang kuat, karena ada perubahan keadaan yang diterima si murid. untuk itu murid harus benar benar dewasa dalam berspiritual sehingga bisa lulus dalam ujian ini. tapi saking beratnya ujian ini sehingga banyak yang gagal dan akhirnya keluar dari jalan spiritual…..
untuk melakukan pembebasan ini sebaiknya kita tetapkan bahwa guru saya adalah Allah…. sedangkan guru spiritual adalah sahabat tua yang merupakan sahabat seperjalanan menuju ke Allah yang lebih dulu dan lebih senior….menerima pelajaran apapun yang diberikan kepada kita dari guru spiritual… jangan suudzan kepada guru spiritual, jangan melawan, jangan menentang (jika tidak cocok dengan kelakuannya menghindar saja atau diam)… hadiahkan fatihah kepada sahabat tua kita yang telah memperkenalkan kita kepada Allah…..selalu bertanya kepada Allah, meminta ijin kepada Allah, bergantung kepada Allah dalam setiap aktivitas….

beda ahli agama dengan orang beragama

jelas beda antara ahli agama dengan orang yang menjalankan agama atau orang beragama. seorang ahli agama adalah mereka yang betul betul mengetahui seluk beluk agama misalnya hadisnya hafal… qurannya hafal… bahkan tafisr ini tafsir itu dia hafal betul… sampai sejarahnya turunnya tiap ayat sangat hafal di luar kepala…. fiqh dia hafal dari berbagai madzhab…. diundang sana sini untuk berbicara masalah agama. masalah quran,, hadis…. mengajar tajwid dan seterusnya dan seterusnya. mereka lah ahli agama yang kalau berdiskusi mengajak debat sampai subuh pun dijalani… setelah subuh samapi magrib pun di lakoni…. itulah ahli agama.  tapi mereka sebatas ahli… sebatas tahu, sebatas ngerti, sebatas knowledge….. nah ahli agama ini belum tentu dia menjadi orang beragama, misalnya dia tahu tapi tidak mengamalkan, tahu sabar tapi tidak sabar, tahu menuduh orang negatif itu tidak baik.. masih saja dilakukan, mereka tahu menyalahkan orang sana sini, bahwa orang itu kafir, orang itu syirik…dll itu tidak baik masih saja hobinya menyalahkan sana menyalahkan sini… membidahkan kemlompok ini kellompok itu… dan seterusnya. seolah oleh banyak nya pengetahuannya tentang agama membuat dia / mermeka terjebak dalam kesombongan intelektual, kesombongan ilmu…. yang terwujud dalam suka debat, suka menyalahkan tapi dia sendiri pengalaman agamanya minim atau bahkan nol.

tipe tipe ahli agama ini kalau dia menjalankan sholat karena dalam fiqhnya disuruh sholat…. ini memang kelihatannya benar namun akan sangat berbahaya …. coba… kita cermati … dia nanti akan sholat sekedar sholat, sholat tanpa makna, sholat tanpa rasa..

sangat berlainan dengan orang bergama , orang beragama ini dalam menjalankan agamanya dia sangat paham kenapa Allah memerintahkan dia sholat, kenpaa Allah memerintahkan dia puasa…. sehingga argumen kenapa Allah inilah yang menjadi landasan kuat bagi dirinya untuk menjalankan seluruh ibadah dan seluruh amal kebaikan seperi yang diperintahkan Allah dalam Quran dan hadis.

menuhankan quran hadis lebih dari menTuhankan Allah

Dalam quran dan hadis kita diperintahkan Allah untuk menuhankan Allah bukan menuhankan Quran dan hadis. Ingat bahwa quran dan hadis bukan lah Allah atau bukan lah Tuhan, jadi tidak sepantasnya kita menempatkan quran dan hadis pada level tuhan. Tulisan ini mungkin agak mengagetkan kita, namun ini adalah kenyataan yang harus saya sampaikan karena jika ini terus menerus terjadi akan menyebabkan salah arah dalam beribadah (ingat juga makna ibadah, ibadah adalah mengabdi kepada Allah bukan yang lain). Apa salah arah dalam beribadah, jika kita menuhankan quran dan hadis… lebih dari men Tuhan kan Allah…sholatnya sekedar bacaan dan gerakan saja tidak menyertakan Allah sebagai Dzat yang di sembah dalam Sholat, dzikirnya sekedar amalan wiridan saja yang lupa terhadap Allah, puasanya sekedar menahan lapar dan haus saja tanpa mempedulikan bahwa puasa adalah jalan menuju kesucian menuju Allah, baca Al quran ya sekedar baca saja seperti baca novel …. tanpa ada ingatnya kepada Allah…. jadi intinya beribadah dengan “meninggalkan Allah” ….ini merupakan cerminan jelas bahwa kita menuhankan perintah Al Quran bukan men Tuhankan Allah.
Sekarang mari kita bahas seandainya kita menTuhan kan Allah maka kita akan memahami bahwa Allah memerintahkan dalam bentuk Quran dan Hadis…. kita mengikuti petunjuk quran dan hadis dengan tetap menTuhankan Allah. Kita sholat dengan tetap menTuhankan Allah yaitu sholat kita mengingat, memuja, menyembah, meminta, bersujud kepada Allah. Jika kita baca kita Al Quran maka ingatan kita adalah apa yang kita baca adalah kalam Ilahi bukan tulisan al quran … (wahyu) . dengan demikian kita tidak akan tersesat kepada yang bukan Allah
Sesuatu yang bukan Allah janganlah kita tuhankan, yang wajib kita Tuhankan hanyalah Allah. Secara tegas menuhankan selain Allah adalah syirik yang harus kita hindari. innani anallah laa ilaha ila ana fa’budni….

kenapa "jodoh"

suami -istri, mungkin kita yang sudah berkeluarga tidak menyangka akhirnya dia menjadi suami atau istri kita. sesuatu yang susah dijelaskan menggunakan logika, misalnya kenapa saya tertarik dengan dia? apanya yang membuat saya tertarik? kenapa saya mencintai dia kok bisa? lha terus … kenapa juga aku mau menikah dengan dia…. kok ya orang tua pada setuju, bahkan seolah olah mendorong dorong untuk segera menikah, kenapa juga seolah olah (mungkin beneran) lingkungan dan alam semesta mendukung… meski banyak rintangan kok ya saya mudah saja melaluinya …
jodoh tidak begitu saja … tapi merupakan proses sejak kita kanak mungkin sejak kita bayi dan terus menerus hingga dewasa. sekarang mari kita tinjau masalah jodoh ini dari sisi lain (bukan dari takdir), coba kita fllashback atau melihat masa lalu kita, ternyata ketertarikan dengan suami atau istri kita yang sekarang adalah kumluatif dari sekian banyak pengalaman yang mengisi alam bawah sadar kita. coba kita lihat lebih dalam mengapa kita menyukai kesederhanannya, ketawanya, senyumnya, wajahnya, keluarganya, dst dst dst… itu semua merupakan cerminan alam bawah sadar kita yang “mendambakan” sosok orang sebagai pemenuh atau sebagai pelengkap dari sejumlah alam bawah sadar kita.
mungkin kita heran mengapa tidak semua orang menyukai wanita cantik, atau pria ganteng, tidak semua orang menyukai kulit putih atau malah dia sangat memyukai gadis yang hitam legam… pendek agak gendut… dia bisa membayangkan indahnya memiliki pasangan yang demikian…
keinginan dengan lawan jenis sangat tergantung sekali dengan masa lalu… inilah yang menjadi alasan kenapa cantik atau ganteng itu subjektif. secara nyata kita melihat orang kulit hitam (black) menyukai dengan orang yang kulitnya hitam padahal kita yang kulitnya sawo matang mungkin melihatnya saja sudah “bagaimana”….
kenapa Jodoh… Allah maha adil … jika semua orang menyukai orang cantik.. atau orang ganteng pasti kerepotan.. itu orang cantik dan ganteng tersebut.
kesimpulan saya kenapa berjodoh… bahwa alam bawah sadar kita merupakan kumpulan dari berbagai macam pengalaman sehingga pillihan jatuh pada 1 orang dari sekian juta pilihan, yang tidak logis dan tidak rasional jika kita ditanya “kenapa memilih dia”…. oke mari kita diskusikan…