Articles from September 2010

salafi bukan sekte baru

salafi bukanlah sekte dan bukanlah aliran baru dalam islam. Salafi ada sejak dahulu kala. gerakan ini mengikuti 3 generasi pertama setelah rasulullah yaitu para sahabat, thabiin dan thabi thabiin.
namun sekarang ini sudah terjadi penyempitan makna salafi yang mana sekarang ini salafi diidentikkan dengan partai PKS, Bercadar dan berjilbab besar, bercelana “cekak”, dan identitas lainnya.
sebelum saya mengenal salafi ternyata sewaktu belajar di Pondok pesantren mlangi jogja mereka juga menyebut dirinya salafi namun dengan tambahan es salafy… saya saat itu belum paham kenapa ada salafi dan esaalafi… ternyata meski sama sama menganut paham kembali kepada generasi awal namun caranya berbeda yang satu berbasis pergerakan yang satu berbasis pondok pesantren. yang satu sangat kuat dalam memberantas bidah bidah versi mereka yang satu malah menjalankan bidah bidah yang dituduhkan dengan berdalih bahwa tuduhan itu tidak berdasar yang jelas….
untuk yang sekarang ini saya berprinsip bahwa salafi bukanlah suatu sekte jadi sah sah saja saya menjadi seorang salaf dengan cara saya sesuai persepsi saya tentang rasululah dan para sahabatnya serta generasi awal berikutnya. saya tidak akan mengarahkan salafi dengan celana cekak atau salafi yang satunya tadi. …

melejitkan potensi dengan puasa sunah

menurut pak jaya setiabudi potensi itu akan muncul jika kita terdesak maka beliau menyebut dengan istilah the power of kepepet…  nah puasa membuat kita terdesak.. misalnya disaat kita harus bekerja ekstra di siang hari, tubuh kita lemas, lapar, dan haus bahkan ngantuk yang tak tertahankan nah kondisi seperti ini adalah kondisi terdesak atau kepepet maka hal ini merupakan kesempatan bagi kita untuk melejitkan potensikita yaitu potensi ke Ruh anian yaitu dengan cara menguatkan keihlasan kita menjalankan atau menyelesaikan pekerjaan kita.

mendekatkan diri dengan sholat tahajud

untuk lebih membersihkan niat kita dalam bertahajud coba jangan mencampuri dengan niat lain seperti agar bisa ini, agar bisa itu, agar seperti ini atau agar bisa seperti itu….. maksudnya membersihkan tahajud kita hanya untuk bersujud dan mendekatkan diri kepada Allah.

dan satu hal lagi jangan sombong jika tahajud misalnya dengan merasa bahwa “ah.. aku bersujud ketika yang lain tertidur….” karena kesombongan ini jika tidak kita hilangkan akan mengakibatkan nilai tahajud kita akan berkurang.