Articles from October 2010

siapa yang melihat dan siapa yang mendengar

mau nekat nekat kan ke Allah… syarat nya harus siap … karena yang melihat dan yang mendengar nantinya bukanlah kita… kalau sudah siap menerima ini mari saya ajak untuk nekat ke Allah
kepasrahan diri akan berujung kepada ketiadaan… danhilangnya persepsi tentang apa yang kita tuju yaitu Allah.. nah lakukan kepasrahan hingga merasakannya. maka yang mendengar Dia lah yang maha mendengar, maka yang melihat adalah Dia yang maha melihat.. dan yang berkata adalah Dia yang Selalu Berfirman……

1000 masker motif batik untuk warga merapi

Shalat center solo yang diwakili oleh Ibu Ary (dan dari Ibu Ay juga…) menyumbangkan 1000 masker bermotif batik khas solo, semoga motif batik ini menjadikan suasana berbeda …. paling tidak mengurangi kejenuhan dari masker konvensional yang berwarna putih… dan tentunya manfaat utamanya adalah untuk melindungi pernafasan….terimakasih Bu Ary… Jzk

1000  masker batik
sumbangan dari shalat center solo

sebuah keteguhan dari Mbah maridjan

merapi tak dapat mengalahkan keteguhan jiwa mbah Maridjan, meski jasad beliau terkalahkan oleh “wedhus gembel” awan panas dari gunung merapi namun jasad itu bukanlah mbah maridjan. mbah maridjan bukanlah jasad sehingga boleh saja kalah dengan Merapi tapi jiwa mbah maridjan tetap menjadi Jiwa yang memenangkan yaitu keteguhannya, hingga akhirnya beliau sujud yang diikuti oleh jasad yang terbakar … kemenangan itu adalah kesujudan beliau kepada yang Maha Kuasa Allah Ta’ala. Jiwa beliau menjadi kuat tat kala beliau bersujud berserah diri kepada Allah…. benar kata beliau “.. umur ada di tangan Tuhan..”

keteguhan jiwa yang bagi sebagian orang dianggap “tidak waras” dianggap “ngeyel” jelas jelas gunung merapi akan meletus masih saja berada di atas gunung. tidak waras nya mbah Maridjan adalah tidak warasnya orang yang mempertahankan keteguhan dan kepasrahannya kepada Allah… mungkin mbah Maridjan pun menganggap kita ini juga tidak waras karena kurang yakinnya kita kepada Allah… kenapa takut kepada merapi …. kalau sudah berasama Allah kenapa harus turun dari gunung?…..

sebuah keteguhan jiwa yang harus kita contoh…. orang beriman seharusnya seperti mbah maridjan… nekat tapi dengan Iman yang kuat, lihat saja jasad mbah maridjan yang meninggal dengan posisi sujud tatkala hawa panas gunung merapi menghampirinya.. sebuah kerelaan diri untuk dipanggil sang maha kuasa ketika kepasrahan diri menjadi prinsip hidup “kenapa takut dengan wedhus gembel (hawa panas)”

 

juru kunci gunung merapi
mbah maridjan

 

foto mbah maridjan ketika ditemukan meninggal dunia
mbah maridjan bersujud

mari kita doakanbeliau sang maestro gunung merapi… al fatihah….