siapa yang melihat dan siapa yang mendengar

mau nekat nekat kan ke Allah… syarat nya harus siap … karena yang melihat dan yang mendengar nantinya bukanlah kita… kalau sudah siap menerima ini mari saya ajak untuk nekat ke Allah
kepasrahan diri akan berujung kepada ketiadaan… danhilangnya persepsi tentang apa yang kita tuju yaitu Allah.. nah lakukan kepasrahan hingga merasakannya. maka yang mendengar Dia lah yang maha mendengar, maka yang melihat adalah Dia yang maha melihat.. dan yang berkata adalah Dia yang Selalu Berfirman……

1000 masker motif batik untuk warga merapi

Shalat center solo yang diwakili oleh Ibu Ary (dan dari Ibu Ay juga…) menyumbangkan 1000 masker bermotif batik khas solo, semoga motif batik ini menjadikan suasana berbeda …. paling tidak mengurangi kejenuhan dari masker konvensional yang berwarna putih… dan tentunya manfaat utamanya adalah untuk melindungi pernafasan….terimakasih Bu Ary… Jzk

1000  masker batik

sumbangan dari shalat center solo

sebuah keteguhan dari Mbah maridjan

merapi tak dapat mengalahkan keteguhan jiwa mbah Maridjan, meski jasad beliau terkalahkan oleh “wedhus gembel” awan panas dari gunung merapi namun jasad itu bukanlah mbah maridjan. mbah maridjan bukanlah jasad sehingga boleh saja kalah dengan Merapi tapi jiwa mbah maridjan tetap menjadi Jiwa yang memenangkan yaitu keteguhannya, hingga akhirnya beliau sujud yang diikuti oleh jasad yang terbakar … kemenangan itu adalah kesujudan beliau kepada yang Maha Kuasa Allah Ta’ala. Jiwa beliau menjadi kuat tat kala beliau bersujud berserah diri kepada Allah…. benar kata beliau “.. umur ada di tangan Tuhan..”

keteguhan jiwa yang bagi sebagian orang dianggap “tidak waras” dianggap “ngeyel” jelas jelas gunung merapi akan meletus masih saja berada di atas gunung. tidak waras nya mbah Maridjan adalah tidak warasnya orang yang mempertahankan keteguhan dan kepasrahannya kepada Allah… mungkin mbah Maridjan pun menganggap kita ini juga tidak waras karena kurang yakinnya kita kepada Allah… kenapa takut kepada merapi …. kalau sudah berasama Allah kenapa harus turun dari gunung?…..

sebuah keteguhan jiwa yang harus kita contoh…. orang beriman seharusnya seperti mbah maridjan… nekat tapi dengan Iman yang kuat, lihat saja jasad mbah maridjan yang meninggal dengan posisi sujud tatkala hawa panas gunung merapi menghampirinya.. sebuah kerelaan diri untuk dipanggil sang maha kuasa ketika kepasrahan diri menjadi prinsip hidup “kenapa takut dengan wedhus gembel (hawa panas)”

 

juru kunci gunung merapi

mbah maridjan

 

foto mbah maridjan ketika ditemukan meninggal dunia

mbah maridjan bersujud

mari kita doakanbeliau sang maestro gunung merapi… al fatihah….

kesulitan hidup tidak akan mendatangkan kebahagiaan

“Tuhanku, Kini ku mengerti, aku menjadi jiwa yang damai, bukan karena aku berhasil memadamkan semua kontradiksi di dalam diriku, tetapi karena aku justru menggunakan kegelisahan hatiku untuk menjadikanku lebih sabar dan lebih mengerti maksud di balik kesulitan yang kau hamparkan sebagai jalan naikku. Tuhanku, Aku mohon Engkau mendamaikanku, atau menggelisahkanku dengan kesulitan yang memuliakanku. Amien”

demikian penggalan doa dari seorang motivator…. saya sangat tertarik dengan kalimat terakhir yaitu dengan memohon kepada Tuhan agar “didamaikan hatiku”, namun ada kalimat yang menyertainya yaitu “dengan kesulitan”. baik menurut hukum pikiran bahwa apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi, dalam kalimat “dengan kesulitan” penggalan kalimat ini bertolak belakang dengan keinginan orang tersebut dalam berdoa yaitu menginginkan kebahagiaan.

baik, kalau saya, maka sebelum berdoa sesuatu yang “sulit” harus kita ubah menjadi positif misalnya dengan “pelajaran hidup”, “tantangan hidup” atau kalimat kalaimat lainnya yang lebih positif. sehingga apa yang diucapkan dalam doa akan sejalan dengan pikiran dari apa yang sedang dihadapi.

merubah pikiran seperti apa yang kita inginkan

orang kadang tidak peka dengan apa yang diinginkannya, orang ingin kaya tapi yang dipikirkan miskin terus, orang ingin melunasi hutan yang dipikirkan nya hutang terus.. orang ingin sehat yang dipikirkan sakit terus…, orang ingin sholat nyakhusyu yang dipikirkan khusyu itu sulit, orang ingin anaknya sholeh tapi yang dibicarakan anaknya nakal teruuss….

sekarang apa yang kita pikirkan itulah yang terjadi, maka sebaiknya jangan berpikir apa yang tidak kita inginkan tapi berpikirlah apa yang kita inginkan sehingga kenyataan hidup ini akan selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. kita ingin kaya kita berpikir kaya maka yang kita dapatkan adalah rejeki yang berlimpah, kita ingin sehat yang kita pikirkan adalah kesehatan prima dalam diri kita sehingga kita akan mendapatkan kesehatan, kita ingin anak kita sholeh yang kita pikirkan adalah anak kita cerdas dan sholeh maka yang kita dapat kan adalah anak anak kita yang baik dan menurut kepada kita serta mau menjalankan ibadah dengan baik. ..

langkah pertama untuk merubah pikiran adalah menyadari sekecil kecilnya pikiran pikiran apa yang selalu bertentangan dengan keinginan kita, catatlah kemudian rubahlah semua yang tidak sesuai dengan keinginan tersebut menjadi sesuai dengan keinginan.

contoh nya sangat sederhana.. misalnya kita punya mobil tahun 93 … masih bagus.. tapi ketika kita dijalan bertemu dengan mobil tahun 2005 yang model dan karakter mobilnya kita sukai dan kita ingin maka langsung saja pikiran kita arahkan untuk memilikinya yaitu dengan berdoa kepada Allah, ya Allah saya ingin mobil itu rasakan bagaimana memilikinya seperti sang pemilik mobil tersebut memilikinya.. dan jangan berpikir tentang “ah ada ada saja”, “ah mana mungkin..” kata kata atau pikiran seperti ini melawan keinginan kita .

yang penting adalah selaraskan keinginan kita dengan pikiran kita, tidak mungkin kita berkeinginan negatif, dalam diri manusia ada “BASHIROH” yang tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik, dia selalu menuntun kita untuk memilihyang terbaik maka jalankan pikiran kita sesuai dengan keinginan yang memiliki sifat bashiroh dan fitrah. mana ada orang yang berkeinginan rumah jelek, mana ada orang yang ingin sakit, mobil jelek, mana ada orang yang menginginkan anaknya nakal.. dan seterusnya. pasti kita ingin yang lebih baik karena itulah fitrah kita. dan Allah pun menghendaki demikian yaitu hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan itulah ciri ciri orang yang beruntung.

Allah tidak akan merubah suatu kaum jika kaum itu tidak merubah dirinya, apa yang di rubah dalam dirinya yang dirubah dalam dirinya adalah pikirannya dulu jika pikiran sudah sesuai dengan keinginan maka Allah akan mewujudkannya.

saya pagi ini menginginkan hari hari ini nanti di liputi dengan keceriaan, mengajar dengan penuh semangat dan mahasiswa saya antusias dengan perkuliahan saya. saya pun berpikir demikian … ya Allah ceriakan hidup saya, bahagiakan hidup saya, ….. terimakasih ya Allah…..

lebih mudah syukur dari pada sabar

kalau nggak percaya boleh di coba, sekarang coba sabar… nah sulitkan.. tapi coba syukur nah,,,…. mudah kan, padahal syukur dengan sabar lebih tinggi tingkatannya syukur, kalau syukur sudah mesti sabar kalau sabar belum tentu syukur….. jadi kenapa repot repot dengan sabar lebih baik langsung syukur saja. syukur kepada Allah tentunya, tak perlu perhatikan apa yang diberikan Allah peduli amat dengan pemberian Allah yang penting syukur dan syukur.

ihlas karena apa?

setiap pekerjaan yang kita lakukan asal dilakukan dengan ihlas maka akan menghasilkan suatu kekuatan yang besar. seorang ibu yang ihlas menggendong anaknya karena anaknya maka dia akan kuat dalam menggendong bahkan mengalahkan kekuatan suaminya dalam menggendong anak, orang yang mengabdikan dirinya demi bangsa dan negara… yang bekerja ihlas karena bangsa dan negara maka apapun dilakukan untuk bangsa dan negara… seorang pekerja yang bekerja ihlas bekerja karena uang maka dia akan kuat bekerja siang dan malam…

sekarang yang menjadi pertanyaan adalah seseorang melakukan suatu pekerjaan didasarkan atas ihlas karena apa? karena keluarga, karena kekasih, karena uang, karena bangsa dan negara atau karena Allah. jika karena Allah maka suatu pekerjaan yang kita lakukan tidak akan berhenti kepada sesuatu selain Allah, tapi jika kita bekerja karena bukan Allah misalnya karena uang maka kekuatan bekerja akan berhenti kepada uang, jadi jika uang tidak didapatkan dalam bekerja maka akan muncul kecewa. demikian pula ihlas karena keluarga, ihlas karena bangsa dan negara .. atau ihlas kepada yang lain.

dalam agama yang dimaksud dengan ihlas adalah ihlas karena Allah. ihlas ini mengiringi niat dan niat mengiringi perbuatan kita.