Articles from February 2011

Freedom from Self (2)

pembebeasan diri yang kedua adalah pembebasan diri dari emosi, setelah anda melakukan patrap atau silatun atau apalah namanya maka bertemu dengan keadaan pikiran… ketika kita bisa melewati keadaan pikiran maka kita akan memasuki alam perasaan. perasaan ini merupakan sensasi emosi seperti rindu, cinta bahagia, dan lain sebagainya. Emosi cinta, rindu ┬ádan bahagia kadang bisa mengganggu perjalanan kita menuju ke Allah, untuk harus kita bebaskan diri kita dari emosi emsoi yang menghijab tersebut. memang pada awalnya cinta dan rindu kepada Allah bisa menjadi motivasi besar untuk tetap bersama Allah namun dalam tahap tertentu ketika kita menghadap Allah dengan sebenarnya kita harus bisa meninggalkan emosi emosi tersebut selanjutnya mengalami berTuhan tanpa dipengaruhi oleh emosi. kata ustad Abu sangkan kita harus bisa berada di atas rasa . dalam terminologi tasawuf wilayah ini disebut dengan baitul muqoddas jadi rumah yang berisi alam alam emosi dan perasaan

jadi kalau patrap ataupun silatun ataupun dzikir, capailah keadaan sampai benar benar kita berada diatas rasa kita.

cara melatih nya cukup sederhana, datangilah tempat tempat yang mengajarkan silatun syukur syukur bisa langsung menggunakan metode patrap. sehingga bisa langsung merasakan dan membedakan mana alam pikiran dan mana alam rasa .. untuk selanjutnya terus melanglang terbebas dari alam pikiran dan perasaan

Freedom from Self (1)

Sesi pertama pembebasan dari diri saya awali bagaimana kita membebaskan diri dari pikiran kita.  ketika perjalanan menuju ke Allah maka halangan pertama adalah membebaskan diri kita dari pikiran, misalnya bayangan, lintasan pikiran, pindah ke pikiran lain. nah perjuangan pertama untuk kembali kepada Allah adalah adanya ikatan dari pikiran kita yang menarik kita untuk mengikuti apa yang ada dalam pikiran kita. untuk itu kita harus tahu kalau sudah tahu maka tinggal kita perjuangkan bagaimana bisa lurus menghadap Allah.

pengalaman pertama untuk bisa datang ke Allah biasanya terbentur oleh berkacemuknya pikiran; yang ingat masalah lah, yang ingat hutang lah, yang ingat dosa lah, dan seterusnya. cara paling praktis adalah :

  1. Tidak menghiraukan semua pikiran (diabaikan)
  2. Meninggalkan semua pikiran untuk miraj ke Allah
  3. Tetap bersikap tenang

Saatnya Quran di Jalankan

Sudah bukan jamannya lagi quran di bahas terus menerus …kapan menjalankannya???? sudah banyakilmu tafsir, sudah banyak pengajian tafsir, sudah banyak software yang menawarkan terjemahan dan tafsir… untuk apa kita berdebat, mengkaji lagi dan mengkaji lagi…. sudah sekarang adalah saatnya quran di jalankan bukan di tafsirkan lagi. Ingat bahwa Quran bukanlah tulisan atau hasil karya cipta dari Seorang Nabi Muhammad, tapi Quran adalah wahyu, dan wahyu adalah perintah dari Allah dan perintah adalah untuk dijalankan bukan untuk diperdebatkan.

mereka yang sedang asyik mengotak atik quran dan membahasnya sampai lupa menjalankan sebenarnya sedang berada dalam “kesesatan” karena lupa akan tujuan utama Al Quran diturunkan. orang menjalankan Al Quran pasti paham dengan Al Quran tapi kalau cuma mengkaji belum tentu dia paham bahkan akan dibingungkan Allah dengan berbagai perdebatan. orang Barat saja tidak pernah mempelajari Quran tapi secara tidak sadar mereka menjalankan Quran bisa maju, bisa hebat, bisa menguasai …. itu mereka yang tidak pernah mempelajari. nah kita karena kelamaan mempelajari tidak menjalankan ya seperti ini islam selalu tertinggal. contoh Quran memperintahkan berfikirlah… amatilah…. telitilah… dan itu dilakukan oleh orang orang barat dengan berbagai riset nya dan benar mereka menguasai berbagai bidang ilmu dan teknologi, Ehh kita malah menghafal…. apa apa di hafal… sampai otak isinya hafalan bukan pengetahuan , dan terbukti kita jago menghafal tapi tetap saja tertinggal keilmuan kita, karena kita melanggar perintah Quran… mana ada perintah menghafal … perintahnya adalah telitilah, amatilah dan seterusnya.

Mari kita kejar ketertinggalan umat islam ini dengan langsung mengamalkan. dari pada ikut pengajian tafsir mendingan sedekah, mendingan membantu orang lain, mendingan bekerja dengan penuh kehlasan dan LL….