Articles from March 2011

Bertahan di wilayah ZERO

Zero adalah sebuah kesadaran, keadaan ini merupakan keadaan kesadaran diatas sadar. untuk memasuki alam kesadaran ini caranya sebenarnya mudah namun yang sulit adalah karena tarikan keduniaan dalam kesadaran kita, untuk mengatasi ini sebenarnya mudah juga yaitu dengan ihlas, dengan ihlas maka semua ikatan dunia dalam pikiran kita akan luruh satu persatu… jadi satu persatu tidak dapat sekaligus. semakin kuat kuduniaannya maka semakin lama pula dalam proses pelepasan, demikian pula dengan keihlasan memasuki wilayah zero ini semakin keihlasannya lemah maka juga akan semakin lama dalam mencapai keadaan zero.

uraian saya ini bukan teori tapi suatu pengalaman dalam memasuki alam zero, saya sendiri masih banyak belajar dan harus banyak mempraktekannya , saya merasakan berat juga tapi akan saya coba…. godaan itu bukan dari luar ternyata tapi ternyata godaan memasuki zero ini berasal dari diri kita sendiri. ya ALlah mudahkan saya,.. memasuki alam zero ini…

dari beberapa sesi latihan yang saya lakukan baik ketika sholat maupun pada saat patrap kesulitan itu terletak pada posisi mempertahankan keadaan zero… maka ketika lepas atau ketika turun lagi dari keadaan zero saya langsung berserah diri hingga keakuan itu bersih dan hilang. keadaan ini muncul tenggelam… sehingga saya harus mampu bertahan dalam keadaan zero.

Dengan dalih amar makruf nahi munkar

dalih untuk menyerang bisa diambil dari quran, dalih untuk menyalahkan bisa diambil dari sumbernya yaitu quran, dalih untuk membidahkan bisa dirujuk berdasarkan quran ataupun hadis, tapi sekali lagi bahwa itu menurut “tafsirannya sendiri” bukan tafsiran orang yang disalahkan. maka penyerangan pun dilancarkan di mimbar mimbar, di mushalla dan di masjid…. semua menjadi media bagi pembenaran pendapatnya.

dengan dalil amar makruf nahi munkar ….. mereka rela “untuk sementara tidak berakhlak” demi kebenaran pikirannya, menombongkan diri bahwa merekalah yang paling benar. seolah olah akhlak mazmumah nya sudah mendapatkan lisensi khusus …. tidak apa apa mengkafrkan orang islam, inikan memang kebenaran yang harus di tegakkan.

dengan dalih amar makruf nahi munkar mereka sanggup berkorban untuk sesuatu yang merugikan umat islam.

sekarang yang jadi pertanyaan saya apakah mereka tidak makruf, terus apakah mereka munkar….. jangan jangan persepsinya sendiri tanpa ilmu yang lengkap, seperti menggunakan kaca mata kuda.. yang tahunya hanya terbatas, tidak mau tahu diseklilingnya…… jelas orang punya pendapat dan persepsi sendiri sendiri ….. tentang sesuatu…

Setelah Muhammadiyah-Nu bisa saling bertoleransi

Di era tahun 90an, pertentangan Nu dan Muhammadiyah mencapi puncak puncaknya, banyak yang adu mulut, saling fitnah, dan saling menyalahkan bahkan sampai ada yang saling mengkafirkan….. tapi 90…ke sini pertentangan itu sudah mulai reda …. banyak yang sudah mulai bertoleransi…. ya qunut ndak papa, tidak qunut pun tidak apa apa….. orang sudah mulai mereda dan memaklumi bahwa perbedaan itu biasa …..

tapi nampaknya orang orang yang benci islam tidak ingin islam berdamai mereka mencari cara bagaimana agar islam tetap keruh oleh dirinya sendiri sehingga tidak sempat memikirkan kemajuan umat…… mereka sangat takut dengan kedamaian muhammadiyah dan Nu, karena kalau damai otomatis pergerakan islam akan mengarah kepada perbaikan umat islam dan ini menjadi ancaman telak bagi mereka.

maka mereka mencari sekelompok orang yang dapat memicu lagi semangat perbedaan diantara umat islam sehingga umat islam sibuk dengan perbedaan diantara dirinya sendiri. dan mulai tahu 95 an bibit itu sudah sangat nampak terutama di kampus kampus sudah mulai ada seklompok orang yang menggembargemborkan masalah perbedaan misalnya dengan mengusung bendera “bidah” ┬ásebagai senjata utama untuk menimbulkan perselisihan umat dan perpecahan umat. mereka terus berkembang hingga sekarang ini, dan friksi friksi perpecahan itu sudah dapat kita lihat di daerah daerah yang “baru belajar islam” kalau di solo friksi ini terjadi di daerah sragen, klaten, wonogiri dan daerah pinggir lainnya.

friksi friksi ini bisa ditingkat keluarga, tingkat kelompok pengajian, tingkat masjid… dan bahkan tingkat organisasi yang lebih besar.

kenyataan ini seharusnya menyadarkan kita untuk tetap waspada…. selalu saja hembusan “kelompok saya paling benar” pasti akan menghancurkan umat islam. nampaknya memang seolah olah menjunjung quran dan hadis tapi ada tujuan lain yaitu memecah belah umat. sebenarnya ini persis perpecahan kita sewaktu di jajah belanda, yaitu devide it empera….

sekarang mari kita kaji ilmu agama ini ┬átapi jangan menyebarkan perpecahan umat, boleh menyalhakan kelompok lain tapi jangan sampai kedengaran orang yang dituju……