Articles from April 2011

Mengenal brain washing dan cara praktis membebaskan diri

Saya sangat prihatin dengan maraknya aksi tipu tipuan yang mangatasnamakan agama, seperti NII karena terbukti bahwa kelompok tersebut pada akhirnya menguras harta korban dan mengajarkan untuk menipu orang tua demi untuk mendapatkan uang. dalam beberapa kasus korban, Jamaah NII menggunakan model hipnotis dan Brain Washing setelah hipnotisnya jalan. Nah sekarang mari kita mengenal apa itu hipnotis dan apa itu brain washing atau cuci otak. kedua cara tersebut menggunakan prinsip yang sama yaitu sama sama memanfaatkan mekanisme kerja bawah sadar, namun yang membedakan adalah tujuannya, dimana kejahatan hipnotis biasanya bertujuan jangka pendek, sedang cuci otak lebih berjangka panjang.

Hipnotis biasanya dilakukan secara mendadak dan bersifat ekstrim misal seseorang dibuat sangat takut, sangat gembira, sangat setuju, sangat kaget, sangat bingung, dsb. sedang cuci otak cenderung dilakukan dengan cara lebih soft, sistematis namun kontinyu, melalui kesamaan minat, cita-cita ataupun ideologi. Jadi seseorang yang dicuci otak hampir sama dengan seseorang yang dihipnotis secara terus menerus.

sekali lagi bahwa pintu masuk bagi hipnotis dan cuci otak adalah alam bawah sadar. dan pada intinya adalah korban diperintah dan “MAU”, maka ini kuncinya , diperintah dan mau. mungkin permintaanya sepele misalnya dengan meminta seseorang untuk geser, mengajak bersalaman, menanyakan nama, mengajak berkenalan. cara ini bisa membuat korban mengikuti perintahnya dan jika pelaku hipnotis terus bertanya dan memberikan informasi secara terus menerus maka lama lama korban akan mengikuti perintah nya secara tidak rasional dan tidak logis karena kesadaran nya berada pada bawah sadar. nah pada tahap ini korban sudah berada pada kendali yang menghipnotis.

sulit untuk keluar dari kendali penghipnotis atau pun pencucian otak ini kecuali jika korban mau mempertanyakan , misalnya dengan pertanyaan dalam diri “saya siapa, sedang apa saya, dimana saya? dengan adanya pertanyaan ini akan mengembalikan kesadaran kita. dan akhirnya kita akan sadar bahwa kita ada dibawah kendali yang menghipnotis atau yang mencuci otak .

namun dalam kasus NII tidak lah mudah, karena jaringan NII ini sudah memiliki cara agar korban tidak bisa kembali lagi (meski banyak yang gagal juga). cara itu misalnya dengan menjemput calon korban, kemudian diajak berputar putar…. kondisi ini tentunya membuat cemas , membuat bingung, dan harus mengikuti program berikutnya atau doktrin berikutnya karena pasti tidak mungkin pulang. sebenarnya keadaan cemas, keadaan takut tersebut sebenarnya memperlemah kesadarannya sehingga keadaan ini dapat digunakan pelaku untuk mempermudah masuk lebih dalam ke alam bawah sadar korban.
baiklah, sekarang bagaimana jika ditengah tengah kita sudah terlanjur di doktrin ada beberapa hal yang bisa kita lakukan misalnya dengan mengatakan dalam hati, negara islam?, kenapa dengan negara islam, ah tidak mungkin, tidak ah aku tidak mau hijrah, ajaran kok aneh, lho kok pakai maksa maksa suruh hijrah, …. kenapa aku tidak dipulangkan? wah gawat …. saya harus keluar dari sini……dan terus lah melawan apa yang disampaikan oleh pngindoktrin…

kemudian jangan terpancing untuk memberikan pendapat atau perintah dari pengindoktrin misalnya dengan menyuruh coba baca ayat alqurannya!!!, tolong saya diambilkan al Quran nya… (padahal ambil sendiri saja bisa)…. coba keluarkan HP nya, .. coba keluarkan dompetnya…, jika kita mengikuti perintahnya maka selanjutnya dia akan leluasa menguasai pikiran dan kita pun tak berdaya menolak.

Setelah masuk ke dalam naungannya, atau perintahnya , selanjutnya fisik Anda dilumpuhkan dengan dibuat capek, kurang tidur, dibuat lapar, disekap dan pikiran Anda dikosongkan dengan tehnik persuasi, intimidasi, iming iming, logika searah, memanfaatkan rasa bersalah/berdosa, dsb. tujuannya agar konsep diri, keyakinan, nilai nilai diri ataupun kebiasaan lama dirusak, untuk kemudian diganti dengan nilai nilai / keyakinan baru yang sesuai dengan tujuan sipencuci otak. hal ini terjadi pada korban NII yang diceramahi semalam suntuk, tidak tidur, dibuat capek dan diintimadasi tujuan ya itu tadi agar keyakinan sebelumnya hilang atau rusak berganti dengan ideologi baru …. jika ini berhasil maka kita akan menjadi manusia BARU dengan ideologi baru, dengan perilaku yang baru.

Nah sekarang bagaimana mengembalikan kesadaran itu bisa terlepas dari cengkaraman ideologi yang baru dan mengembalikan ideologi lama . caranya adalah Cukup dengan niat mengambil kembali kendali diri milik Anda, Anda secara otomatis sadar penuh dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk meninggalkan mereka.

Tahap terakhir dari pencucian otak, biasanya Anda diambil sumpah, diberi nama/identitas baru, hal ini dilakukan agar proses pencucian itu tidak kembali lagi dan agar menjadi militansi yang siap melakukan apapun demi ideologi baru tersebut. Namun itu semua menjadi “tidak bekerja” jika Kita menolaknya dalam hati dan berpura pura mengucapkan sumpah, padahal justru menyangkalnya. Contoh, sisipkan dan sembunyikan kata “pura-pura” atau “menolak” dalam kalimat “Saya bersumpah” sehingga berubah menjadi “Saya (pura pura) bersumpah” atau “Saya (menolak) bersumpah” ………… dst.” Catatan : Pada tahap pendidikan atau operasi, biasanya Anda diberi atribut atribut sederhana seperti penyematan pita, simbol, yel, pin, tanda tanda kepangkatan, julukan yang bertujuan “mengunci” mental Anda, namun itu semua secara otomatis menjadi tidak “berguna” jika Anda sendiri yang membuangnya

kesibukan dunia yang membuat kita semakin dekat dengan Allah

Orang yang tahu betul tentang bagaimana mendekat kepada Allah maka dirinya akan disibukkan oleh kegiatan duniawi. bagaimana tidak yang dicontoh adalah Rasulullah, Rasulullah sebagai seorang Nabi yang sangat mengenal Allah sangat disibukkan dengan kegiatan duniawi, tidak ada dalam sejarah rasulullah beliau duduk duduk manis, atau bermalas malasan, beliau sangat sibuk dengan aktivitas dunia yang menghabiskan waktunya.
kitapun demikian seharusnya mencontoh rasulullah yang sangat sibuk, sebagai umatnya kita harus disibukkan dengan kegiatan mengurusi keluarga, mengurusi saudara kita yang memerlukan bantuan kita, mengurusi pekerjaan entah sebagai guru, sebagai karyawan atau lainnya, dan tentunya masih banyak lagi kegiatan kegiatan yang harus kita lakukan.
aktivitas aktivitas duniawi tersebut jika kita niatkan ihlas karena Allah maka akan semakin mendekat kan diri kita kepada Allah. kita bekerja ihlas karena Allah bukan karena anak atau keluarga, kita mencari nafkah ihlas karena Allah bukan karena uang, kita menolong orang bukan karena agar dibalas tapi karena Allah, kita menyekolahkan anak dengan biaya besar bukan karena agar anaknya sukses tapi karena menjalankan amanah dari Allah. dengan adanya kesibukan kesibukan yang menhabiskan waktu kita kemudian aktivitas tersebut kita ihlaskan kepada Allah maka akan semakin mendekatkan diri kita kepada Allah.
jadi mari kita buat kita sesibuk sibuknya dalam aktivitas duniawi tapi ingat semua harus kita niatkan lillah atau karena Allah. sehingga semua apa yang kita lakukan dapat bermakna ibadah.

Tips agar di tolong Allah

“Saling bertolong-tolonganlah dalam kebaikan dan takwa.” (Al Ma’idah: 2)
“Dan Allah akan menolong hambaNya selama hambaNya mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

nah jelaskan bahwa ada keterkaitan antara surat al maidah ayat 2 yang menyuruh kita untuk menolong dengan hadis riwayat Muslim bahwa Allah akan menolong hamba-Nya selama Hamba menolong saudaranya…

berarti jika kita ingin di tolong Allah maka jalankan perintah Allah di surat Al maidah ayat 2 diatas. sudah jangan ragu …. lakukan sekarang.

setiap kita pasti memiliki masalah, dan cara yang paling enak dan paling mudah adalah jika kita mendapatkan pertolongan Allah, so.. untuk apa berfikir lagi .. bagi kita yang sedang di rundung masalah segera tolong orang disekitar kita.
bagaimana cara menolong? ya tolong saja apa yang bisa kita berikan, kita tolong dengan tenaga, kita tolong dengan pikiran dan kita tolong … apalah yang penting menolong orang lain.
ok contohnya nih.. misalnya di jalan ada batu yang agak besar …. ambil saja batunya…. nah ringankan.. lakukan lagi lakukan lagi dan lagi niatkan diri kita untuk menolong orang lain..
sekarang bagaimana Allah menolong kita: ok lah… kita mulai dari yang paling logis saja ya, begini : kalau kita menolong orang lain yang sedang memiliki masalah maka otomatis diri kita akan termotivasi untuk menyelesaikan masalah kita … betul????? nah semangat untuk menyelesaikan masalah kita itu datangnya dari mana ? jelas dari Allah kan.. nah itu yang logis… nanti akan ada solusi solusi yang diluar perkiraan kita… yang tentunya datangnya dari Allah.
jadi : tipsnya agar ditolong Allah, kita menolong orang lain….
baik sekian dulu.. materi ini saya ambil dari halaqoh dzikiran malam jumat di padepokan dzikir….. promosi kalau mau gabung silahkan ….

meyakini Allah sampai hati kita tenang

Kalau meyakini Allah namun hati belum tenang berarti yakinnya belum sempurna, meyakini Allah ini harus sampai pada level “sempurna” artinya sampai hilang rasa keraguan kita. kalau kita misalnya banyak hutang kemudian kita masih belum tenang bahwa Allah akan membantu kita maka Iman kita kepada ALlah bahwa ALlah bisa membantu kita dalam hal menyelesaikan hutang perlu kita pertanyakan. Tapi kita kita benar benar yakin bahwa ALlah bisa membantu kita dalam menyelesaikan hutang maka hati kita akan tenang dan jalan keluar pasti akan datang dari jalan yang tidak kita sangka sangka.
Keyakinan kepada ALlah ini harus selalu dilatih terutama pada saat kita sholat, yaitu ketika kita takbir maka benar benar hadapkan diri kita kepada Allah SWT. kemudian ketika sudah berhadapan coba kita benar benar berinteraksi kepada ALlah sesuati dengan bacaan can gerakan yang kita lakukan dalam sholat. semakin kita melakukan interaksi dengan allah dengan kedalaman rasa dan jiwa maka keyakinan kita akan tumbuh menjadi kuat. sehingga tidak ada pertanyaan lagi “BAGAIMANA AGAR IMAN SAYA KUAT” .
ketenangan hati kita sangat tergantung dari seberapa kuat pegangan kita kepada Allah dan seberapa percaya kita kepada ALlah. tidak ada orang hidup yang tidak punya pegangan pasti memiliki pegangan kalau hidupnya ingin tenang, pegangan itu bisa benda, tuhan selain Allah, pegangan harta, pegangan anak tapi ingat pegangan tersebut meski membuat tenang tapi tergolong syirik dan sifatnya tidak permanen.
Iman harus selalu kita bina melalui sholat karena sholat merupakan cara paling efektif untuk melatih dan mengembangkan iman.

manfaat mengamalkan wilayah kosong

orang menjalankan quran dan sunah tidak boleh mikir artinya kosong, kalau ada perintah sedekah jangan mikir sudha .. sedekah saja…. kalau percaya allah tidak perlu mikir… tinggal percaya saja. nah sering mengamalkan wilayah kosong (ummi) akan menimbulkan keberanian untuk menjalankan quran dan sunah secara totalitas, tidak ragu, dan tidak gamang. orang ragu biasanya terlalu mikir sehingga dalam menjalankan kurang mantab. coba seandainya latihan kosong itu dipersering insya allah dalam menjalankan perintah Allah tidak tanggung tanggung. masak sih kita masih ragu jika sedekah kita tidak memberikan kelipatan harta dari yang kita keluarkan…. musatahil rasanya jika kita percaya kepada Allah 100%, masak sih kita tidak berani menolong orang lain padahal menurut Allah , Allah akan menolong hambanya yang suka menolong orang lain…. maka percaya 100% harus kita lakukan dan kita latih yaitu dengan memfanakan diri kita menuju kepada Allah yang maha mutlak.

pencucian otak model hipnotis berdalih agama

marakanya pencucian otak saat ini cukup membuat kaget kita semua, dari anak SMA yang sudah direkrut menjadi bomber dan siap jihad.. hingga rekruitment mahasiswa untuk menjadi anggota salah satu jamaah kelompok tertentu. hipnotis memang menjadi salah satu model sugesti yang populer untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh penghipnotis. kalau biasanya trend hipnotis adalah menggunakan benda bertuah (gendam)… atau mendapat rejeki nomplok seperti sms berhadiah, program discount, dll maka sekarang menggunakan agama, dalam hal ini adalah menggunakan “quran hadis” untuk memperdaya pikiran orang.
sangat mungkin sekali dasar agama “quran hadis” menjadi salah satu alat untuk menghipnotis, dengan menyebut ayat nya ini dan hadis itu, kemudian ditafsirkan sesuai dengan keinginan penghipnotis maka orang yang mengikutinya akan tunduk patuh pada perintah penghipnotis. misalnya untuk menjadikan seorang radikal maka ayat ayat yang selalu diulang ulang adalah ayat ayat yang berbau permusuhan, kebencian, dan perang… pengulangan pengulangan ini tentu saja membentuk sistem bawah sadarnya dan akhirnya menghilangkan akal sehat… akhirnya yang terbentuk adalah… aku berani mati demi agama, orang yang menghalangi jalan dakwa harus diperangi ……. orang kafir halal darahnya.. orang islam yang berbeda paham juga halal darahnya….. , jadi pengulangan pengulangan ayat ayat yang bernada permusuhan itulah akhirnya akan menyebabkan agresifitas berdalih agama, membunuh berdalih ayat quran… dan bahkan bunuh diri pun didasarkan pada quran.
orang orang yang sudah berhasil direkrut dengan model hipnotis ini biasanya memiliki stress sosial yang tinggi, dan memang ini sengaja dimunculkan oleh penghipnotis dengan tujuan agar dirinya tidak layak untuk hidup bersosialisasi di masyarakat (stress sosial), wujud dari stress sosial ini dapat berupa ketidak terimaannya bahwa islam ini selalu di kalahkan oleh orang kafir, kemaksiatan yang meraja lela harus segera di tumpas….pemerintah sekarang tidak berdasar syariat yang benar….., umat islam ditindas oleh orang kafir …………. dan masih banyak lagi. nah konflik sosial ini memeiliki tingkat stress yang tinggi kemudian mereka diberikan solusi untuk mengatasinya yaitu dengan “JIHAD” . kalau sudah demikian maka anggota tersebut akan menjadi militan yang sangat radikal dan berani mati.
membahas masalah hipnotis berdalih agama sebenarnya juga terjadi di kelompok pengajian agama yang eksklusif… dimana mereka menganggap kelompoknya yang paling benar, ciri ciri dari kelompok agama yang menggunakan hipnotis ini biasanya tertutup, orang lain yang belum terhipnotis tidak bisa masuk, cenderung menyalahkan kelompok lain, membidahkan kelompok lain, hal ini bisa menjadi penguat sugesti hipnotisnya.
menggunakan quran dan hadis kemudian di tafsirkan sesuai dengan pikiran ustad yang memimpin kelompok tersebut. bahaya dari model pengajian melalui hipnotis ini adalah munculnya fanatisme dalam beragama yang tidak logis dan rasional, dan cenderung agresif, sehingga menimbulkan potensi perpecahan umat dan membahayakan umat islam sendiri dan umat lainnya.
maka kita perlu berhati hati dalam memilih jangan sampai kita atau saudara kita atau anak kita masuk dalam suatu aliran tertentu kemudian terhipnotis… susah untuk disadarkan kembali…. kalau dia sudah mulai berubah pakaiannya, berubah perilakunya… tapi tidak berubah akhlaknya bahkan cenderung tidak berakhlak misalnya berani dengan orang tua, suka menyalahkan orang lain, merasa diri paling benar .. maka berarti tanda tanda dia sudah mulai terhipnotis.
solusinya bagaimana?….

LIHAT TESTIMONI SALAH SATU MAHASISWI SAYA YANG HAMPIR MASUK KE SALAH SATU JAMAAH YANG SAYA DUGA NII (NEGARA ISLAM INDONESIA)

TESTIMONI 1

TESTIMONI 2 (LANJUTAN)

TESTIMONI 3 (LANJUT)

TESTIMONI 4 (AKHIR)

http://www.detiknews.com/read/2011/04/26/080028/1625345/10/susno-anggota-nii-direkrut-dan-didoktrin-untuk-setor-dana?9911012

Meyakini apa yang diucapkan dalam bacaan sholat

sholat merupakan komunikasi kepada Allah, modalnya apa… ya YAKIN…., kita berkomunikasi dengan Allah dengan dengan yakin, kita berdoa kepada Allah modalnya yakin kalau doa kita didengar dan di kabulkan Allah. pokoknya setiap komunikasi dalam sholat tidak ada modal lain kecuali hanya yakin yakin dan yakin.
jangan berbicara versi Allah, misalnya kita yakin doa dalam duduk iftirasy dikabulkan Allah…. jangan terus ditanya “apa iya ALlah mengabulkan permintaann kita” kalau yang ditanya saya maka jawab saya : ya saya tidak tahu? apakah Allah mengabulkan apa tidak , saya hanya yakin dari diri saya saja bahwa Allah mengabulkan .. selebihnya saya tidak tahu.
meyakini setiap bacaan harus ada dalam sholat kita, sebab syarat dari adanya komunikasi adalah yakin, ketika kita yakin bahwa Allah mendengarkan pujian kita maka hati kita pun terasa plong karena dari yakin tersebut, sesuatu yang kita yakini akan berimbas pada tubuh kita. sama seperti kalau kita yakin bahwa pohon besar itu ada hantunya (padahal kita juga tidak tahu apakah ada hantunya apa tidak) tapi karena diyakini maka ketika melewati pohon tersebut dimalam hari terasa adanya suasana hati yang berbeda “seolah olah ada hantu yang ada di belakang kita”.
keyakinan ini lah yang paling penting dalam merubah hidup kita, misalnya ada seseorang yang meyakini bahwa dirinya memiliki “pesugihan” sejenis makhluk ghoib yang bisa membuat kaya, maka dengan keyakinan yang kuat tersebutlah dia bisa menjadi kaya secara RIIL.
seharusnya kitapun demikian ketika kita duduk iftirash dan ketika kita membaca warzuqnii maka seharus nya kita yakin bahwa Allah memberikan kekayaan yang berlimpah kepada kita, sehingga benar benar kekayaan itu benar benar wujud dalam kehidupan kita.
sekarang mari kita coba membahas sujud:
ketika sujud kita yakin bahwa kita sedang berserah diri kepada ALlah, maka ketika berserah ini kita yakini maka ada seperti daya yang mengalir dalam hati dan menjalar keseluruh tubuh kita rasa “mak nyesssss” sehingga sesak di dada hilang seketika…. kenapa bisa muncul sensasi tersebut karena “kita yakini bahwa kita berserah di depan Allah”.
baiklah sebagai akhir tulisan ini mari kita yakini apa yang kita ucapkan dalam sholat yang mana tidak ada bacaan sholat yang tidak mengandung makna, pasti semua mengandung makna dan makna tersebut sesuatu yang dapat kita yakini dan harus kita yakini…..
at least : SELAMAT MENCOBA … SEMOGA ALLAH MERAHMATI ….. AMIIN

Dzikir tidak sekedar komat kamit

arti dasar dzikir adalah ingat, jadi aktivitasnya adalah jiwa : jiwa yang sadar, hati yang merasakan kesadaran akan adanya Allah, pikiran mengarah kepada Allah ( bukan membayangkan Allah). nah baru setelah memenuhi hal tersebut barulah lesan kita mengucapkan pujian pujian sesuai dengan jiwa, hati dan pikiran. kalau dzikir hanya pada taraf lesan namanya bukan dzikir… karena tidak ada aktivitas “ingat”di dalamnya.
dzikir ini harus mengarah kepada yang maha jelas tapi tidak dapat dijelaskan yaitu Allah SWT. dalam perjalanannya akan ada tarikan tarikan ke arah yang menjauhkan dari Allah, nah untuk hal ini kita sendiri yang harus mempelajarinya, Allah sendiri yang akan memberitahu kita, makanya kalau ada pikiran tidak nyambung nyambung jangan putus asa tetaplah untuk memohon kepada ALlah. kalau kita putus asa berarti kita memutuskan hubungan dengan Allah. sesulit apapun yang pasti suatu saat akan ada sambungan barang 1 atau 2 detik… setiap hari latihan dzikir nanti lama lama akan memiliki durasi nyambung yang lebih lama.
dzikir tidak sekedar komat kamit kalimat ini mungkin agak kasar, ya agar membuat kita terhenyak, agar membuat kita terejek atau apalah.. sehingga mau membaca uraian singkat saya ini, dan ingat juga bahwa tulisan ini bukan untuk anda tapi juga untuk saya sendiri.
maka marilah kita bersama sama melakukan dzikir yang benar yaitu dzikir dengan kesadaran penuh. jangan hanya mulutnya saja. semoga dimudahkan Allah amiin.

berlatih ihlas dan pasrah dengan sujud sholat

cuplikan klip pelatihan solat ini berisi tentang tips praktis untuk melatih jiwa dan tubuh agar berserah diri kepada Allah sehingga ketika menghadapi masalah jiwa kita langsung reflek untuk berserah.

 

bersungguh sungguh tanpa nafsu

Sholat perlu bersungguh sungguh, inilah kunci dari pada keberhasilan menjalankan sholat dengan benar. arti sungguh sungguh adalah keihlasannya dalam menjalankannya bukan dengan nafsu, jika dengan nafsu maka yang terjadi adalah sebalikannya.
sholat harus terus dijalankan dengan terus belajar. kita harus dapat menemukan kunci sholat bersungguh sungguh dengan menggunakan jiwa kita yang ihlas. jika kita sholat namun menggunakan nafs biasanya yang terjadi adalah pergolakan pikiran dan emosi bukan meluncurnya jiwa ke Allah.
bersungguh sungguh tanpa nafsu ibarat kita mencari ikan tanpa mengeruhkan air, jadi sebuah perilaku yang tenang namun kuat. tenang tapi bertenaga.
maka sebaiknya kita mengenal adanya 2 tenaga yaitu tenaga luar dan tenaga dalam. tenaga luar itu adalah fisik kita dan tenaga dalam itu adalah kekuatan yang halus yang dihasilkan dari ruhhaniah kita, seperti ke Allah itu mestinya menggunakan kekuatan Ruh bukan kekuatan jasad.
dengan pengenalan dimensi ruh ini maka kita akan mudah dalam menyambungkan diri ke Allah tanpa tergenggu instrumen tubuh seperti fikiran, emosi, dan tubuh itu sendiri.
dalam pelatihan pelatihan sholat advance yang saya gunakan adalah mengenal tenaga dalam yang dihasilkan ruh untuk kembali ke Allah. dan alhamdulillah testimoni di nganjuk jawa timur seminggu yang lalu responnya cukup positif, jamaah pelatihan bisa merasakan nikmatnya berdiri sholat, rukuk, sujud dan lainnya.

pelatihan sholat khusyu "bersungguh sungguh tanpa nafsu"