Articles from May 2011

Berani menghadapi masalah

Berani saja karena ada Allah

kecuali kalau Allah sudah meninggalkan kita, tapi rasanya tak mungkin karena yang biasa meninggalkan itu bukan Allah tapi kita. ketika kita meninggalkan Allah maka Allahpun akan membiarkan kita … sungguh ini sangat membahayakan. muncul ketika ketakutan ketika kita menghadapi masalah karena kita tidak memiliki pegangan dan memiliki mental yang lemah. jika kita berpegang dan mengikuti apa yang menjadi ketentuannya maka kita akan selamat.

Kekakhawatiran yang muncul saat kita memiliki masalah sebenarnya merupakan warning atau lampu kuning agar kita berpegang lagi kepada Allah dengan lebih kuat. Saat khawatir maka gunakan untuk sambung ke Allah atau silatun, hal ini untuk mencegah adanya pikiran negatif yang berkepanjangan, karena sepanjang pikiran negatif maka akan memperparah keadaan.

Hal ini biasanya saya lakukan ketika klien-klien saya mengalami ketakutan yang amat sangat dari keadaan yang akan dihadapinya. Saya biasanya memberikan kekuatan positif kepada klien saya agar berani menghadapi baru nanti strategi bagaimana menghadapinya. Dan silatun atau sambung merupakan cara yang paling cepat untuk mendatangkan keberanian.

 

bagaimana cara memasukkan gajah kedalam lemari es?

Memahami ilmu hakikat seperti pertanyaan diatas, artiya jngan dibikin susah, kalau kita berpikir bahwa ilmu hakikat itu ilmu yang tinggi, ilmunya para orang tua, ilmunya orang yang berilmu tinggi maka seperti pertanyaan diatas…. pasti sangat susah untuk memasukkan gajah kedalam lemari es atau kulkas. Padahal kalau mau berpikir sederhana ya kenapa repot repot cukup buka kulkasnya kemudian masukkan gajahnya…. mau mendalami ilmu hakikat makrifat harus berpikir seperti diatas, sederhana dan simpel. misalnya bagaimana melihat Allah…. caranya sederhana lihat dengan kesadaran bahwa allah itu dekat… nah itu sudah makrifat. Nah mudahkan…. sesuatu yang mudah jangan dipersulit, sesuatu yang simpel jangan dibuat rumit…..

Blocking Mental manunggaling kawula gusti

Blocking Mental MANUNGGALING KAWULO GUSTI

Ketika kita menyalahkan , ketika kita menghujat dan ketika kita berpikir negatif tentang pengalaman spiritual yang dialami oleh orang orang suci … seperti al halaj maupun syeh siti jenar maka kita tidak akan dapat mengalami apa yang beliau beliau alami. Ketika kita menyesatkan al-hallaj maka otomatis otak kita akan menghindari sensasi-sensasi atau keadaan keadaan yang dialmi seperti yang dialami dari pengalaman spiritual baik ¬†syeh siti jenar ataupun al-hallaj. Blocking mental seperti ini tentunya akan merugikan kita dalam mencapai step-step berspiritual. Orang berspiritual harus membersihkan pikiran dan hatinya, termasuk membersihkan dari menyalahkan apa yang dialami kedua Ulama suci tersebut. Sehingga dengan kebersihan pikiran, kita akan bebas melanglang memasuki dimensi spiritual, kalau tidak dibersihkan, pasti kita akan berhenti dan tidak akan naik-naik taraf spiritualnya.

kalau tidak percaya ….silahkan saja .. saya sudah banyak menerima konsultasi mengenai hal ini, misalnya ibu IF di malang yang bertanya tentang pengalamannya ketika beliau dzikir, pada tahap dzikir tertentu beliau merasakan adanya suatu keadaan dimana dirinya tidak ada, yang ada hanya Allah.. maka sontak dia menghentikan dzikirnya dan menyudahi proses dzikirnya, kenapa ? jawab beliau “saya takut menjadi al-hallaj dengan pamahamannya yang manunggal dengan Allah” … Nah rugi sendiri kan .. padahal Allah sudah menunjukkan pengetahuannya tentang hikmah kalimat laa ilaha ilallah… Allah sedang mengajarkan ¬†tentang alam fana, .. Allah sedang mengajarkan tentang wa maa ramaita idz ramaita walaa kinallaha ramaa…… sungguh sayang gara gara suudzannya kepada seorang waliyullah akhirnya kena akibatnya yaitu tidak bisa melampui wilayah tersebut…. seharusnya pasrah saja sama Allah.. toh bukan dia yang meminta tapi Allah yang memberi… ya diterima saja… karena tidak semua orang bisa mencapai keadaan tersebut…

Itulah bahayanya jika kita mem blocking mental kita dengan berpikir negatif tentang keadaan spiritual, sudah dipastikan bahwa kita tidak akan sampai kepada wilayah tersebut. Maka pengajaran pengajaran makrifat ini harus diterima dengan tidak banyak bertanya apalagi menyangkal… sebab kita harus merasakan sendiri.. kalau belum merasakan sudah menyangkal bagaimana kita akan merasakan?.

sekarang saatnya untuk unblocking mental… terbukalah dengan pengalaman ulama siapapun itu….. apalagi ulama tasawuf.. yang mendalami kedalaman makrifat….