Articles from May 29, 2011

Blocking Mental manunggaling kawula gusti

Blocking Mental MANUNGGALING KAWULO GUSTI

Ketika kita menyalahkan , ketika kita menghujat dan ketika kita berpikir negatif tentang pengalaman spiritual yang dialami oleh orang orang suci … seperti al halaj maupun syeh siti jenar maka kita tidak akan dapat mengalami apa yang beliau beliau alami. Ketika kita menyesatkan al-hallaj maka otomatis otak kita akan menghindari sensasi-sensasi atau keadaan keadaan yang dialmi seperti yang dialami dari pengalaman spiritual baik  syeh siti jenar ataupun al-hallaj. Blocking mental seperti ini tentunya akan merugikan kita dalam mencapai step-step berspiritual. Orang berspiritual harus membersihkan pikiran dan hatinya, termasuk membersihkan dari menyalahkan apa yang dialami kedua Ulama suci tersebut. Sehingga dengan kebersihan pikiran, kita akan bebas melanglang memasuki dimensi spiritual, kalau tidak dibersihkan, pasti kita akan berhenti dan tidak akan naik-naik taraf spiritualnya.

kalau tidak percaya ….silahkan saja .. saya sudah banyak menerima konsultasi mengenai hal ini, misalnya ibu IF di malang yang bertanya tentang pengalamannya ketika beliau dzikir, pada tahap dzikir tertentu beliau merasakan adanya suatu keadaan dimana dirinya tidak ada, yang ada hanya Allah.. maka sontak dia menghentikan dzikirnya dan menyudahi proses dzikirnya, kenapa ? jawab beliau “saya takut menjadi al-hallaj dengan pamahamannya yang manunggal dengan Allah” … Nah rugi sendiri kan .. padahal Allah sudah menunjukkan pengetahuannya tentang hikmah kalimat laa ilaha ilallah… Allah sedang mengajarkan  tentang alam fana, .. Allah sedang mengajarkan tentang wa maa ramaita idz ramaita walaa kinallaha ramaa…… sungguh sayang gara gara suudzannya kepada seorang waliyullah akhirnya kena akibatnya yaitu tidak bisa melampui wilayah tersebut…. seharusnya pasrah saja sama Allah.. toh bukan dia yang meminta tapi Allah yang memberi… ya diterima saja… karena tidak semua orang bisa mencapai keadaan tersebut…

Itulah bahayanya jika kita mem blocking mental kita dengan berpikir negatif tentang keadaan spiritual, sudah dipastikan bahwa kita tidak akan sampai kepada wilayah tersebut. Maka pengajaran pengajaran makrifat ini harus diterima dengan tidak banyak bertanya apalagi menyangkal… sebab kita harus merasakan sendiri.. kalau belum merasakan sudah menyangkal bagaimana kita akan merasakan?.

sekarang saatnya untuk unblocking mental… terbukalah dengan pengalaman ulama siapapun itu….. apalagi ulama tasawuf.. yang mendalami kedalaman makrifat….

Beda sensasi antara memanggil Allah dan memanggil Jin, prewangan, lainnya

Memanggil jin memiliki kesamaan dengan memanggil Allah

yaitu sama sama bergetar tubuhnya… nah pada tataran tubuh akan sama tapi jika didalami lebih lanjut akan ada bedanya antara memanggil Allah dan memanggil jin. perbedaan itu terletak pada kesadaran. jika memanggil Allah kita akan semakin sadar dan jika memanggil Jin atau makhluk ghoib lainnya kita akan masuk dalam alam pikiran bawah sadar kita. jelas kan.

nah ada salah satu jamaah yang menanyakan “pak kenapa memanggil Allah dan memanggil prewangan (jin) kok tubuh saya bergetar nya sama ya.. saya takut jangan jangan ketika ke Allah yang datang prewangan (jin) saya. kemudian jamaah tersebut saya jelaskan tentang taraf tubuh dan taraf kesadaran. jika taraf tubuh akan sama tapi jika kita memanggil ke Allah maka kita akan merasakan sensasi yang sangat sangat berbeda. jadi tidak perlu takut untuk memanggil Allah , justru dengan sering dzikir memanggil Allah hati dan pikiran kita akan terbebas dari kesyirikan.

jamaah tersebut kemudian menceritakan bahwa benar jika kita ke Allah ada sensasi yang tidak ada ketika memanggil jin atau lainnya yaitu adanya ketenangan hati yang tidak bisa dilukiskan dengan kata kata… sensasi ke Allah begitu dalam dan begitu merasuk.. kalau memanggil Jin tidak ada ketenangan bahkan setelah karasukan kesadarannya malah hilang (tidak sadar dengan apa yang terjadi).

atracting job lebih mudah dari pada attracting money

menarik uang lebih susah dari pada menarik pekerjaan, ada beberapa alasan antara lain :

1. kita lebih dekat dengan pekerjaan kemudian baru uang, tidak mungkin uang dulu (kalau pun ada itu pun jarang) nah jika kita ingin meng attract pekerjaan misalnya dengan mencari peluang proyek, menawarkan barang dan jasa atau lainnya maka jika proyek itu gol atau penawaran diterima dan kita kerjakan pasti kita akan mendapatkan uang.

2. lebih realistis meng attract job dulu dari pada tiba tiba tanpa ada sebab meng attract money… sebab tadi bahwa bekerja dahulu kemudian baru mendapatkan uang

3. munculnya uang dari pekerjaan kita … dan uang tidak akan muncul secara tiba tiba tanpa ada sebab

nah dengan kenyataan diatas maka, sebaiknya yang kita pikirkan dan kita inginkan adalah bagaimana saya dapat memberikan manfaat untuk orang lain, apa yang dibutuhkan oleh orang lain, bagaimana orang lain dapat lebih baik dengan apa yang saya berikan… jika prinsip prinsip tersebut dilakukan dengan profesional dan kesungguhan maka uang  secara otomatis akan datang. jadi pahala itu akan datang jika kita beribadah kepada allah. upah atau gaji yang berupa uang akan kita dapatkan jika kita bekerja terlebih dulu.

PERBANYAK PEKERJAAN YANG MEMBERI MANFAAT ORANG LAIN MAKA UANG AKAN MENGALIR DENGAN SENDIRINYA