Articles from June 2011

Yang Penting Perjalanannya bukan Wilayahnya

Belajar menuju kepada Allah yang paling penting adalah perjalanan kita untuk menuju kepada Allah, jadi ke Allah hal yang sangat penting adalah aktivitas kita menuju kepada Allah. Misalnya ketika kita merendah di depan Allah ketika sholat maka yang paling penting adalah proses mendekat kita kepada Allah bukan perasaan kita berada di dekat Allah. Semakin kita mendekat maka akan ada perasaan dekat, namun jika kita merasa mendekat tapi berhenti mendekat maka lama lama perasaan dekat itu akan hilang. Boleh merasa dekat tapi jangan lama lama, perjalanan mendekat kepada Allah harus terus dilanjutkan.

Perjalanan menuju kepada Allah harus dilakukan terus menerus, makanya dalam spiritualitas islam tidak ada istilah sampai. Perjalanan seperti membuka tabir rahasia yang selalu ada karena Allah memang maha rahasia sehingga tidak akan pernah tidak rahasia Dia Allah akan selalu rahasia, inilah yang menjadi alasan mengapa kita harus selalu membuka tabir atau membuka hijab.

Fana sendiri pun yang merupakan puncak dari pada perjalanan spiritual dalam islam tetap harus diusahakan untuk fana lebih fana dan lebih fana lagi.Fana bukanlah terminal atau stage tapi fana adalah pintu makrifat yang di dalam pintu tersebut seperti lautan yang tidak bertepi, semakin kita memasukinya semakin luas alam kefanaan.

bak burung yang terbang dan lenyap
miraj seperti burung yang terbang lalu lenyap

Untuk itu dalam belajar makrifat kita harus terampil betul dalam melakukan perjalanan sebab kalau jalannya terseok seok, jalannya tidak lancar, sedikit sedikit berhenti tentunya akan memperlama proses perjalanan itu padahal kita tahu paling umur kita rata-rata 65an.

“Hadapkan wajahmu lurus-lurus kepada Agama Allah Yang telah berkenan menciptakan fitrah-kejadin manusia sesuai betul dengan Agama itu. Tidak ada perubahan pada kreasi Allah itu. Itulah Agama yang lurus; namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya”. (QS Ar Rum: 30)

kalau kita te rus Lurus menghadap Allah dalam perjalanan (suluk) maka kita akan menemukan kefitrahan kita tapi ketika dalam berjalan kita banyak tengok kanan dan tengok kira maka akan lama sampainya. dan mungkin kita akan tersesat karena kalau tidak lurus bukan lagi kita menuju kepada Allah tapi menuju ke yang selain Allah.

Pelajaran “meminta ijin kepada Allah untuk bersujud”

Dalam sholat kita berlatih untu bersikap merendah di hadapan Allah baik ketika, takbir, membaca fatihah, rukuk, sujud dan setersunya… sikap merendah dihadapan Allah ini akan memberikan dampak teralirinya daya khusyu ketika kita sholat. Semakin kita merendah di hadapan Allah maka semakin besar daya khusyu yang mengalir dalam diri kita.

merendahkan diri dalam sujud
ya Allah ijinkan hamba untuk bersujud

Ketika kita akan sujud dihadapan Allah, sikap merendah ini jika kita wujudkan dalam bentuk bahasa kira kira begini :  “ya Allah ijinkan saya untuk bersujud dihadapan Mu”, Nah …ternyata dengan memiliki sikap meminta ijin kepada Allah maka daya khusyu itu pelan pelan akan mengalir dalam diri kita menjadi sebuah bentuk ketenangan jiwa.

Berdiri sholat pun kita usahakan juga merendah di hadapan Allah. Coba ketika kita berdiri dengan kaki yang benar benar seimbang kemudian rendah kan hati dan besarkan Allah “ya Allah ijinkan hamba untuk Mentakbirkan Engkau” maka ketika kita bertakbir dengan penuh kerendahan hati, daya takbir itu akan mengalir dalam diri kita.

Demikian seterusnya dalam semua sholat kita. Tak jarang dengan mempraktekan metode rendah diri di depan Allah ini mata kita akan menitikkan air mata.

menangis dalam sholat
ya Allah ......

Dan hati kita akan semakin lembut dan semakin peka dengan dzikrullah, bahkan hati kita akan berdzikir terus menerus tanpa bisa kita kendalikan, semoga kita di rahmati Allah amiin

 

4 Juli kajian bersama Ust Abu Sangkan di Solo

Insya Allah ust Abu Sangkan akan memberikan kajian tentang hakikat makrifat di solo. Untuk waktu dan tempat menuyusul

Kajian ini merupakan rangkaian kegiatan dakwah Ust Abu ke beberapa kota hingga mungkin ramadhan.

Pelatihan sholat persiapan ramadhan di 3 kota

Ramadhan merupakan bulan penuh hikmah, amaliah amaliah secara kuantitas otomatis meningkat, tapi yang seringkali dilupakan adalah kualitas dari ibadah. Pelatihan sholat khusyu persiapan ramadhan yang akan saya latihkan di 3 kota meliputi pendalaman sholat khusyu, cara itikaf yang benar, dan mengenal diri melalui puasa. diharapkan dari pelatihan yang berlangsung 3 jam ini peserta dapat meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci ramadhan yang akan tiba.

Pelatihan pertama akan saya lakukan di Nganjuk pada tanggal 10 juli, pelatihan kedua di kota Wonogiri yaitu tanggal 16 juli dan di kota sukoharjo pada tanggal 31 juli.

Sholat dalam bulan ramadhan menempati ibadah paling banyak sehingga kalau kualitas tidak ditingkatkan akan sangat disayangkan, dengan pelatihan ini diharapkan sholat yang begitu banyak di bulan suci dapat kita jalankan dengan penuh kekhusyuan kepada Allah SWT.

itikaf, sebuah amalan di malam hari, amaliah ini jika kita tidak mengetahui caranya maka akan terasa sia sia saja, bermalam di masjid tidak mendapatkan apa-apa. Bagaimana kita mencontoh rasulullah SAW dengan itikaf ini rasulullah banyak mendapatkan pecerahan dari Allah SWT seperti turunnya wahyu pertama kali yaitu Al Quran. Apa yang kita lakukan di dalam masjid (karena sekarang susah kalau cari gua di gunung) seharusnya seperti apa yang dilakukan rasulullah di dalam Gua Hira. Sehingga benar-benar selesai itikanf kita mendapatkan pencerahan.

kemudian terakhir bagaimana kita mensikapi puasa, puasa dengan dinamika lapar dan haus mengharuskan kita untuk beradaptasi dengan kedaan tersebut. Dengan niat yang benar, dan dengan keihlasan yang benar kita akan mendapatkan diri kita yang sebenarnya. bahwa diri kita bukanlah tubuh melainkan jiwa dan lebih dalam lagi adalah Ruh. Ruh ini lah target akhir dari puasa kita yaitu FITRAH.

3 materi diatas insya yang akan saya sampaikan dalam road dakwah di 3 kota mohon doanya.

Membenci pemberian Allah

Sebaiknya jika kita tidak suka dengan apa yang sudah diberikan Allah kepada kita, dan kita tidak menyukainya, disingkirkan saja dari sekitar kita, itu jika kita bisa. Namun jika tidak bisa menyingkirkannya cobalah untuk merubahnya menjadi suka atau minimal netral. yang penting jangan mencela

Dari Abu Hurairah r.a beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukai satu makanan, maka beliau memakannya. Jika beliau tidak suka, maka beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064)

menikmati hidangan Allah
Mensyukuri makanan adalah sumber kenikmatan

hadis tersebut mengisyaratkan bahwa tidak hanya makanan, apapun yang diberikan Allah kepada kita tidak boleh kita cela

akibat mencela makanan

Mencela makanan dapat berakibat negatif yang akan mengenai diri kita sendiri. Misalnya mencela makanan jika kita mencela makanan kemudian kita makanan tersebut maka akibatnya makanan tersebut akan menjadi sumber penyakit. Mencela makanan sama saja dengan mengafirmasi makanan tersebut bahwa makanan itu adalah negatif, nah jika kemudian kita memakannya maka sama saja memasukkan barang negatif kedalam tubuh kita, otak yang sudah memprogram demikian otomatis akan memprosesnya.

Rasulullah jika tidak menyukai makanan maka beliau tidak berkomentar apa-apa cukup meninggalkannya. Ini adalah akhlak mulia yang dicontohkan rasulullah kepada kita.

Nah sekarang mari kita lihat hal-hal apa saja yang sudah Allah limpahkan kepada kita, adakah yang membuat kita membencinya sehingga kadang membuat kita mencelanya? jika ya cobalah untuk membuat segala hal yang telah Allah berikan dapat membuat kita bahagia, senang dan bergembira dengannya sehingga kita lebih mudah bersyukur kepada Allah ketika kita melihatnya. Misalkan begini ketika kita melihat dapur berantakan dan membuat kita tidak menyukainya maka segeralah rapikan tempat memasak, tempat dapur tersebut sehingga kita nyaman melihatnya. dengan merapikan tempat yang berantakan dan kotor maka kita akan mudah dalam bersyukur kepada Allah.

Tempat disekitar kita harus membuat kita senang, harus membuat kita bahagia, sabda Rasulullah bahwa kesenangan manusia itu terletak di 3 hal

  1. istri yang sholehah
  2. Rumah yang bagus
  3. kendaraan yang bagus

jika ketiga hal tersebut membuat kita senang dan bahagia maka surga dunia sudah kita dapatkan.

Menginginkan keluarga bahagia

syukur menuju sakinah
sakinah berawal dari syukur kepada Allah

Yang sering kita lupakan bahwa keluarga adalah amanah bagi kita, jika kita suami maka istri dan anak anak adalah amanah dari Allah, bagi yang menjadi istri, suami dan anak-anak juga merupakan amanah bagi istri tersebut. Ketika kita memahami bahwa apa yang ada dalam keluarga adalah amanah bagi kita maka kita akan sadar dengan kedudukan kita yaitu sebagai orang yang dititipi oleh Allah untuk melaksanakan, menjaga amanah tersebut. Dan juga tidak berlebihan dalam menjaganya misalnya dengan overprotektif, mengharap terlalu tinggi atau over kasih sayang.

Sikap berlebihan dalam menjaga amanah akan mengakibatkan kita malah tidak amanah. Orang tua yang terlalu mengharapkan anaknya berhasil di sekolah dengan tidak memperhatikan kemampuan anak akan menimbulkan kerusakan pada Anak entah itu mentalnya, akhlak dan lain. Pemaksaan pemaksaan yang berlebihan kepada Anak akan menyebabkan tidak amanahnya kita kepada anak. Dan nanti jika kita tidak amanah maka yang akan menerima akibatnya adalah diri kita sendiri.

Keluarga bahagia adalah keluarga yang bisa menjaga amanah Allah secara proporsional. Dalam berkeluarga kita harus mengetahui seberapa jauh kemampuan kita dan kemampuan anak atau pasangan. Dengan saling mensyukuri kemampuan yang dimiliki maka akan tercipta keluarga yang bahagia. istri mensyukuri suami, suami mensyukuri istri , suami istri mensyukuri anak-anak apapun keadaan anak dan pasangan kita, sungguh ini kebahagiaan yang sangat luar biasa.

Ketidakbahagiaan keluarga berawal dari ketidak adanya syukuran dari salah satu atau lebih anggota keluarga yang bersyukur dengan anggota keluarga lainnya. Istri tidak mensyukuri suami atau suami tidak mensyukuri istri, keadaan ini menyebabkan keluarga tersebut menjadi saling curiga, saling benci dan tidak akan tumbuh jalinan rasa kasih sayang. Ketidakbahagiaan memiliki anak juga disebabkan oleh orang tua yang tidak mensyukuri keadaan anaknya. misalnya anaknya memiliki IQ rendah, anaknya nakal, anaknya cacat, ketika semua itu tidak disyukuri sebagai rahmat dan amanat Allah maka kita harus bersiap-siap untuk menerima akibatnya.

Bagaimanapun keadaan anak harus kita syukuri, bahkan anak kita yang “nakal” pun harus kita syukuri , bukan mensyukuri nakalnya tapi mensyukuri anaknya. tidak mensyukuri perbuatannya yang nakal tapi mensyukuri anak itu sendiri.  Lihatlah anak kita ketika anak tidur pulas, pandang dia dan ucapkan syukur dengan tulus kepada Allah ya Allah terimakasih engkau telah karuniakan anak kepada kami, sambil kita elus kepala anak kita. Sungguh getaran syukur ini akan merubah akhlak anak, akan menjadikan anak yang menjengkelkan menjadi anak yang menyenangkan bagi orang tuanya.

amanah anak
mensyukuri anak

Hidup di alam ghoib

hidup di alam ghoib
yakin dan syukur jalan pintas menuju alam ghoib

Aada cara praktis untuk hidup di alam ghoib, yaitu dengan bersyukur. Orang yang beryukur kepada Allah yaitu dengan mensyukuri apa-apa yang belum terjadi di alam nyata dapat membawa kita kepada kehidupan di alam ghoib. misalnya kita sakit kemudian kita bersyukur kalau kita sudah sembuh, atau kita beryukur kalau kita sudah berkelimpahan harta padahal kita masih hidup serba pas-pasan, kita bersyukur kalau kita orang suci diampuni dosanya oleh Allah, padahal kita tidak tahu Allah telah mengampuni atau belum. Ternyata hidup di alam ghoib dapat membawa kita kepada keghoiban dan miracle secara nyata. Semakin kita bersyukur dengan apa yang belum terjadi maka keajaiban dengan apa-apa yang belum terjadi atau terwujudnya secara ghoib atau secara tiba-tiba di luar nalar kita.

Orang yang bersyukur otomatis dia percaya kepada Allah, nah Allah inikan rajanya Ghoib jadi ketika kita percaya sebenarnya kita juga sudah masuk di alam ghoib. Kemudian kita mempercayai bahwa yang ghoib tersebut hebat  maka sama saja menjadikan kita hebat juga.

hidup di alam ghoib tidak mengindahkan akal logika, orang percaya sebenarnya tidak logis, ingat bahwa Allah juga tidak bisa di logika. untuk itu kalau sudah mengandalkan Allah maka hilangkan akal logika kita.

Mengapa kita bisa hidup di alam ghoib jawabannya karena kita sendiri sebenarnya ghoib misalnya tentang Ruh yang ada dalam diri kita, ghoib kan. Nah kalau kita hidup di alam ghoib sama halnya kita hidup di alam ruhaniah atau alam Ruh. Ruh tidak pernah menggunakan akal, Ruh tidak pernah menggunakan jasad karena Ruh adalah eksistensi yang berdiri sendiri. ketika kesadaran kita berpindah dari tubuh ke Ruh atau dari alam nyata ke alam ghoib maka kita akan mendapatkan kekuatan Ruh kita yang sangat dekat dengan yang Maha Ghoib yaitu Allah SWT.

tubuh memiliki kekuatan

jiwa memiliki kekuatan

Ruh memiliki kekuatan

Selamat Jalan

Selamat jalan saudaraku

Bersama- sama saya dengan mas wawang belajar patrap, duduk bersama menghadap Allah. Kitapun berdiskusi selepas itu, sambil makan nasi “thowel” khas tambakromo pati, saya sangat teringat beliaulah yang mencarikan makan hingga rombongan kami dari solo bisa “kembul bujono” makan bersama.

Latihan latihan patrap yang kita lalui bersama beliau, mengajarkan bahwa inti dari semua adalah kembali kepada Allah. Kita tidak mempedulikan lagi diri kita, apalagi mempedulikan orang orang disekitar kita, kita hanya mempedulikan Allah azza wajalla sebagai tempat pulang.

Allah pun meridloi kita saat latihan dan kita merasakan betapa pulang kepada Allah itu seperti kita pulang ke rumah kita yang sebenarnya, seperti pulang kampung, yang disitu ada ayah dan ibu kita. terasa damai, terasa tenang, dan disitulah benar benar tempat kita kembali.

Ketika saya mendapatkan kabar dari kakak nya mas wawang, yaitu  mas Andi yang juga jamaah patrap di solo, Bahwa mas Wawang sudah benar benar kembali saya pun kaget bercampur bahagia dalam hati, kaget karena sebagai manusia tidak ada tempat berdiskusi dengan beliau untuk belajar patrap 1, 2, dan 3. Bahagia ternyata beliau sudah melangkah satu langkah lagi yaitu benar benar pulang kepada Allah, kalau boleh saya mengistilahkan sudah patrap 4, karena beliau langgeng berada di dekat Allah dan benar benar pulang ke kampung halamannya. Alhamdulillah mas Wawang saya sudah pernah dipertemukan dengan mas wawang, kita sudah sama sama belajar bahwa tujuan hidup kita yang sebenarnya adalah pulang ke Allah, tidak ada yang lain.

Engkau telah benar benar sudah mencapai tujuan akhir hidup kita yaitu kembali kepada Allah. Engkau telah dipanggil Allah. Sesungguhnya semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Doa dalam Patrap 3 kami menyertai keberangkatanmu mas Wawang.

Membayangkan langkah awal setelah berdoa

visualisasi
yakin apa yang kita minta dengan visualisasi

Karena berdoa pasti dikabulkan maka saat itu pula apa yang kita bisa kita lakukan harus kita lakukan. Nah cara yang paling mudah adalah berfikir bahwa apa yang kita minta sudah jelas ada di dalam pikiran, bentuknya bisa membayangkan, menuliskan atau memikirkan sesuatu yang mengarah kepada apa yang kita doakan. Langkah awal ini juga bisa menjadi wujud dari apa yang kita yakini dalam berdoa, Yakin harus diwujudkan dalam tindakan , yakin tidak bisa hanya di dalam hati saja yakin harus wujud.

Keyakinan yang diwujudkan dalam bentuk tindakan riil meski hanya membayangkan atau menuliskan akan memperbesar keyakinan kita terhadap terkabulnya doa. Padahal keyakinan ini sangat penting sekali di dalam tercapainya suatu doa menjadi kenyataan. artinya semakin yakin kita kepada apa yang kita minta maka akan semakin cepat pula tercapinya suatu doa.

Karena di dalam islam tidak istilah Doa yang ditunda.. atau malah doa yang tidak dikabulkan, maka kita harus yakin 100% bahwa doa kita dikabulkan. Membayangkan adalah langkah praktis dan mudah. Dengan membayangkan ini berarti kita menjalankan apa yang di ada di quran dan hadis tentang “doa pasti dikabulkan”

Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani)

Uduni astajib lakumBerdo’a kepadaku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu” (QS. al-Mu’min:60)

kalau kita percaya bahwa doa kita kabulkan dan kita bisa melakukan apapun yang mengarah kepada terkabulnya doa itu berarti kita bersinergi dengan Allah. Artinya Allah memberikan kita menerimanya. Lain halnya jika kita berdoa kemudian kita tidak yakin apakah diterima, apakah tidak diterima, apakah nanti untuk di akhirat…. kalau kita ragu maka kita tidak sinkron di tahap awal.

Bagaimana kita mau membayangkan terwujudnya doa kita jika kita tidak yakin dengan doa kita

 

Merespon pengabulan Allah atas doa kita

Tidak ada Doa yang tidak dikabulkan.

kalimat diatas bukan bualan, bukan puisi, bukan pula sebuah retorika penyemangat. Namun kalimat diatas adalah kebenaran sunatullah yaitu kebenaran yang sudah ditetapkan Allah. Saya hanya ingin menjelaskan sedikit dalam tentang hal ini sehingga kita tidak ragu lagi dengan kalimat diatas. Satu hal yang perlu kita cermati dalam memahami dan meyakini kalimat diatas adalah bahwa dalam pengabulan doa kita Allah tidak bisa tiba tiba, tapi melalui proses, nah proses ini lah yang harus kita lalui tahap demi tahap. Tidak bisa kita langsung pada tahap “terjadi”, semua melalui proses, proses itu begitu halusnya, begitu lembutnya, begitu transparannya .. tapi sangat nyata dan riil, untuk itu kita harus benar benar paham akan hal ini. Jika kita tidak paham akan hal ini maka kita akan melewat proses itu dan otomatis pengabulan doa tidak akan terjadi, bukan salah Allah tapi salahnya kita sendiri kenapa kita tidak mau paham akan proses yang sedang dijalankan Allah.

Terkabulnya doa adalah “sudah dimulainya proses itu dan kita mengikutinya” itulah doa yang akan terjadi menjadi kenyataan. Kita harus peka dan harus mengikuti proses tadi. Ingat bahwa proses sangat samar sehingga kita harus yakin saja jika memang kita tidak bisa mengikuti yang halus tersebut. Contoh keadaan yang halus itu adalah kita diilhamkan akan sesuatu yang mengarah kepada apa yang kita minta, nah ilham itu kan sangat halus bahkan seringkali tidak sama dengan otak logika kita. Anda tidak perlu bingung tentang hal ini, cukup ikuti apa saja yang ada, cukup kerjakan apa saja yang sebaiknya anda harus kerjakan. Jangan menunggu, Allah itu menyukai akselerasi , ketika kita lambat maka proses Allah dengan apa yang kita lakukan tidak akan sama hal ini juga akan menyebabkan hilangnya kesempatan.

Allah suka akselerasi

Jika secara tidak sengaja keterlambatan ini terjadi maka kita harus memulainya dari awal lagi, dan ingat ini membutuhkan waktu.

Mari kita menikmati dan mensyukuri pengabulan Allah atas doa kita step by step. Setiap kita bersyukur dari apa-apa yang sudah diberikan Allah kepada kita maka yang akan diberikan Allah kepada kita akan semakin besar dan besar. Terus ikuti tahapnya, jangan jenuh dan bosan, lalui dengan penuh kegembiraan. jika kita melakukan ini dengan benar maka hidup kita akan mencapai puncak kejayaan seperti apa yang kita harapkan. semoga di mudahkan Allah amin.