Articles from June 2011

Pelatihan sholat persiapan ramadhan di 3 kota

Ramadhan merupakan bulan penuh hikmah, amaliah amaliah secara kuantitas otomatis meningkat, tapi yang seringkali dilupakan adalah kualitas dari ibadah. Pelatihan sholat khusyu persiapan ramadhan yang akan saya latihkan di 3 kota meliputi pendalaman sholat khusyu, cara itikaf yang benar, dan mengenal diri melalui puasa. diharapkan dari pelatihan yang berlangsung 3 jam ini peserta dapat meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci ramadhan yang akan tiba.

Pelatihan pertama akan saya lakukan di Nganjuk pada tanggal 10 juli, pelatihan kedua di kota Wonogiri yaitu tanggal 16 juli dan di kota sukoharjo pada tanggal 31 juli.

Sholat dalam bulan ramadhan menempati ibadah paling banyak sehingga kalau kualitas tidak ditingkatkan akan sangat disayangkan, dengan pelatihan ini diharapkan sholat yang begitu banyak di bulan suci dapat kita jalankan dengan penuh kekhusyuan kepada Allah SWT.

itikaf, sebuah amalan di malam hari, amaliah ini jika kita tidak mengetahui caranya maka akan terasa sia sia saja, bermalam di masjid tidak mendapatkan apa-apa. Bagaimana kita mencontoh rasulullah SAW dengan itikaf ini rasulullah banyak mendapatkan pecerahan dari Allah SWT seperti turunnya wahyu pertama kali yaitu Al Quran. Apa yang kita lakukan di dalam masjid (karena sekarang susah kalau cari gua di gunung) seharusnya seperti apa yang dilakukan rasulullah di dalam Gua Hira. Sehingga benar-benar selesai itikanf kita mendapatkan pencerahan.

kemudian terakhir bagaimana kita mensikapi puasa, puasa dengan dinamika lapar dan haus mengharuskan kita untuk beradaptasi dengan kedaan tersebut. Dengan niat yang benar, dan dengan keihlasan yang benar kita akan mendapatkan diri kita yang sebenarnya. bahwa diri kita bukanlah tubuh melainkan jiwa dan lebih dalam lagi adalah Ruh. Ruh ini lah target akhir dari puasa kita yaitu FITRAH.

3 materi diatas insya yang akan saya sampaikan dalam road dakwah di 3 kota mohon doanya.

Membenci pemberian Allah

Sebaiknya jika kita tidak suka dengan apa yang sudah diberikan Allah kepada kita, dan kita tidak menyukainya, disingkirkan saja dari sekitar kita, itu jika kita bisa. Namun jika tidak bisa menyingkirkannya cobalah untuk merubahnya menjadi suka atau minimal netral. yang penting jangan mencela

Dari Abu Hurairah r.a beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukai satu makanan, maka beliau memakannya. Jika beliau tidak suka, maka beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064)

menikmati hidangan Allah
Mensyukuri makanan adalah sumber kenikmatan

hadis tersebut mengisyaratkan bahwa tidak hanya makanan, apapun yang diberikan Allah kepada kita tidak boleh kita cela

akibat mencela makanan

Mencela makanan dapat berakibat negatif yang akan mengenai diri kita sendiri. Misalnya mencela makanan jika kita mencela makanan kemudian kita makanan tersebut maka akibatnya makanan tersebut akan menjadi sumber penyakit. Mencela makanan sama saja dengan mengafirmasi makanan tersebut bahwa makanan itu adalah negatif, nah jika kemudian kita memakannya maka sama saja memasukkan barang negatif kedalam tubuh kita, otak yang sudah memprogram demikian otomatis akan memprosesnya.

Rasulullah jika tidak menyukai makanan maka beliau tidak berkomentar apa-apa cukup meninggalkannya. Ini adalah akhlak mulia yang dicontohkan rasulullah kepada kita.

Nah sekarang mari kita lihat hal-hal apa saja yang sudah Allah limpahkan kepada kita, adakah yang membuat kita membencinya sehingga kadang membuat kita mencelanya? jika ya cobalah untuk membuat segala hal yang telah Allah berikan dapat membuat kita bahagia, senang dan bergembira dengannya sehingga kita lebih mudah bersyukur kepada Allah ketika kita melihatnya. Misalkan begini ketika kita melihat dapur berantakan dan membuat kita tidak menyukainya maka segeralah rapikan tempat memasak, tempat dapur tersebut sehingga kita nyaman melihatnya. dengan merapikan tempat yang berantakan dan kotor maka kita akan mudah dalam bersyukur kepada Allah.

Tempat disekitar kita harus membuat kita senang, harus membuat kita bahagia, sabda Rasulullah bahwa kesenangan manusia itu terletak di 3 hal

  1. istri yang sholehah
  2. Rumah yang bagus
  3. kendaraan yang bagus

jika ketiga hal tersebut membuat kita senang dan bahagia maka surga dunia sudah kita dapatkan.

Menginginkan keluarga bahagia

syukur menuju sakinah
sakinah berawal dari syukur kepada Allah

Yang sering kita lupakan bahwa keluarga adalah amanah bagi kita, jika kita suami maka istri dan anak anak adalah amanah dari Allah, bagi yang menjadi istri, suami dan anak-anak juga merupakan amanah bagi istri tersebut. Ketika kita memahami bahwa apa yang ada dalam keluarga adalah amanah bagi kita maka kita akan sadar dengan kedudukan kita yaitu sebagai orang yang dititipi oleh Allah untuk melaksanakan, menjaga amanah tersebut. Dan juga tidak berlebihan dalam menjaganya misalnya dengan overprotektif, mengharap terlalu tinggi atau over kasih sayang.

Sikap berlebihan dalam menjaga amanah akan mengakibatkan kita malah tidak amanah. Orang tua yang terlalu mengharapkan anaknya berhasil di sekolah dengan tidak memperhatikan kemampuan anak akan menimbulkan kerusakan pada Anak entah itu mentalnya, akhlak dan lain. Pemaksaan pemaksaan yang berlebihan kepada Anak akan menyebabkan tidak amanahnya kita kepada anak. Dan nanti jika kita tidak amanah maka yang akan menerima akibatnya adalah diri kita sendiri.

Keluarga bahagia adalah keluarga yang bisa menjaga amanah Allah secara proporsional. Dalam berkeluarga kita harus mengetahui seberapa jauh kemampuan kita dan kemampuan anak atau pasangan. Dengan saling mensyukuri kemampuan yang dimiliki maka akan tercipta keluarga yang bahagia. istri mensyukuri suami, suami mensyukuri istri , suami istri mensyukuri anak-anak apapun keadaan anak dan pasangan kita, sungguh ini kebahagiaan yang sangat luar biasa.

Ketidakbahagiaan keluarga berawal dari ketidak adanya syukuran dari salah satu atau lebih anggota keluarga yang bersyukur dengan anggota keluarga lainnya. Istri tidak mensyukuri suami atau suami tidak mensyukuri istri, keadaan ini menyebabkan keluarga tersebut menjadi saling curiga, saling benci dan tidak akan tumbuh jalinan rasa kasih sayang. Ketidakbahagiaan memiliki anak juga disebabkan oleh orang tua yang tidak mensyukuri keadaan anaknya. misalnya anaknya memiliki IQ rendah, anaknya nakal, anaknya cacat, ketika semua itu tidak disyukuri sebagai rahmat dan amanat Allah maka kita harus bersiap-siap untuk menerima akibatnya.

Bagaimanapun keadaan anak harus kita syukuri, bahkan anak kita yang “nakal” pun harus kita syukuri , bukan mensyukuri nakalnya tapi mensyukuri anaknya. tidak mensyukuri perbuatannya yang nakal tapi mensyukuri anak itu sendiri.  Lihatlah anak kita ketika anak tidur pulas, pandang dia dan ucapkan syukur dengan tulus kepada Allah ya Allah terimakasih engkau telah karuniakan anak kepada kami, sambil kita elus kepala anak kita. Sungguh getaran syukur ini akan merubah akhlak anak, akan menjadikan anak yang menjengkelkan menjadi anak yang menyenangkan bagi orang tuanya.

amanah anak
mensyukuri anak