Articles from September 2011

Patrap malam jumat

image

Pelajaran malam ini mengenal diri

Menembus alam KeTuhanan

judulnya kali ini mungkin agak “sangar”, tapi mari kita bicarakan dengan santai dan relaks. saya buka dengan prolog dulu.. saat ini saya sedang nggak enak “hati” kalau badan mungkin sedang “masuk angin”. Nggak enak “hati” itu bukan karena ada masalah, tapi saya merasa iman saya ngedrop (low battery). Setelah subuh tadi saya benar benar drop… sampai akhirnya saya memutuskan untuk nembus ke Allah, saya mengabaikan keimanan saya, saya mengabaikan dosa-dosa saya, saya mengabaikan apakah saya kurang berbakti kepada guru guru saya, saya mengabaikan amalan-amalan yang kurang… lalu saya nekat saja untuk nembus ke alam keTuhanan.. tentunya dengan super nekat, karena tidak ada yang dapat saya andalkan dalam menembus ke Allah, amaliah sedikit, iman drop (low battery). Modal saya saat itu hanya “nekat” dengan hanya berbekal “aku mau nembus ke Allah” . dan di luar dugaan saya daya ke Allah itu melewati semua kesedihan, kegelisahan, Iman yang low batterypun terasa terisi dengan sangat cepat hingga mendapatkan pencerahan jiwa yang sangat mencerahkan.

Menembus alam keTUhanan ternyata bisa “tidak dengan modal” asal lurus ke Allah, ihlas ke Allah. ketika menembus ke Allah maka kebahagiaan itu langsung kita dapatkan. Alam keTuhanan adalah alam dimana kita sudah tidak berfikir lagi tentang Tuhan tapi cukup dengan yakin kepada Tuhan kemudian kita masuki dengan ihlas. Kerelaan kita dalam memasuki alam keTUhanan itu akan membawa kita kepada perubahan alam batin kita .. disitulah alam kedamaian karena disitu tempat kita berasal , karena disitulah tempat kita kembali, tidak ada tempat lain yang lebih indah dan lebih menyejukkan kecuali tempat “alam KeTuhanan” semoga para pembaca Blog ini mendapatkan kebahagiaan sejati ini amiin

Syukur yang berbeda

Pada level kesadaran Ruhaniah, kita masih bisa tetap bersyukur, bersyukur ini agak berbeda karena syukur ini sudah menghilangkan “aku” yang bersyukur kapada Allah. bagi saudara yang sudah bisa menghilangkan “aku” coba untuk bersyukur maka akan merasakan sebuah gairah syukur yang luar biasa. selamat mencoba (maaf tulisan ini mungkin terlalu singkat karena saya masih kesulitan untuk menjelaskannya dalam tulisan)

bomb di solo, solo tetap the spirit of islam

orang yang mengebom dirinya pun memilliki spirit, tapi spirit apa saya juga kurang paham, keberanian dia membunuh dirinya dengan bomb miliknya sendiri dengan mengorbankan orang lain di gereja lagi…. pasti memiliki spirit tersendiri. layaknya seorang yang menawarkan barang atau jasa pasti juga memiliki spirit, karena spirit memiliki makna semangat atau motivasi. Solo sebagai kota spirit memiliki berbagai macam spirit, maka dikenal solo sebagai kota “the spirit of java”. sedangkan di blog ini spirit adalah spirit islam, artinya semangat semangat yang saya sambil dari sisi isoteris islam yaitu kepasrahan, karena kepasrahan adalah inti dari spirit islam dan menjadi dasar utama dari pengalaman agama islam. nah kalau ngebom bunuh diri ini apakah sebagai bentuk keapsrahan? saya kira tidak, sehingga kalau pun yang mengebom solo itu mengaku dirinya islam maka BUKAN termasuk yang memiliki spirit islam. Orang yang memiliki spirit islam bergerak berjuang dan membela islam berdasar prinsip “pasrah” . Berjuang dengan pasrah….membela islam dengan pasrah… dan bergerak dengan pasrah… ini adalah spirit rasulullah yang turun temurun hingga sekarang, yang diwariskan kepada mereka yang pasrah …yang mengikuti jalan sesuai dengan jalannya rasulullah.

 

beda orang beriman dan tidak

misalnya sama sama 2 orang menghadapi kekuarangan uang atau rizki, dan sama sama tidak punya cara bagaimana untuk mendapatkan uang lagi untuk esoknya. tapi dua orang ini memiliki perbedaan orang yang pertama beriman kepada Allah dan yang kedua tidak kepada Allah. Dalam menghadapi masalah tersebut kedua orang ini sama sama pasrah, yang beriman pasrah kepada Allah yang kedua pasrah kepada keadaan. dari sini kita bisa melihat bahwa orang yang beriman meski pasrah dia pasrahnya dengan penuh optimisme, tapi yang tidak beriman pasrahnya pasrah yang pesimis. antara optimis dan pesimis tentunya akan memberikan dampak psikis yang berbeda, yang optimis hidupnya lebih aktiv dalam merespon penyelesaian masalah tapi pesimis dia pasif dan cenderung malas dan cenderung lebih stress dari pada orang yang optimis. jadi orang yang beriman kepada Allah akan selalu aktif dan menyambut rejeki dari Allah dan lebih peka.
menerapkan ilmu yakin ini dapat dilakukan ketika duduk ifitrasy dimana doa doa yang kita panjatkan dalam duduk iftirasy dalam sholat ini benar benar kita yakini bahwa kita diampuni Allah, kita dicukupkan keperluan kita, kita diangkat derajat kita, kita diberi petunjuk, kita diberi rizki, kesehatan dan pemakluman dari allah. doa doa ini harus diyakini sesuatu yang diyakini berarti saat ini belum kita terima secara dlohir. dengan meyakini maka kita sudah menerima secara batin (tidak dlohir) apa apa yang kita mintakan kepada Allah. nanti suatu saat jika yang batin sudah “OK” maka sebentar lagi yang dlohir akan menyusul.
sedikit tambahan
manusia kekhawatirannya lebih banyak disebabkan oleh masa depan dengan meyakini segala sesuatu kepada Allah bahwa sesuatu tersebut akan berjalan dengan baik, maka kekhawatiran tersebut akan hilang dan hal ini akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri bagi kita.

Menyadari Allah melalui asma ulhusna

dalam pembahasan yang kemarin saya membedakan tentang makna dzikrullah, yang pertama adalah makna mengingat dan yang kedua adalah menyadari. jelas yang bermakna mengingat kita tidak akan bisa atau mampu melakukannya sedangkan arti kedua adalah kesadaran dimana kita mampu untuk melakukan hal itu. Sekarang mari kita lakukan menyadari Allah dalam hal menyadari nama-Nya yaitu menyadari setiap asma ul husnanya. ketika kita membaca asma ulhusna kemanakah kesadaran kita ? kemanakah diri kita berada ? jika kita sudah mampu menyadari Allah misalnya dalam rahman Nya Allah maka diri kita akan berada pada keadaan kasih nya Allah suata keadaan dimana kita merasa di beri, merasa di turuti apa kemauan kita dan kita menjadi tenang karena segala keinginan kita akan dipenuhi Allah. inilah yang saya maksud dengan dzikrullah dengan kesadaran. kalau kita sekedar mengingat Allah maka kita tidak akan berada pada wilayah apapun, malah kita terbawa oleh alam pikiran kita sendiri.

sangat bahaya jika kita dzikir tapi pikiran kita terbawa oleh pikrian kita sendiri bukan terbawa oleh kesadaran berdzikir, sebab dzikir itu akan membawa kepada suasana suasana atau keadaan jiwa yang sesuai dengan makna suasana dalam dzikir yang kita lafadzkan. Menyadari Allah melalui asma ul husna sangat bermanfaat untuk merubah STATE emosi kita atau STATE kejiwaan kita. setiap asma Allah memiliki pengaruh STATE yang berbeda beda tinggal kita pilih saja makna asma Allah yang saat ini kita butuhkan. berdoalah dengan nama Allah. maksudnya adalah bahwa state di dalam asma itu akan membawa kita kepada sesuatu yang kita inginkan.

sekian dulu..

Allah tidak bisa diingat

jika dzikir diartikan dengan ingat maka otak tidak akan mampu melakukannya, tapi jika dzikir diartikan dengan sadar Allah maka hal itu mudah bagi kita untuk melakukan dzikir. banyak orang menanyakan bagaimana mengingat Allah, ternyata memang kita tidak bisa mengingat Allah, karena Allah tidak pernah adalah ada dalam memori kita, Allah tidak pernah bisa ditangkap oleh pikiran baik membayangkan, mencerna, mengolah, apalagi mereproduksi dengan “mengingat'” jadi wajar saja jika ada pertanyaan “bagaimana mengingat Allah” jawabannya pun baru baru ini saya temukan bahwa Allah tidak bisa diingat.

mengingat dengan menyadari sangat berbeda. baik ada contoh menarik dari cerita sayidina Umar ketika bertemu dengan penggembala kambing, ketika kita saidina Umar ingin menguji tauhid seorang anak penggembala dengan membeli satu kambing saja, ketika itu si penggembala tidak bersedia karena bukan miliknya dan dia takut kepada Allah. nah contoh ini muncul suatu pertanyaan : si penggembala tersebut saat takut kepada Allah dia sedang “mengingat Allah” atau sedang “menyadari Allah”, jelas jawabannya adalah menyadari.

jika kita menyadari Allah maka Allah aktif dalam diri kita, kita jadi takut, kita jadi sopan, kita jadi tawadhu, tapi jika kita hanya sekedar mengingat maka tidak akan ada aktivitas Allah dalam diri kita. hal ini dapat dibuktikan bahwa seseorang dapat melakukan maksiat atau perbuatan tidak baik sambil mengingat Allah.  ketika kita menyadari bahwa Allah itu pemurah maka hati kita tenang saat tidak punya duit, kenapa bisa tenang karena Allah aktif memberi kita, tapi jika hanya sekedar mengingat maka Allah tidak akan beraktivitas apapun sehingga hati kita tidak tenang.

banyak sekali terjemahan yang salah kaprah dalam mengterjemahkan dzikrullah dengan mengingat Allah padahal seharusnya adalah menyadari Allah.

yel yel… bagaimana kabar anda hari ini ….;LUAAR BIASA…

ya saya pikira boleh boleh saja hidup itu luaar biasa, tapi apanya yang luar biasa? hidup yang luar biasa itu yang seperti apa? sesuatu yang di luar kebiasaan akan banyak menimbulkan pertanyaan.

sesuatu di luar kebiasaan kalau menurut statistik kurve normal berarti berada di dua kutub yaitu kutub positif dan negatif. kehidupan yang luar biasa memerlukan usaha yang over bahasa jawanya “ngoyo” yang namanya over pasti akan mengorbankan unsur lainnya. dengan kata lain jika kita berkeinginan untuk menjadi luar biasa maka “nafsu” kita akan sangat berperanan sekali. sudah berapa banyak orang yang benar benar ingin menjadi “luar biasa” akhirnya mengorbankan keluarga, mengorbankan moral serta harga diri. Demi menjadi luar biasa di pekerjaan rela meninggalkan anak hingga larut malam, rela menitipkan orang tua ke panti jompo, rela meninggalkan ibadah, menggunakan pakaian “yang kurang pantas menurut syar’i demi “pekerjaan” yang ujung ujungnya duit. jadi kalau dipikir pikir menjadi” luar biasa” ujung ujungnya materi.

kalau kita ingin menjadi luar biasa di bidang spiritual agama, maka sebenarnya kita lebih banyak mendapatkan untuk hidup “biasa” saja, semakin hidupnya “biasa” saja maka spiritualnya akan semakin tinggi. maksud saya dengan biasa adalah : dengan biasa mengikuti apa yang diperintahkan Allah, dengan biasa menjalankan apa yang diamanahkan Allah kepada kita, dengan biasa mengikuti seluruh hukum alam yang sudah ditetapkan Allah kepada kita. hal hal yang biasa inilah yang akan menjadikan spiritualitas kita menjadi luar biasa.

berspirtitual tidak boleh menggunakan nafsu, jika kita ngoyo dalam beragama atau berspiritual maka kekuatannya tidak akan lama dan sebentar lagi akan loyo, tapi jika menjalankan agama denga santai dan istiqomah maka spiritual kita akan pelan-pelan merangkak naik dan kita akan menemukan kebahagiaan yang sejati.

Senin depan sudah mulai halaqoh sholat

bagi bapak ibu peserta halaqoh sholat khusyu senin depan tanggal 19 kita sudah mulai untuk pelatihan sholatnya. boleh ajak yang lainnya

malam jumat akan saya rubah setting waktunya yaitu jam 19.30 setting waktunya sama dengan halaqoh sholat khusyu, untuk hari tetap malam jumat (namanya saja malam jumatan), nah untuk acaranya untuk MOTIVASI BERBASIS LITTLE MADINAH. malam jumatan ini saya ajukan lebih sore agar dapat diikuti oleh jamaah yang lain, terutama ibu ibu yang berkeinginan untuk menambah wawasan tentang kemakrifatan, melalui amaliah sosial di liitle madina. acara malam jumatan ini agak spsial karena merupakan aplikasi dari patrap untuk pengembangan little madinah khususnya di wilayah solo.

tips berani beramal sholeh

kunci nya ada di ihlas dalam menjalankan apa yang dicontohkan Rasulullah. Untuk bisa Ihlas maka kita harus bisa melewati atau harus bisa mem by pass pikiran, emosi dan jiwa hingga benar benar kita menjalankan perintah Allah dan Rasulullah dengan menggunakan kekuatan Ruh. yang sering membuat kita tidak ihlas adalah pikiran kita, yang sering membuat tidak ihlas adalah emosi dan jiwa kita. coba saja ketika kita bersedekah maka pikiran kita akan mengatakan “jangan banyak banyak sedekahnya” akhirnya sedekah kita tertunda atau terkurangi.

sekarang bagaimana untuk bisa menggunakan Ruh sebagai daya beramal. Pertama kita harus mampu mengenal Allah yang kosong, yaitu Allah yang tidak dipersepsikan atau Allah yang tidak bisa disamakan dengan apapun. ketika kita berada pada wilayah itu cobalah untuk berani mengamalkan apa- apa yang di perintahkan Allah dan Rasulullah.

selamat mencoba