Hijab itu ada di nafs

Hijab yang kadang kita pahami adalah hijab yang diberikan Allah kepada kita, ternyata tidak hijab itu adalah diri kita sendiri. maka kita harus bisa untuk menghilangkan hijab itu artinya menghilangkan diri kita yaitu keegoan atau ke aku an kita. tidak lain dengan cara berserah diri kepada Allah ego itu akan lenyap.

bahagia adalah pemberian Allah

jangan mencari bahagia karena bahagia adalah pemberian dari Allah, kemanapun kita mencari bahagia tapi jika Allah tidak memberikan rasa bahagia itu maka kita sampai kapanpun tidak akan dapat bahagia. bagaimana cara membuat agar Allah menurunkan bahagia tidak ada lain adalah membuat Allah ridlo jika kita mampu membuat Allah ridlo terhadap kita maka Allah pun tidak segan segan melimpahkan rasa bahagia pada diri kita.

berarti sekarang yang yang paling penting adalah bagaimana membuat Allah ridlo, mari kita lihat perintah allah terkait dengan bahagia, kita ambil yang paling mudah yaitu tentang syukur : barang siapa yang bersyukur maka akan aku tambah nikmatnya (berarti Allah ridlo) tapi jika ingkar maka adzab ku sangat pedih (berarti Allah tidak ridlo)….. nah satu ayat ini saya kita bisa praktekan bahwa jika kita bersyukur kepada Allah maka akan membuat Allah ridlo dan jika Allah ridlo maka Allah akan menambah nikmatnya ….

“lainsyakartum laaziidannakum walainkarfartum inna ‘adzaabii lasyadid” “jika kalian bersyukur pasti akan Aku tambah ni’mat-Ku padamu tetapi jika kalian kufur sesungguhnya adzab-Ku amat pedih”. (QS 14:7).

Letak bahagia

banyak orang mencari bahagia bahkan tak jarang yang hidupnya untuk mengejar bahagia. bahagia ada state emosi, bukan terletak pada di luar emosi. state emosi memang bisa disebabkan oleh hal luar seperti harta,anak, keluarga, jabatan, gelar namun keadaan luar itu  bukanlah hakikinya bahagia dia hanya menjadi sebab saja. makanya jika kita tidak mendapatkan hal hal tersebut kita akan kesulitan untuk bahagia. tapi ingat bahwa bahagia bukanlah terletak pada kepemilikan harta keluarga dan jabatan namun terletak pada state emosi, maka kita harus mencari keadaan yang menyebabkan state emosi kita tetap stabil.

salah satu yang bisa membuat state emosi kita tetap stabil adalah berpandangan positif secara terus menerus terhadap apa apa yang kita hadapi, untuk bisa melakukan ini tidak lain caranya adalah dengan bersyukur kepada Allah. syukur ini akan memberikan kekuatan merubah yang negatif menjadi positif. anak yang nakal ketika kita syukuri menjadi sesuatu yang membahagiakan, harta yang kurang jika kita syukuri akan menyebabkan hati kita akan bahagia, dan seterusnya. jadi letak bahagia ada di emosi dan caranya adalah dengan bersyukur