Articles from November 2011

Mencegah pikiran buruk dan nasib buruk

ketika kita berpikiran sial pada pagi hari, cobalah untuk relaks duduk sejenak dan nikmati suasana sekeliling kita, kalau perlu lakukan hal hal yang dapat membuat kita senang. Lupakan berpikir negatif tentang apa yang akan terjadi, tetaplah bersikap happy. setelah pikiran lebih mengarah ke hal yang positif dimana hal ini ditandai dengan emosi yang positif lakukan pekerjaan seperti biasa , lakukan dengan tidak tergesa gesa dan nikmati suasana yang ada. semoga hari hari anda selalu cerah. selamat mencoba

Syukur sebagai model psikoterapi islam

tak dapat dipungkiri syukur merupakan obat mujarab untuk penyakit stress atau depresi (untuk penyakit yang lebih parah, saya belum tahu sebab untuk bisa bersyukur diperlukan pikiran yang masih normal). baiklah sebelummelangkah lebih jauh kita bahas dulu tentang makna dan arti syukur. Dalam bahasa Arab syukur berarti berterimakasih kepada atau bentuk pujian atau pernyataan terimakasih sedangkan dalam kamus bahasa indonesia syukur berarti berterimakasih, senang atau merasa lega.

ayat 7 surat Ibrahim sbb : [14:7] Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. 

bisa juga syukur ini sebagai lawan kata dari pada kufur (menutup), sehingga syukur berarti membuka.

apapun masalahnya syukur solusinya,  demikian sebuah slogan yang saya publish sekitar2 tahun lalu. saya pada saat itu sangat berkeyakinan setelah mempelajari teori “the law of attraction” dan menonton film the secret, bahwa syukur merupakan sikap paling hebat yang menempati rangking teratas. Sikap ini lah yang akan membawa manusia terbebas dari rasa sedih dan duka, dan sikap ini lah yang dapat membawa manusia mencapai puncak kejayaan seperti apa yang ia dambakan.

cara syukur ini sangat sederhana caranya namun berdampak sangat besar terhadap aspek kejiwaan seseorang, sehingga saya memberanikan diri untuk menyebutnya sebagai salah satu model psikoterapi islam. ada beberapa alasannya kenapa saya menjadikan syukur ini sebagai model psikoterapi islam :

  1. Penyebab utama dari kesedihan adalah tidak menerima kenyataan, dengan syukur seseorang di ajak untuk memby pass kekecewaannya dengan menerima dan senang dengan apa yang dialaminya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengukuran perilaku sholat

Sholat adalah perilaku ibadah yang sering banyak di lakukan oleh umat islam, tapi masih sedikit yang sadar akan kualitas sholat yang mereka kerjakan. Aktivitas yang rutin ini ternyata  semakin sering dilakukan tidak  membuat orang semakin sadar akan perilaku sholatnya yang jauh dari sempurna, kita lihat saja misalnya tentang tumakninah. ketika melakukan sholat yang tumakninah kebanyakan orang yang menjalankan sholat selalu tergesa-gesa dan ingin cepat sholat, ini adalah satu contoh yang banyak terjadi di kalangan umat islam yang menjalankan sholat. Permasalahan ini juga kurang mendapat perhatian dari para ulama, ustaz atau lembaga yang mengurusi keagamaan keislaman, seperti MUI atau organisasi islam lainnya. mereka disibukkan dengan aktivitas pembelajaran, permasalahan sosial bahkan politik.

Permasalahan tentang sholat seharusnya disadari oleh semua kalangan dan semua pihak yang terkait. Kesadaran akan pentingnya sholat pertama harus kita buka dulu kenyataan dilapangan yaitu bahwa masyarakat belum menjalankan sholat dengan benar. fakta inilah yang akan saya ungkap melalui skala yang saya buat , dengan skala ini diharapkan semua bisa lebih sadar tentang kekuarangan sholat yang dijalankannya sehingga termotivasi untuk mempraktekan sholat dengan benar dan baik sesuati tuntunan rasulullah SAW.

Skala saya buat bersama beberapa mahasiswa saya dan saya terstandarisasikan dengan 500 responden yang berada di sekitar solo. dari hasil sementara analisis aitem yang saya lakukan semua aitem valid dan secara keseluruhan reliabel. berarti skala ini layak digunakan untuk mengukur tingkat perilaku sholat dari para calon responden. Rencana kedepannya skala ini akan kita gunakan sebagai dasar pemberian pelatihan sholat , dengan mengetahui kekurangan calon peserta pelatihan melalui skala ini maka materi, cara penyampaian , dan penekanan akan bisa dilakukan sesuai dengan keadaan peserta pelatihan. sekaligus, skala ini dapat menjadi alat ukur kesuksesan peserta mengikuti pelatihan yaitu dengan model pretest dan posttes.

Perilaku sholat yang saya ukur melalui alat tersebut meliputi 2 aspek utama yaitu relaksasi (tenang) dan perilaku meditatif (dzkrullah).