Articles from December 2011

Allah yang maha positif

Silahkan test keyakinan kita, berani tidak kita berserah kepada Allah, artinya menyerahkan diri kepada Allah. Test nya begini, ketika kita solat paad saat rukuk , semua badan kan sakit, nah pada saat sakit ketika rukuk itulah saatnya untuk berserah kepada Allah, jika kita kurang yakin dengan Allah biasanya kita menahan saat sakit tersebut tapi jika berserah diri kepada Allah maka tubuh akan relaks dan lebih lentur. Dalam kehidupan sehar hari pun kita selalu dihadakan pada kecemasan akan masa depan 1 menit kedepan, satu jam kedepan, atau satu hari kedepan atau satu masa kedepan…. kecemasan itu dapat kita hilangkan dengan cara berserah kepada Allah dengan tetap menjalankan apa yang seharusnya kita lakukan.

orang sering meragukan Allah karena kurang yakin Allah itu maha positif, jika yakin bahwa Allah itu maha positif maka pasti dia akan berserah total dan akan menyerahkan semuanya kepada Allah. Kalau kita masih beranggapan bahwa berserah kepada Allah belum menjamin kebaikan kita maka berarti kita belum yakin 100% bahwa Allah adalah maha positif.

Bukti bahwa Allah maha positif salah satunya adalah bila kita berserah maka Allah akan menuntun kita untuk melakukan sesuatu, dan karena kita berserah maka kita tentunya wajib mengikuti apa yang dituntunkan Allah kepada kita, kalau kita sudah dituntun Allah tapi kita menolak berarti kita tidak berserah. contohnya bila saya memohon rejeki yang banyak kepada Allah dan Allah menjadikan saya sebagai dosen maka saya harus mengajar dengan sebaik baiknya, tepat waktu, memberikan materi yang sesuai dan seterusnya. Maka beserah diri saya akan mendatangkan rejeki yang banyak nah ini lah bukti bahwa Allah itu maha positif. jadi kita berserah maka Allah pun akan menjamin hidup kita ke arah yang lebih baik (positif).

orang yang berserah diri kepada Allah tentunya juga harus meningggalkan keinginan-kkeinginannya ketika doanya sudah mulai di panjatkan misalnya ketika kita memohon rejeki maka kita pasrahkan saja kepada Allah tidak perlu kita membuat rencana rencana misalnya rejeki saya dari sini, bsearnya segini…. los saja atau lepaskan saja , kecuali kalau Allah sudah memberikan petunjuknya maka kita ikuti, tapi kalau belum cukup dengan berserah saja menunggu petunjuk datang.

contoh lagi misalnya kita sakit maka cukup berserah saja kepada Allah tidak perlu kita mereka reka sembuh, karena pasti jika kita berserah diri kepada Allah yang terjadi adalah positif menurut Allah. pasti jika kita sakit dan berserah akan ada tuntunan dari Allah misalnya kita harus kedokter, kita harus minum obat dan seterusnya… dan itu bukanlah usaha kita , kita hanya mengikuti tuntunan dari Allah untuk sembuh. sebab kalau usaha tidak ada tuntunan sama sekali dari Allah tapi jika Allah sudah tuntun kita maka kita tinggal mengikuti tuntunan itu dan sekali lagi itu bukanlan usaha. jadi kalau kita sudah beserah diri kepada Allah maka kita  tidak perlu ada “usaha”

narsis dan makrifat

siapakah yang disebut dengan diri, Dialah yang maha Agung, kalau siapa kah aku maka itu adalah saya setiyo purwanto ini. nah yang kita temui adalah Diri yang agung bukan saya setiyo purwanto. barang siapa yang mengenal siapa Diri ini maka akan mengenal Tuhannya. ini sangat jelas sekali bahwa Diri lah yang akan mengenal Dirinya sendiri. manusia seperti saya : setiyo purwanto ini sangat tidak bisa atau sangat tidak mungkin untuk mengenal Tuhan, jadi sampai kapan pun setiyo purwanto mencari Tuhannya tidak akan menemui. seperti nabi Musa yang ingin mengenal dan menemui Allah akhirnya beliau Pingsan. Narsis mengenal Diri ini sangat penting dalam belajar makrifat. kesalahan belajar makrifat paling banyak dilakukan adalah makrifatullah dengan menggunakan saya bukan menggunakan Diri. Bermakrifat dengan menggunakan aku jelas tidak mungkin karena aku adalah ego, antara ego dan Tuhan adalah bertolak belakang.

seorang yang belajar makrifat harus narsis, karena Diri ada disini tidak dimana mana, tinggal kita buka hijab keegoan kita maka Diri akan mampu mengenal Tuhannya.

Dalam aplikasinya narsis ini harus kita gunakan agar kita mampu menggunakan kemakrifatan sebagai sarana menyelesaikan berbagai permasalahan hidup. Karena Diri ada di sini maka yang berkarya yang bekerja, yang beraktivitas adalah sesuatu yang Agung, (nah berani ndak kita menyatakan seperti ini, bagi yang ragu ragu langsung stop saja disini).

kursus bagi mereka yang suka menuliskan pengalaman spiritual

dalam pertemuan nasional di jatibening kemarin ada beberapa rekan yang menginginkan untuk bisa menulis, seperti saya menulis di blog. saya kemudian bercerita awal mula menulis hingga sekarang yang sudah ada lebih dari 500an tulisan. bagi saya tulisan adalah koleksi yang dapat dibaca dan dinikmati orang lain. saya sampaikan juga bahwa menulis adalah untuk dinikmati sendiri lalu kita perbaiki sedikit agar orang lain yang membaca pun bisa menikmati juga. Tulisan yang memiliki kenikmatan untuk dibaca adalah tulisan yang berasal dari kenikmatan penulis ketika dia menulis, jadi ada daya dalam tulisan tersebut.

menulis tidak perlu menggunakan pikiran dan tidak perlu menggunakan rasa, cukup dengan tangan dan kelancaran mengetikkan kedalam komputer. saya sangat menghargai tulisan saya meski orang lain meremehkan apa yang saya tuliskan. saya benar benar menghargai dan mensyukuri setiap tulisan yang saya buat, karena memang tulisan itulah keadaan saya pada saat tulisan itu saya  buat. ketika saya tidak selaras antara tulisan dan keadaan diri saya maka sayapun berhenti dan memang tidak dapat saya menuliskan apapun.  akhirnya sayapun kembali kepada keadaan riil bahwa diri saya adalah apa adanya, bukan keadaan spiritual yang “puitis” karena memang tulisan saya bukanlah rangkaian kata sufi yang sedang mabuk spiritual. saya berusaha melepaskan keterikatan diri saya dengan norma norma spiritual yang ada seperti menganggap sesuatu lebih baik, menjaga image diri, tidak saya apa adanya.

nah contoh yang ada pada diri saya ini lah yang saya tularkan kepada siapapun yang menginginkan menulis. prinsipnya sangat sederhana menulislah apa yang ada dalam pikiran dan terus menulis. yang namanya pikiran tidak akan berhenti berpikir maka apa yang terlintas dalam pikiran sebaiknya langsung di tulis dan di tulis.

sangat baik sekali anda latihan selama dua bulan tiap pagi setelah selesai sholat subuh menuliskan 2 lembar MS Word dengan spasi 1,5 dan besar font ; 12 times new roman. tulislah apa yang ada dalam pikiran saat itu. terus dan terus hingga selesai 2 lembar. tulisan itu jangan dibaca oleh diri sendiri terlebih oranglain, sampai benar benar selesai 2 bulan. setelah dua bulan bacalah satu persatu nanti anda akan terkejut karena tulisan selama dua bulan ini memiliki alur hidup yang sangat luar biasa.

dari latihan itu maka anda sudah siap untuk menuangkan apa yang ada dalam pikiran secara lebih terstruktur. cukup anda niatkan saja anda ingin menulis apa setelah itu ikuti pikiran yang sudah di program dengan niat lalu tuliskan apa apa yang ada dalam pikiran. terus lakukan yang demikian hingga apa yang ada dalam pikiran selesai berpikir.

baik, kalau begitu selamat mencoba.