Articles from January 2012

tips semangat bagi yang sedang malas

Mood kadang baik kadang tidak baik. Mood yang malas merupakan indikasi suasana hati yang tidak baik. cara untuk menghilangkan malas adalah dengan cara spiritual. cara spiritual ini menggunakan kehendak Allah dan keinginan Allah sebagai landasan kita bergerak. Misalnya kita bekerja tapi malas, untuk menghilangkan malas ini caranya adalah, kita menganggap bahwa bekerja ini adalah keinginan Allah kepada kita, atau kehendak Allah kepada kita. Jika kita mampu menjadikan keinginan Allah dalam pekerjaan kita maka kita akan melakukan sesuatu yang tidak kita sukai yaitu melakukan apa yang di sukai Allah yaitu bekerja.

melakukan sesuatu yang disukai Allah dalam pekerjaan kita, misalnya kita malas untuk berdagang, tapi Allah menghendaki kita berdagang, maka berdaganglah yang bukan karena keinginan kita tapi karena keinginan Allah. dengan demikian maka kita akan melakukan sesuatu dengan niat karena Allah, niat ihlas. niat ihlas ini akan membangkitkan semangat kita sedikit demi sedikit, atau emosi yang tidak mood akan cepat berubah.

cara ini memang salah satu dari sekian cara. Cara ini merupakan cara cara yang berlandaskan spiritualitas. saya kurang yakin jika cara ini dipraktekan bagi mereka yang kurang yakin dengan Allah. Sebab keihlasan dalam menjalankan ini harus berlandaskan keimanan dan mau berkorban untuk Allah. dengan kekuatan iman inilah kita bisa mengalahkan kemalasan.

Bergurulah kepada Abu Sangkan

saya mendapatkan ceramah dari seorang ahli sufi yang menerangkan tentang berteman dan berguru. Sufi tersebut membahas buku karya ibn Athoillah. Dalam menjelaskan kitab tersebut, Sufi tersebut menerangkan bahwa carilah murid atau guru yang dapat mengajakmu “naik” ke Allah. Dalam uraiannya bahwa yang dimaksud naik itu adalah yang dapat mengangkat spiritualitas kita. Kalau guru tersebut dapat mengangkat spiritualitas kita berarti guru tersebut memang benar benar memiliki kekuatan spiritual yang lebih dan dapat mengajarkan kepada orang lain.

Ketika saya mendengarkan cerama Ahli Sufi tersebut dalam menjelaskan kitab al Hikam, saya langsung terkoneksi dengan guru saya dan panutan saya Yang Dirahmati Allah Ust Abu Sangkan, Saya merasakan sendiri ketika saya bersama beliau spiritualitas saya terasa meningkat. Ketika saya berguru dengan beliau selama kurang lebih 12 tahun, saya merasakan bahwa saya benar benar merasa (subjektif) dekat dengan Allah. Dan saya mendapatkan banyak pencerahan spiritual dan pencerahan dalam hidup saya.

Saya merasa tidak salah pilih untuk menjadikan Ust Abu Sangkan sebagai guru spiritual saya, meski beliau selalu menganggap bahwa diri beliau adalah kawan seperjalanan (sahabat). Untuk itu, karena saya sudah membuktikan tentang guru saya ust Abu Sangkan maka saya mengajak kepada saudara ku untuk bersama-sama berguru kepada beliau. Tidak harus bertemu langsung, jika memang berhalangan. Saudaraku bisa menggunakan Buku karya beliau, CD CD yang beliau hasilkan, rekaman rekaman ceramah beliau, atau kirim fatihah kepada beliau insya Allah aliran spiritual beliau akan mengajak kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

 

menciptakan aura “syukur” di dalam rumah

Syukur harus dimulai dari kita anggap saja kita yang paling bersyukur. Kenapa harus kita karena kitalah yang harus memulainya. Syukur yang ciptakan di dalam rumah akan dapat mempengaruhi semua penghuni baik itu benda mati ataupun benda yang hidup seperti angggota keluarga ataupun binatang dan tumbuh-tumbuhan. Aura syukur ini jika kita pancarkan akan maka hasilnya akan kembali kepada kita sendiri dan akan kita rasakan manfaatnya.

Syukur yang kita pancarkan akan membawa dampak perubahan nyata dalam rumah kita. misalnya anak anak yang kita syukuri keberadaanya maka akan menjadikan anak kita akan menjadi anak yang manis dan menjadi anak yang riang gembira yang dapat membuat kita bahagia. Kendaraan yang kita syukuri maka akan menyebabkan kendaraan tersebut terlihat bersih, nyaman di kendarai dan jika ada kerusakan akan mudah kita kenali, seolah dia memberitahu kita tentang kerusakan yang sedang dialaminya. Demikian pula dengan hewan ataupun tumbuh2an maka akan menyebabkan dia menjadi tanaman yang enak dilihat dan memberikan rasa bahagia tersendiri ketika kita melihatnya.

Bagaimana memancarkan rasa syukur ini. Cara yang paling mudah adalah kita menganggap bahwa apa apa yang kita miliki merupakan anugerah Allah yang harus kita rawat. Kemudian kita berterimakasih kepada Allah terhadap apa yang telah di limpahkan kepada kita dan setelah itu kita melakukan hal hal yang merupakan ekspresi rasa syukur tersebut. Bukan hanya mengucapkan alhadmulillah tapi action riil dari rasa syukur tersebut yaitu menata tumbuh-tumbuhan, menyirami, kalau kendaraan  ya kita service secara berkala atau rutin, kita check aki, check air radiator dan lainnya.

action action ini ibarat kita menanamkan rasa syukur itu kedalam barang barang di dalam rumah kita. semakin banyak rasa syukur yang kita tanam (simpan) di kendaraan, di tumbuh2an, atau atau lainya maka semakin kuat pula dampak rasa bahagia yang ditimbulkannya.

lakukan tips ini sekarang juga sebelum kekuatan tulisan ini lenyap.

antara pemberian Allah dan Allah

Meski sangat beda tipis antara pemberian Allah dan Allah, namun kedua hal tersebut adalah “sangat beda”, beda tipis tapi mutlak perbedaannya, artinya keduanya tidak bisa disamakan. Contoh pemberian Allah adalah Surga, sedangkan Allah adalah yang memberikan atau yang membuat surga.

Dalam kajian kajian motivasi untuk beribadah, banyak ustad yang menggunakan pemberian Allah ini untuk memotivasi jamaahnya agar mau beribadah. Misalnya ketika memotivasi sholat atau puasa maka yang di iming-imingkan adalah pahala dan surga. Diharapkan dengan iming-iming tersebut orang mau menjalankan sholat dan puasa.

Setelah menjalankan puasa dan sholat tentunya motivasinya harus ditingkatkan kepada sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi dan hakiki. jika ibadah selalu dikaitkan dengan pahala dan surga maka ibadah tersebut bertujuan semata mata untuk “pemberian Allah yaitu surga dan pahala”. Padahal aslinya atau hakikinya Allah mewajibkan sholat agar manusia bisa bertemu dengan Allah, bukan sekedar mencari apa apa yang diberikan Allah.

Baik analogi yang mungkin bisa menjadi contoh adalah, kalau saya bersilaturahmi kepada orang tua saya, yang saya cari adalah orang tua saya bukan apa apa yang akan diberikan orang tua saya. Saya hanya ingin berjumpa dengan orang tua saya bukan makanan yang akan diberikan orang tua saya.

pemahaman ini sangat penting sekali karena jika salah maka ibadah kita dinilai “tidak ihlas”.  Sebab ihlas mengacu kepada “karena Allah”, jika ibadah bukan karena Allah, misalnya karena surga dan neraka maka ihlasnya juga karena surga dan neraka. Meski dalam hadis banyak memberikan fadilah dalam ibadah sebaiknya jika kita sudah beribadah, kita tingkatkan spiritualitas ibadah dengan hanya berharap kepada Allah bukan surga ataupun pahala.

ada seorang ulama sufi , ketika beliau ditanya pilih surga yang penuh makanan dan bidadari atau sholat dua rokaat, maka sufi tersebut memilih sholat dua rekaat. alasan sufi tersebut memilih sholat dua rekaat karena surga dan neraka masih ada keinginan nafs nya, tapi kalau sholat sufi tersebut bisa bertemu dengan Allah.

 

peran orang tua dalam pendidikan “islam”

Islam artinya berserah diri kepada Allah. Islam bukanlah sholat, dan islam bukanlah doa doa, serta islam bukanlah hal hal yang bersifat Fiqh, karena semua itu adalah tata cara untuk berserah kepada Allah. Maka peran utama dalam pendidikan anak sebelum baligh adalah mengajarkan anak untuk berserah kepada Allah. Mengajak anak memohon kepada Allah sesuai dengan bahasa Anak dan keinginan anak. Misalnya habis sholat anak kita minta untuk memohon kepada Allah apa apa yang diinginkannya saat ini. Anak nanti akan meminta sesuatu yang mereka inginkan, biasanya mereka meminta sesuatu yang nyata dan riil. Biarkan anak meminta sesuka keinginannya seperti minta mobil-mobilan, minta boneka. Kalau anak minta selamat dunia akhirat untuk usia 4 tahunan menurut saya malah kurang sesuai karena konsep selamat dunia malah kurang sesuai karena belum ada pemahaman tentang selamat dunia akhirat itu seperti apa.

pendidikan islam menekankan pada aspek kebergantungan kepada Allah secara mutlak. Pengajaran di fokuskan kepada sisi spiritual bukan kepada tataran fisik (fiqh). Fiqh diajarkan ketika anak menjelang baligh kalaupun diajarkan jauh sebelum baligh maka ajarkan dengan riang gembira, misalnya dengan menyanyikan doa tidur, menyanyikan doa makan , melantunkan doa doa sholat dengan nada yang gembira.

Mengajarkan anak untuk minta kepada ALlah pun juga tidak perlu anak disuruh serius. Biarkan anak meminta kepada Allah dengan sifat sifat kekanak-kanakkannya, justru dengan rasa akrab dengan Allah inilah mencerminkan anak sangat yakin dengan Allah. mengajarkan anak dengan berdoa akan menyebabkan anak akan belajar bagaimana bergantung kepada Allah yang nanti jika dia besar tidak lagi meminta kepada yang lain kecuali kepada Allah. kemampuan anak tidak bergantung selain kepada Allah akan memberikan kekuatan tersendiri ketika anak sudah mulai berpisah dengan orang tua, misalnya ketika anak menginjak remaja atau dewasa. kebanyakan anak akan ketika remaja masih saja bergantung kepada orang tua atau tidak bergantung kepada orang tua tapi kalau memiliki masalah tidak pernah menyampaikan nya kepada orang tua, dua dua nya sama bahayanya. Tapi jika anak bergantung kepada Allah maka kemanapun dia berada dan kapanpun dia ada, anak akan selalu merasa tenang karena ada Allah yang bantu.

Kekuatan spiritual inilah yang akan menjadikan anak kita sukses dunia akhirat.

kalau yang ditekankan dalam pendidikan islam itu fiqh dan fiqh maka dia akan menjadi orang ahli ibadah yang tidak percaya dan bergantung kepada Allah. Masalah yang dihadapi diselesaikan dengan akal logikanya yang katanya sesusai dengan syariah, padahal kadang masalah membutuhkan pencerahan spiritual. kita mendidik anak dalam ranah spiritual dan fiqh. karena di dalam fiqh inilah semua aktivitas “berserah kepada Allah” di latih, diperkuat dan di perdalam intensitasnya.

maka mari saya mengajak, kita didik anak kita sejak awal. Kita ajak mereka selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap aktivitasnya. tidak perlu canggung atau malu kepada diri sendiri atau kepada anak. warisan yang paling utama yang kita berikan kepada Anak adalah mengenalkan Allah. 

Menyambut tahun baru imlek : sebuah refleksi subjektif

Tahun baru imlek saat ini di rayakan oleh orang china di seluruh dunia, termasuk di Negara Indonesia dan lebih khusus di solo. Berbagai symbol symbol digunakan dari mulai benda benda hingga sampai perilaku seperti tidak boleh menyapu lantai, yang konon “dewa rejeki akan ikut tersingkir”.

Symbol symbol yang digunakan tersebut tidak terlepas dari 3 hal :

  1. Keberuntungan
  2. Rejeki dan
  3. Berkah

3 hal ini lah yang menurut saya menjadi fokus ritual imlek. Dan sisi positif dari perayaan imlek adalah semakin kuatnya afirmasi untuk menyambut rejeki setahun kedepan. 3 hal tersebut juga bermuara kepada “materi” yaitu “uang”, sehingga efek fokus bahwa semua ritual di fokuskan kepada perolehan “uang” maka afirmasi yang dilakukan akan semakin kuat. Semakin kuat afirmasi tentunya akan semakin memberikan daya untuk mendatangkan rejeki dan uang.

Ternyata, afirmasi “rejeki” dalam perayaan imlek ini cukup mempengaruhi sikap dan perilaku orang china atau kalau di solo disebut dengan etnis tionghoa, dalam hal berdagang orang-orang china lebih memiliki etos kerja yang kuat dibandingkan dengan etnis jawa atau lainnya. Sikap wirausaha atau entrepreunership yang dimiliki etnis china lebih kuat, tentunya hal ini tidak terlepas dari afirmasi doa yang setiap hari di lakukan , tidak hanya pada saat imlek saja. Dan kita lihat hampir 90% etnis china berhasil dalam berdagang dan memiliki tingkat ekonomi yang lebih tinggi dengan etnis yang lain.

Afirmasi-afirmasi “rejeki” tersebut, juga membawa dampak negative yang sebaiknya perlu diatasi dengan konsep kebijaksanaan china yang lain. Jika terlalu fokus terhadap rejeki maka ketidakseimbangan hidup akan terjadi. Orang yang terlalu fokus pada satu hal maka dia akan meninggalkan dan mengabaikan kepentingan lainnya, dan tidak akan peka dengan yang lainnya. Untuk itu perlu menyeimbangkan dengan konsep lainnya seperti konsep yin yang, atau lainnya.

Kondisi berkelimpahan rejeki ini jika tidak hati hati juga akan menimbulkan perilaku dan sikap sombong, dan cenderung untuk “berpenampilan beda”. Perilaku ini tentunya akan menimbulkan “kecemburuan akumulatif” bagi etnis lainnya, yang nantinya dapat di sulut dengan mudah oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Kita masih ingat kejadian kerusuhan nasional yang terjadi sekitar bulan mei 1998, yang berawal dari solo. Kerusuhan nasional itu tidak terjadi begitu saja, tapi sudah di dahului oleh kebencian akumulatif yang sering diperbincangkan seperti “kerja dengan orang china itu tenaga kita diperah sampai habis”, “dasar china pelitnya minta ampun”, “rumah-rumah china yang tertutup, mau nemui orangnya, yang menyambut malah anjingnya” nah …. Umpatan, gerutuan yang terjadi sebelumnya membuat sentiment akumulatif dari etnis lain. Sikap etnis china pada waktu itu juga kurang “ngeh” sehingga cenderung mengabaikan. Sehingga ketika mei 98′ di sulut dengan aksi penjarahan dan pembakaran, tidak ada pembelaan terhadap etnis china bahkan ada yang ikutan menjarah.

Kita semua tentunya tidak menginginkan peristiwa mei 98 terulang kembali. Perbaikan sikap sangat diharapkan kita  bersama agar ada keseimbangan dalam bermasyarakat yang multietnis ini.  Perubahan itu tentunya berangkat dari afirmasi di dalam ritual kepercayaan yang dilakukan, saya sebagai orang luar “etnis china” (saya jawa tulen, lahir di solo dan menetap di solo), jarang bahkan tidak pernah mendengar ritual china yang fokus kepada “berbagi, solidarity, dan hal hal sejenis”. sekali lagi ini pandangan subjektif saya , maaf jika ini kurang sesuai atau malah tidak sesuai sama sekali. saya harapkan jika ada pembaca dari etnis tionghoa bisa memberikan pencerahan terhadap saya tentang pandangan saya ini.

———————

saya sebagai muslim sebenarnya malu, saya dan umat islam lainnya, dididik Allah SWT untuk selalu mengafirmasi rejeki, keberuntungan dan keberkahan. Hal ini kami lakukan pada saat sholat yaitu pada saat duduk iftirasy. kita selalu memohon rizki. Namun, kesungguhan kami dalam memohon rejeki kurang, dan tidak begitu percaya kepada Allah, sehingga akibatnya tingkat perekonomian orang islam dan orang china pun jauh berbeda.

Saya banyak mengambil pelajaran dari apa yang dilakukan oleh etnis tionghoa , bagaimana mereka berdoa, bagaimana doa mereka sampai menimbulkan semangat mencari rizki, bagaimana doa mereka bisa benar benar mendatangkan rizki. Kepercayaan orang china terhadap para dewa sungguh kuat dan sangat percaya dengan kemampuan ghoib yang dimiliki para dewa tersebut.

SUNGGUH SAYA MELIHAT KESUNGGUHAN ORANG CHINA DALAM HIDUP, DAN INI PERLU KITA CONTOH.

Yang sering membuat sholat “lupa”

di dalam sholat jika seseorang tidak sadar akan Allah maka pasti dia akan lupa. sebab dia melakukan sholat tidak tahu maksudnya untuk apa sujud dan rukuk. maka pikirannya melayang entah kemana. Jika kita sadar bahwa Allah tempat kita menghadap sholat dan selalu “ON” selama sholat maka kita tidak akan lupa , sudah berapa rekaat, sudah baca apa belum, lho tahiyat yang dibaca malah fatihah…. maka untuk mengatasi “lupa” ini syarat wajibnya adalah menyadari Allah dalam segala bentuk gerak dan bacaan sholat. Setiap bacaan dan gerak solat dimaknai dan betul betul dijadikan komunikasi dengan Allah. Seorang yang sadar berarti dia menjaga dirinya terutama pikirannya untuk tidak kemana mana kecuali kepada ALlah. Kalau di dalam sholat dengan Allah saja lupa maka pasti sholatnya juga akan sering lupa.

menjaga kesadaran ke Allah memerlukan perhatian dan kesengajaan secara terus menerus. sekali kita lengah maka yang akan terjadi adalah kelupaan. karena daya tarik pikiran akan sangat kuat. dimana pikiran ini akan  mengikuti isi dari pada pikiran bawah sadar. Sekali lagi untuk membebaskan diri dari lupa sadar lah kepada Allah dan gunakan setiap bacaan dan gerakan sholat sebagai pengikat.

menjadikan sholat dhuha sebagai pemicu semangat

sholat dhuha diperintahkan karena memiliki beberapa fadhilah diantaranya yaitu memudahkan rejeki, membuahkan ilmu. nah sekarang bagaimana kita dapat menggunakan sholat dhuha sebagai cara untuk dapat mempermudah kita mendapatkan rejeki dan ilmu. Sholat dhuha dilakukan pada waktu pagi hari di saat kita mau memulai semua aktivitas : 1. mencari rejeki dan 2. mencari ilmu. Melakukan sholat dhuha tidak sekedar melakukan seperti sholat sholat lainnya, di dalam menjalankan sholat dhuha diperlukan suatu niat yangkhusus terkait dengan fadhilah sholat dhuha itu sendiri. Niat itu harus di tanamkan dalam pikiran kita dan dalam jiwa kita. niat itu adalah “menyambut rejeki dan ilmu yang sudah disediakan Allah dan dibentangkan Allah selama sehari ini”. Dengan niat menyambut ini kita lakukan sholat dua rekaat dan kemudian kita lakukan sholat seperti biasa.

sholat dhuha yang demikian, mengandung maksud kita menyiapkan diri kita untuk menerima rejeki dan ilmu yang diberikan Allah, sebab jika kita tidak siap maka rejeki dan ilmu itu juga tidak akan kita terima meski hal tersebut sudah ada di depan mata.

Ingat isitilah menyambut rejeki mengandung maksud bahwa kita bergerak menggapai, bergerak meraih bukan diam menunggu. Berarti dengan sholat dhuha ini kita mencharge diri kita dengan charger unlimited yaitu Allah , sehingga semangat bekerjanya bukan karena dunia tapi karena Allah

Antara menulis dan patrap

seorang penulis dibutuhkan kekuatan untuk mendapatkan pencerahan. Pencerahan itu sebenarnya ada dalam keseharian kita namun kita kurang peka atau kurang membuka diri terhadap pencerahan tersebut. Jadi untuk menjadi penulis terlebih penulis di dalam blog, yang paling penting adalah bagaimana berlatih untuk membuka diri agar pencerahan yang datang sewaktu waktu dapat kita tangkap maksudnya dan segera kita tuliskan. pencerahan inilah yang menjadi “ilmu” yang sebenar benar ilmu, karena ilmu  yang berdasar pencarahan ini akan memberikan inspirasi juga bagi orang lain, bahkan dapat menjadi inspirasi bagi “ilmuwan akademisi” yang hanya bisa menulis kalau ada jurnal penelitian atau buku teks yang sarat dengan “ilmu jadul”.

Patrap memberikan suatu pengalaman tertentu untuk dapat melatih seseorang menjadi lebih peka. Kepekaan yang diberikan dalam patrap adalah kepekaan yang sesuai dengan bidang atau kebiasaan yang dilakukan seseorang tersebut. Misalnya seorang novelis atau penulis cerita ketika dia berlatih patrap maka akan muncul dalam dirinya suatu kepekaan terhadap pembuatan cerita cerita baru. pembuatan cerita cerita baru inti akan menarik, karena biasanya inspirasi yang di muncul berisi tentang kedalaman rasa terhadap suatu fenomena.

kalau digambarkan, antara fenomena dan patrap serta pencerahan adalah, jika patrap adalah perjalanan menuju kedalaman rasa , di dalam kedalaman rasa ini akan muncul pengalaman yang mencerahkan sedangkan fenomena di alam “luar diri” seperti masalah sosial, lingkungan sekitar dan lainnya dapat menjadikan pemantik atau pemicu munculnya suatu ide gagasan yang mencerahkan.

untuk itu perlu seorang penulis diperlukan sebuah laku ritual entah meditasi, relaksasi, atau patrap, atau sholat , atau dzikir dan lainnya. diharapkan dengan ritual ini kepekaan akan terasah sehingga pencerahan mudah ditangkap. satu hal lagi ketika mendapatkan pencerahan maka segera tulis karena daya yang turun , tidak datang dua kali, segera catat meski hanya singkat singkat, yang penting disimpan.

selamat belajar patrap dan menulis, jika anda yang masih asing dengan patrap silahkan search di blog  atau di google “tanyakan ke beliau” tentang patrap nanti akan ada banyak sekali uraian tentang patrap. sekian . salam

 

metode dzikir terbaru : anchor dengan nafas

Nafas kita dapat kita jadikan pengingat untuk kembali dan menduduki wilayah spiritual yang terakhir kita alami. mengambil nafas dapat kita gunakan untuk memasuki wilayah spiritual kita yang terakhir secara instan (instan spiritual state) . Mengambil nafas seperti kita kesedot ke wilayah terakhir spiritual kita. kemudian mengeluarkan nafas dapat kita gunakan untuk menyelami, merasakan, atau berhenti menikmati keadaan spiritual tersebut. kemudian mengambil nafas lagi kita gunakan untuk perjalanan memasuki wilayah yang lebih dalam lagi kemudian mengeluarkan nafas kita menduduki wilayah tersebut , menikmati dan menerima pelajaran dari Allah (jika ada).

kadang kita lupa untuk berada pada “spiritual state” kita yang terakhir maka cara diatas sangat baik dan instanly agar kita dapat dengan mudah kembali sadar kepada Allah. gunakan cara diatas sesering mungkin terlebih ketika sibuk dengan pekerjaan kita lalu kita lupa, gunakan nafas sebagai pangingat atau anchoring.

cara dzikir dengan nafas ini selain murah (tidak perlu beli tasbih) juga praktis (karena setiap saat kita bernafas). sehingga bagi para pecinta Tuhan sangat bagus dan sesuai untuk menterapkan metode ini. anda dapat menggunakan dzikir nafas ini dalam keadaan apapun. dalam keadaan mengetik atau menulis (seperti pada saya saat ini), ketika berjalan, ketiak bekerja, ketika mengendarai mobil atau motor. dan bahkan ketika anda berhubungan intim dengan pasangan anda ternyata dzikir nafas ini dapat meningkatkan tingkat relaksasi dan konsentrasi sehingga anda akan bertahan lebih lama.

dzikir ini sebenarnya tidak baru karena para kyai yang ingin menjaga terus kesadaranya kepada Allah selalu menggunakan dzikri nafas ini. cuma saja beliau beliau ini tidak pernah menyebarluaskan ilmu ini karena biasanya orang orang yang fidh minded tidak akan bisa menerima, dan menganggapnya bidah atau sesat. tapi bagi saya, cara mulia yang dilakukan para wali danpara kyai ini harus saya sebarkan jangan sampai nanti hilang atau tidak ada yang mengamalkan. biarlah dikakatan sesat dan bidah (itu menurut pandangan orang yang fiqh minded) yang jelas kita mengikuti perintah rasulullah untuk selalu sadar Allah dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun. dari pada gemar menyesatkan dan membidahkan tapi hatinya lalai kepada Allah?!!! okelah tidak perlu diperpanjang mari kita sama sama untuk kembali kepada dan sadar Allah. Allah meridloi.