Menghadapi masalah yang tak mampu di selesaikan

Memang kita manusia ini aneh, mengapa mengandalkan Allah ketika manusia tidak dapat menyelesaikan masalah, kenapa tidak dari awal manusia itu mengandalkan Allah untuk menyelesaikan masalah. tapi memang masih lebih baik manusia mengandalkan Allah ketika keadaan sudah tidak mampu lagi diatasi oleh dirinya, dalam bahasa jawa masalah yang tidak bisa diselesaikan tersebut dinamakan sudah “mentok” masalahnya sudah mentok, kita tidak bisa berbuat apa apa terhadap masalah itu, jika diselesaikan dengan pikiran dan usaha kita pasti tidak akan membuahkan hasil atau bahkan dapat memperparah masalah tersebut. contoh masalah tersebut misalnya jika seseorang memiliki hutang hingga dia sudah tidak mampu bayar lagi … atau jika dia punya suami atau istri atau anak yang memiliki sifat yang tidak dapat diubah, sudah diusahakan tapi juga tidak mau berubah  ….. atau kita punya pekerjaan yang membuat kita tidak dapat keluar atau lari dari tanggung jawab…… atau memiliki penyakit fisik bahkan psikis yang tidak dapat sembuhkan lagi, nah masalah masalah tersebut yang saya maksud dengan mentok, artinya tidak ada dapat diselesaikan dengan kemampuan kita.

Pada keadaan keadaan mentok inilah maka saatnya untuk segera mengandalkan kekuatan Allah. saya akan mengambil al baqoroh 45 dan 46 yang merupakan ayat fovourite saya dalam menyelesaikan masalah. dalam ayat tersebut disebutkan untuk mendapatkan kekuatan atau pertolongan Allah maka syaratnya ada dua yaitu

  1. sabar
  2. sholat

banyak sekali orang yang dalam menghadapi masalah berusaha dengan keras untuk sabar, hanya gara gara dia sudah mentok, hal ini mengindikasikan bahwa sabarnya bukan dari dalam tapi dari luar, maka saya menyebut dengan ‘pemaksaan sabar”, atau sabar yang dipaksakan, sabar yang tidak ihlas, sabar karena terpaksa. Sabar yang demikian tidaklah termasuk sabar yang sebenarnya. dan benar saja dalam ayat quran tersebut bahwa menurunkan pertolongan Allah dengan sabar tidaklah mudah dan sangat berat, disambung ayat : kecuali bagi mereka yang khusyu.

nah orang dalam mencari pertolongan Allah juga berusaha untuk khusyu dan mencari khusyu, khusyu itu yang seperti apa, kemudian dalam sholatpun dia mengkhusyu khusyukan, jelas inilah bukanlah khusyu. karena khusyu itu bukanlah rekayasa pikiran kita tapi asli diturunkan Allah kepada kita. Mengkhusyu’ khusyu kan sholat ini juga tidak dapat menurunkan pertolongan Allah dan masalah kita tidak akan berubah tetap ada.

Nah kenlanjutan dari ayat tersebut adalah menguraikan 2 ciri orang perilaku orang yang khusyu

  1. yakin bertemu Allah (sekarang) tentunya dengan kesadaran
  2. pulang kembali kepada Allah (berserah diri kepada Allah atas apa yang menimpanya)

dua hal ini dua ciri orang yang khusyu. jika kita melakukan 2 hal diatas maka pertolongan Allah akan turun dan jalan keluar yang diberikan Allah tidak kita sangka sangka.

pada point kedua yaitu berserah ini menjadi inti diturunkannya pertolongan Allah. ketika kita mau menerima semua akibat dari masalah kita maka Allah akan menurunkan pertolongannya,

  • bagi yang punya hutang : dia ihlas ditekan oleh debt collector, dia ihlas setiap hari di terror sama debt collector, ihlas keluarganya mulai membencinya dan mulai menyalahkannya…. dengan menerima semua akibat dari hutang yang tak terbayarkan tersebut dan berserah kepada Allah maka pertolongan dari jalan keluar yang tidak disangkan sangkan akan muncul.
  • bagi yang belum memiliki jodoh : menerima semua akibat dari belum memiliki jodoh
  • bagi yang memiliki keluarga atau kawan yang perilakunya tidak dapat dirubah maka sikap menerima dan berserah kepada Allah akan menurunkan pertoloongan Allah mungkin nanti anak akan berubah dengan kehendak Allah tanpa kita sangka…..
  • dan lain lain

dari uraian ini kita menghadapi masalah yang tak mampu diselesaikan dengan jalan atau dengan cara sambung ke Allah kemudian kita berserah kepada Allah dan menerima semua akibat dari masalah yang kita hadapi.

saya tidak perlu mendoakan karena ketentuan Allah tentang hal ini sudah pasti, kalau saya mendoakan seolah saya tidak percaya dengan ketentuan Allah ini. harapan saya mari kita lakukan al baqoroh 45 46 ini dengan sungguh sungguh PASTI semua masalah kita selesai. (tidak perlu amin, karena ayatnya sudah jelas)

punya mobil tidak membuat miskin

judul diatas hanyalah contoh saja untuk memudahkan kita memahami makna sesungguhnya bahwa suatu tanggung jawab yang harus kita penuhi tidak akan mambuat kita jatuh miskin. misalnya juga anak, banyak anak tidak akan membuat miskin, meski juga tidak menjadikan terus kaya. suatu tanggung jawab yang harus kita penuhi (kebutuhan bukan keinginan) merupakan penanaman rizki dalam alam bawah sadar. ketika saya memiliki mobil ( memang untuk keperluan bukan untuk ajang “wah”) maka saya secara tidak sadar menanamkan suatu rasa “kebutuhan” untuk memenuhi keperluan atau kebutuhan dari mobil saya tersebut seperti bahan bakar, perawatan, pajak, ganti oli dan sebagainya. seolah mobil tersebut saya anggap sebagai anak saya sendiri yang jika sakit dia memerlukan perawatan dan pengobatan.

jadi jika anda memang sudah mampu beli mobil dan anda memang memerlukan mobil tersebut maka belilah ! dan jangan khawatir tentang  bagaimana merawatnya, bagaimana nanti jika pajak, jika kita ihlas dalam memiliki mobil dan ihlas lillahitaala dalam membeli bahan bakar, membeli apa apa yang diperlukan mobil tersebut pasti Allah juga akan memenuhinya.  tapi ingat jangan sampai mobil ini dibeli karena gengsi, karena “wah” karena riya’ ini yang harus dijaga.

satu hal lagi yang anda harus siap bahwa jika anda berganti mobil atau beli mobil baru maka anda akan diliputi rasa kecemasan terutama tentang keuangan jika anda membeli mobil maka anda harus mengeluarkan uang dan itu akan membuat anda stress membuat anda merasa sayang dalam mengeluarkan uang. “tenang” ketika anda dihantui oleh rasa rasa seperti itu maka sambungkan hati kepada ALlah lalu sadari Bahwa Allah itu maha kaya dan maha murah, dan Allah mengalirkan rizikinya kepada kita untuk keprluan mobil tersebut. lakukan hal ini sampai rasa khawatir , rasa stress itu hilang. jika anda melakukan hal ini maka sama saja anda telah mengaktifkan hukum Allah (sunatullah) yakni ATTRACTION . membayangkan kekayaan Allah ini akan menarik rejeki yang memang sudah dibentangkan Allah kepada kita. apalagi membayangkannya memang di dasari oleh suatu kebutuhan yang mendesak (the power of kepepet) sehingga kekuatan magnitnya lebih besar.

baiklah, itu hanya salah satu contoh saja tentang mobil anda dapat mengaplikasikannya dalam berbagai hal dalam kehidupan anda.

 

Non Islampun menyukai sifat Tuhan Kita : Allah SWT

Pada level keTuhanan tidak ada orang beragama yang tidak menyukai untuk membicarakan memperbicangkan tentang Tuhan meski dari masing masing agama memiliki perbedaan dalam memandang Tuhannya. Orang kristen, budha atau yang lainnya merasa satu ketika membicarakan tentang sifat dan perbuatan Tuhan seolah tidak ada bedanya antara islam dan non islam dalam hal ini. Perbedaan tipis tapi fatal adalah ketika membicarakan Tuhan dimana dalam islam tidak tergambarkan apapun, sedangkan agama lain masih ada dalam sosok di  dalam pikiran. inilah perbedaan tipis tapi sangat fatal sebab ini menentukan seseorang dikatakan beriman atau tidak. Tapi sekali lagi ketika membicarakan tentang sifat dan perbuatannya rata rata merasa ada persamaan dalam banyak hal.

maka kalau kita berjumpa dengan orang non islam coba ajak bicara mereka tentangsifat Tuhan kita tentang kebaikan kebaikan-Nya terutama kebaikan yang riil kita rasakan insya Allah orang non islam tersebut akan tertarik dengan Tuhan kita meski belum bersyahadat. Ceritakan sifatnya yang pemurah, maha mengabulkan, dan kasih sayangnya, jangan ceritakan tentang siksaannya jika tidak berislam, jangan ceritakan sesuatu yang mengerikan karena dia akan berpaling nantinya. Jangan pula memaksa mereka untuk memluk islam, buatlah mereka untuk tertarik dulu dengan Tuhan Kita Allah SWT, jika kita beriman kuat maka dia akan beriman juga kepada Allah SWT. Tapi sebaliknya jika selalu mendakwahkan Allah tapi iman dan kepercayaan kita kurang kepada Allah maka yang muncul dalam diri orang yang kita dakwahkan akan benci dengan kita dan akan benci dengan islam. Rasulullah tidak pernah memaksa untuk masuk islam tapi keimanan yang paling dikedepankan oleh rasululla, sehingga ketika orang tersebut masuk islam maka masuknya bukan karena paksaan tapi karena keinginan dan keimanan.

________________________________

yuk kumpul bareng di solo…..

dalam acara pelatihan “bahagia dengan sholat…..

kursus sholat bahagia dengan sholat

 

khusus bagi yang sudah mantab rukuknya: pelajaran nekat Rukuk

Bagi sahabat sahabat yang sudah mantab rukuknya artinya sudah mempraktekan rukuk dengan benar seperti meluruskan tangan, meluruskan kaki, merilekskan tulang belakang dan yang paling advanced adalah mampu meninggalkan tubuh untuk menghormat Allah dan tunduk kepada Allah. Maka langkah selanjutnya adalah melewati rasa sakit, mengabaikan rasa sakit pada saat rukuk dengan tetap percaya kepada Allah bahwa inilah cara Allah memperbaiki diri kita, terutama memperbaiki tubuh kita.

untuk melakukan rukuk seperti ini maka seseorang harus memenuhi syarat :

  1. Percaya kepada Allah bahwa Rukuk tidak akan menyebabkan kemudhorotan atau ketidakbaikan
  2. Percaya kepada Allah bahwa Rukuk dapat menyebabkan tubuh lebih sehat
  3. Sudah belajar rukuk dengan benar melalui pembimbing, karena jika belajar sendiri dikhawatirkan salah dan akibatnya malah menimbulkan ketidakbaikan.
  4. mampu “menyadari Allah selama rukuk”
  5. mampu menggunakan kesadaran kepada Allah untuk tunduk kepada Allah
  6. mampu meninggalkan tubuh yang sakit menuju dan fokus kepada ketundukan kepada Allah
  7. memiliki jiwa dan mental yang kuat karena rukuk memerlukan sikap mental “nekat” untuk dapat melewati rasa sakit di bagian kaki atau tangan atau lainnya.
  8. sikap rela dan ihlas menerima sakit
  9. sekali lagi : NEKAT SAKIT……DENGAN TETAP MENGENDORKAN OTOT DAN MERELAKAN

kesembuilan syarat tadi harus dipenuhi untuk mendapatkan sholat rukuk yang advanced.

KHUSUS BAGI YANG SUDAH PERNAH MENGIKUTI PELATIHAN SAYA DIMANAPUN , SILAHKAN UNTUK BERKONSULTASI MELALUI PESAN COMMENT, BAGI YANG BELUM PERNAH SEBAIKNYA MENGIKUTI PELATIHAN 2 HARI TERLEBIH DAHULU.

Membedakan Hidayah dan Nafsu

jelas beda mana nafsu dan mana ilham yang baik dari Allah. pertama cara membedakan adalah kita lihat asal keadaan tadi (hidayah atau nafsu). jika hidayah itu diterima melalui Ruh dan jika nafsu diterima melalui jasad. Semua baik itu hidayah dan nafsu semua bersumber dari Ilham, baik itu ilham nafsu maupun ilham hidayah. jika ilham nafsu maka akan mempengaruhi Aql, mempengaruhi Qolb dan jiwa dan semuanya, demikianpula ilham hidayah (ilham baik) maka juga akan mempengaruhi semuanya.

pengertian ini tentunya akan memudahkan kita membedakan mana yang hidayah dan mana nafsu. ketika kita bingung menentukannya maka tinggal kita pisahkan diri kita dengan jasad maka akan terlihat jelas yang mana nafsu dan yang mana yang bukan nafsu kita. manfaat lain lagi jika kita memahami benar konsep ini maka kita akan dengan mudah keluar dari ilham jahat atau ilham nafsu. sehingga untuk menjadi baik itu nantinya akan semudah menjadi jahat. kalau biasanya orang mengatakan bahwa untuk menjadi baik itu lebih susah dan untuk menjadi jahat itu lebih mudah maka dengan konsep ini paradigma tersebut berubah yaitu menjadi baik semudah menjadi jahat.

cara yang paling praktis untuk membedakan jahat dan baik, atau mau keluar dari jahat ingin baik adalah dengan sujud dengan berserah diri total, nanti akan nampak oh ini baik dan oh ini jahat lalu tinggal kita pilih saja atau tinggal dimasuki wilayahnya saja mau baik atau jahat.

______________________________________

info pelatihan bahagia dengan sholat

kursus sholat bahagia dengan sholat

dua hari training leadership melalui sholat di Univ Islam Ind Jogja

Setelah melatih dua hari bahagia dengan sholat, saya mendapatkan kesempatan untuk menyampaikanpelatihan dua hari untuk pelatihan kepemimpinan melalui sholat. sebuah pelatihan yang agak aneh mungkin apa iya sholat bisa menjadi salah satu model pelatihan leadership, ketika saya mendapatkan kesempatan ini pun saya harus mencari dasar psikologis terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan dan sholat. dan saya pun menggali pengalaman menjalankan sholat dan unsur unsur kepemimpinan yang dapat dipengaruhi oleh sholat.

ada beberapa inti materi yang kemarin saya sampaikan terkait dengan leadership dan sholat

1. pengaruh bacaan dan gerak terhadap kepribadian misalnya : membangun kewibawaan dengan iftirasy, membangun kekuatan mental dengan takbir

2. coping stress melalui internalisasi nilai nilai sujud dan rukuk

3. penerapan hukum gaya tarik pikiran “the law of attraction” untuk mencapai target , tentunya melalui sholat

4. stretching sehat dengan gerakan sholat

5. dzikrullah sebagai sarana fokus

6. menggapai ilham kepemimpinan melalui sholat

dan masih ada hal hal yang saya masukkan sebagai materi pelatihan selama dua hari.

hal hal diatas saya sampaikan dalam bentuk exercise sholat sehingga peserta dapat merasakan dan memahami dengan sebenarnya.

training leadership dengan sholat ini memiliki kelebihan salah satunya adalah peserta dapat mencharge kemampuan leadership setiap hari artinya  peserta dapat maintenance leadershipnya dengan sholat. jadi tidak perlu lagi mengikuti pelatihan pelatihan berikutnya cukup cara cara yang saya sampaikan diikuti akan menjadikan sholat sebagai sarana untuk men charge.

pelatihan leadership di UII mahasiswa magister profesi psikolog

 

nafas sebagai anchor

setiap perjalanan spiritual selalu ada eksperience atau pengalaman, kalau orang sufi menyebutnya dengan HAL, keadaan ini harus kita manfaatkan agar kita dapat memasukinya dengan mudah, tanpa harus memulainya dari awal lagi. cara singkatnya begini: ketika kita patrap kemudian kita mulai meninggalkan tubuh kita dan menuju ke Allah maka beberapa saat kemudian kita akan merasakan keadaan yang berbeda dari sekian waktu sebelumnya, atau kita merasakan ada pelajaran yang masuk ketika itu pula kita ingat ingat benar suasana sambil kita menyambungkannya dengan keluar masuknya nafas. cobalah dan ulangilah beberapa kali sehingga kita benar benar nafas kita bisa terkoneksi (asosiasi) dengan wilayah spiritual terakhir kita.

dalam keseharian kita tinggal menggunakan nafas kita untuk memasuki wilayah spiritual kita yang terakhir. nafas ini seperti pengingat atau anchor untuk memudahkan kita masuk kedalam memory suasana hati yang kita rasakan pada saat berada di wilayah spiritual kita yang terakhir.

ingat bahwa setiap perjalanan spiritual akan membawa suasana tersendiri, ketika dapat segera lakukan anchoring nafas yaitu dengan mengasosiasikan dengan nafas kita, setiap dapat anchoring, setiap dapat anchoring, sehingga progress spiritual kita akan lebih cepat.