Memperhatikan akhirat (2) Melihat yang tidak ada

kemampuan kita melihat yang tidak ada akan membawa ktia pada suatu kesadaran hakiki ke Tuhanan. kalau kita melihat yang masih ada dalam pikiran kita maka kita harus banyak belajar lagi tentang hal ini. Tidak mudah dan tidak sulit untuk melakukan ” melihat yang tidak ada”, hanya memerlukan kesadaran dan frekwensi penggunaan yang sering saja. JIka kita sering melakukan “melihat yang tidak ada” maka kita sebenarnya sudah berada di akhirat.

inilah kelanjutan dari sesi sebelumnya tentang memperhatikan akhirat.

praktisnya begini. ketika kita beraktifitas apapun aktivitas itu, kemanakahkesadaran kita?. atau begini jika kita rukuk kita hormat kepada “siapa yang seperti apa”. Nah kalau kita masih hormat kepada “siapa” yang masih ada dalam pikiran kita maka itu belum “melihat yang tidak ada”.

Yang kita lakukan sebenarnya adalah menghormat saja, tidak perlu mewujudkan Dzat Allah. sekali lagi kita hanya menghormat titik.

Arti memperhatikan akhirat

sebenarnya yang ke akhirat itu adalah kesadaran kita. karena kesadaran tertinggi memang asalnya akan kembali kepada Allah. Namun badan ini adalah aslinya berasal dari dunia sehingga dia harus aktif di dunia. bekerja kita siang malam namun kesadaran akhirat kita juga siang malam. Artinya begini kita menjaga kesadaran akhirat kita siang malam, sedangkan kita beraktivitas duniawi juga siang malam.

dunia dan akhirat adalah sesuatu yang berbeda. Dunia itu adalah tubuh kita dan akhirat adalah kesadaran. jangan sampai kita menyatukan antara dunia dan akhirat. Kesalahan orang belajar tasawuf adalah menyatukan antara dunia dan akhirat. menyatukan tubuh dan kesadaran. Kalau dua hal ini disatukan maka  orang tersebut akan meninggalkan dunia baik tubuhnya dan kesadarannya. dan bagi orang yang ekstrem mencari dunia maka kesadaran dan tubuhnya juga akan di dunia.

jadilah hidup kita di dua alam. yaitu alam akhirat dan alam dunia. mengembalikan kesadaran kepada akhirat seperti mengembalikan seekor ikan ke air, membiarkan tubuh itu ke tanah seperti melepas cacing yang fitrahnya memang hidup di tanah. jika demikian yang kita lakukan maka hidup kita akan bahagia dunia dan akhirat.

siapa bilang hidup di dunia sengsara hidup di akhirat bahagia? tidak bisa dipastikan, jika di dunia sengsara di akhirat bahagia, justru jika dunia sengsara sudah bisa dipastikan akhiratnyapun tidak bahagia.

Sekarang bagaimana memperhatikan akhirat… ikuti sesi berikutnya tulisan ini …..

Pelatihan 2 hari bahagia dengan solat di Malaysia

bahagia adalah dambaan siapa saja. banyak cara mendapatkan bahagia. Namun bahagia yang banyak di cari orang adalah bahagia sejati, bahagia ini adalah bahagia bersama Allah. Temukan bahagia sejati hanya pada sholat. ikuti uraian dan latihan selama 2 hari.

Tajuk:    Bahagia dengan solat dan Mengenal Allah.
Tarikh:   10 dan 11 Mac 2012
Masa:    8.00-5.00 petang
Tempat: Hotel D’Impian Inn
             Parit Raja Batu Pahat Johor (belakang KFC)
Fasilitator: Setiyo Purwanto (Pakar Psikologi)
Yuran penyertaan:  RM 80 (Dewasa)   RM 60 (Student)
Hubungi: Pn Norafidah ( Tel/sms: 019-7450006) atau fidahlasim@gmail.com
Cara:  Send Nama dan alamat untuk pendaftaran

 

ikuti kursusnya dapatkan bahagia dunia akhirat

mengajarkan sikap pasrah kepada anak

dalam pendidikan kepada anak anak kita yang paling penting adalah “aura”. Termasuk juga mengajarkan sikap pasrah kepada anak. sikap yang paling penting adalah aura pasrah di dalam lingkungan keluarga. jika anda adalah seorang ayah maka yang pertama kali pasrah harus lah anda, jika anda seorang ibu maka andalah yang mulai pertama kali pasrah. Kepasrahan kepada Allah akan memancarkan aura pasrah dilingkungan keluarga.

salah satu anggota keluarga ada yang pemarah, maka dengan sikap pasrah yang kuat ini akan mempengaruhi perilaku salah satu anggota keluarga tersebut. pancaran pasrah kepada Allah yang benar inilah yang dapat merubah aura tidak pasrah menjadi pasrah. Sebuah keluarga yang berantakan biasanya berawal dari salah satu anggota yang “error” dan anggota yang lainnya ter imbas oleh keerrorannya sehingga menyebabkan masalah tambah runyam.

baiklah bagaimana kita menciptakan aura dalam lingkungan keluarga kita. cara melatihnya adalah dengan sujud dan rukuk dalam sholat. ketika sujud coba pasrahlah kepada Allah sekuat anda bisa pasrah bahasa jawanya “ngeden”. keluarkan tenaga dalam anda untuk berserah diri kepada Allah. paksakan diri untuk pasrah atau berserah diri kepada Allah. latihan kekuatan pasrah di kalau sujud ini akan menjadikan kita kuat dalam pasrah kepada Allah dan kita akan memiliki kekautan mental untuk mempengaruhi di sekitar kita.

kemudian rasakah terus sikap pasrah kepada Allah dalam sujud tadi, bawalah dalam setiap aktivitas kita dalam lingkungan keluarga. bawalah sikap pasrah ini ketika berhadapan dengan anak, ketika mengasuh anak , ketika berkomunikasi dengan suami atau istri.

daya kepasrahan yang muncul dalam diri anda akan menimbulkan perilaku yang tidak anda sadari, atau anda sadari. daya ini juga akan mampu mengarahkan perilaku anda untuk berserah diri kepada Allah. Bahkan sikap pasrah ini akan menimbulkan ilham ilham tertentu yang dapat mengarahkan anda untuk dapat berperilaku pasrah.

saat kita berinteraksi dengan anak kita, kita akan terinspirasi berbagai bentuk pendidikan anak, kita harus bagaimana. bahkan daya kepasrahan ini akan memberikan kekuatan untuk lebih sabar dan kekuatan untuk ihlas dalam mendidik anak.

Saya menemukan bekerja tanpa semangat

Setelah saya mempelajari dan menjalankan sunatullah, dan menjalankan apa yang seharusnya saya lakukan. Saya menemukan bahwa aktivitas saya selalu bergerak tanpa semangat yang menggelora. Namun aneh jika orang tidak semangat tidak aktif, yang saya temukan adalah tidak semangat tapi pekerjaan bisa lebih terselesaikan. Ada satu dorongan yang bukan semangat namun bergerak dalam diri untuk terus bergerak. Dan beberapa yang saya lakukan mulai saya hilangkan “berfikirnya”. saya bergerak saja tanpa berpikir.

Dalam hal ibadah saya juga menemukan sebuah aktivitas yang meningkat. misalnya makruh  membersihkan muka setelah wudlu dengan handuk (towel), maka sayapun tidak membersihkan muka saya yang terkena air wudlu. Pada saat saya tidak membersihkan muka saya dari air wudlu ada dalam diri saya yaitu akal memprotes dengan argumentasinya, dan sayapun tidak mengindahkan argumentasi pikiran itu saya tetap mengikuti sunah untuk tidak membersihkan muka saya dari air wudlu. dan itu mulai saya jalankan pada sunah sunah rasulullah yang lainnya, yang notabene tidak sesuai dengan akal pikiran saya.

dan saya menemukan bahwa Iman kadang bertolakbelakang dengan akal. 

saat ini saya belajar bagaimana melaksanakan sunah rasulullah dengan Iman bukan dengan akal

beraktivitas dengan iman anda akan merasakan : bekerja tanpa semangat.

mengikuti Hawa nafsu, Akal atau Ruh

saya akan fokus kepada apakah kita mengikuti akal kita atau ruh kita dalam bertindak. sebagian kita mungkin masih beranggapan bahwa antara akal dan ruh tidak ada bedanya. JELAS ada bedanya antara akal dan ruh. coba kalau kita lihat cerita nabi musa dan nabi khidir. Siapa yang mengikuti akal dan siapa pula yang mengikuti Ruh. Sekarang mari kita bermain main untuk membahas ini. akal diberikan Allah untuk berfikir, sedangkan Allah memberikan Ruh untuk diikuti. dari sini kita jelas bahwa kalau kita mengikuti akal maka kita akan berfikir atau melakukan aktivitas berfikir. sedangkan kalau kita mengikuti Ruh maka kita tinggal mengikuti saja (kadang tidak sejalan dengan akal, apalagi hawa nafsu).

 

 

 

 

 

saya akan memberikan contoh sederhana. ada seorang ustad, setelah beliau selesai memberikan ceramah

1. Level hawa nafsu :beliau sangat mengharapkan setelah ceramah mendapatkan imbalan berupa uang.

2. Level Akal : Menolak pemberian amplop setelah dia memberikan ceramah, dengan alasan agar dia ihlas dan agar dianggap orang lain ihlas. Ustad ini mengikuti akalnya, karena dengan menolak uang pemberian tersebut dirinya dianggap orang yang “ihlas”.

3.  Level Ruh : dia menerima uang dengan bersyukur kepada Allah dan berterimakasih kepada semua jamaah yang telah memberikan uang tersebut kepada dirinya. Ustad pada level ini adalah level tertinggi karena ustad ini berani menghancurkan egonya dengan menerima uang setelah dia selesai memberikan ceramah. Pada level ini orang sudah tidak mempedulikan lagi ego nya, mau di ejek dihina “ustad bayaran”, atau apalah , ustad ini tetap tidak goyah. Penghancuran egonya dengan menerima uang inilah yang menyebabkan dia memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah.

mengikuti Ruh tidak akan dapat diikuti oleh orang yang terlalu mengandalkan ego dan akalnya. demikian pula mengikuti akal tidak akan dapat diikuti oleh orang yang terlalu mengikuti hawa nafsunya.

orang yang mengikuti ruh sudah tidak menggunakan lagi ego defense, dia membiarkan saja ego nya diserang di olok olok… dia tidak mempedulikannya. Dia menjadi orang yang apa adanya. dan apa yang dilakukannya kadang membuat orang terkaget kaget, sebab apa yang dilakukannya kadang tidak sesuai dengan akal pikiran manusia.

nabi khidir pun melakukan perusakan yang oleh akal pikir tidak masuk akal.

dalam kontek ini, yang bisa disalahkan adalah mereka yang mengikuti hawa nafsunya, sedangkan orang yang mengikuti akal sah sah saja… cuma nanti karena keterbatasan akal dia akan mudah terjebak kepada sesuatu yang tidak logis.

Smart Parenting

Konsep spiritual dalam pendidikan anak sering diabaikan. Saya mengajukan sebuah konsep tentang spiritual smart parenting dimana konsep saya ini mengedepankan unsur spiritual dalam proses pendidikan anak. Konsepnya sangat sederhana dan siapapun bisa melakukan ini. kendala yang mungkin dijumpai untuk melakukan ini adalah “ketidakmauan” orang tua , atau ketidak niatan orang tua dalam mendidik anak. selama orang tua mau pasti mampu mempraktekan konsep sederhana saya ini dalam mendidik anak.

baiklah, besuk pagi saya akan menyampaikan materi ini di seminar parenting. Anda yang tidak berkesempatan mengikuti dapat mendownload materi PPT saya. kalau ada yang tidak jelas dari  PPT saya silahkan ditanyakan melalui “komen”

materi dapat anda download disini

Mari menjalankan ilmu ghoib

Banyak orang menginginkan yang ghoib ghoib, rejeki yang ghoib…..nasib yang ghoib, kehebatan yang ghoib. karena terlalu menginginkan yang ghoib ghoib tersebut banyak yang tersesat ke dalamnya. Misalnya menggunakan cara cara yang jelas jelas dilarang islam. Membakar kemenyan agar jin nya senang sehingga bisa diperintah ini dan itu, atau agar jinnya datang, menggunakan mantra mantra baik yang berbahasa jawa atau berbahasa arab. Bahkan ada yang menggunakan tulisan di quran untuk rajah, mantra mantra yang dipercaya bisa ini dan itu. Meskipun cara cara yang sesat ini bisa menimbulkan keghoiban tertentu namun ini adalah dilarang dalam islam.

Ada cara yang islami dan syar’i untuk bisa menggunakan yang ghoib ghoib ini. Dan caranya semuanya sudah ada di quran. jadi yang kita gunakan bukanlah bacaan ataupun tulisan quran namun kandungan perintah di dalam quran itulah yang kita amalkan. Misalnya kalau kita ingin kaya maka amalkan amalan ghoib yang berkaitan dengan hal tersebut. misalnya menyantuni anak yatim, bersedekah, dll. Cara cara tersebut adalah ghoib karena secara nalar atau secara logika tidak masuk akal (ghoib). cara ghoib agar otak cerdas… ajarkan kepada orang lain apa yang kita ketahui… MEngajarkan orang lain apa apa yang kita ketahui maka otomatis kita akan cerdas dan banyak pengetahuan. bahkan dari pada belajar lebih baik mengajarkan, ilmu yang didapat akan lebih banyak mengajarkan dari pada belajar.

cara ini sederhana, jika kita ingin ghoib maka lakukanlah hal yang ghoib, sesuai yang dituntunkan Nabi SAW. Kalau kita menginginkan yang ghoib tapi amalan kita tidak ghoib ya kita tidak akan mendapatkan yang ghoib.

ada beberapa tuntunan ghoib yang saya sarankan kepada anda:

1. bersyukurlah maka nikmat akan bertambah

2. Tolong lah maka Allah akan menolong kita

3. bersedekahlah maka kita akan kaya

4. sholatlah dengan benar maka kita akan sehat (fisik dan psikis)

5. semua tergantung niat (jadi niatkan segala sesuatu dengan yang baik)

6. dll, etc

Menabung daya

suatu kejadian tidak akan terjadi begitu saja. Tidak ada ada orang kaya raya secara kebetulan, karena semua kjadian di dunia ini tidak ada yang kebetulan semua sudah dalam ketetapan Allah. Orang yang bisa kaya raya karena memang dia memiliki daya yang besar untuk menjadi kaya. Ada korelasi antara kekayaan seseorang dengan daya “kaya” yang dimiliki orang tersebut. kita yang memiliki harta yang sedikit dan ingin memilikinya lebih banyak saya sarankan untuk menabung daya “kaya”.

daya kaya ini lah yang akan membuat kita dikayakan Allah. daya ini saya umpamakan cc mobil , kalau mobil hanya memiliki 1000 cc maka tidak akan mampu melaju dengan kecepatan tinggi, tapi jika cc besar 3000 misalnya maka untuk melaju 150 km/jam sangatlah mudah. Analogi ini, jika kita memiliki daya kaya yang kecil maka harta yang kita milikipun kecil, tapi jika kita dayanya tinggi maka harta yang kita dapatkannya pun besar.

ada beberapa cara menabung daya “kaya” ini.

1. merasa menjadi kaya dengan banyak bergaul dengan orang kaya kemudian kita mengambil “daya kaya” dari orang yang kaya tersebut. bahasa saya : menyamakan frekwensi “kaya”

2. tidak iri dengan kekayaan orang lain bahkan cenderung senang dengan kekayaan orang lain, menghargai kekayaan orang lain. Sifat iri hanya akan menutup daya kaya tersebut

3. banyak sedekah, agar orang yang kita sedekahi memberikan daya kaya kepada kita.

4. Membuat orang lain menyangka kita kaya, bukan sombong , buat orang lain menyangka bahwa kita orang yang berlebih harta, sangkaan orang ini merupakan tabungan dia untuk kita.

etc

yang penting jika ingin kaya adalah daya nya dulu, jika daya besar maka kita akan dipaksa kaya oleh Allah, sebaliknya jika daya kita kecil maka kita akan dipaksa Allah untuk miskin. sekarang tinggal kita pilih mau dipaksa kaya oleh Allah atau mau dipaksa miskin oleh Allah…….