Memulai dagang atau berniaga atau bisnis

banyak sekali mentor mentor bisnis selalu mengatakan bahwa keberhasilan itu berawal dari berbagai kegagalan. bahkan ada yang mengatakan semakin banyak gagal ng maka keberhasilannya semakin tinggi. bahkan ada yang mencontohkan eksperimennya thomas alfa edison…. yang gagal 1000x setelah itu baru berhasil, sebuah contoh yang saya kira kurang pas untuk dunia bisnis. Pemahaman seperti ini jelas menyesatkan, sebab orang yang memulai berusaha otaknya tidak diajak untuk mengarah kepada “keberhasilan” tapi malah sebaliknya diarahkan kepada “kegagalan”. Dan apa yang terjadi : SUDAH PASTI USAHANYA GAGAL …GAGAL…..DAN GAGAL…….. dan kadang tidak tahu kapan mau berhasilnya.

jadi kalau mau memulai usaha pikirkanlah keberhasilan bahkan ketika pertama kali membuka usahanya. Ketika kita berpikir berhasil maka pikiran akan memprogram seluruh kemampuan dan potensi untuk menuju keberhasilan.

Mempertahankan daya

Menulislah dengan dasar dorongan dari dalam. Materi tulisan atau isi tulisan yang berasal dari dalam bukan di rekayasa dan bukan pencarian akan menimbulkan penguatan terhadap daya yang ada. misalnya ketika saya menulis tentang tips tips menulis dan saya action untuk mengikuti kursus kursus menulis maka seperti ada daya yang mempertemukan saya dengan para penerbit, mempertmukan saya dengan teman teman wartawan dan mengajak saya untuk menulis bersama.

Kejadian yang berentetan seperti ini tidak mungkin “kebetulan”, semua itu pasti ada sebabnya. Dan ternyata sebabnya itu adalah ghoib. Tugas kita hanyalah “paham akan daya tersebut” dan “mempertahankan daya tersebut agar tetap besar”.  caranya bagaimana?, caranya adalah dengan melakukan apa apa yang muncul dalam diri yang “getaran” nya sama dengan daya.

saya masih dalam pencarian rumus atau formula agar mendapatkan daya, sebab daya yang saya dapatkan seperti mengalir begitu saja. Seandainya daya itu bisa kita alirkan, maka akan saya ajarkan bagaimana menciptakan daya tersebut. Ilmu yang saya dapatkan barus sebatas bagaimana mempertahankan daya tersebut.

 

Ruang Jin dan syetan dalam diri manusia

Ruang jin dan syetan bertempat di alam bawah sadar manusia. alam bawah sadar ini berisi tentang masa lalu dari semua umat manusia yang pernah ada (ketidasadaran kolektif). Memori ini bisa berbentuk kekuatan kekuatan di luar kesadaran manusia. kekuatan di luar diri manusia ini bisa saja berupa ramal-meramal, tenaga dalam, terwujudnya keinginan dan ini lebih dekat dengan “unsur kekuatan jin”, sedangkan bisikan bisikan , bujukan bujukan lebih pada unsur syetan. jadi ada dua perbedaan yaitu jin identik dengan unsur power, dan syetan yang identik bujukan bujukan ke arah yang tidak baik.

sedikit menyimpang, tentang adanya kesurupan dan rukyah, Kesurupan terjadi karena manusia memasuki alam bawah sadar yang berisi tentang jin jin…. sehingga orang yang merukyah berkeyakinan ada jin yang masuk, padahal tidak, kesadaran manusia itu sendirilah yang masuk ke alam bawah sadar. Rukyah bermaksud untuk menyadarkan kesadaran manusia agar masuk ke alam sadar dan keluar dari alam bawah sadar.

kalau jin itu berupa wujud manusia yang tinggi besar dan hitam warnanya atau yang ijo atau bentuk bentuk lain, itu sudah berupa imajinasi manusia. Ingat bahwa bawah sadar yang dimasuki maka sesuatu yang kita sangkakan akan benar benar nampak meski riilnya tidak ada (kalau orang gila termasuk mengalami “halusinasi”). Jin dan syetan yang me wujud maka kita termasuk mengalami halusinasi cuma bedanya kalau kita sehat akal maka kita mampu mengontrol wujud tersebut.

Jadi Jin dan syetan itu merupakan mahluk Allah yang tidak wujud seperti kita manusia, karena dia termasuk alam ghoib. sesuatu yang ghoib tidak mungkin masuk kealam sadar kita. Yang mungkin adalah kita yang memasuki alam bawah sadar dan melihat wujud wujud jin sesuau dengan prasangka kita. Mengapa kita mampu memasuki alam bawah sadar dan jin ataupun syetan tidak mampu memasuki alam sadar kita? karena kita memiliki unsur ghoib bahkan lebih ghoib dari pada jin dan syetan yaitu Ruh, yang mana wilayh Ruh ini berada pada alam supra sadar.

Beberapa peruqyah sering salah dalam memahami hal ini. misalnya dengan menarik jin keluar, atau menghilangkan syetan keluar. Perilaku ini mirip dengan ritual jawa yang disebut dengan “ruwatan”. dan tentunya pemahaman ini akan mengembalikan kita kepada budaya jahiliyah, atau jaman primitif yang sangat percaya pada tahayul dan khurafat. Penggunaan ayat ayat quran yang digunakan dalam ruqyah pada intinya untuk penyadaran kembali, bukan bacaan bacaan yang diyakini punya kekuatan. kalau kita meyakini bahwa bacaan bacaan tersebut memiliki kekuatan maka termasuk dalam perilaku syirik yang menduakan Allah dengan al quran (yang bukan Allah).

Baik kembali kepada ruang jin dan syetan. Dudukkanlah jin dan syetan pada tempatnya, jangan dianggap sebagai kekuatan yang bisa menguasai kita, jika kita paham dengan apa yang saya tulis maka kita akan lebih berani lagi dengan jin dan syetan secara lebih proporsional.

Bagaimana hukum islam Meramal dengan kartu Tarot

Saya baca beberapa buku tentang tarot, ramalan yang diberikan berdasarkan konsep sinkronisasi. Sinkronisasi antara bawah sadar kolektif ataupun bawah sadar personal. Nasib manusia berdasar konsep yang digunakan dalam tarot seperti garis linear (grafik x dan y). dalam meramal menggunakan kartu, kartu merupakan simbolisasi dari nasib ke depan, yang tersinkronisasi dengan bawah sadar.

Dalam psikologi wilayah bawah sadar adalah wilayah Jin, syetan dan sesuatu yang negatif (bedakan dengan wilayah supra sadar yaitu wilayah keTuhanan). Kalau ramalan dengan simbol simbol bawah sadar maka saya berani untuk mengatakan bahwa ramalan tarot adalah haram.

sekarang bagaimana ramalan dalam islam? dalam islam ada konsep tentang firasat (hati hati lah dengan firasat nya orang yang beriman). kalau firasatnya orang beriman berarti ramalan (firasat) yang didasarkan pada alam supra sadar (beriman kepada Allah). Ciri utama ramalan yang syar’i adalah tidak adanya simbol apapun tapi jelas merupakan ilham atau firasat yang diturunkan dalam hati dan aql, sehingga menjadi pemahaman riil. jadi kalau menggunakan simbolisasi maka itu haram, kalau asli firasat dari Allah maka ramalan itu halal.

 

membuka komunikasi bawah sadar dengan diary

membuka komunikasi bawah sadar ada beberapa macam salah satunya yang paling membuat saya enjoy adalah dengan diary atau dengan buku harian. Menuliskan kejadian kejadian sehari hari dapat membuka pintu komunikasi dengan alam bawah sadar. ketika kita menulis maka lukisan kejadian itu akan terbaca dengan jelas dan kita seperti dituntun untuk memasukinya lebih dalam. maka seringkali kita terhipnotis setika sedang menulis, setelah tulisan selesai dan sadar kita takjub dengan tulisan kita sendiri. “kok bisa menulis seperti ini ya…..”, itu kira kira batin kita mengatakan. Ya sepeti orang terkena gendam atau terhipnotis kan?

Maka sebenarnya menulis itu untuk diri kita bukan untuk orang lain, terlebih tulisan yang bersifat personal. Tulisan tulisan tersebut memang tidak untuk di publish. Tulisan tulisan saya di blog inipun sebenarnya adalah diary saya, namun sudah saya kemas sehingga layak untuk dibaca umum. Saya cenderung menuliskan apa yang saya alami secara spiritual. Ekslorasi ini kadang mendalam dan meluas ketika saya menulis. dan kadang maaf, ada beberapa tulisan yang saya sendiri belum mengalaminya secara intens, tapi karena petunjuk ke arah itu sudah ada maka saya tuliskan, dan biasanya saya saya berikan ending : …mari kita belajar bersama….

Karena menulis diary merupakan pintu membuka alam bawah sadar maka dalam menuliskannya perlu hati hati. sikap hati hati ini diperlukan karena apa yang kita tulis akan menjadi kenyataan. misalnya kita menggambarkan kejengkelan dengan sangat rinci maka hal hal yang membuat kita jengkel akan bertambah banyak. Kita menuliskan kesialan kita pada hari ini, dan menuliskannya dengan sangat deskriptif dan sangat rinci. Gambaran ini akan memberikan dampak pada kehidupan kita kedepannya sehingga kesialan yang ditulis itu akan menjadi keadaan yang kita terima secara terus menerus. untuk itu ketika kita menuliskan diary yang negatif harus ada “obat penawar” nya. misalnya dengan semoga ini tidak terulang, Ampuni saya ya Allah…., atau yang lainya. dengan Obat penawar ini maka diary “negatif” tidak akan  berdampak apa apa dalam kehidupan kita.

Saya merasakan keasyikan tersendiri ketika menulis, sebab yang saya ekslorasi adalah alam pikiran saya sendiri. Saya sangat paham dan mengerti tulisan saya ini bagi beberapa orang kurang menyukai atau tidak cocok, untuk itu ya saya minta maaf. Keasyikan saya menulis disebabkan karena ide ide itu mengalir ketika jari jari saya menari diatas keyboard. Saya hanya mengikuti apa yang saya pikirkan saat itu. Jika anda seperti saya atau anda mempraktekan seperti apa yang saya lakukan pasti anda akan merasakan hal yang sama. Kita belajar dari apa yang mengalir dalam diri kita.

Kadang yang masuk dalam tulisan saya bukan personal unconsciousness saja tapi juga collective unconscious. artinya kadang tulisan saya seperti ter sinkronisasi dengan apa yang sedang diajarkan guru guru spiritual saya terutamanya apa yang sedang di ajarkan oleh ust Abu Sangkan. nah dari sinilah saya sangat menyukai kegiatan menulis., yaitu bisa mengakses collective unconscious dari orang lain, tentunya hal tidak saya sadari.

Singkat cerita, saya anjurkan bagi anda yang membaca tulisan saya ini untuk mulai saat ini menuliskan pengalaman spiritualnya, apapun bentuk tulisan itu, tulis dan tulis. Saya sarankan juga untuk menulis secara pribadi jangan di publikasikan terlebih dulu. karena kalau sudah dipublish dan anda belum siap mental maka akan menghentikan daya ilham yang turun, seperti mandek atau berhenti. Tulislah apa yang anda alami dan untuk sendiri, jangan biarkan orang lain menilai tulisan kita termasuk kita sendiri jangan biarkan kita mengolok olok tulisan kita.

ok just do it ya…… bismillahi Allahu akbar

spiritulitas dalam ranah sains

Fenomena menarik dikalangan beberapa akademisi muslim munculnya semangat mengislamkan keilmuan mereka. Dikalangan psikologi muncul adanya API asosiasi psikologi islami, di beberapa universitas muslim sudah mulai didirikan center center seperti di UIN ada Centre for Neuroscience, health and spirituality disingkat menjadi C-NET, di psikologi UMS sudah berdiri juga centre for Islamic and Indieneous psychology. Kajian kajian  lembaga lembaga sains keislaman tersebut dilandasi semangat untuk meng sains kan atau mengilmiahkan “islam” dari mulai sisi syariat hingga spiritual kemakrifatan.

Contoh buku menarik yang sewaktu saya mengikuti meeting Asosiasi psikologi islami kemarin di yogya , saya di beri buku tentang Tuhan empiric dan kesehatan spiritual, yang ditulis oleh beberapa penulis. Buku ini merupakan bentuk semangat mengsinkronkan ilmiah kedokteran, ilmiah psikologi dengan spiritualitas islam. Pertama saya membaca judul buku ini saya bingung juga dibuatnya karena ada istilah Tuhan empirik. Kemudian paginya saya membaca tulisannya saya pun belum mendapatkan pencerahan tentang maksud Tuhan Empirik. Ya karena saya bingung saya by pass saja, saya hanya melihat melihat dalamnya dan belum membaca secara detil.

Dalam membuka buka buku tersebut pikiran saya langsung berkreasi menganalisis sendiri tentang isi buku tersebut. Tentunya karena tidak membaca secara detil saya yakin pikiran ini dilandasi pikiran yang subjektif. Ketidak fahaman pikiran saya mencerna buku tersebut menjadikan pikiran saya suudzan bahwa buku tersebut dibuat oleh pemahaman spiritual yang berbeda dengan saya. Pikiran saya berpendapat kenapa Tuhan di sains kan, kenapa spiritualitas di sainskan, apa tidak malah mambuat rancu. Bagi saya sosok Tuhan itu di atas pikiran saya. Sosok Tuhan itu jelas tidak bisa dipikirkan terlebih di empirikkan. Makanya saya pikiran saya tidak mampu menangkap maksud tulisan tersebut. Kemana arah tulisan dari buku tersebut.

Dalam buku tersebut juga ada ditulis kesehatan spiritual, saya masih belum menangkap makna dari kesehatan spiritual yang dimaksud. Kalau pikiran saya atau memori yang ada dalam benak saya adalah bahwa kesehatan spiritual itu bagaimana seseorang mampu mencapai zero mind, itu baru sehat. Kalau masih belum mencapai keadaan itu berarti masih di sehat sehatkan, atau masih dalam pencarian format sehat secara spiritual. Kalau sehat psikis jelas bahwa adanya koordinasi yang baik antara pikiran dan emosi, terkendali dan harmonis, kalau fisik ya  tubuhnya fit. Nah kalau spiritual tentunya kalau mau mengkaitkan dengan islam ya harus zero atau fana, yang nantinya akan berdampak pada kesehatan psikis yaitu tumakninah dan kesehatan jasad.

Saya sangat senang dengan makin banyak kawan kawan di kalangan psikologi dan agama, membicarakan spiritual ini. Semoga dengan tulisan tulisan dan karya karya tentang spiritualitas ini semakin memperkuat pentingnya dimensi spiritual bagi kesehatan psikis dan fisik. Tulisan saya diatas merupakan pendapat pribadi yang sangat subjektif, dan masih jauh dari kebenaran, dan saya akan terus mencari hakikat kebenaran dari spiritualitas. Terimakaih kepada Ibu yang kemarin memberi buku secara gratis kepada saya, he he belum sempat kenalan.

wilayah mendengarkan “kalam ilahi”

soft skill yang harus anda miliki untuk berada pada wilayah ini adalah tenang. mau tidak mau anda harus belajar untuk menghilangan ego. Ego inilah yang sering menyamarkan, membelokkan, dan mensalah tafsirkan perintah Allah. Ego ini menjadi distraktor bagi terdengarnya Kalam Allah. Untuk menghilangkan ego anda harus belajar dengan ahlinya. Sedikit sekali ustad ataupun kyai atau ahli agama yang memiliki kemampuan ini. karena untuk bisa memiliki soft skill yang diperlukan bukanlah “ilmu pengetahuan” yang banyak, atau gelar Lc, gelar DR atau lainnya, tapi yang diperlukan adalah experience memasuki wilayah ini dan kemampuan mengajarkannya untuk bersama sama memasuki wilayah ini. ini yang pertama.

yang kedua adalah merendah dan mendengarkan. ketika sudah bersih maka sikap merendah, tidak mengomentari, menanyakan, dan lain sebagainya.

seperti apa kalam ilahi itu?,  kalam ilahi masuk dalam diri kita berupa bahasa paham. kefahaman ini mungkin sangat sederhana tapi dalam kandungan atau nilai kualitasnya, dan berdampak besar dalam kehidupan kita. kalam ilahi ini mampu merubah state emosi kita secara instan, kita bisa sangat tercerahkan, insight yang masuk sangat dalam. ketika insight itu masuk maka yang harus dilakukan adalah menerima dan terus mendengarkan pemahaman yang ada. Biarkan kalam ilahi tersebut merasuk kedalam pikiran, jiwa, ruh dan tubuh kita, sehingga menjadi bagian dari diri kita yang sewaktu waktu dapat kita recall kembali.

kadang kalam ilahi ini juga muncul secara tiba tiba tanpa kita kehendaki, jika itu yang terjadi maka segeralah untuk bersikap mendengarkan. misalnya tiba tiba hati kita di tenangkan pada saat kita beraktivitas, maka segeralah untuk merespon kalam ilahi tersebut dengan terus mendengarkan kalam tadi dan menerima. mungkin kalam itu belum bermanfaat untuk saat ini namun nanti suatu saat akan kita gunakan, meski dalam wilayah alam bawah sadar.

sikap lain yang harus kitajaga adalah tidak mendikte Allah. misalnya kita sudah melakukan pengosongan ego dan kemudian kita sudah bersikap mendengarkan namun pemahaman juga belum ada. kalau tidak ada ya tidak apa apa. jangan menyalahkan diri atau jangan memaksa Allah untuk memberikan pencerahan. kalam ilahi tidak dapat diperoleh dengan Nafs kita.

Apakah nasib bisa kita rubah?

sebelum kita bisa menjawab pertanyaan yang menjadi judul saya diatas, kita akan membahas dulu “apakah kita tahu bahwa kedepan nasib kita jelek?. JIka kita tidak tahu nasib 1 jam kedepan bagaimana kita bisa mengatakan bahwa kita bisa merubah nasib. Kecuali jika kita sudah mengetahui bahwa nasib kita buruk dalam 1 jam kedepan maka kita bisa mengatakan bahwa nasib saya satu jam kedepan saya rubah menjadi nasib baik. dari keterangan saya ini kita menjadi lebih jelas bahwa kita tidak dapat merubah nasib kita karena kita sendiri tidak tahu nasib kita kedepannya seperti apa.

yang menjadi fokus kita sebenarnya bukan merubah atau tidak merubah nasib kita. Yang menjadi fokus kita adalah bersyukur kepada Allah apa apa yang diberikan Allah saat ini. Tidak perlu kita bicara future atau masa depan, karena sekali lagi kita tidak tahu sama sekali tentang apa yang akan terjadi.

Nasib merupakan wewenang Allah SWT. Nasib merupakan hal Allah dan Dialah yang mengetahui tentang apa apa nasib kita kedepan. tidak ada perintah untuk merubah nasib yang ada adalah bertawakalah kepada Allah, sabar lah, bersyukur lah. Inilah yang perlu kita jalani, yaitu melakukan apa apa yang menjadi kehendak Allah saat ini.

kita tidak perlu menerka nerka apa kehendak Allah 1 jam kedepan. Pembicaraan tentang “merubah nasib” merupakan pembicaraan yang sia sia dan memudahkan syetan menggoda pikiran kita untuk menyekutukan Allah dengan ego kita. para motivator yang kurang keimanannya kepada Allah, selalu mengedapankan ego, aku, sebagai actor yang bisa merubah nasibnya sendiri dan bahkan nasib orang lain.

happy writing

syarat utama anda menuliskan hal hal spiritual yang anda tuliskan adalah dengan menggunakan prinsip : HAPPY WRITING. Pikiran kita tidak bisa berselancar di dunia ilham jika kita tidak happy. Happy harus diciptakan jika kita ingin menulis. menulis merupakan koordinasi antara ilham dengan otak, otak dengan pikiran, dan pikiran dengan tangan, tangan dengan komputer yang merekam ilham tersebut. untuk bisa berkoordinasi hal hal tersebut maka kita harus happy.

tulislah apa yang kita rasakan dengan happy. tulisan kita akan mengalir dengan lancar seperti air mengalir yang terus menerus. bagaimana jika tidak happy?, jika demikian maka kita bisa melakukan hal hal yang dapat membuat pikiran menjadi relaks, bisa dengan mendengarkn musik relaksasi, bisa dengan wudlu, bisa dengan sholat bisa dengan apapun yang membuat anda lebih relaks.

Tulis dan jangan di komentari. Tulisan yang kita komentari biasanya akan membuat mood kita jelek. Sebab tulisan kita ketika kita tulis pertama kali biasanya tulisan kita sangat jelek (jadi jangan dibaca apalagi di cela) , setelah selang 1 jam 2 jam atau 1 hari atau 2 hari bacalah dengan tenang kemudian edit lah tulisan tersebut dengan pikiran dan hati happy. tulisan yang di edit dengan pikiran happy akan berkembang dan terus berkembang sehingga menjadi tulisan yang enak dibaca dan memiliki penjelasan yang lebih detil.

tulisan ini terinspirasi oleh : Bp. amir Machmud ns, wartawan senior suara merdeka, pada saat pelatihan artikel di media massa di fakultas psikologi UMS