Articles from March 2012

beda menjalankan syariat solat dan hakikat solat

Syariat solat adalah bagaimana rukun sah nya solat kita lakukan misalnya sujud dengan meletakkan 7 anggota tubuh ke lantai, gerakan dan bacaan lainnya yang sesuai dengan hukum hukum syariat. Bicara syariat bicara masalah hukum. masalah hukum kita akan bicara masalah benar dan salah. orang yang berkutat pada syariat (syariat minded) solatnya hanya sekedar memenuhi sahnya solat saja. dia tidak akan memperhatikan lebih jauh daripada solatnya lebih dari pada hukum hukum dalam menjalankan solat. misalnya kalau solat pikiran kemana mana sah maka ketika solat dia tidak merasa bermasalah dengan pikiran yang kemana mana ketika sholat. bahkan gerakan gerakan tangan semasa sholatpun tidak akan dihiraukannya , misalnya tangannya garuk garuk (padahal tidak gatal), atau mengelus elus jenggot. Dia tidak memperhatikan apakah sholatnya sedang diperhatikan Allah apa tidak, karena dia sendiri tidak yakin bahwa Allah ada disini.

Baik paragraf pertama diatas membahas syariat, sekarang kita bahas tentang hakikat solat. hakikat solat adalah menjalankan sisi kejiwaan dalam sholat. hakikat berada di atasnya menjalankan syariat. artinya kalau kita menjalankan hakikat, syariat kita harus sempurna. misalnya kita akan menjalankan hakikat sujud maka sujud kita harus sempurna terutama rukun sahnya dalam sujud. orang yang menjalankan meski dia tidak memperhatikan sujudnya secara syariat tapi dia tidak meninggalkan syariat sujud. Hakikat sujud adalah berserah kepada Allah. maka yang dia perhatikan hanya berserah kepada Allah, dia sudah tidak memperhatikan syariat sujudnya karena memang sudah sempurna.

inilah yang dilakukan para kaum sufi , sudah tidak memperhatikan syariat tapi juga tidak meninggalkan syariat. Fokus kaum sufi dalam menjalankan syariat bukan pada syariat tapi fokus kepada untuk apa dia perintahkan Allah untuk menjalankan ibadah tersebut. seperti sujud, kaum sufi sudah tidak memperhatikan sujudnya secara syariat karena memang sudah benar dan sempurna sujudnya, fokus kaum sufi adalah ketika sujud berserah diri kepada Allah secara total.

Bahaya Syariat Minded

Syariat bukanlah tujuan tapi syariat adalah tata cara. tujuan utama dalam beribadah adalah menghamba kepada Allah. inilah yang saya maksud hakikat. kalau kita fokus hanya syariat dan syariat maka hati kita akan kering meski amal kita banyak. orang yang hanya syariatnya saja yang dijalankan menyebabkan banyaknya ibadah yang dia lakukan berbanding lurus dengan kekerasan hatinya. Maka hanya syariat saja yang dijalankan dalam ibadah menyebabkan bahaya jiwa. inilah mungkin yang menyebabkan orang islam di hancurkan Allah dan direndahkan Allah karena solatnya masih tergolong munafik (antara yang diucapkan dalam solat tidak sesuai dengan apa yang ada di hati).

solatnya orang munafik

solatnya orang munafik selalu berkutat pada syariat. takbirnya tidak mengagungkan Allah meski tangan dan mulutnya bertakbir. sujudnya tidak berserah kepada Allah meski badannya sujud. inilah beberapa perilaku orang munafik di dalam sholat. tulisan ini mungkin agak keras, bukan agak lagi tapi sangat keras. hal ini untuk menyadarkan kepada kita “mbok ya kalau solat itu jiwanya juga solat”.

pelatihan pelatihan solat yang saya lakukan di indonesia maupun di malaysia, selalu menekankan kepada sinkronisasi antara syariat dan hakikat, harmonisasi antara tubuh dan Ruh. Sehingga diharapkan peserta dapat merasakan benar benar kebahagiaan ketika terjadi perpaduan antara gerak tubuh dan gerak Ruh.

Baiklah tulisan ini kami tujukan agar dalam solat kita paham arti pentingnya belajar hakikat. belajar hakikat ada dalam sholat. Insya Allah dengan menjalankan hakikat sholat ini maka kita akan mendapatkan banyak hal. Kedalaman sholat tidak ada batasnya, semakin kita mendalaminya dengan hakikat sholat maka kita akan mendapatkan banyak hal. semoga Allah mengajari kita. amin

Berani tidak berpikir

Saya anggap pembaca sudah paham mana yang benar dan yang tidak berdasar quran dan hadis rasulullah. sekarang mari kita tingkatkan keislaman kita dengan berani tidak berpikir. Berani tidak berpikir ini bisa kita lakukan dengan meninggalkan pikiran kita ketika kita sudah tahu bahwa apa yang lakukan adalah benar dan baik.

misalnya anda mendengar adzan maka jangan banyak berpikir tentang waktu sholat, segera ambil air wudlu dan sholat. Jangan berpikir apapun untuk melakukan ini. Misalnya lagi jika di pagi hari anda harus mandi maka mandilah jangan berpikir apapun karena mandi jelas jelas benar dan baik. jangan berpikir ah nanti saja toh nanti masih ada waktu, jangan …. tapi segera saja ambil handuk (towel) ambil perlengkapan mandi lainnya dan berjalanlah tanpa berpikir, abaikan apapun tentang “mandi” atau yang berkaitan dengan mandi “just do it”.

Jika anda berani tidak berpikir tapi “just do it” maka hidup akan mengalami akselerasi dengan cepat. pikiran tidak lagi menghambat anda untuk maju. anda hanya melihat bahwa tindakan anda adalah karena Allah karena mendasarkan quran dan hadist. tidak ada yang membuat anda takut lagi.

cara cara ini cukup efektif bagi mereka yang cemas, ragu, waham, dan keyakinan kurang. cara ini merupakan bagian dari sikap nekat, yaitu nekat untuk berbuat baik.

Menghilangkan keraguan semasa sholat

Sholat terdiri dari bacaan dan gerakan yang memiliki maksud atau makna. Pikiran kita lari kemana mana saat sholat karena disebabkan oleh kurang fokusnya kita kepada apa yang kita ucapkan dan lakukan. Hal ini mungkin bisa jadi karena kita masih ragu kepada Allah saat sholat. Misalnya ragu saat kita rukuk , bahwa rukuk adalah penghormatan tertinggi kepada Allah. karena kita kurang yakin kepada Allah sehingga rukukpun jadi kurang mantab, atau terasa mengambang.  Dalam sholat sebaiknya kita menghilangkan keraguan kita kepada Allah.

Orang yang menganggap Allah itu berada di atas dan tidak disini, atau mereka yang beranggapan bahwa yang dekat dengan kita bukan Allah tapi sifat Allah maka bisa dipastikan sholatnya tidak akan bisa mantab dalam berkomunikasi kepada Allah. Pendapat pendapat yang menyesatkan yaitu pendapat yang menjauhkan umat islam dengan Allah nya dapat menimbulkan keraguan dalam sholat. Pemahaman ini akan menyebabkan sholat tapi tidak menghadap Allah.

sewaktu solat kita harus yakin kepada Allah bahwa kita sedang menghadapNya. yaitu menghadap Allah yang maha dekat. Jangan ragu bahwa Allah memang berada di dekat kita. kalau Allah sudah di yakini maka selanjutnya adalah tidak melakukan apa apa kecuali apa yang dilakukan saat sholat. maksudnya begini jika kita rukuk maka tidak ada aktifitas lain selain itu kecuali tunduk kepada ALlah, menghormat Allah. Pikiran tidak boleh pergi kemana mana, pikiran kita paksa untuk tunduk patuh kepada Allah. Demikian pula dengan gerakan dan bacaan sholat yang lain. pikiran dan hati kita tidak boleh melakukan apa apa kecuali hanya melakukan apa yang terkandung dalam bacaan dan gerakan sholat tersebut.

Dengan cara ini kita akan merasakan betapa komunikasi dengan Allah sangat nikmat. Kesungguhan rukuk kepada Allah akan menimbulkan efek ketenangan dan kenikmatan dalam sholat. Kita yang ingin mengulang-ulang nikmatnya sholat dapat mempraktekan cara saya inil. insya Allah apa yang rasakan akan dapat kita ulang dan ulang lagi. dan anda insya Allah akan ketagihan sholat, kecanduan sholat dan ingin sholat terus. semoga Allah meridloi.