Articles from April 2012

Olah jiwanya jiwa

KIta pernah menghadapi masalah dan hati kita terasa lemah, merasa tidak kuat, dan merasa diri tidak mampu? jika ya berarti jiwa kita kurang olah jiwa. Jiwa juga memerlukan olah jiwa sehingga ketika menghadapi suatu masalah baik yang berat atau yang ringan jiwa kita sudah siap untuk menghadapiya dengan keadaan jiwa yang tenang dan kuat. Olah jiwa ini seperti halnya dengan olah raga (olah jasad) harus dilakukan dengan rutin dan terus menerus. Dengan melakukan terus menerus ini ibarat otot semakin kuat dan semakin kuat. jadi ketika kita menghadapi suatu masalah maka otot otot jiwa kita sudah siap untuk menghadapi semua masalah.

Jiwa yang lemah akan dapat menyebabkan kita mudah stress dan jika stress berkepanjangan maka akan menyebabkan depresi. depresi yang berkepanjangan akan menyebabkan neurotik dan jika neurotik berkepanjangan akan menyebabkan gila (psikotik). jadi awal dari gila adalah lemahnya jiwa kita.

bagaimana oleh jiwa itu. olah jiwa adalah bagaimana kita menggunakan jiwa kita untuk kuat dalam satu sikap positif  misalnya, latihannya kita berdiri diam, diam dengan lama tanpa bergerak sedikitpun. nah berdiri lama tanpa bergerak ini akan menyebabkan jiwa kita berontak (jika belum terbiasa) rasa jiwa ingin menggerakkan dan jika kita tahan maka jiwa akan semakin berontak nah disinilah latihan jiwa kita lakukan yaitu tetap pada posisi diam. Posisi diam inilah yang akan menyebabkan kita terpaksa sabar, atau kita dipaksa sabar oleh diri kita. latihan ini akan memberikan efek psikologis yang mendalam dalam jiwa kita. cobalah kita berdiri diam dari waktu yang singkat yaitu 15 menit ingat tidak boleh bergerak sedikitpun, yang bergerak hanya nafas kita. jika 15 menit ok maka tingkatkan menjadi 30 menit lalu 45 menit dan seterusnya.

Kalau berdiri berhasil latihlah dengan rukuk lama, karena dukuk ini posisi stretching maka saya sarankan lakukan sesuai kemampuan , mulailah dari 5 menit, lalu ditambah 10 menit dan seterusnya. posisi rukuk ini akan membuat otot kita mengalami peregangan atau stretching sehingga akan sakit di beberapa tempat. sikap rukuk ini jika dilakukan dengan rutin akan menyebabkan jiwa kita kuat dalam menghadapi masalah, dan mengurangi sikap mengeluh.

Lakukan posisi rukuk ini diiringi dengan sikap hormat kepada Allah atau iringi dengan ketundukan kepada Allah. olah jiwanya hormat dan tunduk ini sangat berpengaruh pada jiwa. hal ini akan dapat melatih sabar, melatih ihlas dan fungsi jiwa lainnya untuk lebih kuat. Yang diperlukan dalam latihan rukuk ini selain tubuh harus siap sakit, juga jiwa kita harus terus menerus berada dalam kedaaan tunduk. Kalau perlu pindahkan diri kita dari fokus tubuh beralih ke fokus jiwa. beralih dari tubuh yang rukuk beralih ke jiwa yang tunduk. Nah inilah inti dari pada olah jiwanya jiwa yaitu kita mampu bertahan pada kedaan jiwa tertentu.

Perbuatan dosa yang tidak menghalangi kekhusuan sholat

Sholat khusyu memang sangat terkait dengan dosa. Jika kita telah berbuat dosa biasanya kita akan mengalami kesulitan dalam silatun ke Allah, dan silatun ke Allah ini akan mempersulit kita untuk mendapat khusyu dari Allah SWT. Nah sekarang bagaimana jika kita telah berbuat dosa dan tetap ingin mendapatkan kekhusyuan dalam sholat. Caranya tidak lain adalah dengan istghfar dan kita yakin bahwa Allah mengampuni. ya.. jadi cukup dua syaratnya yaitu istghfar dan yakin diampuni. Keyakinan kita diampuni Allah akan membuat hati kita menjadi lega dan terbebas dari rasa dosa sehingga kita lebih mudah untuk silatun dan untuk menerima rasa khusyu dari Allah.

Maka saya sarankan untuk menyegerakan istghfar jika kita berbuat dosa, jangan malu jangan sungkan kepada Allah SWT. Cepat cepatlah kita untuk istghfar hanya itu cara yang paling efektif untuk membersihkan diri dari perasaan dosa.

JANGAN TAKUT KARENA TELAH BERBUAT DOSA, DAN JANGAN MENIATKAN UNTUK BERBUAT DOSA LAGI. GUNAKAN DOSA YANG TELAH KITA BUAT SEBAGAI SARANA MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH.

Yakin Positif

Mengapa kita masih tetap merasa berdosa meski kita sudah istghfar berulang kali? jawabnya adalah karena kita yakin negatif, bahwa Allah tidak mengampuni perbuatan dosa kita. NAh sekarang mari kita balik. Mengapa kita merasa lega hati, lapang hati setelah kita istghfar jawabnya adalah , karena kita yakin positif bahwa kita dimapuni Allah. Nah jelaskan, bahwa yang membuat kita merasa berdosa atau merasa suci adalah karena YAKIN, yakin negatif menyebabkan hati kita sedih, yakin positif menyebabkan hati kita lega. sekarang tinggal kita pilih merasa berdosa terus menerus atau merasa suci setelah istghfar?.

saya membuat statement pilihan diatas karena masih banyak diantara kita yang sudah istghfar tapi tidak yakin bahwa Allah mengampuni. Seandainya kita memilih bahwa Allah mengampuni maka tentunya kita akan memiliki hati yang lega.

yakin positif ini berlaku untuk apa saja. Setiap kita berdoa harus disertai dengan yakin positif. kalau yakin negatif dengan doa kita ya kita hanya dapat pahala “membaca doa” tapi tidak membawa kemakbulan atas doa yang sudah kita baca.

untuk itu mulai saat ini mari kita gunakan keyakinan kita yang positif ini, khusnudzan kepada Allah, agar hidup kita juga positif.