Articles from April 2012

cara menggunakan ayat seribu dinar

ayat ini memang cara dari Allah SWT untuk kita yang sedang memiliki masalah. Apapun masalahnya dapat diselesaikan dengan menjalankan ayat ini. ayat seribu dinar adalah ayat problem solving dengan cara ghoib. baiklah bagaimana untuk menggunakan ayat ini kita harus menjalankan perintah Allah yang ada pada ayat tersebut. Perintah itu ada dua

  1. bertakwa
  2. bertawakal

pada perintah pertama yaitu bertakwa kita menjalankan apa saja perintah Allah yang dapat kita lakukan bisa sedekah, bisa puasa, bisa sholat, atau apapun. Usahakan untuk menghadapi masalah sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah. Misalnya kita menghadapi masalah hutang maka teruslah untuk berniat menyelesaikannya, dan jangan putus asa. Misalnya kita sakit maka teruslah kita berobat dan berdoa.. pokoknya apa yang diperintahkan Allah lakukan. Ketika kita berputus asa dari rahmat  Allah maka berarti kita menjauh dari pertolongan Allah.

bertakwa tidak sekedar sholat dan sekedah tapi takwanya hati harus tetap di jalankan, misalnya ihlas, sabar, dan lain sebagainya. dari sinilah nanti solusi ghoib akan dibeirkan Allah.

pada perintah kedua kita mempercayakan kepada Allah bahwa solusi itu diberikan Allah. Kalau sudah berbuat ibadah sesuai perintah Allah maka kita harus percaya bahwa Allah mengabulkan permintaan kita. jangan pernah berpikir tentang jalan keluarnya, yang penting yakini saja. Karena nanti Allah akan memberikan jalan keluar yang tidak pernah kita sangka sangka jadi untuk apa berprasangka prasangka.

jadi kombinasi 2 perintah Allah dalam ayat seribu dinar ini akan menjadikan semua masalah kita selesai.

bagaimana Rukuk dapat memotivasi kerja

ini terkait dengan semangat kerja, motivasi kerja. Sholat pada salah satu gerakannya yaitu rukuk mampu memberikan nuansa spiritual tersendiri untuk menambah daya semangat dalam bekerja. kadang kita bekerja mengalami kejenuhan, kebosanan atau hal hal lain yang membuat kita kurang gairah dalam menyelesaikan pekerjaan kita. tentunya jika hal ini didiamkan berlarut larut akan menyebabkan kerugian bagi karir dan pekerjaan. Untuk itulah cara paraktis yaitu rukuk saya uraikan agar kita dapat bersemangat dalam bekerja.

Rukuk adalah gerakan menghormat dan patuh kepada Allah. Kalau kita mau jujur terhadap diri maka kehendak Allah itu adalah dalam pekerjaan kita. misalnya saya seorang guru maka kehendak Allah kepada kita adalah sebagai guru. Nah ketika kita sudah mulai bosan maka secara tidak sadar kita menentang apa yang dikehendaki Allah kepada kita yaitu menjadi seorang guru. Untuk itu kita harus kembali kepada jalan yang dikehendaki Allah yaitu sebagai guru. Dengan menghormat kehendak Allah ini kita akan memiliki semangat baru yang berasal dari penghormatan tadi. Sebab semangat spiritual ke Allah menjadi dasar utama untuk mencari kerja

Ihlas

perbuatan yang mengarah kepada Allah dinamakan ihlas, tentunya ihlas lillahitaala. Ihlas adalah landasan dalam berbuat. dengan ihlas ini  semua perbuatan mengarah kepada Allah SWT. ihlaskan dalam semua perbuatan baik itu menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi kita. semua memang harus kita lakukan. dengan ihlas insya Allah semua akan dapat kita lalui dengan baik. ihlas bisa mengatasi sikap atau sifat malas cobalah dengan menggunakan kekuatan bahwa perbuatan ini adalah karena Allah. perbuatan karena berlandaskan keridloaan Allah. lewatilah semua rintangan dengan ihlas kepada Allah.

ihlas merupakan perbuatan ruhani, ruh akan aktif dalam setiap segi perbuatan kita jika kita dapat melakukannya dengan ihlas. keihlasan kita akan berdampak kepada berubahnya alam disekitar kita. perubahan itu akan nampak nyata. tatkalah kita mendasarkan kepada keihlasan apa apa yang kita perbuat.

materi pelatihan setengah hari di masjid darussalam

pelatihan ini kami lakukan pada tanggal 15april 2012 minggu lalu.  untuk materi dapat anda download di link dibawah ini

materi pelatihan : bahagia dengan solat

peserta pada pelatihan ini sekitar 80an orang, dan alhamdulillah kita menerapkan keihlasan. artinya pelatihan gratis, makan minum gratis, masjid gratis, masjid gratis, dan pada terapi sedekah terkumpul dana 1,8juta untuk kegiatan pelatihan bulan depan, insya Allah di masjid al hadi karanganyar.

 

The power of Past

kita sudah tahu kehebatan dari the power of now sekarang akan saya uraian sedikit tentang kekuatan dari pada Past. Pengertian past ini jangan diartikan ingatan masa lalu, tapi pengertian the power of past ini adalah meyakini bahwa Allah Telah memproses apa apa yang ktia minta dan kita bersyukur akan hal itu. Bersyukur adalah perilaku kita yang meyakini bahwa Allah telah mengabulkan dan kita berterimakasih kepada Allah. Sehingga bisa saya katakan bahwa the power of past adalah perilaku bersyukur.

Setelah kita yakin bahwa doa kita di kabulkan Allah (meski belum terwujud), maka kita kemudian melakukan “terimakasih”. MEski belum menerima secara riil tapi proses telah berlangsung sehingga kita sebagai umat yang beriman kepada Allah maka kita patut untuk berterimakasih dengan bersikap syukur kepada Allah.

sebagai contoh ketika saya sakit maka saya berdoa (the power of future) kemudian saya meyakini bahwa Allah mengabulkan doa saya sekarang ini (the power of now) kemudian saya berterimakasih kepada Allah maka saya bersyukur atas pengabulan tadi (the power of  future). jadi bersyukur ini adalah diatasnya yakin, dan yakin diatasnya Doa. kalau anda kesulitan berdoa, kesulitan yakin maka by pass saja dengan bersyukur kepada Allah bahwa Allah telah mengabulkan apa yang kita minta.

Pengaruh the power of past ini sangat nyata, jika syukur anda kuat terhadap pengabulan Allah atas apa yang kita yakini maka pengaruhnya akan terjadi pada tubuh kita, pikiran , rasa, jiwa bahkan lingkungan di sekitar kita akan ikut terimbas. Cara melakukannya adalah dengan kuantitas waktu yang terus menerus dan kualitas syukur yang dalam. untuk latihan baca artikel saya tentang meditasi syukur di blog saya ini, lalu praktekan secara terus menerus.

jangan pernah ragu dengan Allah, nah agar tidak ragu cara menguncinya (lock) adalah dengan bersyukur kepada Allah.

materi the power of past ini saya sampaikan dalam pelatihan motivasi mahasiswa di fakultas psikologi untuk beritanya silahkan dapat anda baca disini

 

 

connect to Allah dalam solat

dalam solat tidak ada , baik itu bacaan dan gerakan yang tidak mengarahkan kita kepada Allah. Untuk itu kita bisa connect terus ke Allah selama kita solat. Connect to Allah ini tidak sekedar connect tapi kita mencoba dengan keimanan kita untuk berinteraksi dengan Allah sesuai dengan bacaan dan gerakan dalam solat. misalnya ketika kita Rukuk maka interaksinya adalah kita hormat dan tunduk kepada Allah. Hormat dan tunduk itu adalah komunikasi yang selalu kita “jaga” untuk selalu connect to Allah.

dampak dari kemampuan kita connect to Allah ini akan membentuk sikap atau karakter kepribadian kita yang sesuai dengan bacaan dan gerakan sholat. Dengan gerakan rukuk misalnya kita benar benar menerima Allah sehingga tidak ada lagi ketentuan ALlah yang kita terima itu musibah atau keberuntungan, tapi semua adalah ketentuan Allah dan netral apa adanya.

 

Allah itu ada atau tidak ada?

Jika anda beriman kepada Allah SWT maka anda akan menjawab ADA. JIka anda kurang beriman maka anda akan ragu ragu apakah Allah itu ada, dan jika anda tidak beriman maka anda menjawab bahwa Allah itu tidak ada. baiklah saya yakin para pembaca akan sepakat bahwa Allah itu ada, sekarang adanya Allah itu seperti apa? yang jelas bahwa Allah tidak bertempat ataupun menempati suatu ruangan. kalau kita mengacu pada ketiadaan Allah dalam satu tempat maka berarti pikiran kita tidak boleh mengira ira tempatnya Allah atau ruangan Allah bertempat. untuk itu apapun keberadaan Allah dalam suatu tempat pasti itu salah.

Jika Allah bertempat di atas maka itupun salah, jika Allah bertempat di kakbah,di masjid itupun salah. kalau kita ingin mengetahui Allah maka kita tidak dapat menggunakan pikiran kita tapi menggunakan kesadaran bahwa Allah itu ada. Jadi kalau pikiran kita berfikir tentang  Allah itu ada, pasti akan mengarah pada suatu tempat. Tapi kalau Kesadaran kita mengarah kepada keberadaan Allah maka tidak akan mengarah kepada suatu tempat, tapi hanya sadar bahwa Allah itu ada (titik).

kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa Allah itu ada namun tidak berada.

Beda khusyu dan rasa khusyu

Belajar khusyu jika tidak paham bedanya khusyu dan rasa khusyu akan memperlama dalam proses mendapatkan rasa khusyu. Belajar khusyu harus berlandaskan quran sedangkan praktik nya melalui hadis hadis yang banyak di contohkan rasulullah. ketika kita keluar dari quran dan hadis maka hal itu bukanlah khusyu seperti yang dimaksudkan oleh islam. baik yang pertama tentang khusyu, khusyu adalah suatu perilaku kita, atau apa yang dapat kita lakukan. kalau khusyu semua orang mampu melakukannya. khusyu yang maksud seperti apa yang termaktub dalam quran surat al Baqoroh 46 bahwa khusu adalah yakin bertemu dengan Allah dan berserah kepada Allah. jadi jika kita dalam sholat kita melakukan pertemuan dengan Allah dan berserah kepada Allah maka kita sudah melakukan apa yang dinamakan dengan khusyu.

Yang kedua adalah rasa khusyu. Rasa khusyu ini adalah pemberian Allah karena kita telah melakukan perbuatan khusyu. Karena rasa khusyu ini adalah pemberian maka terserah Allah untuk :

  1. memberikan atau tidak memberikan itu hak mutlak Allah
  2. seperti apa rasa itu tergantung dari Allah
  3. Seberapa lama rasa khusyu itu diberikan Allah itu juga tergantung dari Allah

jika kita paham akan bedanya khusyu dan rasa khusyu ini maka kita tidak akan merasa kecewa jika solat kita tidak ‘berasa apa-apa”. Karena memang bukan urusan kita mendapatkannya. sekali lagi karena itu sudah hak Allah maka tidak mendapatkannya pun tidak mengapa, yang penting kita sudah melakukan tugas kita untuk khusyu yaitu melakukan pertemuan dengan Allah dan berserah kepada Allah.

 

Mengapa Allah ada di atas arsy

Jawabannya adalah agar pikiran kita tidan memikirkan dimana Allah itu bertempat. ya kan.. sebab jika kita mencari dimana arsy nya Allah juga tidak akan mampu, yang arsy nya saja tidak mampu apalagi Allahnya. nah pahamkan.

Kalau Qurannya sudah Jelas mengapa masih dibahas

Kalau dalam quran itu perintah sudah jelas kenapa harus di tafsirkan, kenapa harus dibelokkan, kenapa harus di buat-buat sehingga makna lugas quran menjadi kabur lagi. Apakah quran itu tidak bisa dipahami dengan pikiran yang sederhana? apakah quran hanya bisa dipahami oleh hanya lulusan pondok pesantren, atau lulusan yang bergelar LC, atau ? saya kira tidak. KEsederhanaan Quran menunjukkan kesederhanaan kita dalam memahami. karena sebenarnya Quran itu adalah perintah bukan rangkaian puisi, rangkaian karya sastra. kalau perintah pasti untuk dijalankan . Tapi kalau rangkaian karya sastra Muhammad SAW pastilah ruwet dan perlu penafsiran sana sini.

Saya kadang curiga kepada para pandai cendekiawan dikalangan ilmuwan islam, yang selalu menjadikan quran ini sulit seolah quran ini adalah hanya wilayahnya saja, mereka saja yang mampu membahas. kita kita ini dilarang keras membaca langsung kepada qurannya, kita harus melalui mereka. Baiklah saya secara tegas menolak monopoli quran hanya untuk para cerdik pandai agama, saya orangnya sederhana saja .saya lebih banyak menjalankan perintah quran dari pada membahasnya. Saya yakin quran semakin dibahas akan semakin tidak jelas. Quran semakin dikaji akan semakin sulit dan semakin menjauhkan kita dari mengamalkannya. Semakin jauh kita membahas quran maka syetan akan masuk dalam penfasiran dan pengkajian.

Kalau Perintah itu sudah jelas kenapa kita masih berfikir dan berdebat tentang amaliah. saya kira benar sebuah ungkapan yaitu JUST DO IT. Dengan just do it ini maka kita akan merasakan betapa al quran ini mukjizat kita akan merasakan keajaiban keajaibannya. Coba bandingkan dengan ahli debat dan ahli tafsir mereka psti berpecah belah. dan uniknya mereka pun menganggap wajar perpecaahan itu. Sungguh ini adalah kesesatan sesudah jaman Rasul yaitu berpecah belah. Sindiran rasulullah bukan lah suatu perintah tapu untuk dihindari misalnya setelah aku nanti akan terjadi perpecahan umat menjadi 73 golongan. ini adalah sindiran untuk selanjutnya mari  kita jangan berpecah mari kita bersatu. jangan dijadikan hadis ini menjadikan dasar untuk berpecah belah kemudian menghalalkan olok olok seperti pengkafiran oleh sebagian umat kepada umat lainnya. coba jika quran tidak di tafsirkan tapi dijalankan saya yakin pasti perdebatan dan perpecahan umat akan berkurang banyak dan kita bisa maju melebihi umat lainnya.

menjadi orang islam tidak perlu bergelar LC, tidak bergelar KYAI, tidak perlu bergelar HABIB, tidak perlu bergelar USTADZ, dan lainnya. Menjadi orang islam itu cukup simple dan sederhana cukup dengan menjalankan apa yang diperintahkan Al Quran. Kecuali kalau Imannya kurang, orang yang imannya kurang pasti amaliahnya sedikit terutama amaliah yang bersifat horisontal atau habluminannas seperti sedekah, zakat, menolong orang lain, mengihlaskan apa yang diminta orang kepada kita dll.

Dulu jaman Rasulullah tidak ada tafsir tafsiran , para sahabat dengan penih kesederhanaan menjalankan perintah quran apa adanya. dan luar biasa para sahabat tersebut tidak mengalami perpecahan umat, dan imannya naik secara drastis. inilah yang harus kita contoh .