Articles from May 2012

wamal hayatud dun-ya illa mata’ul ghurur

hidup itu seperti solat saja, prinsip hidup yang digunakan dalam hidup persis dalam sholat yaitu tumakninah. Tumakninah artinya santai, tidak tegang tapi connect ke Allah terus dilakukan (ini yang harus selalu serius). jadi menjalankan syariat itu santai saja, yang serius adalah bagaimana diri kita selalu sadar kepada Allah. dalam ayat yang saya jadikan judul di atas memberikan suatu pengertian bahwa dunia itu adalah kesenangan yang menipu artinya hidup itu permainan belaka, kita serius tapi kenyataannya tidak ada yang langgeng, ketika kita belum punya rumah maka kita membayangkan memiliki rumah itu begitu nikmatnya, setelah punya rumah ternyata nikmatnya tidak sampai 1 bulan setelah itu biasa lagi, berganti dengan keinginan lainnya. yaahhh ternyata cuma permainan.

ayat ini membuat kita lebih sadar tentang kehidupan. sayangnya kita masih saja kurang sadar. kenyataanya masih banyak orang stress dengan pekerjaan, stress dengan khidupan rumah tangga, stress dengan masalah msalah lainnya. coba kalau kita menganggap masalah kita hanya seksedar permainan pasti kita tidak akan stress. misalnya kita pergi ke time zone (tempat permainan) disitu banyak game game yang kita lakukan …. namanya pergi ke time zone ya santai saja kalau kalah ya santai saja tidak perlu stress dengan marah marah. sama saja dengan ketika kita hidup di dunia ini sama saja dengan pergi ke time zone semua yang ada di time zone adalah permainan sama dengan apa yang ada di dunia adalah permainan.

mari sekarang kita praktekan Ali ‘Imron ayat 185 ini dengan menyadari betul bahwa peran kita hidup dunia ini adalah permainan atau game yang suatu saat akan “time out”. misalnya ketika sekarang saya sebagai dosen yang tugasnya mengajar maka saya menyadari betul betul bahwa dosen ini hanya permainan saja, suatu permainan yang harus saya jalankan dengan benar namun tidak boleh disiriusi. Atau misalnya kita sekarang memiliki masalah hidup maka anggap saja itu adalah permainan.

dengan menyadari bahwa hidup itu adalah permainan maka hidup kita akan santai, jika kita mampu untuk santai maka kita akan bahagia.

patrap dalam solat

anda boleh saja menyepelekan patrap, tapi anda nanti akan kesulitan mendapatkan konsentrasi dalam sholat, anda akan kesulitan mengkonekkan hati kepada Allah dan anda akan kesulitan untuk lurus menuju kepada Allah. Patrap melatih kita untuk kuat ke Allah tentunya ini sangat berguna ketika kita takbir , sebab dalam takbir kita harus kuat dalam mengagungkan Allah. Ketika kita sujud maka kita mempraktekan patrap tingkat 3 dengan patrap ini anda akan kuat untuk menjadikan segalanya adalah Allah.
baiklah intinya adalah anda yang ingin belajar sholat harus belajar patrap. Terserah anda manganggapnya itu bukan ajaran islam atau bukan, yang jelas dala patrap kita dididik untuk kuat ke Allah, tidak ke yang lain. Patrap tidak sekedan ILMU TAUHID tapi Patrap lebih dari itu, karena dalam patrap kita diajarkan secara langsung untuk menghadap Allah, inni wajhtu ….

perkenalkan anak dengan surga jangan neraka

Jika kita memiliki anak, apakah kita banyak memperkenalkan surga atau neraka? jika jawabannya adalah banyak memperkenalkan neraka maka akan menyebabkan anak menjadi mudah stress. Agama menjadi beban berat bagi hidupnya dan perbuatan baik adalah suatu hal yang menjadikan tekanan mental baginya. Dan besuk ketika besar anak tersebut akan menjadi anak yang kaku / rigid dia akan menerima agama sebagai suatu yang dogmatis. dan dia akan merasa sangat merasa bersalah ketika melakukan perbuatan dosa.
tapi jika anda sebagai orang tua banyak memperkanalkan anak dengan surga maka anak anda nanti akan menjadi anak yang ceria dalam hidupnya dan bersemangat dalam menjalankan ibadah , dia mampu bersifat fleksibel dan ramah dengan siapapun. Perilakunya juga sangat menyenangkan.
mengapa memperkenalkan surga dan neraka pada anak dapat menimbulkan perbedaan perilaku yang mencolok? karena jelas jika kita memasukkan surga dalam pikiran anak maka yang ada dalam pikiran anak adalah kebahagiaan, keceriaan dan kesenangan tapi jika neraka maka yang ada adalah kesengsaraan, kekejaman, dan hukuman. Dua hal disebalik surga dan neraka ini akan mempengaruhi jiwa anak dan cara berpikir anak sehingga perilakunya pun juga lain.
maka sebagai orang tua jika anak salah ingatkan dengan baik tidak perlu menyebut “kamu nanti masuk neraka, nanti Allah marah, ….. ” jika anak tidak mau semabahyang coba perkenalkan dengan surga “nak kamu tidak ingin kelak mendapatkan surga…? ”