Articles from May 2012

perbedaan rela dan ihlas

kalau rela belum tentu ihlas, tapi kalau ihlas sudah pasti rela. Ada perbedaan mendasar lagi antara rela dan ihlas. Kalau rela bisa dengan siapapun misalnya kita bekerja kita rela demi uang, demi keluarga. Kita Belajar bisa karena ilmu, karena masa depan baik bekerja maupun menuntut ilmu yang demikian bukanlah ihlas tapi baru rela. Ihlas hanya dibenarkan jika apapun yang dilakukan itu semata mata (just, only) karena Allah. Antara rela dan ihlas sangat berbeda, sedangkan kebanyakan kita sering terjebak dengan istilah ihlas padahal rela, misalnya ketika kita akan memberikan sedekah kepada orang kita mengatakan ihlas padahal maksudnya agar masalah masalah yang dihadapinya cepat selesai. Jelas disini ada perbedaan antara ihlas dan rela. Makanya ihlas seringkali disambung dengan ihlas lillahi taala.

Saya menulis ini mencoba untuk membersihkan diri dengan menulis karena Allah, bukan karena yang lainnya, misalnya agar pembaca blog saya tambah banyak, atau tujuan lainnya. Jadi saya berusaha memurnikan tujuan penulisan di blog ini. Kalaupun saya menulis yang agak menyakitkan bagi sebagian orang itupun saya usahakan dengan ihlas karena Allah, jika ada yang tidak senang dengan tulisan saya maka sayapun tidak dapat berbuat apa-apa dan saya pun ihlas jika ada pembaca yang akhirnya kecewa dan meninggalkan blog ini.

baiklah saya tidak perlu menulis panjang lebar, yang penting mari kita bersihkan semua apa yang kita lakukan , dan kita tingkatkan dari rela menjadi ihlas. semoga saya dan anda diihlaskan Allah dalam segala hal amin

Bahaya durhaka kepada guru spiritual

Saya ambil contoh, jika kita awalnya belum bisa menjalankan sholat khusyu kemudian kita belajar dengan guru dan ustad abu Sangkan. Dari belajar kepada Beliau kita mendapat kan banyak hal dalam sholat. Lalu ditengah-tengah perjalanan selama berguru kepada beliau kita mengalami suatu masalah yang menyebabkan kita jengkel dengan Ust Abu, Kejengkelan ini sangat bahaya karena termasuk mendurhakai guru. akibat dari jengkel kepada beliau adalah apa apa yang pernah diajarkan oleh beliau akan kita tolak juga secara bawah sadar akibatnya kekhusyuan yang pernah beliau sampaikan dan kita rasakan manfaatnya lama lama akan hilang dalam diri kita, naudzubillah mindzalik.

guru yang pernah mengajarkan kita terutama mengajarkan jalan hidup, apapun yang dia lakukan jangan membuat kita jengkel sebab akan merusak apa apa yang pernah beliau ajarkan. Jika kita menghadapi masalah dengan guru tetaplah agar tidak jengkel dengan guru tersebut, minimal tidak suudzan.

Siapapun guru itu harus kita hormati, jika tidak cocok dengan pendapatnya maka sebaiknya diam. jangan menanyakan, mendebat bahkan menghujat. Mungkin bagi guru spiritual hujatan murid tidak membuatnya sakit hati, namun secara otomatis (bawah sadar) akan terjadi kontra terhadap apa yang dia ajarkan. Sehingga bisa saja ajaran guru tersebut putus atau tertolak, hal inilah yang menyebabkan apapun yang diajarkan guru kita tidak akan paham paham.

islam warna warni

Islam warna warni, Al quran yang multi tafsir (sehingga seiap ahli tafsir memiliki beragam penafsiran), memberikan warna warni dalam dunia Islam, demikian pula dengan hadis nabi SAW, yang sudah jelas masih saja di tafsirkan…. sehingga menambah warna warni. warna warni ini menjadi ilmu tersendiri dalam islam, sehingga ada ilmu hadis, ilmu quran, ushuludin, fiqh… dll yang note bene dijaman rasulullah tidak ada.
Islam warna warni menyebabkan kita wajib menghormati apapun pendapat orang, meski 180 derajat berbeda dengan kita. Biarlah orang orang yang kita anggap syirik, bidah, sesat, atau mungkin sudah kita anggap kafir (meski dia masih sholat), berbeda dengan kita…..Islam warna warni…. inilah islam yang sebenarnya.