Articles from August 2012

Ridlo kepada Anak, pendidikan anak paling berat

Ridlo kepada anak meski sepele namun memegang peran sangat penting dalam pendidikan anak, namun juga ridlo orang tua ini sering dilupakan oleh orang tua. terlebih jika anak ini memiliki perilaku kurang baik terutama kepada orang tua.

bagaimana orang tua mampu ridlo jika anak berbuat tidak baik kepada orang tua. maaf kebanyakan orang tua jengkel, benci bahkan membedakan anak tersebut dengan anak lainnya. BAHAYA jika sudah sampai orang tua dari hati yang terdalam mengatakan “aku benci kamu, meski kamu anakku”. naudzubillah……

orang tua yang demikian telah memutuskan tali silaturahmi dan melepaskan tanggung jawab “amanah” sebagai orang tua. bukan mengancam ….. pasti anak yang dibenci tersebut akan membuat onar dan membuat semakin orang tua tidak bahagia.

Baiklah, semoga hal ini tidak terjadi kepada para pambaca yang memiliki putra putri. tapi jika apa yang saya tulis ini persis yang terjadi di keluarga, artinya ada ketidakridloan kepada anak maka segera mohon ampun kepada Allah yang telah memberikan amanah tersebut, kemudian lakukan sambungan jiwa yaitu sambungan kasih sayang, hal yang mungkin bisa anda lakukan antara lain :

  • menyelimuti anak ketika tidur dengan kasih sayang
  • memberikan apa apa yang dia sukai dengan kasih sayang
  • membangunkan anak untuk sholat subuh dengan kasih sayang.
  • pandanglah anak ketika tidur dengan pandangan kasih sayang , jika anda menitikkan air mata , segeralah berdoa kepada Allah …. ya Allah didiklah anak hamba, kasihanilah dia dan jadikan dia anak yang sholeh taat pada rasulMu, taat pada agamaMu….

semoga cara ini membuat anak anda menjadi mutiara cinta yang membahagiakan (Tiara Habibatus Saadah, seperti nama putri pertama mas Darsono…. selamat menjadi Bapak baru mas….)

 

Jika anda sakit agak keras….

Allah maha bijaksana, sakit keras adalah snyal dari Allah bahwa kita harus bersiap siap untuk kembali kepada Allah. Jika anda sudah sering sakit sakitan maka manfaatkan saat sakit untuk kembali kepada Allah. Pergunakan sakit tersebut sebagai latihan untuk pulang kembali kepada Allah. Caranya cukup mudah, ketika sakit niatkan dalam hati untuk meninggalkan apa apa yang ada din dunia, tinggalkan anak, tinggalkan istri atau suami, tinggalkan harta dan tinggalkan semuanya. Buatlah seolah olah sakit yang sekarang dirasakan merupakan cara Allah untuk memanggil kembali. Berbaringlah dengan relaks lalu seolah olah keluarlah dari tubuh dan ihlaskan semua yang terjadi. dan yang penting adalah arahkan jiwa menuju kepada Allah. latihan di atas sangat baik untuk melatih kita agar nantinya ketika sakaratul maut kita bisa mengarakan jiwa kita kepada Allah sehingga kita bisa mendapatkan khusnul khatimah.

Berbahagialah jika anda sudah diberikan sinyal Allah dengan sakit yang tidak sembuh sembuh sebab kita bisa bersiap siap, bandingkan dengan orang yang tiba tiba mati tanpa ada sinyal dari Allah, dan bagaimana jika belum ada persiapan pasti dia akan kebingungan ketika mendapatkan sakaratul maut. Memang sakit membuat tubuh kita tidak enak, namanya juga sakit, tapi dengan sakit ini kita bisa membedakan mana yang sakit dan mana yang tidak sakit. Yang sakit adalah jasad dan yang tidak sakit adalah jiwa dan ruh kita. Maka lakukan pembedaan diri mana jasad dan mana yang bukan jasad. Sehingga dengan sakit ini kita dapat menjadi mahluk Ruh atau jiwa.

Kematian adalah sesuatu yang membahagiakan disitulah kita akan berpindah Alam, kita akan diperlihatkan Allah alam yang berbeda. jadi sebenarnya kita tidak mati yang mati hanyalah jasad kita. kita akan terus hidup tapi tidak menggunakan jasad lagi.

Tidak ada yang sia sia Allah ciptakan semuanya termasuk sakit ini. tepat seminggu yang lalu, pada saat hari raya idul fitri perut saya diare hingga 15 kali sehari buang air besar, rasanya sangat lemas, karena kekurangan cairan tubuh. Saya pun meminum obat dan tentunya pergi ke dokter, tapi rasa lemas itu sangat terasa sekali , saat itu Allah ilhamkan dalam diri saya untuk berserah seperti orang yang mau mati. Saya pun prekatekan, saya tinggalkan keluarga saya, harta saya dan semuanya.. lalu saya arahkan diri saya kepada Allah. Dan kepasrahan di kala sakit memberikan akselerasi perjalanan ke Allah menjadi sangat cepat.

sebagai kalimat penutup, manfaat kan sakit sebagai cara untuk silatun/patrap/dzikr

ekstrem, membedakan kenikmatan spiritual dan seksual

Anda yang sedang mendalami spiritual mestinya sudah tahu atau sedang belajar membedakan mana kenikmatan ruhiah (spiritual) dan kenikmatan jasadiah (hawa nafsu). Keduanya tentunya berbeda meski sama sama nikmat tapi memiliki sisi nikmat yang berbeda. Seperti halnya orang yang minum madu dan minum arak, kaduanya sama sama nikmat tapi kenikmatannya berbeda. Kenikmatan ini juga tergantung pada orang, tentunya, orang jahat meminum arak lebih nikmat dari pada minum madu, namun orang yang baik tentunya lebih nikmat minum madu dari pada arak.

Orang yang sudah menemukan kenikmatan spiritual akan mengatakan kenikmatannya melebihi kenikmatan seksual. Dia akan berkata kenikmatan seksual hanya beberapa saat saja tapi kenikmatan spiritual semakin lama semakin nikmat. Kenikmatan seksual hanya bisa dilakukan kepada orang tertentu, waktu tertentu, kondisi fisik tertentu, mungkin juga biaya tertentu……tapi kenikmatan spiritual terbebas dari itu semua.. jadi jelas kenikmatan sangat dalam sangat berbeda. Tapi sekali lagi berlian permata tidak dapat dinikmati oleh orang yang tidak paham berlian permata.

membedakan antara kenikmatan spiritual dan seksual sangat mudah. Asal kita tahu sumber kenikmatan itu kita akan dapat membedakannya. Sumber kenikmatan seksual adalah jasad, sedangkan sumber kenikmatan spiritual adalah Ruh. JIka kita masih sering terbelenggu karena tidak mampu membedakan ini maka ketika kita berspiritual akan sering terganggu oleh kenikmatan jasad misalnya kenikmatan seksual ini, terlebih lagi bagi mereka yang masih muda maka godaan seksualitas ketika berdzikir/patrap/silatun akan sangat besar.

JIka kita sering patrap/dzikir maka kita akan paham wialayh jasadiay, sehingga kita dengan mudah meninggalkan kenikmatan tersebut. Yang penting dalam hal ini adalah kita faham “wilayah”, yaitu wilayah wilayah spiritual kita. ingat rumus berspiritual, wilayah rendah (jasad) tidak akan mampu menggoda wilayah yang lebih tinggi yaitu wilayah spiritual.