kesalahan fatal dalam menjalankan teori the secret (LoA)

kesalahan pertama

ketidak mampuan memasukkan apa yang diinginkan ke pikiran bawah sadar atau ke supra sadar

kesalahan kedua

tidak memiliki rasa syukur terhadap kehidupan yang sedang dijalani

kesalahan ketiga

lebih mengandalkan kemampuan pikiran sadar dengan selalu berpikir positif yang dipaksakan

kesalahan keempat

tidak memiliki keyakinan kepada yang ghoib (kalau islam Allah, kalau orang kafir ya bisa jin, azimat, mantra atau rapal rapal)

kesalahan ke lima

sedang stress……

yang sopan dengan Allah

Allah itu ada, ada di atas dan juga ada di bawah. ada samping kanan dan kiri kita bahkan di atas dan di bawah kita. jadi yang sopan dengan Allah. sopan dengan Allah itu seperti kita sopan dengan orang tua kita, dengan orang yang diatas kita. apalagi sopan dalam beribadah. Kita sholat tidak tumakninah tergolong tidak sopan kepada Allah. dalam kehidupan…. misalnya kita mengeluhkan hidup itu juga tidak sopan dengan Allah. sopan ini diatasnya syariat. mungkin syariatnya sholat setelah sholat langsung pergi, tapi kalau kita sopan cara berjalannya pun tidak langsung berdiri hadap kanan langsung pergi, orang yang sopan pasti berdirinya dengan tetap menghadap kiblat, lalu mundur tiga langkah dengan tetap menghadap kiblat.

mari kita sadari Allah sehingga Allah benar benar kita rasakan kehadirannya, lalu bersikaplah sopan kepada beliau.

inti dari sopan ada di ihsan

antara dinafaskan dan disholatkan

dalam salah satu kita madarijus salikin seperti yang pernah dijelaskan kepada saya dari guru yang saya hormati Ust Abu Sangkan, beliau menjelaskan bahwa dalam sholat jangan sujud sebelum Allah mensujudkan kita. dalam setiap gerakan sholat semua digerakkan Allah, bukan dari diri kita. Ternyata hakikat untuk bisa memasuki keadaan ini dapat kita pelajari di dzikir nafas. Dalam nafas bukan kita yang bernafas tapi kita dinafaskan Allah.

pelajari dzikir nafas maka nanti kita akan paham bagaimana sholat kita di sholatkan Allah, sujud kita disujudkan Allah. sehingga sholat kita tidak berdasarkan nafsu kita, sujud kita bukan karena nafsu kita.

kehidupan apapun itu semua dalam gerakan Allah. tidak ada yang lepas dari gerakan Allah kalau kita rasakan semua gerakan maka ada yang menggerakkan. terhijabnya gerakan Allah dari diri kita karena nafsu kita yang menutupi. dzikir nafas belajar untuk menghilangkan hijab tersebut sehingga kita paham tentang gerakan Allah.