Articles from February 2013

Menjelang Takbir dalam Sholat

menjelang takbir dalam sholat tidak hanya meluruskan niat namun anda harus benar benar sudah bisa menenangkan pikiran dan hati anda sehingga jiwa anda tenang. caranya sangat mudah yaitu dengan berdiri tenang kendorkan seluruh otot dimulai dari kepala hingga turun kaki. Saya kira anda mampu dengan cara yang lebih spesifik melakukan teknik penenangan diri. cara ini mungkin sama ketika anda akan tidur. Anda mulai merebahkan diri, mengendorkan otot dan seterusnya anda mulai untuk tertidur.

Syarat sholat adalah tumakninah, tumakninah itu artinya tenang, tenang ini bukan di tubuh, bukan di otot otot, tapi tenang itu di jiwa, sehingga syarat sholat jiwanya harus tenang. nah kita harus bisa menemukan bagaimana dalam sholat kita bisa tenang. mungkin larangan “jangan sholat jika belum tumakninah”. Rasulullah mengajarkan demikian. 

Anda akan dididik Allah secara langsung

Jika anda belajar langsung kepada Allah maka andapun akan dididik oleh Allah secara langsung, namun jika anda menggantungkan pelajaran anda manusia maka manusia itulah yang akan mendidik (itupunn kalau benar). Bergurulah kepada Allah jangan pada manusia. Ada resiko berat memang jika anda berguru kepada Allah secara langsung, sebab Allah dalam mendidik tidak melalui kata kata tapi melalui perbuatan Allah. Jika Allah mendidik kita untuk tenang maka kita langsung di tenangkan Allah, jika Allah mau mendidik agar kita tidak bergantung selalin dari padanya misalnya manusia maka kita akan dipisahkan dengan orang yang kita gantungi tersebut. jika kita terikat dengan kelompok maka Allah akan memisahkan kita dari kelompok tersebut. sekali lagi bahwa didikan Allah itu langsung, langsung dari perbuatan Allah.

Jika Allah sudah mendidik kita maka terimalah pelajaran itu dan jangan khawatir pasti nanti Allah akan memberikan jawabanNya, kenapa Allah memisahkan dengan orang yang kita gantungi, mengapa Allah memisahkan dengan kelompok yang kita gantungi. Selama kita berpegang kepada Allah maka Allah akan memberikan jawabannya.

Allah tidak akan menelantarkan kita jika kita memang bergantung hanya kepada Allah, petunjuk sebanarnya bukanlah dari manusia tapi dari Allah. Wejangan sebenarnya bukan dari manusia tapi dari Allah. Ketika anda paham tentang ini maka anda akan di naikkan kelasnya anda akan dipisahkan dengan semua yang menghambat perjalanan anda menuju kepada Allah swt. Kalau dirasa-rasakan berat memang, tapi ini adalah didikan Allah jadi kita siap siap saja, nanti Allah akan ganti kelompok yang lebih baik, kawan yang lebih membawa kepada Allah.

Dalam mengarungi perjalanan menuju kepada berguru kepada Allah, mungkin anda akan mengalami di usir oleh guru anda, beliau mengusir anda itu bukan kebencian dia, tapi itu adalah didikan Allah Agar kita meningkat kebergantungan kita kepada Allah. Ketika Guru kita sudah mengajarkan ilham maka kita harus mampu untuk menangkap ilham tersebut langsung dari Allah bukan lewat perantara yaitu guru kita. bagaimana mungkin kita bisa menangkap ilham dari Allah kalau hati kita masih ada guru spiritual, masih ada syech, masih ada kyai (karena itu semua akan menghijab kita dari Allah)

Mungkin saatnya anda melakukan uzlah, yaitu bersendiri dalam berjuang menuju ke ilahi, fase fase uzlah rombongan mungkin sudah saat nya anda tinggalkan. Uzlah sendiri mungkin lebih pas, sebab disini hanya ada saya dan ada Allah, tidak yang lain. namanya juga uzlah mestinya dilakukan dengan kesendirian. Dengan Uzlah ini maka Allah akan banyak memberkan wejangan kepada kita, sekali lagi hati kita harus bersih dari mursyid, guru spiritual atau lainnya. kalau tidak bersih maka ilham itu akan banyak splet (bersinggungan) dengan kejiwaan guru atau mursyid tersebut, dan ini menjadikan ilham itu tercampuri atau bahkan malah bisa terhenti.

ya kecuali jika kita memang belum siap untuk menerima ilham secara langsung dari Allah, maka ada baiknya anda dekat dengan beliau beliau, kalau mungkin saat ini anda sedang dekat dekatnya dengan kyai atau ustad atau mursyid anda sedang gandrung dengan anda, itu pun termasuk didikan dari Allah , berupa apa, berupa kedekatan dengan orang sholeh sehingga jiwa yang masih labil dapat terkawal oleh kedekatan anda dengan mursyid atau kyai atau ustad tersebut. Tapi saya yakin jika hati anda tetap lurus ke Allah suatu saat Allah pun akan mendidik kepada tingkatan yang lebih tinggi yaitu anda akan dibuat terpisah dengan guru atau mursyid anda.

Terimakasih Guru saatnya hamba terbang mandiri menuju ke ilahi

lepaslah seperti kupu kupu ….. berterimakasihlah kepada guru atau muryid atau kepada siapapun yang telah memperkenalkan anda kepada Allah. tinggalkan guru tersebut teruskan perjalanan menuju kepada Ilahi, jangan membebani guru spiritual kita dengan bergantung kepadanya, karena beliaupun juga harus melanjutkan perjlalanannya sendiri.

Ya Allah tetaplah didik hamba, hamba ihlas Engkau didik, jangan pernah Engkau lepaskan hamba dari Mu yaa Allah.

Anda Tidak Bisa Maksiat di level Ini

masalah maksiat atau tidak, atau kalau kita berkata lain masalah berbuat baik atau tidak, hanya tergantung dari dimana kesadaran kita berada. Kalau kita masih berada pada level keasadaran jasad maka sampai kapanpun anda tidak akan dapat keluar dari maksiat, namun jika anda berada pada level kesadaran ruhani maka sampai kapanpun anda akan sulit untuk berbuat maksiat. jadi masalah maksiat atau berbuat baik hanya terletak pada positioning kesadaran.

anda tidak sempat seperti ini jika kesadaran anda tinggi

maka ringan saja jika kita ingin menjadi orang baik, tidak peru ngoyo (berupaya keras) untuk menjadi baik. cukup positioning saja. Positioning ini dapat anda latih dengan dzikir nafas. karena dalam dzikir nafas ketika berada pada level 4 tidak akan mungkin kita berbuat maksiat. So… kalau ingin baik sering seringlah berdzikir dan sadar Allah sampai level 4.

dimana kesadaran kita maka disitu wilayah kita. kesadaran jasad maka wilayahnya adalah hawa nafsu yaitu pemenuhan keinginan jasad, bagiamana mungkin kita berbuat baik jika kita terikat kuat dengan keinginan jasad. kita ingin berbuat baik tapi dorongan jasad kuat, maka amalnnya tidak akan ihlas. Anda beramal pasti karena nafsu dan itu tidak dianggap amal sholeh.

So tingkatkan kesadaran dan kita akan paham kenapa Allah menyuruh kita untuk tidak berbuat maksiat…. ternyata memang Allah menghendaki kita berada pada wilayah kesadaran tinggi.