khalifatullah

saya adalah wakil Allah yang diturunkan dari langit untuk memakmurkan bumi. saya menjadi dosen adalah wakil Allah untuk menyampaikan ilmu psikologi yang saya sampaikan kepada mahasiswa saya. dengan mengucap bi ismi Allah (atas nama Allah) maka saya jalankan tugas menjadi wakil Allah tersebut. Karena wakil maka semua potensi yang sudah disediakan Allah untuk saya akan saya optimalkan untuk menjalankan tugas tersebut, baik itu berupa pikiran, hati, jasad dan semuanya.

inilah motivasi saya beraktivitas, tidak untuk yang lain kecuali hanya menjalankan apa yang menjadi mandat untuk saya . dengan semangat ini saya menjadi berani mengajar, berani menyampaikan berani berkata benar dan berani dan berani. Jika ada orang punya backing militer maka saya punya backing Allah. Beliau selalu berada di samping menglilingi ku.

ini merupakan motivasi spiritual yang sedang saya praktekan. mungkin rekan rekan jika berkesempatan boleh mencobanya dan bagi saya ini terbukti efektif dan sangat manjur. Saya sudah membuktikanya… Allah itu ada dan berbuat…..

bab An Nafs (jiwa) bukan bab An Nafas dalam kitab madarijus salikin

kita ini sering rancu dengan nafs, nafsu, nafas. sebenarnya tidak perlu di persoalkan, sekarang tergantung konteksnya saja karena masing masing akan berbeda maknanya. dalam kitab madarijus salikin, ada bab yaitu bab an nafs yang sering di salah artikan menjadi an nafas bahkan semakin parah diartikan sebagai napas (ambegan bhs jawa) yaitu keluar masuknya udara. menurut saya bab an-nafs dalam madarijus salikin diartikan sebagai bab yang membahas tingkatan jiwa dimana ada an nafs awal yaitu  jiwa yang terbelenggu oleh pikiran dan rasa, an nafs tsani atau tingkatan kedua yaitu keadaan nafs atau jiwa yang sudah merdeka dari pikiran dan emosi serta persepsi. dan yang terakhir adalah keadaan an nafs tsalis yaitu keadaan jiwa yang mendapat rahmat Allah SWT.

kemiripan nafas yang hampir sama dengan napas padahal yang dimaksud dalam kitab terebut adalah an nafs, sering menimbulkan pemahaman yang berbeda. inilah uniknya bahasa arab susunan huruf nun fa dan sin saja banyak menimbulkan arti ada nafas, ada nafsu, ada nifas, ada nafs, ada juga nufus …. jika kita tidak pandai pandai menterjemahkan pasti akan salah mengartikan. Terlebih dalam kitab madarijus salikin merupakan kitab perjalanan spiritual yang kadang bahasanya sulit dimengerti tentunya akan semakin banyak menimbulkan variasi pemahaman.