3 ranah saya mengembangkan dzikir nafas

1. Melalui group di face book ternyata tiap hari ada yang register untuk menjadi anggota, namun masih kurang efektif.

2. menulis di blog solospiritislam.com…. tiap ada pencerahan melalui dzikir nafas.

3. ceramah dan training, kalau yang satu ini saya tidak dapat menjadi organiser, jadi harus orang lai yang  menjadi organiser, baik dalam kota terlebih luar kota. hal ini seperti yang sudah pernah dilakukan di samarinda, makassar, singapura dan malaysia, solo sendiri baru besuk tanggal 2 juni.

4. buku, ini sedang saya revisi.. belum cetak lagi

5. halaqoh tiap malam jumat, ini khusus mereka yang mau belajar di rumah , kita lakukan tiap minggu sekali

….. nah saya punya suatu keinginan untuk menyebarluaskan dzikir nafas ini untuk seluruh umat islam, tidak hanya di indonesia…. jika ada saran dan masukan kami tunggu

 

Dzikir nafas level 3 : meng unbinding nafs

sewaktu di singapura dan malaysia kemarin saya menyampaikan tentang dzikir nafas level 3 dimana manfaat paling hebat dari dzikir nafas ini adalah kemampuannya meng unbinding nafs sehinga mampu mencapai an nafs (jiwa) tsani yaitu keadaan jiwa yang tidak lagi terpengaruh oleh ilmu dan rasa tidak terpengaruh lagi oleh pikiran dan emosi. ini lah awal bermakrifat yaitu keadaan dimana kita lepas bebas lega (nifas) artinya nafs kita terbebas dan ikatan jasad tidak lagi ilmu pengetahuan yang ada  adalah ilham. Insya Allah minggu besuk tanggal 2 juni di solo akan saya sampaikan secara khusus level ini.

Istidraj : Dukun doanya lebih dikabulkan

bagi orang yang benar benar beriman jangan minder dengan dukun yang doanya selalu dikabulkan Allah. Allah menyayangi sehingga apa apa yang kita minta benar benar di teliti oleh Allah, layak dikabulkan apa tidak, jika layak maka dikabulkan jika tidak layak akan diganti sesuatu yang lebih baik dan lebih layak. kalau dukun dia hanya mendapatkan pengabulan dari Allah, dan itu bukan tanda bahwa Allah ridlo.

Kita beriman yang kita cari adalah ridlo Allah bukan sekedar dikabulkan apa tidak. pastinya …. jika kita benar benar beriman pasti hidup kita lebih bahagia. Allah sangat mengerti dengan diri kita Allah mengerti hakikat yang kita perlukan yaitu bahagia. bukan sekedar harta atau lainnya. bahkan Allah mengerti betul bahwa bahagianya kita adalah berjumpa dengan Allah.