Tidak sembarang belajar makrifat

dalam kitab al khusyu fii shola halaman 160, ibnu qoyyim berpendapat bahwa ada dua makrifat, yang pertama adalah sekedar makrifat, atau sekedar kenal. makarifat yang seperti ini bisa dilakukan oleh siapapun bahkan syetan sekalipun bermakrifat. yang kedua adalah makrifat yang dapat menimbulkan kerendahan hati, kekhusyuuan, dan akhlak mulia lainnya.
jika kita mengacu pendapat dari Ibnu Qoyim ini maka kita tidak boleh sembarang makrifat, hanya makrifat yang menimbulkan kekhusyuan sajalah yang kita pelajari dan kita jalankan.

Sesuatu yang tiak bisa dipikir jangan dipikir

Peristiwa isra miraj dan banyak kejadian ghoib terjadi pada masa Rasul, jika demikian maka jangan kita menggunakan pikiran kita. Pikiran kita tidak bisa memikirkan isra miraj maka jangan di pikir. sama halnya dengan kejadian yang lain seperti diatas langit, surga neraka, dll itu adalah kejadian atau keadaan yang bukan pada wilayah jasad sehingga jangan dipikir. sesuatu yang tidak logis jangan di logis logiskan karena tetap tidak akan bisa logis. kesalahan kita adalah berusaha untuk melogikakan peristiwa ghoib yang dialami rasulullah.
jika tidak bisa dipikir maka di yakini saja, meyakini tidak menggunakan pikiran tapi menggunakan keyakinan. sesuatu yang kita yakini tidak harus logis karena memang bukan wilayah pikiran.