Articles from July 2013

kenapa menyegarakan membayar hutang lebih baik dari pada sedekah

Saya banyak menerima konsultasi mengenai hutang ini mungkin terkait dengan artikel saya yang berjudul cara cepat bayar hutang kebanyakan mereka ingin cepat selesai hutangnya dengan jalan dzikir, sedekah atau dengan menjalankan amalan amalan lainnya. Anehnya saya jarang menemui mereka yang berniat untuk menylesaikan masalah hutang dengan membayar hutang. Dalam artikel saya ini saya ingin berbagi kepada semua sahabat yang sedang berhutang baik kepada orang atau bank. mungkin kita sudah mampu membayar tiap bulannya. tapi saya ada satu cara bagaimana dengan cepat lunasnya hutang Allah akan memberikan keberkahan dalam rejeki kita. cara ini sekaligus untuk menghindari menumpuk harta (uang) disisi lain kita masih punya hutang .

Rasulullah pernah bersabda bahwa satu hal yang harus kita segerakan adalah membayar hutang. berarti kalau kita melamakan hutang padahal kita ada uang untuk kita bayarkan tentunya ini tidak sesuai dengan apa yang dituntunkan rasulullah.

kenapa menyegerakan hutang lebih baik dari sedekah

  1. hutang wajib sedang sedekah tidak, jadi jangan berharap hutang lunas dengan sedekah
  2. Hutang belum selesai membebani pikiran sedangkan tidak sedekah kita tidak terbebani (tidak ada orang stress karena tidak bisa sedekah) tapi banyak orang stress karena tidak bisa bayar hutang
  3. hutang jika tidak segera dilunasi akan ber bunga bunga, sedangkan sedekah tidak mengalami bunga berbunga
  4. ada kelegaan yang lebih ketika hutang selesai dibandingkan dengan sedekah.
  5. tidak membayar hutang tanggungannya sampai akhirat, bahkan rasulullah ketika itu tidak mau menyolatkan orang yang masih punya hutang

baik 4 hal tersebut bisa menjadi pertimbangan bahwa kenapa menyegerakan hutang itu lebih baik dari pada sedekah.

mau tidak ke Allah

banyak yang mengeluh ketika dzikir nafas ataupun patrap ataupun sholat, pikirannya selalu mengganggu. Kenapa bisa terganggu jawabannya karena kita tidak serius ke Allah. ketika kita sudah menghadap maka hiraukan yang lain dan hati tetap menuju kepada Allah. Tidak perlu teori muluk muluk untuk menjalankan cara ini. cukup tanyakan pada diri kita mau tidak kita ke Allah dengan sungguh sungguh.

ternyata jika kita sungguh sungguh ke Allah , tidak yang lain maka pikiran pun akan patuh kepada kita. dan tidak akan mikir yang lain kecuali dia berpikir sendiri dan kita tidak mengikutinnya.

Allah tidak menyebutkan malaikat jibril dalam lailatul qodr

kalau masalah Ruh saya lebih punya pendapat yang tetap menyebutkan Ruh ya Ruh bukan siapapun termasuk malaikat jibril. meski ada bahkan hampir semua artikel di internet menyebutkan bahwa ruh diartiikan sebagai malaikat jibril. saya mencari alasan sana sini juga belum mendapatkan jawaban yang memuaskan saya, rata rata “pokoknya” Ruh itu adalah malaikat jibril. tapi tidak memberikan alasan yang jelas mengapat ruh diartikan melaikat jibril.

saat ini saya lebih senang untuk mengartikan quran apa adanya, modal saya hanya yakin kepada yang ghoib, seperti yang tercantum dalam al baqoroh ayat 2-3 bahwa quran itu sangat jelas dan tidak ada keraguan tapi kuncinya adalah takwa yaitu orang yang percaya dengan yang ghoib.

jadi dalam mengartika ruh dalam surat al qodr ini ya Ruh saja tidak perlu di artikan atau ditafsirkan dengan yang lain, kadang quran semakin ditafsirkan semakin membuat bingung dan ragu. biarkan Quran apa adanya, sperti alif lam mim biarkan tetap alif lam mim tidak perlu di tafsirkan.