Articles from July 2013

Pelajaran puasa (12) Memahami isi quran dan berkomunikasi dengannya

Bulan ramadhan frekwensi interaksi kita dengan quran tentunya meningkat. Interaksi ini seharusnya kita tingkatkan pada tingkat memahami isinya, sampai kita merasakan berdialog dengan quran. caranya mudah kok, sekarang kan sudah banyak quran yang ada terjemahan kata per kata, ini sangat membantu. sambil menghafal perkata bahasa arabnya kita juga bisa paham maksud quran tersebut. nah rasa komunikasi itu terjadi ketika kita paham dengan bahasa quran tanpa membuka terjemahannya.

peningkatan kualitas membaca quran ini akan membawa manfaat yang sangat besar. kandungan quran secara mendalam akan kita dapatkan step by step. semakin di ulang isi quran semakin mendalam apa yang kita pahami, padahal redaksi tulisannya sama.

Sebaiknya juga lakukan sendri, tidak perlu orang lain, kecuali kalau ada yang bingung silahkan di catat lalu tanyakan kepada ustad atau siapapun yang kita anggap paham.

kalau quran ini hanya sebatas di baca saja maka kita selamanya tidak akan paham akan isinya, dan tidak akan bisa memahami kehendak Allah yang terkandung dalam quran tersebut.

Berkorban untuk mendapatkan yang lebih besar

Ada satu ajaran islam yang saya anggap luar biasa yaitu berkorban, Berkorban tidak sama dengan sedekah, nilai berkorban lebih tinggi dari pada sedekah. berkorban juga identik dengan persembahan kepada yang di puja yaitu Allah SWT. kita berkorban untuk kita persembahkan kepada Allah SWT. Konsekwensi dari berkorban ini adalah mendapatkan hal yang besar dalam hidup ini.

baik saya akan contohkan, kalau kita punya hutang … maka berntuk berkorban kita adalah seberapa uang yang kita miliki kita habiskan (tentunya disisakan untuk hidup secukupnya) untuk membayar hutang. lho mbayar hutang kok untuk Allah, iya karena menyegerakan membayar hutang adalah perintah Allah. jadi bayarlah hutang dengan penuh pengorbanan karena untuk Allah.

Dalam berniaga banyak sekali contoh contoh berkorban yang akhirnya mendatangkan keuntungan yang lebih besar (meski tidak diperuntukkan Allah) Misalnya Pabrikan sebuah mobil menarik mobil jenis tertentu di pasaran untuk diperbaiki sistem pengeremannya secara gratis. kita lhat, tentunya biaya pengorbanan menarik kembali mobil dan menservis memerlukan biaya yang tidak sedikit. tapi kita lihat dampak dari pengorbanann tersebut, konsumen makin percaya dengan pabrikan tersebut dan akhirnya membeli lagi produk yang dikeluarkannya.

dalam kehidupan sehari hari jangan terlalu sayang kepada harta benda, jika kita keluar berhari hari maka mintalah salah satu tetangga kita untuk menjaga atau mengawasi rumah kita dengan memberikan uang yang lebih kepadanya. pengorbanan yang sederhana ini akan menimbulkan keuntungan yang lebih dari jumlah yang telah kita korbankan.

saya kira masih banyak contoh berkorban demi sesuatu yang lebih bermanfaat. silahkan mencari sendiri.

Makna kias yang merupakan kiasan

Makna kias adalah dimana suatu istilah tidak sesuai dengan makna yang sebenarnya, dia hanyalah suatu kiasan atau perumpamaan. Dalam memahami eksistensi Allah maka kita harus mengenal makna kias ini, Misalnya Allah menggemgam jiwa Nabi Muhammad, kata menggenggam ini tentunya adalah makna kias yang bukan makna sebenarnya. menggenggam bukan menggunakan tangan, demikian juga Allah melihat tidak menggunakan mata, karena melihat adalah kias dari maha tahunya Allah.

dalam agama islam banyak sekali makna kias yang ada. Misalnya bouroq yang dikiaskan seekor binatang yang mirip keledai tapi langkah kakinya sejauh pandangan matanya, Jelas bouraq ini adalah kiasan bukan hewan sebenarnya. sekarang mana ada hewan panjang langkah kakinya sejauh matanya memandang, lalu kalau hewan betulan seberapa panjang kakinya…

dalam islam juga makna kias terjadi juga pada beberapa peristiwa, antara lain peristiwa isra miraj. Yaitu ketika Rasulullah melakukan perjalanan secepat kilat dan langsung sampai di masjidil aqsa. yang berjalan bukan jasad beliau karena ini adalah kias bagi jasad, sebab kalau jasadnya mengikuti perjalanan pasti tubuh beliau tidak akan mungkin bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya. makna yang sebenarnya dalam perjalanan isra adalah nafs beliaulah yang melakukan perjalanan isra, sehingga ini kalau boleh dibilang dalam ilmu sekarang namanya astral traveling. saya kira masih banyak lagi contoh makna makna kias yang harus kita pahami sebagai perumpamaan.

kiasan kiasan ini memudahkan kita untuk memahami sesuatu yang biasanya otak kita tidak bisa menjangkau. itulah hebatnya islam jadi sesuatu yang ghoib pasti di kiaskan. sehingga tidak menghilangkan eksistensi dari keadaan atau kejadian yang tidak bisa di nalar tersebut. contoh yang paling riil adalah makna langit, kalau kita pahami bahwa alam semesta ini tak terbatas jika alam ini tak terbatas dimana letak langitnya? tentunya tidak akan pernah ada ditemukan langit, tapi mengapa islam banyak menyebut kata langit. Langit biasanya digunakan untuk memberikan suatu pengertian tentang batas antara kemampuan pikiran dan ketidakmampuan pikiran dalam mencerna. misalnya Allah berada di atas arasy (langit) maka ketika kita membicarakan Allah jangan menggunakan pikiran karena Allah itu ada diatas pikiran kita.

kesalahan fatal ketika mengartikan arasy adalah langit kemudian ketika disebutkan ada langit saf ketujuh, maka pikiran  kita meriilkan kiasan langit tersebut, bahwa langit itu seperti kue lapis dimana langit ber saf saf atau bertingkat tingkat…. jelas ini tidak sesuai dengan makna kias yang dimaksud dengan istilah arasy atau langit.

memahami sesuatu sesuai keadaanya akan membuat kita dewasa dalam beragama.

Pelajaran puasa (11) menjaga wudlu dari magrib-subuh

Bagi kita yang ingin meningkatkan amalan ibadah di malam bulan ramadhan coba lakukan satu tips ini yaitu menjaga wudlu dari mulai magrib hingga subuh. menjaga wudlu ini dapat memudahkan kita untuk melakukan ibadah ibadah lainnya. Ketika anda sudah dalam keadaan wudlu maka secara bawah sadar sudah menanamkan niat untuk beribadah. Motivasi ini penting sebab banyak juga yang berkeinginan untuk beramal ibadah banyak di malam bulan ramadhan tapi ketika sudah tarweh malas itu mulai muncul untuk menjalankan ibadah ibadah lainnya.

wudlu juga bisa meningkatkan kesadaran berTuhan. jadi dengan menjaga wudlu dzikir sirr yang kita lakukan misalnya dengan dzikir nafas akan dapat dilakukan dengan frekwensi yang lebih sering.

Menjag wudlu ini tentunya harus diimbangi dengan pakaian yang bersih dan pakaian yang digunakan untuk beribadah, meski ketika tidur sekalipun.

Mencari hal yang baru dalam kehidupan

Hidup yang sekali kita jalankan ini jangan sampai monoton dan itu itu saja, coba cari tahu yang lain coba lakukan yang lain. Allah sangat suka kepada hamba hambaNya yang senang bereksperimen kemudian mengakui bahwa Allah maha suci. Anda harus bisa membaca ilham yang ada dalam diri, ilham ini bersifat pendidikan sehingga ilham sekarang dengan kemarin dan dengan besuk akan berbeda beda. Ilham inilah yang dapat membuat hidup lebih hidup. caranya cukup sederhana lakukan dzikir nafas dimana anda sempat dan sering seringlah berserah diri kepada Allah. nanti lama lama kita akan paham akan ilham ini.

Pengertian bersatu dengan Allah ( manunggaling kawulo gusti )

banyak diantara kita yang begitu mendengar bersatu dengan Tuhan atau dalam bahasa jawa disebut dengan manunggaling gusti dalam bahasa arab wihdatul wujud, pikirannya langsung mengerah kepada sesat. tapi memang pikiran ini bisa ada benarnya tapi juga bisa salah. baik untuk melihat lebih jelas mana yang salah dan mana yang benar mungkin tulisan saya berikut bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan mana yang salah dan mana yang benar.
yang mana yang bersatu
manusia ini ada dua unsur, nafs manusia dikatakan hidup jika ada dua unsur, unsur yang pertama adalah jasad dan unsur yang kedua adalah ruh. nah baik unsur jasad dan ruh adalah sama sama ada dalam diri kita. sekarang mari kita bahas mana yang bisa bersatu dan mana yang tidak.
1. jasad : jelas unsur ini tidak bisa bersatu karena jasad ini adalah ciptaan Allah, dia akan rusak dan menjadi tanah.
2. Ruh, coba baca dalam surat al hijr 29, yang menyatakan bahwa Ruh itu milik Allah (min ruhii) karena milik pasti dia akan kembali kepada Allah. nah kembalinya Ruh kepada pemiliknya inilah yang dinamakan dengan bersatu dengan Allah.
jadi jika kita bersatu dengan Allah maka jika yang dimaksud adalah Ruh maka benarlah apa yang diungkapkan tersebut. tapi jika yang di maksud adalah jasad jelas salah. karena sekali lagi tidak mungkin jasad yang merupakan ciptaan bisa bersatu dengan yang menciptakan.
terus bagaimana halnya dengan nafs. Nafs ini seharusnya melakukan penyadaran asal muasal Ruh yang milik Allah maka nafs harus melakukan penyerahan diri total kepada Allah (berislam), jika nafs menyerahkan diri kepada Allah maka jasad akan kembali kepada tanah dan Ruh akan kembali kepada Allah.

sensasi kembali kepada tanah dan kembali kepada Allah.
Anda, saya yakin, pernah melakukan penyerahan diri kepada Allah. ketika anda berserah tubuh anda relaks, kan, seperti ditarik gaya gravitasi bumi, nah itulah hakikat tanah yaitu kembali atau ditarik oleh bumi, kemudian ketika anda berserah kepada Allah maka seperti ada tarikan ke atas kan (tentunya bagi yang sudah pernah melakukan dalam patrap dan dzikir nafas) nah itulah sensasi Ruh kita kembali kepada Allah. jika penyerahan diri ini secara terus menerus dilakukan maka Ruh kita akan bersatu dengan Allah. dalam bersatu kepada Allah ambil pengertian yang sederhana saja, suami dan istri yang cerai kemudian rujuk kembali itu juga dikatakan bersatu. mainan puzle ketika sudah jadi juga dikatakan bersatu. atau apalah, pokoknya kembalinya Ruh kepada Allah ini saya namakan dengan bersatu. saya sendiri tidak tahu Allah dan Ruh itu keadaan wujudnya seperti apa. saya kira ini tidak perlu dibahas panjang lebar kalaupun dibahas saya yakin anda juga tidak tahu sebenarnya hubungan Ruh dengan Allah itu seperti apa. saya juga tidak melayani debat tentang hal ini, jika anda punya pemahaman lain silahkan ditulis di komen tapi tidak perlu menyalahkan apa yang sudah saya tulis (he.. he.. ra gelem disalahke)

(ilham saya dapatkan ketika sholat di masjid merdeka kartasura solo, pada saat sholat jamaah subuh)

Pelajaran puasa (10) Seberapa nikmat tarweh kita

warning! bagi kita yang sholat mengerjar rekaat. mengejar target rekaat dengan meluapakan tumakninah.

sekarang mari kita rasakan sejenak mana pilihan anda jika saya memberikan opsi

  1. 30 menit bisa 23 rekaat
  2. 30 menit hanya bisa 11 rekaat

yang perlu kita renungkan adalah seandainya yang 11 rekaat dicapai dengan percepatan 30 KM per jam maka yang 23 rekaat berapa KM perjam kah? tentunya 2 kali lipatnya lebih ya kan.

khusyu tidak bisa lepas dari pada Tumakninah, itu menjadi syarat. kalau kita berasumsi bahwa yang 23 rekaat khusyunya 20 dan yang 11 rekaat khusyunya 10 maka boleh dikatakan seimbang, tapi seandainya yang baik 23 rekaat dan 11 rekaat khusyunya skor 10 pada masing masing rekaat maka tentunya 23 rekaat tingkat khusyunya menjadi skor 5 saja dibanding yang 11 rekaat yang skor khusyunya 10

hitungan diatas sekedar ilustrasi saja bahwa banyak rekaat dengan kecepatan sholat yang tinggi beresiko sholat tarweh tidak lagi membawa nikmat, bisa jadi membawa sengsara. maka saya sarankan meski 23 rekaat maka tentunya lamanya sholat harus dua kalinya yang 11 rekaat. misalnya 11 rekaat 30 menit kalau 23 rekaat ya 1 jam lebih dikit.

kesimpulannya adalah nikmati sholat tarweh dengan tumakninah.

Dzat Allah tidak seperti apa apa

Ketika kita bicara dzat Allah maka kita harus bisa keluar dari ruang dan waktu dan wujud. karena Allah itu tidak bertempat sehingga tidak menempati ruang, tidak kemarin atau besuk sehingga terbebas dari waktu, dan tidak berujud sehingga Allah tidak memiliki wujud nyata materi.

kita tidak bisa menyebut bahwa Allah itu diatasnya arasy, karena arasy itu tidak ada. arasy saja tidak maka Allah diatasnya yang tidak ada. ini bukan berarti Allah tidak ada, Allah ada tapi tidak bertempat diatas atau dibawah.

membicarakan Allah berarti kita harus rela tidak menggunakan pikiran kita. gunakanlah kesadaran kita. kesadaran ini yang akan memahami eksistensi Allah SWT. kita sadar bahwa Allah itu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher. Kedekatan kita dengan Allah sedekat urat leher membuat kita tidak bisa berpikir, seperti apa lebih dekat dengan urat leher tersebut. lebih dekat dengan urat leher tentunya memaksa kita untuk menggunakan kesadaran dalam memahami kedekatan kita dengan Allah. Sebagian manusia salah dalam memahami ini dia tetap menganggap Allah itu ada dalam pikirannya, lama lama pikirannya menolak dan akhirnya membuat dia tidak percaya dengan Allah. sebenarnya ini tidak perlu terjadi jika kita menggunakan kesadaran kita bukan pikiran kita.

karena Allah bisa dipahami dengan kesadaran maka komunikasi kita juga harus kita lakukan dengan kesadaran, pujilah Allah dengan kesadaran, memintalah kepada Allah dengan kesadaran, bersujudlah dengan kesadaran dan semua bentuk komunikasi kita dengan Allah harus menggunakan kesadaran kita. Sehingga getaran komunikasi ini akan dapat kita rasakan betapa Allah itu membalas pujian kita, Allah membalas permintaaan kita dan Allah membalas setiap yang kita komunikasikan kepada Beliau.

baiklah membahas Dzat Allah harus dikembalikan kepada sifat Allah laa kamitslihi syaiun, artinya Allah tidak bisa disamakan dengan apapun. jadi Allah tidak seperti apa apa.

Kita selevel

meski anda belajar dari membaca tulisan saya pada dasarnya adalah kita selevel, saya belajar dan anda juga belajar. saya tidak lebih tinggi dari siapapun. orang yang sama sama murid harus saling menghargai….. begitu kira kira kalimat yang tepat untuk kita. Saya senang anda berkunjung di blog ini dan dapat  pencerahan dari apa apa yang saya tulis. dari kunjungan andalah saya jadi semangat belajar dan semangat untuk menulis. di blog tiap hari rata-rata 1300an pengunjung membaca tulisan saya. ada yan rutin datang kesini bahkan ada yang rutin tiap hari, ada juga yang kesasar kesini ini berkat mbah google. ada juga yang banyak hutang lalu kesasar di blog saya ini untuk mencari solusi bayar hutang

banyak ragam pengunjung yang datang di blog ini namun yang paling banyak adalah mereka yang kesepian dalam mencari Tuhan, karena di blog ini tidak hanya menawarkan tulisan motivasi tapi juga memberikan cara agar dapat mencapai keadaan keadaan spiritual, yang bisa menjadi teman dalam berjalan menuju kepada Allah.

anda dengan saya biasa saja, karena tulisan saya juga biasa, maka segala uneg uneg tuliskan saja di kolom komentar dari apa apa yang saya tulis. tapi karena kita muslim kita harus tetap menjaga sopan santun. Jika tulisan saya kurang benar ya tegurlah dengan cara yang baik.

Belajar spiritual dengan saya banyak keuntungannya, apa keuntungannya ya karena saya juga belajar. coba bayangkan jika saya ini adalah seorang syech, seorang yang sangat alim, seorang yang sangat karismatik, seorang yang kyai banget… pasti anda akan sungkan, bahasa jawanya rikuh pekewuh dan anda tidak banyak mendapatkan ilmu karena kesungkanannya tersebut.

dalam pengajaran spiritual yang saya paparkan, semua bersifat mudah tidak sulit. yang membuat sulit itu karena anda tidak mau menjalankan dari apa yang saya tulis. yang kedua anda tidak percaya dengan saya apakah yang tulis itu menyesatkan atau tidak. jujur dalam tulisan saya tidak pernah ada tujuan saya untuk menjerumuskan anda atau menyesatkan anda.

kita selevel….

saya banyak mendapatkan pelajaran juga dari komentar komentar yang masuk. yang kemudian saya buat dalam bentuk tulisan. kemudian juga saya banyak belajar dari jumpa darat yang sering kita adakan minimal seminggu sekali di rumah saya, dari diskusi dari obrolah berkembang menjadi sebuah ilmu baru bagi saya.

kita selevel…

spiritual tidak dapat dikembangkan oleh 1 atau 2 guru, kita sendirilah yang harus mengembangkan. ingat guru tidak dapat memberikan hidayah, mursyid tidak dapat mengangkat derajat ketakwaan kita yang bisa adalah Allah atas riyadhah yang kital lakukan. jadi kita selevel saya melaksanakan ajaran Tuhan dan anda juga saya minta mempraktekan atau menjalankan ajaran Tuhan.

level anda berada dibawah saya ….

bisa jadi level anda dibawah saya jika anda terlalu banyak bertanya minus praktek, merasa diri paling benar, tidak menghargai pengalaman spiritual orang lain. biasanya kalau orang yang berada dibawah level saya ini komentar 2nya jarang saya tanggapi.

baiklah mari dengan ini kita niatkan untuk masing masing berjalan menuju kepada Allah. kita semua murid dan Allah lah Guru Pembimbing kita. salam

Pelajaran puasa (8) filosofi Busur panah di bulan ramadhan

Ada filosofi menarik dari puasa kita, tadi malam ketika tarweh di rumah saya terinspirasi oleh busur panah sebagai filosofi puasa. baik sekarang coba lihat busur panah dibawah ini

 

Saya mengibaratkan ketika siang hari kita banyak mengekang nafsu nah ini persis ketika busur panah tersebut ditarik kebelakang. nah kemudian ketika adzan magrib tiba maka busur itu diilepaskan

jadi begini ketika siang hari kita melakukan banyak pengekangan hawa nafsu, dimalam hari setelah adzan magrib kita harus kuat meluncur kepada Allah sekuat tenaga kita.

bagi yang sudah pernah belajar patrap, meluncur kepada Allah dalam bentuk ibadah ini tentunya sudah tidak asing lagi. Nah sekarang mari kita gunakan meluncur kepada Allah di malam hari. meluncur ini dapat berupa sholat tarweh, berupa baca quran atau berupa dzikir. Saya sarankan menggunakan dzikir nafas untuk meluncur menuju kepada Allah.

nah di bulan ramadhan antara siang dan malam sebenarnya sama saja pekerjaannya yaitu menjaga diri tidak maksiat dan malam harinya meuncur menghadap Allah.