Articles from October 2013

Sombong sekali seseorang yang mencalon kan diri untuk dipilih

negara kita ini semakin lama tidak akan semakin baik, bagaimana mau baik kalau yang memimpin memiliki bibit kesombongan. belum dipilih saja sudah sombong menganngap dirinya the best dan kadang menganggap dirinya lebih baik dari pada calon lainnya. dan anehnya lagi rakyat indonesia mau maunya memilih orang yang sombong. saya bernazar jika ada salah satu calon yang mencalonkan diri dan tidak sombong saya akan berhenti menjadi golput. tapi selama calon pemimpin atau calon wakil bangsa ini masih menunjukkan kesombongan saya akan tetap membela bangsa dan negara saya agar tidak dipimpin oleh orang yang sombong alias saya golput.

beberapa kali dipimpin oleh orang yang sombong negara kita tidak ada kemajuan, bahkan semakin tertinggal dengan negara negara tetangga misalnya malaysia apalgi singapura.

sistem pemilu di indonesia memang memicu orang orang sombong untuk tampil menjadi pemimpin ataupun wakil rakyat. para calon tersebut lebih menunjukkan kesombongannya dari pada kinerjanya. rakyat saya kira juga harus cerdas, pilihlah pimpinan yang berakhlak. jangan memilih pemimpin yang katanya akan begini dan bagitu. Pilihlah pemimpin yang memiliki kinerja yang jelas dan terbukti. jagan takut untuk menolak calon pemimpin yang tidak berahklak, yang tidak jelas kinerjanya. jangan memilih pemimpin karena partai pilihlah karena calon tersebut memang kualified. Jangan mau dibodohi terus menerus. Kita sudah capek menjadi negera berkembang terus, kapan gede nya, kalau kita berkembang dan berkembang. lihatlah negara tetangga philipina yang sangat maju pertaniannya, malaysia yang banyak profesor doktornya, Singapura yang maju perdagangnnya.

Tinggalkan budaya indonesia yang malas malasan, budaya korupsi, budaya menghabiiskan anggaran dan budaya budaya yang membuat kita tidak produktif. …..

saat ini di indonesia, dimana mana terpampang baliho baliho yang berisi gambargambar orang orang yang sombong, merasa mereka bisa memimpin, merasa mereka lebih baik. saya terus terang saja jenuh dengan gambar orang orang tersebut. dalam hati saya berkecamuk MASAK SAYA MEMILIH ORANG YANG SOMBONG. berani beraninya orang tersebut mengangkat dirinya sebagai wakil rakyat, apa ada kriterianya, apa kemampuannya sudah di test. seharusnya di indoensia ini ada badan akreditasi wakil rakyat yang bertugas menguji kredibilitas para calon. dan itu harus diluar partai, sehingga rakyat bisa bisa percaya bahwa jika sudah sertified untuk mencalonkan diri berarti memang calon tersebut baik.

terus terang saya tidak ingin negara saya dipimpin oleh orang orang yang nggak jelas, apalagi orang yang sombong. orang sombong ini di cap di islam sebagai orang yang menyekutukan Allah dengan dirinya. ya Allah pilihlah pemimpin kami yang benar benar ihlas memimpin yang ihlas karena Engkau, sehingga negara kami menjadi negara yang sentosa karena berkah dari pemimpin yang Engkau ridloi

Yang memilih pemimpin adalah rakyat

jangan selalu menyalahkan presiden karena presiden yang memilih adalah mayoritas rakyat. kalau dulu tidak memilih presiden yang sekarang ya mungkin bisa diterima menyalahkan presiden, tapi kalau dia sendiri yang memilih presiden yang sekarang sangatlah tidak masuk akal jika ikut ikutan menyalahkan presiden.

tanggung jawab presiden tidaklah beliau presiden sendiri tapi seluruh rakyat terutama rakyat yang telah memilihnya. Ketika pemilu ada yang menyarankan untuk Golput, mungkin ada benarnya juga karena golput ini tidak ada pertanggungjawaban apa apa, kalau yang dipilih baik ya alhamdulillah, kalau yang diilih kurang memuaskan ya dia tidak ikut bertanggungjawab. saya pikir golput adalah pilihan sebagai warga negara. seorang golput jika calon pemimpin tidak ada yang dianggapnya baik maka kewajibannya sebagai warga negara adalah sah. bukan berarti, tidak memilih berarti warga negara yang tidak bertanggungjawab, bahkan lebih bertanggungjawab karena dia tidak ingin negaranya dipimpin oleh orang yang tidak kualified.

mungkin bagi KPU golput salah, ya, karena mungkin salah satu keberhasilan KPU adalah hilangnya golongan putih yang tidak memilih. tapi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan nasionalisme para golput.

kalau saya, sedang menunggu mana pemimpin yang tidak mencalonkan diri tapi dicalonkan rakyat, siapa pemimpin yang tidak mempromosikan diri baik itu melalui baliho, televisi atau lainnya. karena menurut agama islam, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak mencalonkan dirinya sendiri, menonjolkan dirinya sendiri bahkan promosi diri dengan menlejelekkan calon pemimpin lainnya. Tentunya memilih presiden harus tahu perjuangannya dan hasil perjuangannya bukan karena sering nongol di TV dengan berita berita provokatifnya, atau malah berita miringnya.

jika tidak ada calon presiden yang benar benar berjuang untuk bangsa dan kurang kelihatan kiprahnya bagaimana dia memimpin bangsa (bukan memimpin partai) maka saya akan memperjuangkan bangsa saya dengan tidak memilih pemimpin bangsa. biarkan orang lain memilih, saya takut juga nanti kalau ikut bertanggungjawab atas perbuatan negatif dari pemimpin yang sudah saya pilih.

Ilmu Patrap semakin dilarang semakin di cari

Ilmu patrap semakin dilarang semakin banyak yang nnyari tidak hanya di indonesia di malaysia pun dan beberapa tempat juga menginginkannya. saya pun banyak menerima order untuk melatih patrap di beberapa tempat. (tobe continued)