Articles from December 2013

Kursus singkat dzikir nafas di padepokan patrap

kursus singkat dzikir nafas atau patrap saya buka tiap malam jumat di padepokan patrap. untuk dzikir nafas cukup datang dua kali. pertemuan pertama belajar level satu dan dua dan pertemuan kedua belajar dzikir nafas level 3. Peserta kami harapkan memberikan konfirmasi terlebih dahulu agar kawan kawan disini bisa mengadakan persiapan secukupnya.

Sebelum mengikuti kursus ini saya sarankan telah membaca buku dikir nafas atau sudah belajar di you tube. sehingga nantinya diharapkan cukup dua kali pelatihan dapat langsung di bisa dan dipraktekan. namun jika belum memiliki buku dzikir nafas saya akan berikan hadiah buku dzikir nafas (jika persediaan masih ada)

kursus dimulai pukul 21.00 sampai selesai. untuk alamat silahkan kontak saya di no 08156 77 222 99.

Peserta kursus dzikir nafas malam jumatan di padepokan patrap

nikmatilah harta kita sebagai tanda syukur kepada Allah

Harta yang kita miliki harus dapat menjadi alat untuk membuat kita bahagia. jangan biarkan harta kita membuat kita sebaliknya buatlah sehinggat kita bisa bersyukur kepada Allah. Harta adalah anugerah dimana kita harus menghargainya dan tidak lain cara yang paling baik untuk menghargai adalah dengan mensyukuri harta tersebut. harta itu jika kita syukur akan membuatnya bertambah dan bertambah.

Ada sebagian orang yang memiliki harta tapi tidak dapat menikmatinya, kalau dirinya saja tidak dapat menikmatinya bagaimana dengan orang lain pasti juga tidak dapat menikmati harta tersebut, semakin harta tersebut tidak dapat dinikmati berarti itu suatu tanda bahwa harta kita tidak berkah.

cara membuat agar harta anda berkah banyak caranya, mungkin jika anda punnya uang berlebih belanjakan sesuai dengan apa yang anda sukai, misalnya dengan membeli handphone yang lebih canggih sehingga benar benar anda bisa merasakan betapa nikmatnya memiliki harta itu, tapi ingat bahwa itu jika harta kita berlebih dan kita memang memerlukan HP tersebut untuk keperluan sehari hari.

cara yang lain adalah dengan memberikan harta tersebut kepada orang lain yang membutuhkan. semakin harta kita dapat dimanfaatkan maksimal maka kita akan dapat merasaka betapa kita sangat bahagia karena membuat orang bahagia.

prinsipnya adalah lebih baik kita memanfaatkan harta kita, menikmati harta yang kita miliki bukan sebagai pemuas nafsu tapi sebagai langkah agar kita bersyukur. mestinya jika kita memiliki perlengkapan hidup yang lebih baik mestinya kita akan lebih mudah bersyukur, dan semakin bersyukur nikmat akan semakin bertambah dan bertambah. Jika keadaan begini jangan khawatir uang yang kita belanjakan dengan niatan agar lebih beryukur kepada Allah tidak akan di tukar lebih banyak oleh Allah.

uang yang kita belanjakan dalam rangka bersyukur akan dapat menjadi sarana melipat gandakan harta. hidup di dunia sekali harus kita buat bahagia, bukan kita buat bersenang senang tapi bahagia, terserah bagaimana caranya yang penting diridhoi Allah. Jangan sempit fikiran bahwa dengan banyak berbelanja uang kita akan habis …. sehingga ketakutan ini menyebabkan kita menumpuk numpuk uang di bank …. katanya untuk persiapan nanti jika tidak ada rejeki lagi….naudzubillah… Allah tidak demikian, kita harusnya sadar bahwa kenapa Allah melarang kita untuk menumpuk numpuk harta karena memang Allah itu maha pemberi . jadi tidak mungkin saat ini kita dilimpahkann harta besuk tidak…. asal kita hidup dan masih diberi hidup maka jangan khawatir bahwa rejaki akan selalu mengalir kita, yang menjadikan rejeki itu tidak sampai kepada kita itu karena seringkali kesalahan kita bahwa rejeki dari Allah hanya sebatas yang ada dalam pikiran kita. kesempitan berpikir ini seharunya kita hilangkan kita rubah menjadi sikap open dan terbuka bahwa Allah memberikan rejaki dari jalan yang tidak sangka sangka.  Semakin kita yakin kuat bahwa rejeki datang dari arah yang tidak disangka sangka maka rejaki pun akan mengalir luas .

singkat cerita…… pergunakan harta kita sebaik baiknya …. manfaatkan sebaik baiknya sehingga benar benar menjadi harta yang berkah yang bisa menjadi jalan terbukanya rejeki lain. semoga Allah membuka pintu rejeki dan semoga kita dijadikan hamba yang bersyukur amin

Berdoanya orang makrifat dan berdoanya orang syariat

perbandingan ini seperti halnya kalau kita membandingkan bagaimana kita melihat sebuah ombak di pantai. kalau orang syariat melihat bahwa yang bergerak itu adalah ombak tapi kalau orang makrifat yang bergerak bukanlah ombah tapi air laut. Bisa juga di analogikan begini kalau orang syariat melihat angin itu yang bergerak adalah debu tapi kalau orang makrifat melihat angin yang bergerak bukanlah debu tapi ada udara yang bergerak. Tentunya dua duanya adalah benar tidak perlu diperdebatkan, masing masing memegang kebenarannya sesuai dengan tingkatan ilmunya. Demikian pula dengan berdoa antara orang makrifat dan orang syariat akan ada perbedaan yang jelas.

dalam tulisan ini saya tidak menganggap diri saya sudah makrifat tapi saya ingin memaparkan perbedaan saja. sehingga nantinya kita akan mengetahui hal hal yang membedakan tersebut. Kalau orang makrifat dalam berdoa dia akan melihat bahwa doa harus benar benar sambung dulu ke Allah, ada kesadaran kedekatan dengan Allah baru dia minta (al baqoroh 186). berbeda dengan orang syariat yang berdoa tanpa mengindahkan siapa yang dia minta, dekat atau jauh dengan Allah bagi orang syariat tidak menjadi perhatiannya.

perbedaan lagi kalau orang syariat berdoa karena sekedar memenuhi syariat saja misalnya doa pagi doa petang doa sehabis sholat , doa doa yang dipanjatkan sangat tekstual tanpa mengindahkan hakikinya memohon. sekali lagi orang syariat tidak peduli dengan siapa dia berdoa, hal sangat berbeda dengan orang makrifat yang berdoa selain bersandar pada syariat dia juga sangat memperhatikan makna komunikasi dengan Allah sewaktu berdoa.

perbedaan yang paling mencolok antara orang syariat dan orang makrifat adalah ketika berdoa kalau orang syariat hanya “membaca doa” sedangkan orang makrifat “memohon meminta kepada Allah” . Doa yang sekedar membaca doa, seperti membaca teks pancasila ketika upacara bendera, tapi kalau berdoa (memohon dan meminta) seperti kita datang ke seseorang untuk meminta bantuan.

nah sekali lagi bahwa ini tidak perlu kita perdebatkan , jika anda membaca tulisan saya ini cukup evaluasi sendiri sendiri saja apakah kita masuk wilayah hanya syariat atau kita sudah masuk wilayah makrifat.

Titik kesadaran dalam dzikir nafas

ada satu titik dimana ketika kita melatih dzikir nafas kita berada dalam keadaan tenang sehingga kita lebih sadar dari sebelumnya. kesadaran dalam ketenangan ini akan membawa satu perubahan dalam hidup ita baik cara pandang dan cara berperilaku kita. Syarat untuk mencapai kesadaran itu adalah kita tidak boleh melakukan dzikir nafas dengan expectasi apapun jadi harus Nol. Ketika kita  melakukan dzikir nafas sudah dicampuri dengan keinginan yang bermacam macam termasuk “ingin mencapai titik kesadaran” maka akan dapat merusak proses menuju titik kesadaran itu sendiri. jadi sekali lagi dalam berdzikir nafas kita tidak boleh berekspektasi apapun atau berharap apapun.

ekspektasi ini kita lakukan sejak kita melakukan dzikir nafas pada level pertama pada level berikutnya apalagi. keadaan tanpa ekspktasi ini akan mempercepat proses masuk ke alam “titik kesadaran”. alam titik kesadaran ini ditandai dengan keadaan tenang yang teramat sangat tenang. Nah dengan keadaan tenang kita akan lebih sadar.

kalau masih susah mencapai keadaan ini lakukan cara dzikir nafas lebih relaks diam, coba diam selama latihan biarkan tubuh ini bereaksi setiap ada aksi dari tubuh kita biarkan saja kita hanya mengamati dan diam. jadilah jiwa yang berserah dan tidak memberikan respon apapun yang terjadi. kemudian sambungkan hati kita kepada Allah yang maha rahman dan rahiim. terus lakukan cara ini. saya tidak bisa memastikan juga kapan keadaan tenang itu bisa dicapai yang jelas piintu untuk masuknya adalah seperti yang saya utarakan di atas. semoga Allah memudahkan kita mencapai kesadaran ilahiah yang membuat kita tenang…….

amin

 

Hidup di dunia sudah ada sunatullahnya

hidup ini tinggal mengikuti aturan main yang jika melanggar pasti kena akibatnya. karena hidup itu ada aturan mainnya amak anggap saja bahwa hidup adalah main main, ya seperti main monopoli atau main catur (chess). kalau kita mengangap hidup adalah permainan maka enak saja kita mengikuti permainan yang ada. kalau menang ya alhamdulillah kalau kalah ya diperbaiki lagi permainannya. tidak istilah penyeselan atau kesedihan kecuali kalau itu merupakan permainan terakhir. kalau masih ada permainan lagi maka teruslah bermainan dengan terus memperbaiki permainan dan tentunya menjalankan permainan dengan sebaik baiknya.

Sunatullah adalah aturan main yang dibuat oleh pembuat mainan yaitu Allah SWT, kita kalau main sungguh sungguh maka akan menang tapi jika kita mainnya hanya sekedar bermainan maka pasti akan kalah. Sekarang misalnnya saja negara negara maju seperti negara barat yang teknologinya luarbiasa majunya kemudian dia memenangkan dalam kehidupan berteknologi , kenapa Allah memenangkan mereka? karena mereka bersungguh sungguh dalam berinovasi berksperimen. Kenapa mereka yang notebene tidak memiliki kekayaaan alam bisa kaya raya misalnya kita lihat tetangga terdekat kita yaitu singapura bisa kaya dan menjadi negara maju karena memang mereka memiliki kesungguhan dalam bekerja. yang jelas begini aturan Allah memberikan kesempatan kita seluas luasnya untuk bermain sebaik baiknya.

makanya islam menegaskan bahwa jangan sampai kita mengalami kesalahan sampai kedua kalinya. kalau kita salah dalam melangkah sekali itu baik tapi kalau melangkah lagi salah lagi dengan kesalahan yang sama maka sama saja kita bodoh. kalau dari dulu korupsi itu ada kalau dari dulu narkoba itu ada berarti memang bodoh. ya mendinglah kalau ada perubahan menurun tapi kalau sama saja atau bahkan bertamah kuantitasnya berarti negara ini akan diambang kehancuran.

kembali ke masalah sunatulah. Sunatullah itu sudah ketentuan pasti dari Allah dan tidak bisa berubah. misalnya kalau kita melempar batu ke atas maka akan turun ke bawah maka itu sudah pasti. sangat tidak mungkin melempar batu ke atas batunya malah ke atas terus tidak kembali kembali, sangat mustahil. maka kalau hidup itu memang seperti demikian jalani cara nya hidup. kalau kita bisa mempelajari caranya hidup maka sunatullah yang memberikan kebaikan kepada kita akan selalu berpihak kepada kita.

maka hidup itu yang sunatullah sunatullah saja, atau hidup itu logis logis saja, tinggalkan yang ghoib yang tidak mengikuti suntallah. resiko dan akibat serta cost yang dikeluarkan akan semakin banyak. ambil satu contoh berapa banyak orang lari ke dukun lari ke orang “pinter” lari ke kyai hanya untuk menyelesaikan masalah dengan cara tidak logis dengan cara yang tidak mengikuti sunatullah dan bagaimana hasilnya ? biaya tambah banyak, masalah tidak selesai? kalau sakit malah penyakitnya tambah parah….. maka lebih baik hidup yang logis logis saja yang bisa kita ikuti dengan segenap pikiran dan keyakinan kita.

selamat menjani hidup dengan terus mengikuti sunatullah.

Mendidik anak dengan berpikir positif kepada anak

seringkali orang tua melupakan bahwa berpikir kita terhadap anak dapat mempengaruhi anak. Jika kita berpikir positif kepada anak maka anakpun akan seprti yang kita pikirkan, jika kita berpikir negatif tentang anak maka anak pun akan seperti apa yang kita pikirkan. Pikiran ini akan membawa vibrasi atau getaran kepada lingkungan sekitar kita, maka berhati hatilah kepada orang tua yang memiliki vibrasi negatif kepada anaknya.

Seringkali orang tua bermasalah dengan anaknya setelah dilihat ternyata orang tua ini selalu berpikir negatif kepada anaknya. orang tua tidak menyadari bahwa pikiran negatif ini semakin memperparah hubungan orang tua anak dan memperparah kenakalan yang di lakukan anak. Berpikir negatif juga merupakan bentuk dari sifat tidak baik dari orang tua, nah bisa jadi sikap jelek dari orang tua ini menurun melalui pikiran negatif orang tua. Sehingga secara tidak langsung pikiran negatif orang tua merupakan didikan yang ditanamkan oleh orang tua. maka sebaliknya jika Orang tua selalu berpikir positif maka itu juga menunjukkan bahwa orang tua adalah orang yang baik sehingga pikiran positif orang tua juga merupakan didikan dari orang tua sehingga anak pun menjadi baik.

berpikir positif kepada anak harus kita lakukan dengan jalan menyadari benar benar bahwa orang tua harus berpikir positif. orang tua harus memaksakan dirinya untuk berpikir positif kepada anak, contoh dari berpikir positif ini misalnya Anak saya kreatif, anak saya cerdas, anak saya sholeh anak saya baik dst.

berpikir positif ini pertama memang harus dipaksakan, sampai menjadi pikiran bawah sadar bahwa anak saya baik, anak saya sholeh anak saya kreatif dst. jika sudah menjadi bawah sadar maka semua akan terjadi secara otomatis, dan jika sudah demikian maka anak akan lebih mudah menjadi apa yang ada dalam pikiran bawah sadar orang tua tersebut.

 

Inti pelajaran hidup ada di Patrap

Hidup akan terasa sangat sulit ketika kita memahaminya dengan teori teori yang muluk muluk minus praktek. teori yang muluk muluk seperti dalam tasawuf, ilmu pembersihan hati dan sejenisnya membuat kita menganggap bahwa hidup itu terlalu sulit dan susah untuk dapat mencapai keadaan “bahagia”. Patrap memberikan cara pembelajaran lain. Dengan patrap dimana latihannya menekankan pada sikap pasrah yang tidak hanya teori tapi sampai pada praktek yang benar benar praktek. sikap pasrah yang diperoleh ketika latihan ini tinggal kita terapkan dalam kehidupan. rasa atau pemahaman yang diperoleh selama latihan patrap ini dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari hari.

  1. Latihan patrap gerak ini menjadikan hidup kita ini benar benar paham bahwa semua gerak adalah digerakkan Allah SWT
  2. Latihan patrap gerak rasa ini menjadikan pelajaran bahwa hidup dengan intuisi hidup dengan ketajamaan perasaan menjadikan semua permasalahan selesai dengan intuisi yang kita latih
  3. latihan patrap diam, melatih kita untuk berada pada posisi fana

pelajaran patrap yang simple dan mampu merubah cara pandang hidup ini dapat kita praktekan secara mudah dan sederhana.

Bahaya Menumpuk Harta

Harta ini bisa jadi bumerang artinya seperti senjata yang dapat membahayakan diri sendiri. Bahaya adalah kita bisa terikat dan terperdaya oleh harta. Yang seharusnya harta tersebut membuat hidup kita bahagia tapi malah membuat hidup kita sengsara. Tapi ini bukan berarti kita tidak boleh mencari harta. Harta harus kita cari dan kita dapatkan tapi jangan sampai membuat kita terikat oleh nya.
Harta kalau ditumpuk tumpuk bisa membuat kita diri kita terpecah pecah memikirkannya. Konsep menumpuk harta misalnya adalah membeli sesuatu yang sebearnya kita sudah memiliki. Sudah memiliki mobil masih beli mobil lagi dimana mobil tersebut yang kita gunakan hanya satu. Tapi kalau ganti mobil yang lebih baru atau lebih baik itu hukan termasuk menumpuk harta. Jadi saran saya kalau ada kelebihan uang lebih baik tukar sj mobil dengan yang lebih baik dari pada membeli lagi. Konsep KOLEKTOR merupakan perilaku yang tidak diperbolehkan dalam islam karena termasuk menumpuk numpuk harta.
Buat hidup anda lebih bersyukur dengan memiliki barang yang lebih baik. Tidak ada salahnya anda mengikuti trend yang ada tapi ingat jika anda membeli yang baru segera jual atau berikan yang lama kepada orang lain. Jangan menumpuk numpuk harta. Dlm surat al lahab Allah tidak mmbutuhkan harta yang di kumpul kumpulkan……

Testimoni dzikir nafas Bu Tutik

Alhamdulillaah….walau belum maksimal saya berlatih dzikir nafas bahkan boleh dibilang masih sedikit.. tapi saya merasakan banyak sekali perubahan pada emosi saya… sebelumnya saya pemarah…maunya sendiri… sekarang hampir 60% semua itu berkurang… terima kasih pak Pur semoga Alloh senantiasa mebimbingku ke jalanNya.. amiiin

Jawab
Alhamdulillah Ibu Tutik sudah diajarkan Allah bagaimana sabar itu melalui cara dzikir. Di dalam dzikir nafas level 1 kita belajar berserah kepada Allah dengan cara mengikuti nafas cara ini secara psikologi membuat diri kita lebih banyak berlatih mengikuti kehendak Allah dalam nafas kita. Sehingga Allahpun mengjarkan kita tentang sabar yang bukan sekedar teori sabar tapi benar benar kita bisa sabar