Articles from December 2013

test tingkat kemusyrikan

syirik
bagaimana mengetahui syirik atau tidak

Dalam diskusi malam jumat lalu di padepokan patrap, ada bahasan menarik tentang test kemusyrikan. Diskusi ini muncul karena kriteria perbuatan musrik ini sangat simpang siur. Ada yang menganggap bahwa menggunakan jimat itu syirik, tapi juga ada yang berpendapat bahwa menggunakan jimat tidak syirik asal tetap berkeyakinan kepada Allah bukan pada jimatnya. Kalau yang pertama tidak ada masalah artinya tetap mengharamkan penggunaan jima , tapi yang kedua bahwa boleh menggunakan jimat asal tetap percaya Allah.

Diskusi berlanjut … kemudian saya mengusulkan adanya test kemusyrikan untuk menentukan apakah perbuatan menggunakan jimat itu musyrik atau tidak. test kemusyrikan yang saya ajukan ini sangat sederhana hanya untuk membedakan apakah lebih percaya jimat atau lebih percaya Allah, kalau lebih percaya jimat tentunya masuk perbuatan syirik, tapi kalau lebih percaya Allah berarti tidak masuk perbuatan syirik.

test kemusyrikan ini adalah meniadakan jimat yang digunakan kemudian di coba keampuhan apakah yang masih menggunakan jimat ini masih ampuh atau tidak. contoh nya misalnya seseorang menggunakan jimat kebal maka maka untuk menge test termasuk perbuatan syirik atau tidak jimat tersebut di minta kemudian yang menggunakan jimat di test masih kebal atau tidak. Jika dia tidak membawa jimat kemudian di coba dan tidak apa apa tubuhnya dikenai benda tajam maka jimat tersebut tidak termasuk syirik. tapi jika takut dicoba dikenai benda tajam atau dia takut dan tidak berani berarti penggunaan jimat tersebut termasuk perbuatan syirik.

Jika seseorang berani di bacok kalau dia menggunakan jjimat dan  takut dibacok jika tidak menggunakan jimat maka perbuatannya jelas syirik, karena dia lebih mengandalkan jimat dari Allah. Mestinya mengandalkan Allah tidak dipengaruhi oleh menggunakan jimat atau tidak menggunakan jimat. Beda dengan orang yang berani dibacok baik itu menggunakan jimat atau tidak menggunakan jimat berarti perbuatannya tidak syirik. karena dia lebih mengandalkan Allah dari pada jimat.

 

Mencintai Allah menyebabkan semakin cinta kepada dunia

Saya mencintai Allah tidak sebatas dzat nya saja tapi saya mencintai Allah sampai kepada perbuatan-Nya. Jika Beliau menciptakan dunia ini maka cinta saya juga pada dunia, seperti para pecinta rasul yang tidak hanya mencintai Rasulullah tapi juga mencintai keturunannya. Bagaimana mungkin cinta kepada Allah tapi membenci ciptaannya. Bagaimana mungkin mencinta Allah tapi anti pati dengan ciptannya termasuk dunia ini. Sang tidak mungkin …. Justru sebaliknya semakin cinta kepada Allah maka kita akan semakin cinta kepada dunia.

Tapi jangan hal ini jangan dibalik , kita cinta dunia pasti cinta Allah, ini jelas tidak mungkin. jadi seharusnya yang kita cintai adalah Allah dulu nanti cinta dunia akan tumbuh.

sekarang ini orang belajar tasawuf terjadi kesimpang siuran yang menyebabkan orang yang belajar tasawuf hidupnya di dunia “tidak sukses” sebab ada paradigma yang salah dalam memahami masalah dunia ini. Kalau sudah cintai Allah maka meninggalkan duniawi tidak mau dengan hal hal yang bersifat duniawi, saya kira ini kurang tepat sebab seperti yang saya uraikan di depan jika kita benar dalam mencintai Allah maka justru kita akan semakin cinta kepada dunia.

Duniawi bukanlah sesuatu yang jelek atau buruk, justru duniawi ini sebagai sarana untuk bersyukur kepada Allah, Puncak dari bermakrifat dan mencintai Allah adalah  rasa syukur kepada Allah, rasa syukur ini berarti tidak lagi disibukkan dengan kekurangan duniawi. Secara umum orang yang kekurangan duniawi akan cenderung mengeluh dan berpikir bagaimana untuk bisa hidup tapi orang yang berlebih harta atau kecukupan duniawinya akan lebih mudah bersyukur. Rasulullah kenapa bisa bebas dalam memperjuangkan Islam karena beliau sudah bisa mencapai keadaan ekonomi yang mapan, beliau usia 30an sudah mendapatkan pasif income dari usaha yang sudah Beliau rintis sejak beliau masih beliau. Apa yang beliau pakai (terlihat dari peninggalan harta beliau yang masih tersimpan) menunjukkan bahwa barang barang beliau termasuk barang mewah, ini menunjukkan bahwa beliau adalah orang yang kaya raya pada masa itu.

Tidak sulit untuk menjadi orang yang sukses di dunia, mudah saja. Selama ini kita menganggap bahwa harta di dunia itu nasib itu sudah di gariskan Allah… ya memang benar kalau itu sudah kita terima tapi kalau belum kita terima belum takdir, berarti kita masih diberi kesempatan seluas luasnya untuk mendapatkan harta yang berlimpah. mencari harta lebih mudah dari pada bermakrifat kepada Allah. Kemudahan mencari duniawi ini bisa dengan mudah kita dapatkan jika kita sudah mencintai Allah lebih dari cinta segalanya nanti harta dengan mudah kita dapatkan.

syarat untuk kaya itu sangat mudah pakai al quran. tapi jangan menggunakan ayat quran untuk dibaca baca, dijadikan mantra mantra itu syirik. jalankan saja ayat quran yang akan saya sebutkan pasti dan pasti nanti rejeki akan datang. mau tahu ayat tersebut ?

tapi maaf ini rahasia kalau semua orang tahu isi ayat ini nanti semua akan kaya raya … nanti repot juga siapa yang akan menjadi pembantu, siapa yang akan menjadi bawahan…… siapa yang miskin…..

saya tidak akan membuka secara umum silahkan untuk gabung di group dzikir nafas di face book disitu nanti ayat yang saya maksud akan saya sebutkan.

Spiritual Journey With Dzikir Nafas

bagi anda yang sudah mempraktekan dzikir nafas dan sudah bisa memisahkan antara jasad dan jiwa (nafs) anda dapat melakukan perjalanan jiwa anda untuk memasuki alam spiritual lebih dalam. Perjalanan ini bukan astral traveling ataupun ngrogo sukmo ataupun out of body experience. Perjalanan spiritual ini merupakan perjalanan kita meunuju kepada Allah SWT.

Pertama yang harus anda lakukan adalah memisahkan diri anda dengan jasad

yang kedua adalah mengalihkan diri, dari jasad ke Jiwa

selanjutnya adalah melakukan kepasrahan diri mengikuti arah jiwa menuju kepada Allah. Pada tahap ini anda seperti naik kereta luncur mengikuti tanpa reserve. Hanya  pasrah dan merasakan apa yang terjadi. dalam suasana ini jika anda baru pertama kali mungkin anda akan merasa takut, itu wajar, yang perlu anda lakukan hanya berserah saja. JIka takut itu semakin kuat berarti memang anda belum siap untuk melakukan perjalanan.

Pada keadaan ini anda diperjalankan oleh Allah untuk hadir dihadapan Allah SWT. JIka pada suasana ini sampaikan kepada Allah …Subhanallah…. jangan malah bertanya ini apa, kok bisa begini, nanti bagaimana, kalau mati bagaimana…… rasanya memang menakutkan… tapi tetaplah berserah dan memuji Allah maha suci Allah karena kita telah diperjalankan menuju kepada Allah SWT.

baiklah semoga kita dituntun Allah untuk melakukan perjalanan spiritual.