Articles from January 2014

hati hati dengan para motivator yang menyesatkan akidah

Anda penggemar ceramah ceramah motivasi? jika ya berhati hatilah karena secara tidak sadar anda akan dibawa kepada kesesatan akidah. Apalagi jika motivator tersebut tidak muslim atau muslim tapi tidak jelas sholat apa tidak, haji apa tidak, sedekah atau tidak… jelas ini kriteria utama yang akan membawa kesesatan akidah, sebab tidak mungkin para motivator non islam tersebut akan membawa ketakwaaan.

Ciri yang lain adalah apakah motivator itu kapitalis artinya tujuan utama dari memotivasi adalah uang, kekayaan, harta, jabatan dan lainnya, ketika tujuan kita dibelokkan ke sini pasti kita akan tersesat. motivator motivator sangat berbahaya karena menanamkan sikap kapitalis dalam diri kita yang notebene sangat bertentangan dan ajaran islam. Islam bekerja bukan untuk mencari uang tapi sekedar memenuhi apa yang diperintahkan Allah.

ciri lainnya lagi para motivator ini yang dibangkitkan adalah ke aku an nya , bukan kekuatan Allah. Misalnnya dengan sloga “aku bisa……bisa … bisa…..” jelas ini menyesatkan akidah dimana seharusnya Allah tidak di duakan dengan ke aku an kita tapi oleh motivator ini kita dijadikan sekutu dari Allah SWT, NAudzu billah. misalnya lagi adalah membangkitkan percaya diri, bukan percaya kepada Allah. banyak sekali motivator yang menyarankan  untuk percaya diri dengan berbagai trainingnya. Mungkin kita tidak sadar tentang hal ini, sehingga selama ini kita percaya pada kekuatan Allah dan percaya kepada diri sendiri (bukan Allah). terjadinya dualisme “percaya” ini tentunya akan membuat akidah kita sesat sebab yang namanya Allah jelas Beliau tidak mau di duakan, laa ilaha ilallah.

mulai sekarang berhati hatilah dengan metode motivator seperti yang saya uraikan diatas. murnikan akidah kita dengan hanya percaya kepada Allah bukan kepada yang lain termasuk kepada diri kita sendiri. Hanya Allahlah yang bisa membuat kita sukses bukan aku, hanya Allahlah yang bisa membuat kita kaya bukan aku, hanya Allahlah yang membuat kita bahagia bukan aku.

Dzikir Nafas jangan jalan ditempat

ketika anda menjalankan dzikir nafas maka lakukanlah perjalanan spiritual dimana jiwa anda bergerak mendekat kepada Allah SWT. Perjalanan mendekat ketika anda mengambil nafas dan perjalanan berserah ketika anda mengeluarkan nafas. Ketika anda melakukan dua hal ini dalam nafas anda maka anda tidak akan terasa dibawa kepada alam yang berbeda dengan keadaan alam yang sekarang anda rasakan dan pikirkan. Itulah dzikir nafas yang benar. Dzikir nafas bukan sekedar Huu Allah Huu Allah namun lebih dalam dan labih dalam masuk ke alam spiritual yaitu alam ke Tuhanan. STOP…. anda tidak perlu mengandai andai seprti apa alam keTuhanan itu. Jalankan saja perjalanannya. apalagi anda yang tidak menjalankan tidak perlu melanjutkan uraian artikel saya ini.

Dalam perjalanan spiritual dengan dzikir nafas jiwa anda akan terarah dan terfokus kepada satu hal yaitu Allah SWT. bagaimana cara mendekati Allah tidak ada cara yang lain kecuali hanya berserah kepada Allah. Semakin anda kuat dalam berserah maka semakin dekat anda kepada Allah SWT. Tentunya kedekatan dengan Allah dalam berserah ini ada suatu keadaan. Sekali lagi anda akan merasakan sendiri jika anda melakukan.

Dzikir Nafas bukan istirahat , Dzikir nafas mengajak kita untuk berjalan dan berjalan mendekat dan berserah kepada Allah. Satu jam anda menjalankan dzikir nafas maka satu jam pula anda melakukan perjalanan menuju kepada Allah.

Menyelaraskan Pekerjaan dengan ibadah

bagi yang mendalami ilmu tasawuf tidak jarang yang gundah dengan masalah duniawi, seringkali konflik internal terjadi antara bekerja mencari uang dengan ibadah. Dua hal ini menjadi seperti dua kutub yang berlawanan. yang satu duniawi dan yang satu akhirati. Jika masalah ini tidak mendapatkan titik temu maka akan terjadi konflik internal dan jika berlanjut akan terjadi stress. Yang biasanya, pada akhirnya dia  tidak mau bekerja lagi.

banyak sekali ajaran ajara tasawuf yang menyarankan untuk meninggalkan duniawi, dan memperbanyak amal akhirati. sehingga ini banyak menyesatkan pikiran orang dengan menganggap bahwa duniawi adalah hina. dan akhirnya dia tidak mau lagi bersungguh sungguh dalam bekerja. saya juga sering mendengar pengajian di kampung kampung tentang hinanya dunia ini dimana kita perlu meninggalkannya dengan tidak bekerja.

Menurut saya jelas tidak mungkin islam ini menyuruh umatnya untuk meninggalkan duniawi sedangkan dia masih hidup di dunia. Kecuali kalau sudah tidak hidup di dunia lagi. Selama kita hidup di dunia pasti kita punya kewajiban untuk mencari dunia. Untuk itu kita harus menemukan titik temu antara dunia dan akhirat ini. Sehingga apa yang kita perbuat dapat menjadi amal akhirat kita. Titik temu ini harus di dapatkan, yang ditandai dengan kebahagiaan ketika bekerja, semangat dalam bekerja dan merasakan bahagia karena pekerjaannya adalah ibadah.

Teknik untuk menyelaraskan ini terletak pada keihlasan kita menjalankan pekerjaan kita karena Allah. Ketika titip temu yaitu ihlas karena Allah maka bekerjalah siang dan malam pahalanya akan sama dengan orang yang sholat siang dan malam, wirid siang dan malam. Sebab dalam keihlasan ini mengandung suatu makna ibadah yang diterima Allah.

teknik selanjutnya adalah menganggap bahwa pekerjaan adalah perintah dari Allah SWT. kalau saya mengajar atau menulis di blog ini lalu mendapatkan uang, maka yang menjadi tujuan saya bukanlah uang namun mengajar atau menulis di blog ini adalah perintah Allah SWT. Perintah Allah ini tentunya ibadah, atau bahkan lebih tinggi status dari pada ibadah, karena kemanfaatannya bukan untuk diri saya sendiri tapi juga untuk orang lain.

Teknik selanjutnya adalah anda tinggal menjalankan apa apa yang menjadi perintah Allah tanpa banyak berpikir. Menulis ya menulis, mengajar ya mengajar, merawat pasien ya merawat pasien, tidak perlu banyak berpikir. lakukan dan lakukan saja. Menjalankan dengan berpikir lebih cerdas menjalankan, orang yang spiritual quotient tinggi cenderung menjalankan apa apa yang sudah diyakini benar, orang seperti ini lebih cerdas dengan orang yang berfikir tanpa melakujkan apa apa, sudah yakin dengan sesuatu pekerjaan tapi terus saja dia pikirkan.

JIka resep saya ini dijalankan dengan benar maka rejeki itu akan datang kepada kita. Sebab barang siapa yang bekerja dunia untuk akhiratnya maka dunia akan mengejarnya. jadi jadikan pekerjaan kita sebagai ibadah sampai hati kita merasa KLIK. ya pekerjaan saya adalah ibadah saya.

_________________________________________________________________________

jika artikel ini bermanfaat .. sebarkan artikel ini atau donasi ke yayasan Solo Spirit Islam