Articles from January 2014

Shalawat Ibrahimiah dalam bacaan tahiyat sholat

belajar dzikir nafas mempermudah kita untuk mengamalkan amal ibadah yang di bawa oleh rasululllah SAW. oleh karena itu kesambungan jiwa kita dengan rasulullah sangat penting. Kesambungan ini akan membawa kita secara kejiwaan untuk selalu berada pada jalur apa apa yang di perintah kan oleh rasulullah SAW. oleh karena itu bacaan shalawat yang kita baca dalam setiap shalat harus dapat menyambungkan diri kita dengan jiwa Rasulullah SAW. Kesambungan ketika beshalawat ini ketika sholat juga membawa kesambungan kepada Nabi Ibrahim AS Kita paham bahwa Nabi Ibrahim adalah ayahnya Para Nabi, karena dari beliaulah jallur kenabian ada.

Saran ini saya dapatkan dari guru Saya Ustad Muhammad Muin pada saat pangajian al khusyu fii sholat di rumah beliau, setelah selesai Beliau memberikan wejangan kepada saya tentang shalawat ibrahimiah. Untuk itu siapapun yang belajar dzikir nafas melalui saya untuk memperbanyak shalawat, terutama shalawat yang kita baca ketika sholat harus dibaca dengan sungguh sungguh dan menyambungkan diri kita dengan rasulullah. Semakin kuat kesambungan kita dengan Rasulullah melalui shalawat maka jiwa kita akan semakin mudah untuk mengikuti apa apa yang diperintahkan oleh rasulullah dan kita akan semakin mudah untuk mempelajari makrifat

JIka memungkin bacalah shalawat ibrahimiah persisi dalam bacaan tahiyat hingga akhir bacaan “innaka hamidum majid..”minimal 11 kali di luar sholat.

Kurikulum Halaqoh sholat khusyu bab Tumakninah

Pada bab Tumakninah ini yang terpenting adalah mengajarkan tentang bagaimana posisi sholat, bergeraknya sholat dan bacaan sholat. Ketiganya harus dilakukan dalam keadaan tenang dan relaks. Ketika posisi berdiri harus benar benar dilakukan dengan seimbang dan relaks serta berdiri lama, setiap posisi harus di latihkan minimal 15 menit. Jadi berdiri 15 menit, rukuk 15 menit dan poisis yang lainnya. Satu pertemua halaqoh bisa dilakukan untuk satu posisi sholat misalnya hanya berdiri saja. kalau waktunya masih bisa dilakukan berulang ulang di sela sela latihan diisi dengan evaluasi. trainer harus bisa membuat peserta lebih bisa merasakan bagaimana berdiri yang benar dan merasakan benar benar bahwa berdiri sholat dapat membuat merasa berhadapan dengan Allah.

ini baru berdiri sholat , kalau rukuk, sujud dan duduk iftirasy berarti latihan ini bisa dilakukan 4 kali pertemuan. belum nanti bagaimana gerakan takbir, gerakan dari berdiri ke rukuk dan seterusnya itu dapat dilatih secara khusus, dalam satu ppertemuan. setelah gerakan nanti bacaan dari mulai bacaan takbir sampai salam …. jadi kira kira kurikulum halaqoh sholat khusyu ini bisa dilakukan 2 bulan (8 kali pertemuan).

 

antara mengambil nafas dan masuk nafas

pada pelajaran dzikir nafas 1 kita harus bisa membedakan antara mengambil nafas dengan masuknya nafas. Kalau mengambil nafas berarti kita masih menggunakan ego kita untuk bernafas namun jika masuk nafas berarti mengamati nafas yang sedang masuk atau keluar. kalimat dalam level 1 tentang mengambil nafas dan masuk nafas harus di cermati benar jangan sampai terjadi kerancuan antara keduanya.

selama ini mungkin pemahaman kita adalah mengambil nafas padahal sebenarnya kita hanya mengamati nafas yang masuk. coba perhatikan ketika kita tidur kita mengambil nafas atau nafas itu keluar masuk sendiri? pasti tidak mungkin kita tidur sambil mengambil nafas ataupun mengeluarkan nafas. kalau kita tidur sambil mengeluarkan nafas maka mestinya kita tidak bisa tidur karena harus mengambil dan mengeluarkan nafas secara sengaja.

 

dzikir nafas tidak mengarah pada nama tapi pemilik nama

Kalimat Huu dan kalimat Allah dalam dzikir nafas yang di lafazkan ketika masuk nafas dan keluar nafas tidak berhenti hanya pada lafaz yang notabene itu hanyalah “nama”. karena kalau hanya pada nama maka namanya syirik. karena nama bukanlah dzat Allah tp nama Allah. Baik Huu maupun Allah ktia arahkan jiwa kita kepada Allah sebagai Dzat bukan hanya nama. logikanya begini kalau saya memanggil si Fulan maka yang saya maksud bukanlah nama fulan tapi yag memiliki nama Fulan. Jelas berbeda antara nama fulan dan pemilik nama Fulan. ini merupakan pelajaran dzikir nafas level 2 dimana kita harus paham mana yang nama dan mana yang pemilik nama.
dalam surah Thaha: 14, innani Ana Allah laailaha illah Ana fa’budni, ayat ini jelas menyebutkan siapa arah kesadaran kita ketika beribadah yaitu bukan nama tapi Aku (Aku Allah) bukan nama Allah. bisa jadi kalau kita wiridan atau ibadah lainnya kalau menyebut Allah bukan mengarah kepada Aku Allah adalah syirik. sebab sekali lagi bahwa nama Allah bukanlah Allah.
level dua dzikir nafas harus membuat kita paham bahwa kesadaran jiwa kita harus pada yang memiliki nama. jika kesadaran kita benar dalam hal ini maka jiwa kita akan terlepas dari kesadaran jasad. artinya akan terlepas dari persepsi persepsi lagi.
tulisan ini saya tujukan juga untuk salah seorang Ustad terkenal yang menuduh bahwa dzikir nafas ini mengajarkan ajaran syirik karena fokus kepada Huu dan Allah yang disamakan dengan laku meditasi yang hanya fokus pada meditasi mantra. tuduhan itu menyebarlus dan memberikan citra jelek kepada cara dzikir nafas sebagai salah satu khasanah mendapat kesadaran ilahi. Mestinya Ustad besar tersebut mau mendengarkan penjelasan saya terlebih dahulu sebelum memberikan statemen yang salah tentang dzikir nafas bahwa dzikir nafas adalah sesat.

Jadilah sang Pencipta

harap baca sampai habis, jangan anda membaca berhenti karena ada pemahaman positif dari tulisan saya ini, jika tidak selesai kemungkinan anda akan menjadi bingung atau malah salah tafsir dari tulisan ini. Baik  saya akan menjelaskan sedikit yang saya ketahui kenapa kita harus menjadi Allah SWT. Untuk menjadi Allah SWT bukan seperti yang terjadi sekarang ini, orang melakukan dzikir orang mempelajari akhirnya dia secara jiwa terjebak dalam bersatu dengan Allah. Tulisan saya yang satu ini berbeda. Kalau yang lain lebih fokus kepada penyatuan dengan Allah kalau tulisan ini lebih fokus dengan akhlak kita sebagai hamba yang mengambil logika logika ketuhanan.

Ketika anda menjadi pencipta dan menciptakan alam semesta ini maka seharusnya apapun yang terjadi pada ciptaan itu pasti kita akan menerimanya. Kalau ada aturan yang datang dari Allah maka sebagai pencipta apa apa yang diciptakan pasti mengikuti dengan rela dan suka hati.

Orang yang belajar menuju ke Allah yang akhirnya berada pada penyatuan dengan Allah maka harus berani meninggalkan ego nya untuk beralih kepada Ego Ilahi sehhingga apa apa yang berjalan di muka bumi ini dia hadapi dengan senyuman dan rasa senang karena segala sesuatu yang terjadi adalah perbuatan yang membuat alam semesta.

orang yang mengaku makrifat tapi masih ada perbedaan jarak antara dirinya dengan keadaan semesta berarti belum makrifat. penyatuan yang benar atau bahkan masuk level berikutnya yaitu ke fana an seharusnya terimplikasi kedalam kehidupan sehari hari. Orang belajar tasawuf atau orang belajar makrifat tiidak sebatas pada praktek menunggaling kawula gusti atau fana Fillah tapi harus terwujud dalam perbuatan. Dimana dia akan bisa menyatu juga dengan penderitaan dengan musibah dengan keberuntungan dengan kebahagiaan dan seterusnya.

jadilah sang pencipta berarti kita harus benar benar menghilangkan ego kita dan menerima segala sesuatu yang sudah dicipta, yang menciptakan adalah Allah SWT, yang berbuat adalah Allah SWT maka jadilah sang pencipta sebagai tahap Awal menghilangkan ego diri. Tahap penyatuan merupakan tahap pertama yang tidak boleh berhenti kepada tahap manunggal kita harus bersih untuk bisa menghilangkan ke aku an menuju fana fillah. jadi, menjadi sang pencipta adalah meniadakan diri kita sampai pada perbuatan dan sifat tidak hanya Dzat-nya saja.

demikian semoga kita yang berjalan meniadakan ego, meniadakan ananiyah, meniadakan ke aku an, diberikan rahmat Allah sehingga benar benar menemukan arti sebenarnya dari pada ber Tuhan.

kurikulum halaqoh sholat khusyu

halaqoh sholat khusyu agar bisa barlangsung lama dan bermakna bagi peserta harus mengandung unsur unsur dibawah ini

  1. materi yang jelas
  2. lebih banyak praktek dari pada ceramah
  3. memberikan makna atau rasa dalam setiap halaqoh
  4. Praktek yang di lakukan berdasarkan hadis rasulullah yang ada kemudian di brekadown ke dalam metode yang simple dan praktis

untuk itu perlu dibuat sebuah kurikulum yang jelas dan baku sehingga nantinya juga siapapun yang menjadi trainer halaqoh sholat khusyu akan dapat berjalan. Kendala selama ini adalah masalah trainer, ketergantungan terhadap 1 trainer menjadi penghambat dalam pembelajaran di halaqoh. Insya Allah kurikulum Halaqoh sholat ini akan saya susun sehingga memudahkan siapapun untuk menjadi trainer halaqoh.

saya melihat fenomena halaqoh sholat khusyu rata rata mengalami kejenuhan dan beberapa malah berhenti ini sungguh disayangkan. seharusnya halaqoh ini terus berjalan karena manfaat yang sangat banyak.

kurikulum yang jelas dan halaqoh ini juga nantinya akan memberikan suatu kepastian kepada peserta bahwa memang khusyu bisa dicapai tentunya dengan mengikuti seluruh program dengan hadir tiap minggunya. Bagi peserta yang bisa hadir tiap minggunya dan berminat untuk menjadi trainer bisa diberikan bekal khusus sehingga halaqoh sholat khusyu ini bisa menyebar kemana mana, setiap alumni diharapkan bisa membuka kelas di masjidnya masing masing. inilah pentingnya kurikulum.

kurikulum ini nantinya akan saya peruntukkan untuk orang umum, artinya siapapun bisa menggunakan tidak harus mengiikuti pelatihan sholat khusyu terlebih dahulu atau ikut organisasi sholat tertentu. Bebas saja siapa yang mau mengajarkan sholat khusyu melalui konsep halaqoh.

mohon doanya agar kurikulum ini bisa segera saya selesaikan.

logika bahagia

bahagia itu terletak di jiwa bukan di jasad. kalau orang mencari bahagia dengan bekerja keras untuk mendatangkan uang kemudian dia menyangka dia akan bahagia itu adalah suatu kesalahan. Sebab kerja dan uang tidak ada hubungannya dengan bahagia. Kerja dan uang adalah bagian dari aktivitas yang memang harus kita kerjakan sebagai fungsi kekhalifahan. bahagia itu sederhana “MENERIMA” apapun yang kita miliki, apapun yang kita makan, bahkan apapun yang kita derita apapun musibah yang ada bisa membuat kita bahagia.

sikap menerima merupakan cara praktis untuk mendapatkan bahagia, cara ini merupakan cara yang sudah di tentukan oleh Allah kepada ciptaannya. maka bagi kita pencari bahagia yang perlu kita kejar adalah rasa menerima terhadap apa yang sedang berjalan saat ini.

jika saat ini anda mengalami masalah yang bukan disebabkan diri anda maka terimalah masalah itu terimalah orang orang yang ada di sekitar itu dan terimalah akibat akibat dari masalah itu , dengan demikian maka anda akan merasakan bahagia yang sangat dalam. bahagia yang bagi orang lain menganggapnya “mustahil”.

jangan salah dalam mencari bahagia sebab salah mencari bahagia akan menyebabkan kita salah dalam melangkah. logika bahagia harus anda pegang bahwa yang benar adalah bahagia iitu bukan dari kerja dan uang tapi bahagia itu dari kita “menerima” keadaan. bahagia itu terletak pada hati bukan pada materi.

pelatihan sholat khusyu di kaliurang jogja

Pelatihan sholat khusyu di jogja di selenggarakan di kaliurang, pelatihan ini full day dan penyelenggara menggratiskan pada semua peserta. peserta tidak banyak sekitar 40an. Alhamudlillah peserta cukup antusias dalam mengikuti semua materi yang saya berikan dari mulai aktivasi IQ EQ SQ melalui sholat, aktivasi LAw of Attraction dalam iftirasy, mengenal diri, sampai sesi terakhir yaitu praktek….

seperti gambar yang saya diambil ketika peserta merasakan betapa nikmatnya deepening dengan sujud…. ketenangan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Ternyata memang sujud adalah keadaan yang paling dekat dengan Allah……

Allah tidak akan memberikan beban melebihi kemampuannnya

Hakikat masalah terletak di dalam diri kita bukan terletak di luar, misalnya kejadian kehilangan cicin nikah, bagi seorang yang kehilangan cicin nikah mungkin merupakan suatu bencana yang sangat luar biasa karena cicin nikah adalah prasasti dari peristiwa pernikahan yang dijalankan sekali dalam hidupnya, ketika hilang maka akan menjadikan keadaan stress yang amat sangat. Hal ini berbeda dengan orang yang kehilangan cicin kawin namun dari pernikahan yang kesekian kalinya, sehingga hilangpun bukan suatu masalah yang berat. Dari peristiwa tersebut kita dapat mengambil suatu contoh bahwa masalah itu bukan terletak pada hilangnya cicin kawin namun terletak pada berarti atau tidaknya cicin kawin tersebut dalam hidupnnnya.  jadi masalah ada pada diri sendiri sehingga jangan tertipu dengan kejadian diluar diri kita.

لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا اِلاَّ وُسْعَهَا

maka ketika kita punya masalah kita bisa merekayasa pikiran kita untuk menjadikan hal yang negatif menjadi positif sehingga kejadian di luar tersebut tidak menjadikan masalah bagi kita. salah satu model rekayasa pikiran adalah dengan khusnudzan kepada Allah. sikap khusnudzan dapat menjadikan emosi juga positif.

Firman Allah dalam surat al Baqoroh 286 ini juga merupakan cara untuk berpikir positif terhadap apa apa yang sedang kita alami. misalnya masalah ini berat maka kita akan menganggap bahwa masalah ini menjadi ringan. Ketika kita menganggap bahwa masalah kita ringan maka otomatis kita akan mudah dalam menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi tapi akan sebaliknya jika kita menganngap masalah kita besar maka masalah kita akan sulit untuk kita selesaikan. Jika kita punya masalah yang besar maka yakin lah kepada Allah bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan diatas kemampuan hambanya, jadi memang kita ciptakan Allah sudah pasti kita bisa melalui masalah yang sedang kita hadapi.

ayat ini juga mengajarkan kita untuk selalu hidup optimis

seseorang dengan keyakinan yang kuat bahwa cobaan ini pasti bisa dilalui maka kita akan mudah untuk bisa melalui masalah tersebut. JIka kita yakin bahwa kita adalah ciptaan Allah maka kita akan yakin pula bahwa apa apa yang masalah yang kita hadapi akan mudah kita lalui. jadi hindari mengeluh dan gelisah.

jika Allah sudah menyampaikan hal seperti ini maka kita juga jangan menjadikan diri kita lemah tak berdaya kita harus meyakini bahwa kita mampu.

Yayasan Solo Spirit Islam sudah mendapat SK legal dari KEMENHUKHAM

Surat Keputusan ini nantinya menjadikan kegiatn kegiatan yayasan solo spirit islam lebih dinamis dan lebih bisa dipertanggungjawabkan.

KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAL ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA 

NOMOR: AHU-8292.AH.01.04.Tahun 2013

Berdasarkan surat permohonan dari Notaris Hargiyanto, SH, Nomor 090/NOT/XII/2013

Rencana rencana kedepan sudah kami siapkan terutama kegiatan dakwah dan kegiatan sosial serta pendidikan.

kegiatan dakwa yang rencana akan diselenggarakan antara lain :

1. terbitnya buletin mingguan, buleting ini kami beri judul KAFE SPIRITUAL, berisi tentang pencerahan pencerahan spiritual dan diskusi tanya jawab. Buletin ini tersedia kolom sponsor untuk biaya penerbitan dan biaya cetak, karena memang buletin ini akan di gratiskan untuk di masjid masjid dan sekolah atau lembaga yang sesuai dengan buletin ini.

2. rencana pembuatan sekolah anak alam spiritual yang saat ini baru sedang dalam taraf pembuatan lokasi, sudah ada tanah 420 meter persegi ada satu bangunan gazebo dan satu bangunan yang masih dalam taraf pengerjaan. rencana sekolah anak alam spiritual ini bergerak dalam bidang pendidikan yang mengedapankan kekuatan spiritual sebagai landasan untuk sukses masa depan. Sarana dan prasarana sekolah ini masih sangat memerlukan partisipasi Bapak Ibu.

3, Penyantunan anak yatim kurang mampu untuk melanjutkan studi umum atau di pondok pesantren. saat ini sudah ada dua anak yang kita support dana agar bisa melanjutkan kuliah. satu masih duduk di tsanawiyah Ponpes Al Muayyad, sedangkan yang satunya sudah Aliyah dan mengambil program tahfidz. rencana santunan dan bantuan beasiswa ini akan terus kami lakukan dan tingkatkan jumlah pendanaannya untuk itu sekali lagi jika ada kelonggaran harta bisa bekerja sama dengan yayasan solo spirit islam untuk bisa lebih mensejahterakan anak yatim.

4. Training gratis untuk para ustad dan guru TPA, Pemahaman Ustad  dan ustad TPA tentang sholat khusyu dan dzikir nafas perlu untuk di berikan terutama dari sudut psikologi, sehingga Para Ustad dapat memberikan  pengetathuannya dan dapat melatih sholat yang khusyu pada siswa dan santrinya. Training ini lebih pada sharing ilmu training bukan pada materi khusyu jadi lebih melatih para ustad untuk melatih para santrinya.