Articles from March 2014

Patrap merupakan model character building

Belajar patrap sama saja dengan belajar berakhlak, atau belajar menjadi lebih berakhlak terutama berakhlak kepada Allah. Tentunya  jika kita berakhlak kepada Allah pasti berakhlak kepada manusia dan alam semesta. Tidak mungkin kita berakhlak kepada pencipta lalu kepada yang diciptakanNya tidak berakhlak.

dalam patrap gerak, patrap gerak rasa, dan patrap diam , semua membawa kepada sikap berakhlak kepada Allah. Akhlak seorang hamba kepada Tuhan-Nya.

uniknya belajar patrap adalah, Patrap memberikan pelatihan secara langsung, misalnya bagaimana seorang hamba harus pasrah total kepada Penciptanya, maka dengan patrap gerak ini murid dipaksa untuk pasrah total, jika tidak pasrah maka tidak akan muncul gerak.

Siapa yang tidak ingin menjadi hamba yang berserah, siapa yang tidak ingin menjadi hamba yang memiliki keyakinan kuat kepada Allah, Semua pasti ingin. Dan di patrap anda akan mendapatkan semuanya.

 

 

Meluruskan pemahaman Ajaran Patrap

Ajaran patrap bukanlah ajaran muter muter, atau melakukan gerakan yang tidak teratur…. inti ajaran patrap adalah bagaimana kita bisa sambung ke Allah kemudian bersikap sopan dan santun (khusyu dan khudu) dihadapan Allah. Sikap sopan dan santun ini tidak hanya ketika berlaith saja namun dalam kehidupan sehari hari. Sesepuh Patrap bapak Haji Samet Utomo selama saya mengamati dalam kebersamaan dengan Beliau, beliau selalu menjaga sikap BerkeTuhanan. Misalnya ketika beliau Tidur … Pernah beliau Tidur di Rumah saya yang bantalnya berada timur sehingga kaki beliau mengarah ke kiblat, Beliaupun memindahkan bantalnya di barat sehingga kaki beliau berada timur. Sehingga tidur beliau tidak mengarahkan kaki beliau ke barat (kiblat). itu adalah contoh sederhana dari beliau, tentunya belum lagi sikap sikap lainnya seperti misalnya dalam tidur selama saya mengamati beliau berpakaian rapi, rambutpun disisir dengan rapi.

 

Jadi kalau ada yang mengatakan patrap adalah kegiatan muter muter jelas itu adalah anggapan yang salah. Saya memahami patrap adalah ajaran ber adab kepada Allah SWT. Satu ajaran yang selalu saya ingat dari guru saya adalah sebagai patrapis pantang untuk mengeluh apalagi protes kepada Allah. Misalnya, Kenapa nasib saya tidak baik, kenapa Allah selalu memberikan ujian kepada saya…..

 

Patrapis (orang yang belajar patrap) mendapat didikan ketat untuk selalu mengikuti dan menyadari Allah, didikan patrap itu ada di  patrap gerak. Di  dalam patrap gerak seorang murid (yang belajar patrap) harus merelakan dirinya memasrahkan dirinya di dihadapan Allah.  ketika seorang belajar patrap gerak dimana Allah membuat tubuhnya berputar seperti thawaf dengan kecepatan yang sangat cepat pada saat itu ada dua plihan melawan Allah atau mengikuti Allah? dalam patrap seorang murid harus dan wajib mengikuti gerakan thawaf yang sangat cepat tersebut. Pelajaran mengikuti gerak ini menjadi pelajaran penting agar murid bisa menerima semua ketentuan dan kehendak Allah tanpa banyak tanya, mengeluh apalagi protes apalagi melawan.

 

Sekali lagi fokus ajaran patrap tidak terletak pada patrap geraknya karena itu hanya sebagian dari cara menyadari dan mengikuti kehendak Allah saja, patrap yang terpenting adalah bagaimana kita bersikap kepada Allalh, bersikap dengan adab dengan benar. semoga tulisan singkat ini dapat meluruskan nniat kita dalam belajar patrap, dan meluruskan pandangan yang salah terhadap patrap.

alfatihah untuk guru kita Bapak haji Slamet Utomo ….

Efek Kesadaran Tentang Allah Bukanlah Sesuatu (Syaiun)

ketika kita menggunanakan kesadaran kita ke Allah yang tiidak bisa disamakan dengan apapun maka ada efek yang ditimbulkan, yaitu efek pikiran kosong. Pikirann kosong ini menjadikan lebih tenang. Banyak orang yang berteori tentang mengosongkan pikuran tapi dengan usaha pikiran juga ya jelas usaha ini akan sia sia, bahkan usaha mengosongkan pikiran dengan pikiran akan menambah kuantitas yang kita pikir. Memaksa pikiran untuk kosong adalah pekerjaan berat bagi pikiran, yang ditunjukkan dengan semakin mengosongkan pikiran maka isi pikiran akan semakin kuat dan semakin kuat. Nah cara yang paling praktis adalah menggunakan kesadaran yaitu kesadaran Allah yang bukan sesuatu, akan berdampak pada kosongnya pikiran.

Kesadaran terhadap Allah yang bukan sesuatu ini memang kesadaran tinggi, artinya anda harus benar benar berlatih menggunakan kesadaran anda. Metode saya tentang dzikir nafas bisa menjadi laithan yang intensif untuk masuk dalam kesadaran yang kosong.

kosongnnya pikiran ini banyak di cari oleh orang orang sufi, pencari spiritual, dan yang benar benar belajar makrifat. Keadaan kesadaran Allah yang bukan sesuatu yang berdampak pada pikiran kosong sebenarnya adalah pintunya makkrifat. Dari pintu inilah awal pelajaran pelajaran pengenalan Tuhan akan mengalir, artinya Allah SWT sendirilah yang akan mengajarkan tentang Dirinya.

Kosong pikiran bukanlah tujuan karena kosong pikiran hanya sebagai alat saja, yang terpenting adalah pengajaran dari Allah SWT dari waktu ke waktu. Maka sangat jelas bahwa menyadari Allah yang bukan sesuatu ini menjadi “ilmu wajib” bagi siapapun yang belajar makrifat, belajar mengenal Allah.

Pengajaran Allah pada level makrifat memang tidak untuk diperdebatkan, jika diperdebatkan akan semakin membuat ilmu makrifat menjadi bahan cerita bahkan kalau saya menjadi sesuatu yang tidak pantas untuk disampaikan. Pengajaran Allah adalah bersifat pribadi antara hamba dengan Tuhannya, sehingga menjadi hal yang kurang sopanlah kalau pengajaran khusus ini disampaikan kepada yang belum sampai, karena pasti akan menimbulkan konflik, kebingungan dan mugnkin rasa iri dari yang mendengarnya. Kalau ingin ya belajarlah untuk menyadari Allah yang bukan sesuatu. Dengan berada pada keadaan ini maka nanti akan mendapatkan pengajaran langsung dari Allah juga. Pengajaran Allah ini seperti rizki harta artinya tidak bisa kita banding bandingkan dengan orang lain, berapapun yang diterima kita syukuri. Dan yang pasti tidak di pamer pamerkan karena akan menimbulkan keirian.

Saran saya belajarlah dan praktekan dzikir nafas dengan sungguh sungguh insya Allah nanti akan menemukan keadaan kesadaran Allah yang bukan sesuatu (laa kamitslihi syaiun)