Articles from July 2014

makna idul fitri

idul itu artinya kembali dan fitri itu artinya suci, itulah arti yang sebenarnya. jadi kita kembali kepada kesejatian kita sebagai manusia yang sudah dididik Allah dalam bulan ramadhan. Ketika kita berada pada keadaan yang fitri maka kita berada pada keadaan seperti bayi atau berada pada keadaan dimana kita “ada tanpa ego”, ada tanpa kepemilikan, sekarang kalau kita pikir bagaimana keadaan tanpa ego ini kemudian kita berperilaku “merayakan kemenangan”, “berhura hura dengan berlimpah makanan” bersuka cita berlebihan dengan berbagai macam petasan… dan masih banyak perilaku yang sebenarnya itu tidak mencerminkan keadaan yang “fitri” yang sudah kita peroleh dalam bulan ramadhan.

Idul fitri bukanlah hari raya kemenangan, idul fitri adalah hari raya dimana kita berada pada keadaan yang muthmainah tenang, Keadaan ini diatasnya senang-senang, coba kita pikir masak ibadah selama sebulan di bulan ramadhan ditutup dengan hura hura … makan lagi sepuasnya .. ini merupakan kegiatan ironi dari makna idul fitri itu sendiri.

 

antara takbiran dan idul fitri dan memaafkan

Idul fitri artinya kembali kepada yg fitri, kembali kepada yg suci, sucinya manusia artinya tidak egois, persis ketika kita bayi, memiliki diri tapi tidak egois. Ketika kita berada pada wilayah diri tanpa ego ini maka yang ada adalah kebesaran Allah … Allahu akbar Allahu akbar …. ditambah lagi dengan saling memaafkan karena memang tidak ada lagi yang salah… ketika ego tiada yang ada adalah diri maka disitu tidak ada salah.. maka wilayah ego nol ini memberikan suatu kekuatan memaafkan …..ego nol memberikan ke unlimited an pemaafan bagi diri maupun orang lain.

SELAMAT HARI RAYA FITRI DAN MAAF ATAS SEMUANYA …

ADMIN

Setiyo Purwanto

Dzikir Nafas bisa bikin Jadzab

Resiko perbuatan berdasarkan Allah adalah kita dianggap GILA, Ya benar sekali gila, karena memang gila. Saya membagi gila ada dua macam gila spiritual dan gila karena SARNO (sarape keno; penyakit syaraf) . Saya akan menyampaikan sedikit tentang gila karena spiritual. JIka anda benar benar meleburkan diri dalam Tuhan (baca Rabb) maka akan terjadi perbuatan di luar nalar diluar pikir. Berbuat tidak dengan nalar tapi dengan kesadaran keTuhanan. Dulu pernah seorang yang sedang jadzab berdoa untuk kebaikan afganistan (saat itu amerika sedang gencar gencarnya menggempur afganistan) eh .. bukan doa kebaikan untuk afganistan namun malah berterika “hancurkan afganistan… hancurkan afganistan…” lha para jamaah pada heran … tapi tidak berani mengingatkan ulama tersebut dengan mendiamkannya. Namun benar saja apa yang diucapkan beliau keesokan harinya afganistan di bom hebat oleh amerika sehingga kelompok pro amerika menang. itu contoh kecil, jika kita benar benar lebur dalam alam keTuhanan maka hal yang terjadi sama, ide ide jadi aneh, berbeda dengan masyarakat umum….ketika di tegur dia akan mempertahankan pendapat anehnya itu …. karena memang dia sangat yakin akan kebenaran yang dia sampaikan.
Dalam Ber dzikir nafas anda harus siap siap untuk menjadi orang yang aneh … siap siap menjadi orang gila… ide ide anda akan berbeda dengan orang umum. Tapi ide ide ini bukan ide yang tidak berdasar anda merasakan suatu kebenaran yang tidak ditangkap oleh orang lain. Dan benar saja … selang beberapa waktu kedepan kejadian yang anda sampaikan dan terjadi seperti sebelumnya anda menyampaikan dengan banyak penentang.
Inilah yang sering disampaikan orang dengan Jadzab keadaan gila spiritual. jadilah orang aneh yang berpegang teguh pada Allah dan Rasulnya