Articles from August 2014

Perbedaan nafas dengan nafs dan nafsu …surat al a’raf 205

dalam surat al arof 205

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

makna nafsika bukan lah nafas atau keluar masuknya udara dalam paru paru kita. jadi ini tidak dapat dijadikan dasar tentang dzikir  nafas. Makna nafs dalam ayat tersebut adalah nafs yang berarti diri bukan nafas. Jadi kita berdzikir kepada Allah menggunakan nafs kita. nafs ini berbeda dengan jasad. nafs adalah diri yang bersifat abstrak yang memiliki kehendak tapi kalau jasad yang nyata melaksanakan apa apa yang dikehendaki oleh nafs.

lain lagi nafsu seringkali nafsu dikaitkan dengan hawa nafsu jadi kita harus paham perbedaan ini. jangan di samakan atau jangan dijadikan satu sehingga pengertian menjadi rancu. jadi kalau nafas yaitu berkaitan dengan jasad keluar masuknya udara dalam paru paru , sedangkan nafs adalah diri yang bisa bisa berupa lawwamah muthmainah atau amarah, nah kalau nafsu merupakan bentuk keinginan atau bahasa psikologinya merupakan dorongan biologis atau id

nah ini merupakan pengertian umum yang dikenal di masyarakat untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan kepada Ahli bahasa arab

Keadilan Allah tidak ada yang tahu

Apa yang ada pada Allah kita tidak tahu, kalau kita memujinya dengan ya rahman maka kita tidak tahu sebatas apa rahman nya Allah itu, kalau kita memujinya subhanallah maka kita tidak tahu sucinya Allah itu seperti apa sebesar apa atau setinggi apa. Demikian pula dengan maha adilnya Allah maka kita tidak tahu seberapa tingginya keadilan Allah itu, maka kita tidak bisa menebak nebak ketika terjadi ketidakadilan yang menurut kita pada Allah.

Banyak sekali yang menanyakan dan mempertanyakan bagaimana jika ada orang tidak mengenal islam sama sekali kemudian dia mati, apa dia masuk neraka ? pertanyaan ini mempertanyakan ketidakadilan Allah, sekarang bagaimana kita mau mempertanyakan keadilan Allah sedangkan kita saja tidak tahu seberapa tinggi keadilan Allah. Seperti halnya kita melihat seorang yang kaya raya tapi kita tidak tahu dimana kekayaannya, jumlahnya berapa ..kemudian kita melihat dia menggunakan becal lalu kita mempertanyakan “lah katanya kaya .. oh sebatas itu kekayaannya ..hanya naik becak …. ” itulah kira kira perumpamaan yang kita tujukan kepada Allah terhadap keadilannya.  Maka jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan bahwa bagaimana keadilan Allah ketika ada orang tidak mengenal islam sama sekali lalu meninggal.. ya kita tidak tahu bagaimana Allah memperlakukan dia. terserah Allah saja. Dengan jawaban seperti ini tentunya kita akan terhindar dari prasangka buruk kepada Allah yang memang kita sebenarnya tidak tahu.

untuk semua hal keadilan Allah berlaku, kita pun heran ketika ada wanita pelacur yang tidak sholat, tidak puasa dan tidak melakukan ibadah wajib lainnya tiba tiba masuk surga hanya gara gara memberi minum anjing… anda pasti akan bertanya “adilkah Allah” demikianlah Allah yang maha tahu atas segala yang terjadi pada manusia dan apapun Dia tahu mana yang ada nilai dan tidak ada nilai… banyak sekali contoh contoh hadis nabi yang kontradiktif dengan keadilan yang kita sangka. Misalnya hadis nabi, Tidurnya orang berilmu lebih baik dari 1000 rekaat shalatnya orang yang tidak berilmu. masak tidur pakai ilmu? masak 1000 rekaat tidak lebih dari tidur… padahal katanya sholat itu lebih dari baik tidur… maka dalam islam sesuatu yang kontradiktif yang disebabkan karena ketidaktahuan dan keterbatasan ilmu kita, sebaiknya kita terima saja dengan tetap menjaga sikap khusnudzan kepada Allah SWT.

semoga kita di jaga Allah dari sikap suudzan kepada Allah SWT.

perjalanan spiritual dzikir nafas

banyak yang mengeluhkan bahwa ketika dzikir nafas seringkali pikiran melayang kemana mana, solusimya adalah selama menjalankan dzikir nafas kita harus berjalan jangan berhenti, maka inilah yang saya maksud dengan perjalanan spiritual dzikir nafas dimana kita dzikir nafas ini benar benar menjadi orang salik yaiitu pejalan yang selalu mendekat kepada Allah. Ketika kita tidak berjalan menuju kepada Allah maka energi psikis kita akan berada pada pikiran dan pikiran pun akan mencari sesuatu yang bisa dipikirkan. Dengan terus berjalan menuju kepada Allah maka energi psikis kita akan tertuju pada kesadaran dan perjalanan.

jalankan dzikir nafas dengan sungguh sungguh karena kesungguhan ini akan menjadikan kita kuat berjalan menuju kepada Allah dan akan mencegah syetan masuk dalam alam kesadaran dan pikiran kita. jangan menggantungkan kepada yang lain anda harus bisa dengan anda sendiri sebab ini adalah wilayah kita, kesungguhan kita adalah wilayah kita sedangkan dibuka atau tidak itu wilayah Allah.

kita berjalan bersama istiqomah agar Allah membukakan jalan , semua harus kita awali dari perjalanan dengan perjalanan ini maka Allah akan membuka sedikit demi sedikit. jadi kuncinya adalah perjalanan. mari kita berjalan banyak debat jangan banyak mencela kalau kita belum mencapainya. biarkan orang mengalami pengalama spiritual dari perjalanannya jangan kita mecela bahwa itu halusinasi atau ilusi atau cap negatif lainnya, lebih baik kita fokus pada diri kita sendiri untuk berjalan menuju kepada Allah SWT.

selamat menempuh perjalanan semoga dibuka Hijab keTuhanan oleh Allah SWT. amin

faktor utama keberhasilan Dzikir Nafas

Dzikir nafas versi saya ini faktor keberhasilan utamanya ada pada anda sendiri. Semakin anda sungguh sungguh menjalankan dzikir nafas dan semakin ihlas anda mengamalkannya maka keberhasilan anda akan semakin besar. Keberhasilan anda sama sekali bukan karena saya sebagai penyampai dzikir nafasm, sama sekali tidak, karena saya sendiripun sedang belajar. Jadi setelah anda berniat belajar kemudian anda mempelajarinya ketika anda memulai praktek arahkan atau gantungkan diri anda kepada Allah SWT. Jangan lagi melihat manusia jangan lagi melihat siapapun atau apapun yang anda lihat ketika berlatih dzikir nafas hanya Allah dan Allah.

ini agak beda dengan guru guru dzikir lainnya yang bisa memberikan jaminan bahwa dengan talqin dzikirnya akan berjalan sendiri, kalau belajar dengan saya sangat beda, saya tidak memberikan jaminan pada anda, yang bisa memberikan jaminan keberhasilan adalah diri anda sendiri dan Allah SWT tentunya. saya hanya sebatas menyampaikan dan mengajarkan selanjutnya mari kita sama sama berjalan menuju kepada Allah SWT.

ikuti saja pelatihan pelatihan dan sharing sharing yang saya selenggarakan baik di WA atau di Facebook saya akan mengajarkan bagaimana ke Allah dengan benar. pelajaran ini sangat penting bagi yang belajar dzikir nafas kepada saya, bukan saya talqin atau saya baiat tapi saya ajarkan baik secara fisik maupun non fisiknya dimana hal ini bisa menjadi bekal anda untuk berjalan bersama menuju kepada Allah SWT.

Dikatakan berhasil dalam berdzikir nafas jika anda dalam keseharian sudah bisa berdzikir sambil apapun. sambil makan sambil mandi, sambil tidur … sehingga output dari berdzikir nafas ini sangat jelas anda akan merasa terang, tenang dan selalu memiliki jiwa yang positif.

Selama perjalanan anda menuju kepada Allah pastinya anda akan mengalami pengalaman pengalaman spiritual tidak perlu takut dan cemas biarkan saja, yang penting tidak mengalihkan kesadaran anda ke selain Allah SWT. Pengalaman spiritual ini bukan ukuran namun bisa menjadi suatu indikasi yang bisa anda lalui atau tidak anda lalui, yang anda alami atau tidak anda alami. jadi kalau anda mengalami alhamdulilah ambil pelajaranya jka anda tidak mengalaminya teruskan berlatih.

baik sekali lagi terus belajar dan berdoa kepada Allah SWT. bergantunglah kepada Allah jangan kepada mahluk, jangan bergantung kepada siapapun itu syehkah, mursyid kah atau siapapun. kecuali kalau anda belajar .. kalau sudah berjalan maka yang menjadi kesadaran anda tempat bersandar adalah hanya kepada Allah SWT.

 

bagaimana mungkin orang beriman tidak makrifat

Orang yang beriman tapi tidak makrifat sama saja dengan “mengaku beriman” dan pasti orang yang mengaku beriman ini akan mendapatkan ujian dari Allah dari sikap “mengaku”. Mengaku beriman berarti belum beriman, seperti halnya saya mengaku kaya berarti saya tidak kaya, mengaku pintar berarti tidak pintar. nah orang yang tidak beriman tapi tidak makrifat berarti baru mengaku beriman.

kalau orang yang beriman namun makrifat berarti dia sudah benar benar beriman. Artinya dia beriman dengan haqul yakin. seperti dalam syahadat bahwa kita menjadi saksi , yang namanya saksi pasti menyaksikan, pasti sudah menyaksikan. nah inilah beriman yang sebenarnya.

 

tertarik mengadakan training dzikir nafas silahkan email saya

Dzikir Nafas sudah menjadi kebutuhan bagi kita semua, hampir semua umat muslim menginginkan untuk bisa selalu berdzikir selalu mengingat Allah. tapi bagaimana dzikir yang baik bagaimana dzikir yang benar dan bagaimana dzikir yang dapat membuta kita always on, dengan dzikir nafas insya Allah semua akan terpenuhi. Untuk itu tentunya kita ingin belajar secara khusus sehingga bisa mendapatkan hasil maksimal. dan jika anda tertarik untuk belajar secara khusus dalam bentuk training atau pengajian atau privat sekalipun silahkan email saya di [email protected]

dengan mengadakan training di tempat anda maka anda akan mendapatkan pahala berlipat dari Allah karena turut memperjuangkan kalima tauhid yaitu kalimat Allah dan setiap dzikir yang dilakukan jamaah maka anda akan mendapat amal jariyah yang nilai pahalanya sama dengan pahala yang menjalankan.

semoga perjuangan kita di ridloi Allah . amin.

mau apa kita hidup

Allah sudah membuat seperti apa diri kita maka ikuti saja apa yang di kehendaki Allah dalam diri kita. Tidak ada manusia yang keluar dari kehendak dan keinginanNya. Kalau kita ingin hidup bahagia dan sukses maka kita harus bisa membaca “apa maunya Allah kepada kita” sehingga jawaban atas judul diatas “mau apa kita hidup” ya mau seperti apa yang di maui Allah SWT. Orang sukses adalah orang yang bisa memanfaatkan apa yang ada bukan mencari yang tidak ada. Bagaimana memanfaatkan kalau bahannya saja tidak ada. Kita ingin berdakwah agama islam tapi bekal agama kurang …tapi disisi lain kita berlebih harta … berarti dakwah kita menggunakan harta bukan menggunakan ilmu, sebaliknya seorang ustad yang punya ilmu namun rejekinya pas pasan ya maksimalkan ilmunya untuk berdakwah jangan menggunakan harta. Kalau kita masing masing ini paham maka kita akan sukses sesuai fasilitas yang diberikan Allah kepada kita. maka marilah kita baca hidup kita kira kira Allah ini memberikan fasilitas apa saja kepada kita dan mari kita maksimalkan apa yang sudah menjadi fasilitasNya. Fasilitas yang diberikan Allah merupakan tanda bahwa kita dikehendaki Allah seperti apa, jika kita banyak ilmu A maka Allah menghendaki kita untuk mengamalkan ilmu dan menyebarkan ilmu A ini….bagaimana ilmu A ini bisa bermanfaat bagi orang banyak…

baiklah… kalau kita kita ditanya mau apa kita hidup, kita ingin hidup bermanfaat sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah kepada kita. .

Menembus langit sap ke 7 ada di doa iftitah dalam shalat

Jika anda meriilkan langit maka jika ada di firman Allah mengenai langit terdiri 7 sap maka anda akan membayangkan seperti gedung bertingkat 7 yang setiap tingkat ada langit langit nya? apa ya seperti demikian? adakah memang kekuasaan Allah itu dibatasi oleh langit? saya yakin tidak juga, kekuasaan Allah atas alam semesta ini tidak akan dibatasi oleh apapun termasuk langit. Kekuasaan Allah tak terbatas lebih dari pada batasan batasan apapun termasuk langit bahkan sampai langit sap terakhir yaitu sap ke Tujuh.

Sekarang mampukah kita menembuh langit sap ke 7? Jelas bisa …. Rasulullah saja bisa…. kita sebagai umatnya seharusnya juga bisa. Ketika Rasulullah menerima wahyu Shalat maka beliau bisa menembus berbagai hijab hijab … kitapun di dalam shalat juga dipertemukan dengan Allah secara langsung yaitu “ku hadapkan wajahku kepada wajah Allah yang menguasai langit dan bumi” nah berarti jika ucapan ini benar maka kita bisa menembus langit sap ke 7. Kalau kita masih meyakini berada di sap ke 2 atau ke 3 atau ke 6 atau ke 7 maka berarti kita belum menghadapkan wajah kita kita kepada wajah yang menguasai alam semesta. Kita masih menghadap pada langit sap 2, 3 atau ke 6 atau ke 7…

baik agar kita paham yang dimaksud dengan langit sap ke 7 dan kenapa kita harus menembusnya, saya jelaskan sebagai berikut. ; Allah menggunakan kata langit ini sebanarnya bermakna kias, analogi ini digunakan agar kita mampu melampoi alam pemikiran tentang langit. Sebab tidak mungkin ada langit, pasti tidak ada. sebab kekuasaan Allah tak terbatas. nah penggunaan istilah langit hingga sap ke 7 ini memberikan pengertian bahwa pikiran kita dibatasi langit pertama.. kita tembus … lagi dengan bukan ini dan bukan itu… sampai langit sap ke 2 kita tembus lagi bukan ini dan bukan itu, kita tembus lagi sampai langit sap ke 3, antara langit sap ketiga dan keempat tetap saja kita mengatakan bukan ini dan bukan itu, artinya apa yang ada diantara langit sap ke 3 dan ke 4 bukan ini dan bukan itu.. karena yang kita cari memang bukan ini dan bukan itu sehingga kalau kita ketemu ini dan itu harus segara kita hilangkan dan kita harus berusaha masuk ke lapis berikutnya yaitu lapis ke 4 , antara lapis ke empat dan kelima kita juga mengatakan bukan ini dan bukan itu, kemudian lapis langit ke 5 , sekarang kita berada di lapis ke lima dan dan keenam, maka apa apa yang ada didalam lapis langit ini bukanlah yang kita cari, sebab masih ada lapis ke enam… kita pun menembus lapis ke enam itupun masih bukan yang kita cari sebab masih ada langit ke tujuh. nah kita pun berusaha menembus langit sap ketujuh.. di atas langit sap ketujuh ini sudah bukan alam lagi karena sudah tidak ada batas lagi… maka disinilah kita duduk bersimpuh di depan Allah. memuji dan bersujud. dalam keadaan ini maka sesungguhnya shalatku ibadahku hidup dan matiku untuk Allah. posisi inilah posisi seorang muslim sejati. wa ana minal muslimin

cara jadi “waliyullah”

Siapa yang tidak ingin menjadi waliyullah ? pasti kita semua ingin menjadi waliyullah, tapi bagaimana caranya, saya yakin banyak cara mungkin kalau anda tanya ke beberapa ulama atau kyai (terutama Kyai dari kalangan NU) maka jawabannya akan sangat banyak sekali, dan syarat nya juga lumayan berat. Nah saya punya cara agak beda, meski saya bukan kyai apalagi bukan juga dari kalangan NU … (canda…..) . Cara saya ini cukup praktis dan cukup mudah siapapun itu dapat mencoba dan mempraktekannya. Ingat … tidak ada yang tidak ingin menjadi waliyullah…. sebab apa, sebab fasilitas yang diberikan Allah untuk waliyullah ini sangat menggiurkan… lebih dari pada seorang presiden atau wakil rakyat di DPR yang bisa mendapatkan fasilitas macam macam dari negara.

baik cara yang akan saya sampaikan ini agak aneh tapi riil dan masuk akal, tidak ngoyo woro , tidak di awang awang. Caranya; kita posisikan diri kita menjadi wali, kita posisikan diri kita menjadi kekasih Allah, kita posisikan diri kita seolah olah kekasih Allah. Nah sekali lagi cara menjadi waliyullah ini adalah cara dalam persepsi kita terhadap diri kita sendiri. “posisi” wali yang saya maksud ini bukan berada pada fisik atau jasad tapi kesadaran. Jadi begini posisikan kesadaran kita seperti kesadaran para Waliyullah yang sesungguhnya yang sudah diangkat benar benar menjadi wali. Jangan menganggap diri wali secara jasad kalau jasad maka nanti anda berpenampilan seperti waliyullah tapi kesadaranya tidak wali…jangan.. anda nanti akan ditertawakan sekitar,,, kemana mana bawa tasbih, kemana mana pakai serban….. penampilan biasa saja tapi kesadaran posisikan diri menjadi seorang wali. Keadaan ini beda dengan “maqom wali” kalau maqom berarti Allah sudah mengangkat benar benar menjadi wali.. nah cara saya ini hanya sekedar “mengidentifikasi secara kesadaran” bagaimana menjadi seorang wali atau bahasa lainnya memodel /mencontoh kesadaran dari seorang wali. Sebab tidak ada seorang waliyullah yang kesadarannya lepas dari Allah. jadi cara saya ini lebih bagaimana caranya menjadi wali kita mulai dari diri kita mempersepsikan diri menjadi wali dengan jalan sadar sepenuhnya kepada Allahh SWT.

baik cara ini dapat anda praktekan melalui praktek DZIKIR NAFAS, dengan cara ini anda akan bisa selalu sadar Allah, kesadaran bukanlah berfikir, consiousness is not thinking… sadar bukanlah berfikir, berfikir juga bukan sadar. karena berfikir itu jasad yang terletak di otak sedangkan sadar adalah wilayah jiwa yang tidak bertempat.

baik mari kita praktekan terus kesadaran kita dan saya mohon doanya semoga saya bisa benar benar menjadi kekasih Allah (waliyullah) dan saya doakan bagi siapapun yang ber Dzikir untuk bisa menjadi waliyullah juga.

jadikan shalat sebagai mesin penarik uang

terserah mau komen apa, yang jelas kita hidup butuh uang, apalagi ibadah sangat butuh uang. Haji uang yang kita butuhkan tidak sedikit, sebentar lagi korban jelas kita sangat butuh uang harga sapi yang mencapai 16 juta rupiah perekor jelas bukan uang yang sedikit. Jika anda sering mengikuti pengjian ust Yusuf Mansyur jelas anda akan butuh uang yang tidak sedikit untuk bisa mengikuti apa yang beliau sampaikan yaitu mengenai sedekah. Baik karena kita butuh uang yang tidak sedikit maka saya sarankan untuk menjadi sholat sebagai mesin penarik uang. bagaiman caranya

caranya adalah dengan berdiri shalat, rukuk , itidal dan sujud, serta yang penting adalah iftirasy.

ketika anda berdiri maka sebenarnya anda berniat untuk terus beribadah memiliki umur panjang dan bisa melaksanakan semua perintah Allah SWT. INi sangat penting agar anda memiliki niat yang kuat, memiliki visi yang jelas dalam hidup, bagaimana Allah memberikan rejeki yang berlimpah kepada orang yang tidak memiliki visi? nah berdiri dengan tegak dan lurus, seolah anda siap untuk menerima rejeki berlimpah.

ketika anda rukuk sebenarnya anda menerima apapun keadaan anda, kalau anda guru ya anda akan patuh sebagai guru, kalau anda sopir becak ya anda patuh sebagai sopir becak dan lainnya. Ruku sangat penting sebagai daya penarik uang, dengan keadaan rukuk demikian maka sebenarnya kita tidak bergantung dengan usaha kita tapi kita bergantung kepada Allah. apapun usahanya itu hanya sebagai syarat hidup saja sebagai jalan kita berbuat baik dengan manusia yang diperintahkan Allah. kita tetap beryakinan bahwa Allahlah yang membagikan rejeki bukan karena pekerjaan kita. makanya kita harus menjalankan tugas hidup kita dengan baik agar Allah memberikan rejeki. Nah ini kita lakukan ketika kita rukuk.

kemudian ketika anda berdiri itidal maka anda bersyukur kepada Allah karen anda telah dijadikan hidup syukur anda wujudkan dengan mengakui bahwa Allah Dzat yang patut di puji. daya Syukur untuk bisa menarik uang sangat kuat, makanya itidal ini harus dilakukan dengan benar agar apa yang kita inginkan menjadi kenyataan agar uang yang kita inginkan bisa segera ada.

Kemudian anda sujud, sujud ini anda meniadakan kekuatan apapun yang anda miliki kalau anda guru hilangkan kepintaran kita, kalau kita pejabat hilangkan “ego” jabatan dan seterusnya sampai kita hilangkan siapa kita , kita hilangkan “purwanto” kita kita hilangkan ego kita hingga benar benar nol (aplikasi manfaat belajar dzikir nafas level 4). ini penting agar uang yang kita tarik bukan berasal dari ego kita tapi dari Ego Allah, sehingga memiliki kekuatan daya tarik yang lura biasa. Nah disinilah letak kunci pengalihan kekuatan daya magnit penarik uang. semakin kita menyerahkan kekuatan itu pada Allah maka semakin kuat daya penarik uang.

kemudian ketika duduk iftirasy, ketika anda membaca setiap doa maka sampaikan kepada Dzat yang “luar Biasa” tadi, limpahkan kekuatan pewujudan doa tadi keapda Allah, terutama untuk masalah uang adalah ketika anda berdoa warzuqnii, berilah hamba rejeki.

baik, beberapa tips diatas tentang shalat untuk penarik uang silahkan dijalankan agar rejeki anda lancar semua, anda bisa berhaji, anda bisa berkorban tahun ini, anda bisa berumrah, dan anda bisa menyantuni anak yatim. saran saya tetap ihlas dalam shalat agar apa yang saya tulis di atas dapat membuahkan hasil