Articles from January 2015

apa yang diucapkan merupakan cermin diri

kalau ada yang mengatakan bahwa tidak mungkin bisa khusyu, berarti yang mengatakan tidak pernah merasakan khusyu sama sekali. Ucapannya merupakan cerimanan dirinya. jadi kalau ada orang ngomong seperti itu hiraukan saja sebab ucapannya adalah untuk dirinya sendiri. Jika dia mengatakan bahwa shalat khusyu itu sulit maka ucapannya itu bukan untuk orang lain tapi untuk dirinya sendiri. Tidak peduli apakah yang mengatakan itu sekelas Ustad, Kyai , syeh atau lainnya

jika ada orang mengatakan bahwa tidak mungkin bisa berjumpa Allah maka ucapannya itupun untuk dirinya sendiri dan itu merupakan cerminan dirinya sendiri jadi jangan untuk diri kita, biarkan saja dirinya tiak pernah jumpa Allah.

baik intinya adalah apa yang diucapkan adalah gambaran dirinya sendiri. maka kita baca saja “iqro” apa apa yang muncul dari ucapan orang lain.

Pertemuan DNers Indonesia-Singapura di Solo

Insya Allah pada tanggal 28-30 januari akan ada pertemuan DNers (jamaah Dzikir Nafas) yang akan mengadaka pertemuan di solo. Agenda yang akan dilakukan selain belajar lebih dalam tentang DN juga belajar metode patrap yang dikenalkan pertama kali oleh Bapak Haji Slamet Utomo serta membahas kemajuan dakwah dzikir nafas di daerah.

untuk sementara peserta terbatas yaitu anggota group dzikir nafas di WA. Bagi pembaca dan jamaah DN yang mau ikut gabung silahkan request ke nomor WA saya di no 08156 77 222 99.

 

kegiatan DNers di Solo beberapa waktu lalu

zikir nafas

 

DSC02732

foto bersama setelah latihan dzikir nafas
foto bersama setelah latihan dzikir nafas
Peserta luar kota jakarta - madura
Peserta luar kota jakarta – madura

sholat menghasilkan vibrasi positif

apa yang kita lakukan ketika kita bertakbir? takbir yang mengawali shalat merupakan cara memasuki sumber energi yang menggerakkan seluruh alam semesta (perhatikan bacaannya Allahu Akbar ; Allah maha besar). Ketika pikiran kita mengarahkan sumber segala sumber maka berarti kita sudah mengkonekkan dengan kekuatan sumber.

Secara logika ketika shalat, efek energi ini akan memvibrasi tubuh kita. sangat tidak mungkin jika energi besar ini tidak memvibrasi tubuh kita. Vibrasi ini semakin lama akan semakin halus. Prinsipnya semakin halus vibrasinya maka akan semakin besar kekuatannya.

sama halnya dengan misalnya ketika kita kagum dengan seseorang maka ketika kita sebut orang itu dengan kalimat kebesarannya maka kita akan tervibrasi.