Training Dzikir “cara praktis mendawamkan selalu dzikir”

Dzikir dalam hati terutama dalam bantuk kesadaran merupakan perintah  Allah yang harus kita laksanakan.  banyak sekali quran dan contoh rasulullah yang memerintahkan kita untuk selalu berdzikir disetiap saat dan keadaan. Dzikir tidak hanya dalam keadaan ibadah shalat atau amalan dzikir yang sudah ditentukan tapi dzikir dalam bentuk kesadaran terhadap Allah juga harus kita lakukan. JIka kita bisa berdzikir diluar ibadah maka otomatis ibadah kita terutama sholat kita akan lebih khusyu. Sebab utama sholat kita tidak khusyu karena dalam keseharian kita tidak meyadari Allah bahwa Allah bersama kita ada di dekat kita.

training kali ini yang kita selenggarakan di batu pahat malaysia, kita akan belajar bersama bagaimana menjalankan perintah Allah untuk selalu berdzikir dengan metode One Dzikir One Nafas, artinya bagaimana dengan menggunakan nafas ini kita selalu dapat berdzikir kepada Allah SWT. Teori ini sederhana sekali dan mudah dilakukan kapanpun dan dimanapun. insya Allah dengan metode yang di kaji secara islam dan psikologi ini dapat menjadikan semua aktivitas kita dalam keadaan berdzikir kepada ALlah SWT.

baik untuk informasi selanjutnya silahkan hubungi di PN Fida melalui talian dan WhatsApp di no : +6019 724 5407

Training One Nafas One Dzikir

Training One Nafas One Dzikir

Kiat sukses dengan surat al insyiroh

 

sukses dengan surat al insyirah

 

baik kita bahas dari ayat ke ayat, yang pertama adalah Allah telah melapangkan dada kita, ayat ini adalah ayat pernyataan dari Allah. Ingat bahwa quran hanya untuk orang yang beriman maka ayat ini memberikan keharusan bagi kita untuk meyakini bahwa Allah telah membukakan dada atau melapangkan dada, keyakinan terhadap hal ini tidak mempedulikan apakah sekarang anda mengalami masalah atau tidak, kelapadnagan dada yang kita yakini akan membukakan pemikiran dan perasaan sehingga semua masalah yang sedang dihadapi akan nampak solusinya. semakin kita yakin bahwa Allah telah membukakan dada kita maka semakin Allah menunjukkan jalan terhadap masalah yang sedang kita hadapi.

ayat yang kedua : bahwa allah telah mengangkat beban kita, ini berarti juga kita harus meyakini bahwa Allah telah mengangkat apa apa yang menajdi beban hidup kita. dalam menghadapi masalah pasti kita “berpikir” bahwa kita punya beban, nah sekarang dengan tetap ada masalah kita harus berpikir bahwa Allah telah mengangkat beban tersebut. sehingga pikiran kita menjadi ringan. sama dengan ayat yang pertama bahwa semakin kita meyakini bahwa Allah telah mengambil beban hidup kita maka semakin ringan hidup kita dan semakin bahagia kita menjalani semua masalah yang sedang kita hadapi

baik ayat yang pertama dan yang kedua saya mengambil contoh “ada masalah” bagaimana jika tidak ada masalah, jika tidak ada maka kedua ayat ini dapat kita gunakan untuk melipatgandakan kesuksesan yang sudah kita dapat. pokoknya intinya adalah semakin dibukakan jalannya dan semakin  ringan apa apa yang kita hadapi maka kesuksesan akan semakin tinggi. Keadaan pikiran dan perasaan serta keyakinan ini jika kita memiliki anak buah harus ditanamkan kuat sehingga seluruh anak buah memiliki energi positif untuk selalu berkeyakinan bahwa Allah telah membukakan dan meringan beban tugas yang sedang dijalani .. dan tentunya ini akan membuat usaha tambah sukses dan lancar jaya.

ok saya  langsung ke ayat yang ke 4 karena ayat ketiga menguatkan ayat yang pertama dan kedua, Ayat yang keempat adalah peninggian derajat atas diri kita ketika kita sudah mampu berkeyakinan yang positif terhadap beban hidup dan segala masalah yang sudah dibukakan jalannya oleh Allah. Sebab salah satu bentuk sukses adalah nama kita jadi terkenal, nama kita jadi baik, nama kita juga disegani.. seperti Rasulullah yang orang menyebutnya dengan Al Amin itu artinya Rasulullahpun orang yang sukses dan terkenal.

luar biasa … pada ayat 5 menyebutkan setelah kesusahan ada kemudahan dan di ulang lagi pada ayat 6 setelah kesusahan ada kemudahan. ayat lima dan enam ini merupakan penguatan yang benar benar wajib kita yakini bahwa setiap ada kesusahan pasti ada kemudahan. jadi dari negatif menjadi positif. Ingat ayat ini menyebutkan dari negatif ke positif, dan tidak menyebutkan dari positif ke negatif. artinya tidak ada menyebutkan bahwa setelah kemudahan ada kesusahan. Jadi filosofi bahwa hidup seperti roda pedati yang kadang diatas kadang dibawah jelas bertentangan dengan ayat ini, atau hidup ini mulur mungkret jelas ini tidak sesuai dengan ayat ke 5 dan ke 6 bahwa tidak ada setelah diatas lalu dibawah yang ada adalah setelah dibawah akan ke atas. tidak ada hidup itu setelah mulur mungkret yang ada adalah setelah mungkret itu mulur. maka untuk sukses kita harus selalu meyakini bahwa Allah selalu memberikan kemudahan pada setiap kesulitan yang kita hadapi.

apa apa yang saya sampaikan disini suatu bentuk keyakinan positif bukan hanya pikiran positif atau perasaan positif, jadi sudah pada ranah keykainan yang positif yang kita tujukan kepada Allah SWT.

ayat yang ketuju : setalah menyelesaikan tugas yang satu kita segera selesaikan tugas berikutnya . ayat ini merupakan action setelah kita meyakini bahwa Allah memberikan segala kemudahan. level ini adalah level tindakan atau berbuat. jadi sebelum kita menyelesaikan setiap tugas kita harus meyakini bahwa sesuatu itu positif. kalau kita melakukan suatu tugas tapi tidak yakin bahwa Allah telah memberikan pertolongan maka kemungkinan sukses akan kecil. Tips sukses pada ayat ini adalah setelah yakin positif maka kita melakukan apa yang harus kita lakukan segera setelah tugas sebelumnya selesai.

ayat yang terakhir merupakan ending yang harus kita lakukan, karena awalnya kita mengandalkan Allah maka berikutnya kita harus kembalikan kepada Allah, jangan sampai pikiran kita tersesat setalah kita sukses , setelah kita melakukan sesuatu maka semua yang telah kita lakukan segera kembalikan kepada Allah terhadap apa apa yang telah kita lakukan .

baik surat al insyirah ini sangat inspiratif bagi saya untuk sukses dunia akhirat. kalau kita ingin selesai masalah kita entah itu hutang atau masalah lainnya maka segera pakai cara atau tips disurat al insyirah ini. semoga kita selalu berada di jalan-Nya Amiin.

Angker dan tidak angker

Angker kalau bahasa malaysia nya tempat keras, sering terjadi di beberapa tempat. Apalagi di Indonsia sangat banyak sekali tempat angker, rumah kosong setengah tahun saja sudah ditempati mahluk halus… mungkin juga saking padatnya perumahan mahluk halus sehingga kalau ada rumah kosong sebentar saja sudah kemasukan. Kenapa di Indonesia ini tempat angker sangat banyak, ya menurut saya itulah ciri masyarakat agraris, yang masih banyak pepohonan, hujan, penerangan kurang, pikirannya simpel dan agak malas kerja sehingga pikirannyapun mudah mengarah ke hal hal yang bersifat mistis. Coba kita hitung saja kira kira berapa jumlah spesies hantu di indonesia dan bandingkan dengan negara lain? jelas indonesia menempati rangking 1.

Angker dan tidak angker tergantung dari pikiran orang orang yang ada disekitarnya. laut selatan di pikir angker maka angker, setiap tahun keraton jogja menyelenggarakn acara larung yang katanya persembahan untuk ratu selatan… jelas sesuatu yang di pikirkan kemudian di percaya dan kemudian di lakukan dalambentuk sesaji pasti akan mewujud menjadi satu bentuk halusinasi. Lho berarti laut selatan itu dengan ratunya nyi roro kidul itu bo’ongan ya iyalah… jelas ratu kidul hanya muncul untuk yang mempercayai saja… kalau saya tidak percaya dan pasti saya tidak akn ditemui oleh nyi roro kidul. Persepsi angker membuat sesuatu menjadi angker, laut selatan dianggap angker maka menjadi angker.

angker dan tidak angker adalah anggapan saja, maka kalau rumah ada yang angker dan menurut anggapan orang angker maka segera renovasi rumah itu dengan penerangan yang berlebih dengan warna cat yang cerah kalau perlu dibuat ngaji sesering mungkin. Kalau disitu ada tuyul atau hantu lainnnya coba temui saja hantunya dengan baik baik tidak perlu membawa bawa dukun atau ustad atau kyai untuk mengusirnya. mengusir itu sama saja memasukkan keyakinan dalam pikiran kita. dan itu pasti akan kembali lagi dan kembali lagi. maka untuk menghilangkan coba temui saja dengan baik baik, kapan dia biasa keluar, kapan biasa dia muncul. Dengan menemui ini berarti kita berdamai dengan pikiran yang kita yakini. Biasanya kalau kita sengaja menemui dengan baik baik maka hantunya tidak akan keluar. kalaupun keluar betulan ya ajak ngomong baik baik, pakai model NLP pacing pacing leading. Dengan metode ini pasti dia tidak akan berani lagi datang. pokoknya ajak saja ngobrol dan jangan main usir , niat jahat itu akan menyebabkan kejahatan tetap bercokol.

jangan mau ditemui secara ghoib biarkan dia (si hantu) muncul kasat mata. jangan masuk ke wilayahnya yaitu wilayah ghoib, sudah pasti kita akan kalah kalau masuk ke wilayahnya, kalau misalnya dia hanya muncul dalam bentuk suara suara… coba ajak dia untuk keluar, katakan // kalau berani keluar wujud mu…. (dan saya yakin pasti tidak akan muncul).

lakukan hal tersebut berdua atau bertiga, jangan sendirian. karana kalau sendirian seringkali pikiran kita sudah merasa “kalah” yaitu merasa takut merasa ini dan itu. ajak saja 3 orang untuk menemui… dan pasti dia tiadk akan keluar karena memang sifat hantu ini memang sifat pengecut…. maunya keroyokan dan kita sendirian.

baik cara ini sekaligus menguji iman kita kepada Allah, kalau ngundang ustad atau kyai atau dukun itu sudah biasa …. sekarang apakah iman kita dapat mengalahkan iman kita kepada mahluk ghoib? jangan hanya mengatakan saya beriman … tapi coba tes keimanan tersebut untuk menghadapi mahluk Allah yang namanya hanti ini. semoga berhasil merubah rumah angker menjadi rumah tidak angker

Syarat Fana harus Dzikrullah

Dzikrullah adalah satu satu nya cara untuk memfanakan diri. Dzikrullah artinya adalah sadar Allah. Kalimat dzikir ini sudah mengharuskan kita untuk menggunakan kesadaran kita bukan pikiran kita. Dengan kesadaran yang terlatih dan terus menerus ini kita akan meningkat kesadaran kita. dari kesadaran fisik kepada kesadaran puncak yaitu kesadaran Ruh yang outputnya adalah fana.

kesadaran ini ketika kita arahkan kepada Allah SWT yang “tidak sama dengan apapun” akan menjadi sebuah kesadaran ruhani yang akan membawa kita kepada keadaan fana. jadi fana ini disebabkan oleh kesadaran terhadap yang “bukan apa apa”, terhadap Allah yang “tidak sama dengan apapun”.

maka untuk bisa fana dengan benar maka jalan satu satunya adalah dengan menggunakan kesadaran kita untuk kita arahkan kepada yang tidak sama dengan apa apa. tidak ada fana versi aliran kepercayaan, versi agama lain. kalau fana ya yang benar adalah islam. Kalau anda pernah mendengar orang budha bisa fana, orang yoga bisa fana atau aliran kepercayaan bisa fana juga maka jelas itu bukan fana seperti apa yang ada dalam islam.

 

Program Pelatihan dzikir nafas

Padepokan patrap surakarta
(waktu masih mencari “hari baik”)

Sabtu :
15.30 – 17.00 : Opening dan perkenalan dzikir nafas
17.00 – 19.30 : mandi, shalat, makan
19.30 – 21.00 : dzikir nafas level 1
21.00 – 23.00 : diskusi, konsultasi, santai
23.00 – 02.00 : istirahat dzikir tidur
Minggu :
02.00 – 04.00 : tahajud dan DN
04.00 – 05.00 : shalat subuh dan DN
05.00 – 06.00 : jalan pagi –olahraga sambil DN
06.00 – 08.00 : diskusi santai mandi dan makan pagi
08.00 – 10.00 : Dzikir Nafas level 2 dan praktek
10.00 – 10.15 : rehat snack
10.15 – 12.00 : Dzikir Nafas level 3 dan praktek
12.00 – 13.00 : shalat dan makan
13.00 – 14.00 : penutup

shalawat tanpa Allah “batal”

logika yang selama ini ada adalah ; kalau ingin ke Allah sebaiknya menggunakan shalawat, tentunya kalau ke Allah saja manggunakan shalawat berarti belum ke Allah. Nah logika ini harus nya dibalik “shalawat tanpa Allah batal”. Sekarang mari kita logika :

1. lihat bacaan shalawat pasti pertama kali kalimat yang muncul adalah kalimat Allah, yaitu Allahumma…… jadi jelas untuk bisa bershalawat dengan benar harus ke Allah dulu dan harus sampai ke Allah dulu, baru setelah itu sholli ala sayyidina Muhammad. Setelah Allah kemudian mendoakan Rasulullah

2. Logika yang kedua adalah, shalawat adalah Doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT untuk Rasulullah SAW. jadi kita harus jelas dulu kepada siapa kita minta? jelas kita minta kepada Allah bukan yang lain. Kita minta kepada Allah untuk salam dan rahmat kepada Rasulullah dan keluarganya. maka Allah menjadi point penting dalam hal bershawalat bukan di nomor duakan tapi Allah harus di nomorsatukan

hampir ahli shalawat melupakan Allah, kadang saking semangatnya shalawat lupa akan esensi shalwat itu sendiri. bahwa shalawat adalah doa yang kita panjatkan kepada Allah untuk rasulullah. Bahkan lebih ironisnya bershalawat fokusnya pada nyanyiannya atau dendangannya dengan diiringi musik. saking asiknya lupa akan Allah dan rasulnya.

Bershalawat sangat di anjurkan sebagai bentuk penghormatan kita kepada Rasulullah dan terimakasih kita kepada Beliau, namun caranya harus benar. jangan sampai shalawat membuat kita malah melupakan Allah SWT selama shalawat. Semua ibadah tanpa esensi akan batal. silahkan saja bershalawat namun tetap dalam rangkan mendoakan Rasululah bukan untuk niat berdendang dendang atau bernyanti, bahkan maaf sampai ada yang bershalawat dengan lagu dangdut. Itu bukan menghormati Rasulullah tapi bisa bermakna melecehkan rasulullah.

 

peningkatan kesadaran

ada tiga tingkatan kesadaran dalam berdzikir

1. pada saat kitaberdzikir lesan dengan mengucap kalimat kalamat dzkir maka kita berada pada kesadaran jasad, dimana kita tidak mengarahkan kemanapun jiwa kita. pada kesadaran pertama ini yang berdzikir hanya jasad saja.

2. tahap yang kedua adalah kesadaran jiwa, dimana dzikir jasad tadi disertai dengan arah jiwa sesuai dengan apa yang kita ucapkan. pada tahap ini kesadaran kita sudah meningkat dari jasad ke jiwa. pentingkatan ini akan membawa dampak tersendiri dalam jiwa kita. pada kesadaran ini kita sadar bahwa kita bukan jasad tapi kita sadar bahwa kita ada jiwa yang sedang mengarahkan diri kepada Allah.

3. level kesadaran terakhir adalah kesadaran Ruh. pada kesadaran ini jiwa yang mengarahkan diri ke Allah saat jasad mengucapkan kalimat dzikir sudah berhasil ditiadakan lagi, bukan lagi aku, bukan lagi ego, bukan lagi setiyo… jadi yang berdzikir bukan lagi siap siapa yang mengarahkan diri kepada Allah juga bukan lagi siapa siapa. , lalu siapa? ya bukan siapa siapa … kesadaran ini akan membawa kita kepada “self” atau diri yang sebenarnya yaitu diri yang bukan siapa siapa. disini keakuan sudah tidak ada lagi. nah disinilah (untuk saat ini) anda berhasil menempuh dzikir nafas level 4.